Bab.05

"Kamu baik baik saja?"tanya Vino saat kembali ke kamar rawat inap nya melihat Nafisa duduk dengan wajah yang lebih pucat dari biasanya.

"Iya,aku baik baik saja kok.Memangnya kenapa?"tanya balik Nafisa menatap dengan wajah bingung ke araha Vino.

"Tidak,hanya saja.Wajah kamu lebih pucat dari kemarin"jawabnya jujur.

"Oh,ini.Hari ini adalah jadwalku untuk kemo dan mungkin wajah pucat ini adalah efek sampingnya"

"Apa itu terasa sakit?"

"Lumayan,tapi aku sudah bersahabat dengan itu.Jadi,it's ok lah"

Vino menatap intens wajah pucat yang kini berusaha tersenyum didepan nya itu.

"kenapa melihat ku seperti itu?aku sungguh baik baik saja Vin,sungguh"Nafisa pun mencoba meyakinkan Vino jika dirinya baik baik saja.

Vino pun membalas senyuman Nafisa lalu kembali pada brangkat yang diperuntukan untuk dirinya.

"Kamu sendiri bagaimana?apa semuanya berjalan dengan lancar?"tanya Nafisa.

"masih proses pemeriksaan dan masih mennunggu hasilnya"

"Yang sabar ya,aku yakin jika kamu bisa melewati semua ini dengan baik.Dulu juga aku begitu,malah aku coba mengakhiri hidupku dengan bunuh diri.Namun tangisan Mamah yang berharap aku berjuang bersama menyadarkan jika kita tidak boleh menyerah begitu saja.Aku tahu jika ini tidak akan mudah untuk kamu saat ini,tapi percayalah jika kita sudah mulai berdamai dengan situasi ini aku yakin semua akan baik baik saja"

"Aku akan mencobanya,terima kasih karena sudah memberikan semangat untuk aku untuk berusaha dan berjuang untuk kesembuhan ku"

"Karena hanya itu yang bisa kita lakukan kan?"

"Kamu benar,istirahatlah.Kamu terlihat begitu lelah"

"Kamu juga,lebih baik kita sama sama beristirahat"

Keduanya pun nampak kompak membaringkan tubuh lelah mereka berdua.Bukan lelah setelah seharian beraktifitas namun lelah karena rutinitas yang begitu begitu saja.

Namun keduanya tetap harus berusaha dan bertahan demi melihat senyum diwajah orang tua mereka masing masing.

Mamah Ratih nampak termenung dibangku taman dekat dengan ruangan Dokter yang baru saja memeriksakan keadaan Vino saat ini.

"Kenapa melamun Bu?"tanya seseorang yang baru saja datang lalu ikut duduk disana.

"Bunda Ana?anda disini juga?"tanya balik Mamah Ratih saat melihat Bunda Ana yang duduk disamping nya.

"Ini juga tempat favorit saya saat saya merasa gelisah dan resah karena kondisi Nafisa.Apa yang Ibu khawatirkan?bagaimana keadaan Vino?"

Mamah Ratih terlihat menghela nafas sebelum menjawab pertanyan yang diberikan oleh Bunda Ana.

"Vino positif terkena kanker usus stadium 3 dan mulai saat ini Vino harus berada dirumah untuk perawatan intensif.Saya bingung,saya tidak punya saudara atau teman yang bisa saya mintain bantuan untuk menemani Vino selama Vino dirawat,sementara,saya juga tidak bisa terus ada disini karena saya harus berjualan agar saya bisa membiayai pengobatan Vino"

"Lalu bagaimana dengan Ayah nya Vino?maaf jika pertanyaan saya membuat Ibu Ratih tidak nyaman"lanjut Bunda Ana setelah melihat reaksi Mamah Ratih saat Bunda Ana menanyakan prihal Ayah Vino.

"Tidak apa apa,lagi pula itu bukan hal yang meski saya tutupi.Ayah nya Vino sudah lama pergi,bahkan sebelum Vino lahir.Entah bagaimana kabarnya saat ini,saya juga tidak mau mencari tahu karena itu hanya akan menimbulkan luka baru untuk saya dan juga Vino tentunya"

"Maaf jika pertanyaan saya membuat Bu Ratih kembali mengingat maa lalu yang pahit"

"Tidak apa apa Bunda,lagi pula saya sudah berdamai dengan masa lalu dan sudah memaafkan apa yang sudahh dia lakukan pada saya dan juga Vino.Hanya saja,biarlah seperti ini,dengan begini tidak akan ada yang terluka lagi"

"Jika kendalanya hanya orang yang akan meneman Vino selama Ibu tidak disini,maka percayakan saja Vino pada saya.Bukan kah anak kita berada diruangan yang sama?jadi biar saya dan Nafisa yang menemaninya"

"Tapi saya sudah banyak merepotkan Bunda,Bunda dan Nafisa bersedia berbagi kamar pun saya sudah sangat berterima kasih dan entah dengan apa saya membalas kebaikan Bunda dan juga Nafisa"

"Saya hanya membantu semampu saya Bu,Ibu dan juga Vino tidak perlu memikirkan hal itu.Lebih baik kita fokus dengan kesembuhan anak anak kita saja Bu"

"Iya,Bunda benar.Sekali lagi terima kasih"

"Sayang kamu disini?aku mencarimu dari tadi?"

Mendengara seorang pria yang tengah berbicara pada Bunda Ana.Sontak membuat Bunda Ana dan juga Mamah Ratih menoleh ke arah pria yang kini tengah berjalan mendekat.

Deg...

Baik Mamah Ratih mau pun pria tadi terlihat sama sama kaget dengan pertemuan mereka saat ini,hingga membuat keduanya terdiam terpaku ditempat masing masing.

Terpopuler

Comments

Yuli Yuli

Yuli Yuli

jgn" tu suaminya mamah Ratih SM dgn suaminya bunda ana

2024-04-02

1

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussehat

2024-03-09

1

Zainab Ddi

Zainab Ddi

wah jangan2

2024-02-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!