Bab.07

"Kita jalan jalan ke taman yuk?"ajak Ratih pada Vino yang saat ini tengah bersantai di brangkarnya.

Tahu jika sang Mamah ingin membicarakan prihal ayahnya,Vino pun mengangguk setuju karena tidak mungkin juga untuk mereka membahas masalah pibadi disana karena disana ada Nafisa dan juga Bunda Ana.

Ratih mendorong kursi roda yang saat ini digunakan oleh vino sebagai pengganti kakinya.Karena saat ini tubuh Vino semakin melemah.

"Vino sayang,mmm,ada yang ingin Mamah bicarakan"ucap Mamah Ratih ragu ragu takut sang anak menolak kehadiran ayah yang selama 18 tahun ini tidak pernah dia temui dan tidak pernah dia kenali.

"Apa ini tentang Ayah?"

Deg...

Ratih tercengang saat Vino sudah tahu apa yang akan ratih bicarakan pada putra semata wayangnya itu.

"Kamu tahu,jika Mamah ingin membicarakan tentang Ayahmu?"

"Iya,kemarin tidak sengaja Vino mendengar pembicaraan Mamah dan Ayahnya Nafisa"

"Lalu bagaimana pendapatmu?jia tidak berkenan bertemu dengan nya Mamah tidak akan memaksa"

"Hubungi saja,setidaknya sebelum aku pergi aku bisa melihat wajah pria yang sudah membuatku ada"

"Sayang,jangan bilang begitu Nak.Kamu pasti sembuh,kita akan berusaha untuk kamu sembuh,Ok"

Ratih pun memeluk erat tubuh lemas putra nya itu.Sesal sempat dia rasakan saat mengingat dulu mengambil keputusan tanpa mendengar dulu penjelasan dari Adi.

Sakit,hancur dan juga kecewa dirasa Ratih saat ingin memberi kejutan kepada Adi prihal kehamilan nya.Justru malah Ratih yang dikejutkan dengan kedatangn seorang gadis yang meminta untuk jangan menemui Adi lagi karena mereka akan menikah.

Seketika itu dunia Ratih bagaikan hancur tak tersisa.Ditengah kekalutan nya,akhirnya Ratih pun memilih untuk pergi dan meninggalkan semu kenangan dirinya dan sang kekasih tanpa mendengar penjelasan terlebih dahulu dari Ardi.

Bahkan Ratih menutup semua akses agar Adi tidak bisa menemukan nya kembali.Ratih begitu takut jika Adi tahu dirinya hamil maka Adi akan mengambil anak itu darinya.

Maka dari itu,Ratih pun pergi sejauh mungkin hingga Adi tidak akan pernah bisa menemukan nya.Dan hal itu berhasil,hingga Vino berumur 18 tahun Adi sama sekali tidak bisa menemukann keduanya.

*

*

Seorang pria dewasa tak henti hentinya menatap wajah sayu dan pucat remaja putra yang saat ini tengah duduk dikursi roda.

Setibanya ditanah air,Adi langsung menuju ke alamat sebuah rumah sakit yang kemari diberitahukan oleh Bagas,jika disana ada anak dari Ratih tengah dirawat satu ruangan bersama dengan putrinya.

Dan setibanya disana,bukan hanya Ratih,Adi juga dibuat kaget saat melihat seorang pemuda yang begitu mirip dengannya di usia Vino sekarang ini.

"Mamah,dia?"tanya Vino pada sang Mamah.

"Iya sayang,kalian bicaralah.Mamah tungu diluar ya"jawab Ratih memberi ruang pada ayah dan anak itu untuk berbicra dari hati ke hati.

"Kalian bicaralah,aku akan menunggu diluar"

Ratih pun meninggalkan Adi agar bisa berbicara dengan Vino.Maski sedikit ragu akan respon sang anak yang nampak bgitu dingin,namun Ratih tetap harus membiarkan mereka untuk saling bicara satu sama lain.

Adi mengangguk patuh,berjalan mendekati sang putra lalu duduk disofa yang ada dsamping Vino yang kini duduk dikursi rodanya.

Saat ini keduanya tengah berada dikamar rawat inap dimana Vino selama ini dirawat.Saat ini Nafisa tengah kembali melakukan kemoterafinya sehingga Vino dan Adi bisa dengan leluasa berbicara disana.

"Siapa namamu Nak?"tanya Adi membuka suaranya.

"Vino Om,Alvino Wiraguna"jawab Vino.

"ck,kamu ini.Memakai nama belakangku tapi memanggilku dengan sebutan Om"cebik Adi mencoba mencairkan suasana yang begitu kaku dan canggung.

"La_lalu aku harus memnaggil dengan sebutan apa?"

"Tentu saja Papah,dengarkan aku Nak.Aku ini Papahmu,Aku Papahmu"ucap Adi dengan nada biacara yang sudah bergetar karena menahan tangis haru.

Adi langsung memeluk erat tubuh lemah Vino.Adi tidak menyangka jika pada akhirnya dirinya bisa dipertemukan dengan kekasih dan juga anaknya.

Meski pertemuan mereka saat ini tidak dalam keadaan baik baik saja.Adi semakin tersedu saat tangan lemah Vino membalas pelukkan nya lalu mengusap lembut punggung kekar yang saat ini tengah bergetar karena tangis haru.

Hampir setengah jam Adi menangis dipelukan sang Putra.Jika saja Vino tidak mengeluh pegal maka mungkin saat ini Adi masih mengurung tubuhnya didalam pelukkan nya.

"Bagaimana keadaanmu Nak?apa lebih baik kita berobat keluar negri saja?sekarang Papah sudah disini jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan lagi masalah biaya pengobatannya"

"Aku baik baik saja Pah,lagi pula semua itu percuma saja.Pada akhirnya aku akan pergi juga kan?"

"Tapi Nak,setidaknya kita sudah melakukan yang terbaik untuk kamu"

"Tidak perlu jauh jauh,kita sama sama berusaha disini saja Pah.Aku terlalu lelah untuk pergi jauh".

Terpopuler

Comments

Uthie

Uthie

syukurlah...

2024-07-02

0

Yuli Yuli

Yuli Yuli

seneng jg 😭😭😭

2024-04-02

1

Zainab Ddi

Zainab Ddi

😭😭😭jd terharu

2024-02-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!