Mashhh ...

"Daddy, Daddy kenapa wajahnya ditekuk kayak gitu? Ada masalah?" tanya seorang perempuan cantik pada seseorang yang dipanggilnya Daddy sambil mencium pipi kiri dan kanan daddy-nya.

"Ah kamu baby, ya, Daddy ada sedikit masalah." Ucapnya sambil tersenyum lembut dan balas mengecupnya.

"Masalah apa sih yang bisa bikin Daddy kesal gini? Nggak kayak biasanya," ujarnya yang kini sudah duduk di samping sang Daddy sambil bersandar di pundaknya.

"Adalah. Kau takkan paham, sayang." Laki-laki itu terlihat enggan menceritakan permasalahannya.

"Y udah deh kalau Daddy nggak mau cerita. Oh ya, mana mommy?" tanya perempuan itu.

"Mommy mu seperti biasa, kumpul-kumpul sama teman-temannya. Lalu kau, tumben pulang ke rumah? Bukannya ini masih jam kerja?" tanya Laki-laki itu pada sang perempuan.

"Aku sedang kesal Daddy."

"Kesal? Why? Ada masalah dengan kekasihmu?"

"Yes, Daddy. Aku sedang kesal karena sikap Elang makin dingin padaku. Daddy tahu, dia dinikahkan orang tuanya dengan seorang gadis kampung," adu gadis yang merupakan Carla itu pada sang ayah.

"Apa? Menikah? Kau serius, baby?"

"I'm so serious, Dad. Aku nggak terima, Dad. Apalagi semenjak menikah, dia makin dingin dan cenderung tak memperdulikan ku. Dia juga jadi sering marah-marah padaku. Semua gara-gara gadis kampung itu. Aku sangat membencinya, dad." Geram Carla dengan tangan mengepal erat.

"Bagaimana bisa kau kalah dari gadis kampung, baby. Jangan mau kalah! Hancurkan perempuan itu. Kalau kau tak sanggup, Daddy sendiri yang akan turun tangan. Kau tidak boleh melepaskan laki-laki seperti Gemilang Cakrabuana, baby. Hidupmu akan terjamin sampai kapanpun bila kau mampu menjadikan dia milikmu. Kalau perlu, bawa dia ke atas ranjangmu dan berikan servis terbaik mu padanya, Daddy yakin, dia akan bertekuk lutut padamu seperti ... " Laki-laki bernama Antonio itu lantas memainkan alisnya naik turun membuat Carla tersipu malu.

"Daddy benar. Tapi yang jadi masalah, dia tidak seperti laki-laki lain yang mudah diajak ke tempat tidur. Dia berbeda. Dia baru mau melakukannya bila sudah menikah. Dia memang laki-laki kolot," adunya dengan wajah bersungut-sungut.

"Daddy punya cara agar dia mau menikahimu."

"Benarkah, Dad? Bagaimana caranya? Tell me now, Daddy." Tanya Carla dengan binar antusias di wajahnya.

Antonio lantas meminta Carla mendekatkan wajahnya, lalu ia membisikkan sesuatu di telinga Carla membuat gadis itu menyeringai lebar.

"Aku suka ide, Daddy." Serunya antusias.

"Oke, kalau mau setuju, kita bisa memulainya dari sekarang, bagaimana? Mumpung mommy mu sedang tidak ada di rumah." Tukasnya sambil tersenyum penuh arti.

"Why not. Ayo, kita lakukan sekarang juga." Sambut Carla yang sudah tak sabar lagi untuk menjalankan rencananya.

...***...

Gemilang baru saja pulang ke rumah. Ia merasa begitu penat. Tak sabar lagi rasanya ingin merendam tubuhnya di dalam bathtub berisi air hangat. Ia melangkahkan kakinya menaiki anak tangga. Rumahnya memang tidak sebesar rumah orang tuanya. Hanya ada 2 lantai. Tidak ada lift, hanya ada tangga saja yang menghubungkan lantai 1 dan 2.

Ceklek ...

Pintu terbuka. Lalu ia segera berjalan menuju walk in closet. Dilihatnya, pintu tidak tertutup rapat. Baru saja ia ingin mendorong pintu ruangan itu, tiba-tiba ia disambut dengan pemandangan luar biasa.

Gemilang menelan ludahnya kasar. Bagaimana tidak, di dalam sana tampak seorang wanita cantik yang hanya tertutup handuk berwarna biru muda bagian dada hingga setengah paha saja. Kulit yang putih mulus dan berkilau bagaikan porcelaine seolah melambai-lambai memanggil dirinya agar menjamahnya dengan penuh cinta. Belum lagi tetesan air yang belum benar-benar mengering terlihat mengaliri bagian leher yang rambutnya diikat asal ke atas membuat Gemilang menelan ludah kasar.

Seketika, sesuatu yang berada di antara kedua pahanya mengeras dan mengacung tegak. Membuat celananya terasa sesak. Meronta-ronta seakan tak sabar ingin membajak sawah premium yang hanya tertutup oleh selembar handuk itu.

Darahnya berdesir, tak mampu lagi menahan luapan gai*rah, Gemilang lantas melangkahkan kakinya lalu mendekap wanitanya dari belakang membuat sang istri memekik kaget.

"Mas," pekik wanita yang merupakan istrinya itu.

"Mas, ah, apa yang kau ... lakukan?" protes Mazaya saat tangan Gemilang mendarat di bongkahan padat kembar miliknya. Bukannya menjawab, Gemilang justru menggerakkan tangannya lembut seraya mere mas bongkahan yang hanya tertutup oleh selembar handuk itu.

"Mas ... emmahhh " racau Mazaya membuat Gemilang makin belingsatan. Dibaliknya Mazaya hingga mereka kini saling berhadapan. Lalu tanpa banyak kata, Gemilang langsung menyerang bibir istrinya dengan luma tan yang awalnya sedikit kasar, tapi perlahan melembut membuat gadis yang berada dalam dekapannya tanpa sadar melenguh.

Tak puas hanya menjamah dari balik handuk, Gemilang lantas menyentak handuk yang menutupi sebagian tubuh Mazaya dan melemparnya asal membuat gadis itu kini polos tanpa sehelai benang pun. Gemilang yang melihat keindahan tubuh sang istri pun hanya bisa menelan ludahnya.

"Cantik dan indah," pujinya membuat wajah Mazaya merah padam. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia malu. Ini pertama kalinya ada seseorang yang melihat tubuh polosnya. Namun Gemilang justru menarik kedua telapak tangan itu hingga mereka saling bertatapan dengan sorot mata yang sudah berkabut gai rah.

Lalu Gemilang kembali menempelkan tangan kanannya pada salah satu bongkahan padat milik Mazaya, sedangkan tangan kirinya ia selipkan di belakang tengkuk Mazaya. Lalu ia pun mulai melu mat bibir Mazaya kembali. Namun kali ini sedikit lebih kasar dari sebelumnya. Tangannya pun tak mau diam. Menyentuh secara langsung tanpa pembatas ternyata begitu nikmat pikirnya. Hangat dan kenyal. Gemilang tak mampu menahan lesakan gai rahnya. Lantas ia menggendong tubuh Mazaya dan membaringkannya ke atas tempat tidur.

Dipandanginya wajah cantik Mazaya yang tengah tersengal-sengal akibat cumbuannya barusan. Melihat wajah Mazaya yang memerah disertai bulir-bulir keringat yang mengalir di pelipisnya membuat kadar kecantikan Mazaya kian meningkat.

Gemilang kembali menyapukan bibirnya. Kali ini lidahnya ikut bermain. Bukan hanya menyisir setiap inci isi rongga mulut sang istri, tapi turun terus hingga ke rahang, leher, dan kini berlabuh ke puncak bongkahan kenyal dan padat sang istri membuat sang istri melenguh kencang disertai desa han yang menggai rahkan.

"Mas ... " pekik Mazaya saat letupan-letupan gairah itu kian membakar raganya.

Tubuh keduanya telah dibasahi peluh. Tongkat sakti Gemilang pun sudah mengacung tegak. Ia sudah benar-benar tak sabar ingin mengobrak-abrik sawah premium di bawahnya. Gemilang lantas menggesekkan sang tongkat sakti di depan pintu masuk sawah premium membuat Mazaya kian belingsatan.

"Mas ... " desah Mazaya dengan suara yang begitu menggoda di pendengaran Gemilang. Tak mampu lagi menahan letupan gairah yang kian menuntut dipuaskan, Gemilang lantas segera menyatukan miliknya di dalam inti Mazaya dengan sekali sentakan hingga si empunya sawah premium menjerit.

"Mashhhh ... "

"Mashhhh ... "

"Mas Elaaaaang .... "

...****...

...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Ciihh katanya Gadis kampung Cupu,gak minat,Lha sekarang siapa yg menjilat ludah sendiri..

2025-03-21

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Dasar Jalang..Mana mau Gemilang sama barang BEKAS,barang OBRAL..

2025-03-21

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Coba aja kalo bisa kalian menghancurkan Zaya..😏😏😏🙄🙄

2025-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Mazaya Claudia
2 Surat Kontrak Pernikahan?
3 Tak mudah ditindas dan intimidasi
4 Makan malam
5 Insiden sebelum tidur
6 Hal tak terduga
7 Mazaya vs Carla
8 Perasaan yang mulai terganggu
9 Elang and the Gank
10 Aroma yang sama
11 Perkara Makan malam
12 Perdebatan
13 Curiga
14 Bekerja
15 Mashhh ...
16 Kesurupan?
17 Perdebatan lagi
18 Pertemuan
19 Bagaimana
20 Kedatangan Carla
21 Siapa dirimu yang sebenarnya?
22 Dia yang lebih berhak dan pantas
23 Perkara tembak-menembak
24 Ke butik
25 Ciuman pertama
26 Menunggu
27 Di pesta
28 Gangguan di tengah malam
29 Gangguan di tengah malam II
30 Perasaan Gemilang
31 Kapan
32 Alasan
33 Pergi with mamer
34 Jebakan?
35 Perdebatan
36 Keraguan dan ide Anika
37 37
38 Hadiah
39 Kacau
40 Rahasia
41 Jujur dan pemberitaan heboh
42 Kekecewaan seorang ibu
43 Serbuan wartawan
44 Penjelasan
45 Perbincangan dengan keluarga
46 Kematian dan Dendam
47 Istri Tangguh
48 Kedatangan Carla
49 4 Sekawan
50 Salah menduga
51 Sang Dalang
52 Masa lalu Antonio
53 Live
54 Kedatangan Maria
55 Kacau
56 56
57 57
58 Disekap
59 Darah
60 Hamil?
61 Sakit parah?
62 Meminta pertanggung jawaban
63 Pentungan dan keceplosan
64 Nasib Carla dan mood wanita hamil
65 Kalang kabut
66 Anti mainstream
67 67
68 Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69 Wedding
70 Ngemall bareng
71 End of happiness
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Mazaya Claudia
2
Surat Kontrak Pernikahan?
3
Tak mudah ditindas dan intimidasi
4
Makan malam
5
Insiden sebelum tidur
6
Hal tak terduga
7
Mazaya vs Carla
8
Perasaan yang mulai terganggu
9
Elang and the Gank
10
Aroma yang sama
11
Perkara Makan malam
12
Perdebatan
13
Curiga
14
Bekerja
15
Mashhh ...
16
Kesurupan?
17
Perdebatan lagi
18
Pertemuan
19
Bagaimana
20
Kedatangan Carla
21
Siapa dirimu yang sebenarnya?
22
Dia yang lebih berhak dan pantas
23
Perkara tembak-menembak
24
Ke butik
25
Ciuman pertama
26
Menunggu
27
Di pesta
28
Gangguan di tengah malam
29
Gangguan di tengah malam II
30
Perasaan Gemilang
31
Kapan
32
Alasan
33
Pergi with mamer
34
Jebakan?
35
Perdebatan
36
Keraguan dan ide Anika
37
37
38
Hadiah
39
Kacau
40
Rahasia
41
Jujur dan pemberitaan heboh
42
Kekecewaan seorang ibu
43
Serbuan wartawan
44
Penjelasan
45
Perbincangan dengan keluarga
46
Kematian dan Dendam
47
Istri Tangguh
48
Kedatangan Carla
49
4 Sekawan
50
Salah menduga
51
Sang Dalang
52
Masa lalu Antonio
53
Live
54
Kedatangan Maria
55
Kacau
56
56
57
57
58
Disekap
59
Darah
60
Hamil?
61
Sakit parah?
62
Meminta pertanggung jawaban
63
Pentungan dan keceplosan
64
Nasib Carla dan mood wanita hamil
65
Kalang kabut
66
Anti mainstream
67
67
68
Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69
Wedding
70
Ngemall bareng
71
End of happiness

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!