Perdebatan

Selepas makan malam, Mazaya ikut bergabung dengan Masa, Nugie, dan Jendra. Wajah Gemilang tampak begitu masam. Entah mengapa ia tak suka melihat Mazaya tertawa bahagia saat berbincang dengan teman-temannya. Padahal tak ada yang istimewa dalam perbincangan itu. Hanya ada cerita-cerita lucu saat istrinya dan Jendra masih bersekolah di bangku SMP.

Gemilang merasa tersisih sebab keempatnya seakan tak menganggap dirinya di sana. Mereka semua tertawa, berbanding terbalik dengan dirinya yang memberengut masam.

Merasa kesal, Gemilang lantas mengeluarkan sebatang rokok dari kotak rokok yang kerap dia bawa. Ia bukanlah perokok, tetapi terkadang ia membutuhkan batangan nikotin itu untuk mengusir kegalauannya. Bila sebagian lelaki lebih suka menenggak minuman beralkohol untuk menenangkan pikirannya, maka Gemilang justru lebih memilih merokok.

Meskipun keduanya sama-sama tak menyehatkan dan berbahaya bagi kesehatan, setidaknya hukum merokok bukanlah haram seperti minuman beralkohol. Gemilang memang bukanlah pria yang taat beragama, tapi setidaknya ia tidak terlalu mendekati hal-hal yang bisa menimbulkan dosa besar.

Baru saja ia menyelipkan rokok di sela bibirnya dan menyalakan korek, tiba-tiba sebuah tangan menyambar rokok dalam mulutnya dan dengan sorot mata tajam ia mematah-matahkan rokok tersebut hingga benar-benar hancur.

Jendra, Nugie, dan Mada sampai menganga melihat keberanian Mazaya. Tak ada yang berani mengganggu kesenangan Gemilang selama ini. Bahkan teman-temannya pun segan terhadapnya. Jendra yang sebenarnya masih ada rasa pada Mazaya pun seketika ciut saat mendengar ancaman dari sahabatnya tersebut agar tak mencoba mendekati istrinya. Jendra sampai protes, bukankah pernikahan mereka atas dasar perjodohan, tak ada cinta, kenapa pula dirinya dilarang berdekatan dengan Mazaya. Padahal mereka semua pun tahu, Gemilang masih menjalin hubungan dengan Carla. Tapi Jendra lebih sayang nyawanya, ia tak mau karena kenekatannya, nyawanya justru melayang. Gemilang merupakan tipe lelaki nekat. Alhasil, Jendra memilih mengalah demi keselamatan jiwa dan raganya.

"Kau ... " geram Gemilang saat rokoknya dipatahkan Mazaya seenaknya.

"Kenapa? Tak terima? Ingat ya, aku tidak suka asap rokok apalagi laki-laki perokok. Dan aku harap, rumah ini steril dari asap rokok. Kalian dengar?" seru Mazaya lantang membuat keempat laki-laki itu terpelongo. "Kalian semua ada telinga kan? Jawab!"

"Oke, oke, gue nggak akan merokok di sini!" seru Jendra mendahului. Ia tersenyum menyeringai ke arah Gemilang.

"Good! Loe emg jendral kancil yang paling the best. Sat set, nggak pake banyak mikir." Puji Mazaya sambil mengacungkan kedua jempolnya.

"Gue juga." Timpal Mada.

"Ikut kata nyonya besar aja deh." Sambung Nugie membuat Gemilang mengepalkan tangannya.

Lantas ia mengambil kotak rokok yang masih penuh dan merematnya hingga isinya hancur. Mazaya tersenyum lebar lalu mencolek pipi Gemilang gemas.

"Ini baru laki-laki sejati. Dah ah, gue capek. Gue istirahat dulu ya, guys!" Mazaya melambaikan tangan ke arah teman-teman Gemilang yang kini juga sudah menjadi temannya.

Lalu ia pun segera menaiki tangga satu persatu dan memasuki kamarnya. Saat memasuki kamar, tirai balkon masih tersingkap. Mazaya lantas berjalan ke arah balkon dan berdiri di sana sambil menikmati keindahan langit malam yang bertabur bintang.

Tak lama kemudian, terdengar suara pintu kamar di buka. Dari luar, masuk sosok gagah dengan wajah garang dan dingin. Mazaya yang sempat menoleh, mengerutkan kening melihat ekspresi suaminya.

"Ada apa, mas?" tanya Mazaya langsung.

"Kamu tanya kenapa? Ini juga kamarku, kenapa?"

"Jawabnya biasa aja kali, nggak usah pake ngegas." Sewot Mazaya kesal sambil membenarkan posisi kacamatanya. "Atau kamu mau pergi lagi? Mau tidur dengan kekasih mu lagi? Silahkan pergi sana! Aku nggak masalah kok ditinggal sendiri. Atau aku bisa panggil Jendra kemari untuk ... " Ucapan Mazaya terpotong saat Gemilang tiba-tiba mendekat dan mengungkungnya hingga mentok bersandar di pembatas balkon.

"Jangan katakan itu lagi atau aku akan menembakmu saat ini juga," desis Gemilang dengan sorot mata sangat tajam.

"Kenapa? Apa aku salah?" Tanya Mazaya dengan dagu terangkat dan sorot mata tajam.

"Kamu bertanya salah atau tidak? Jelas salah. Kau berniat selingkuh, hah? Iya? Kau tau, perbuatanmu itu bisa menghancurkan nama baikku, nama baik perusahaan CB Group, kau tahu!" sentak Gemilang dengan rahang mengeras.

Mendengar Mazaya ingin memanggil Jendra, amarah dalam diri Gemilang seketika menggelegak. Ia sangat tahu perasaan sahabatnya itu pada Mazaya sebab sejak bertahun-tahun yang lalu, Mazaya selalu saja jadi topik mereka untuk mengganggu Jendra sebab laki-laki itu yang begitu tergila-gila dengan cinta pertamanya.

Namun, Gemilang tak pernah tahu siapa perempuan yang digilai sahabatnya itu. Jendra hanya sering menyebut nama Aya dan ia baru mengetahui fakta siapa Aya sebenarnya hari ini. Aya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mazaya, istrinya sendiri. Perasaannya mendadak kacau. Ada rasa takut dan khawatir yang tiba-tiba menyusup di relung jiwa.

"Lantas, apa kamu tidak memikirkan nama baikku dengan perselingkuhanmu itu, mas? Kau pikir apa yang akan orang-orang katakan saat tahu kau telah menikah tapi masih menjalin hubungan dengan perempuan lain. Memang ada yang akan itu adalah kesalahan kalian, tapi tidak sedikit pula yang akan mengatakan aku istri yang tak becus. Menjaga suami saja tak bisa, kau pikir hatiku tidak akan sakit bila mendengar ejekan orang-orang?" sentak Mazaya tak kalah garang.

Alih-alih menjawab, Gemilang justru tergelak.

"Nama baikmu? Memangnya kau siapa, hah? Hanya gadis kampung, perempuan udik. Kau pikir kau pantas bersanding denganku? Tidak."

Mazaya tersenyum miring lalu membalikkan badannya, "kau dan pasangan selingkuh mu itu memang cocok, sama-sama suka merendahkan dan meremehkan orang. Merasa diri paling sempurna sampai tidak bisa melihat kekurangan sendiri yang tak lebih hina."

"Aku tidak peduli. Yang pasti bila kau berani selingkuh, aku akan segera menghabisi nyawamu beserta pasangan selingkuhmu. Entah itu Jendra atau laki-laki lain, aku tak peduli. Yang pasti, kalian akan mati di tanganku. Camkan itu!"

"Kau pikir aku takut!"

"Aaaakh ... " pekik Mazaya saat tiba-tiba Gemilang mengunci tubuhnya dari belakang dengan satu tangan. Tubuh Mazaya seketika menegang dan meremang saat nafas hangat Gemilang menyentuh lehernya.

"Jangan coba-coba melakukan hal itu atau kematianmu akan makin mendekat." Ancam Gemilang.

"Lepaskan aku, brengsekkk!" sentak Mazaya kesal.

"Jawab dulu pernyataan ku tadi."

"Tidak. Kenapa aku harus patuh padamu, sedangkan kau di luar sana bisa sesuka hatimu! Apa kau cemburu?"

"Cemburu?" Beo Gemilang kemudian tergelak, "jangan kegedean. Aku melakukan ini hanya demi menjaga kehormatanku. Kamu istriku. Meskipun pernikahan kita tak diumumkan di media, tapi lambat laun semua pasti akan terungkap. Jadi kau jangan pernah macam-macam."

"Begitu pula dengan perselingkuhanmu, serapat-rapat dan sedalam-dalamnya kau mengubur bangkai, baunya pasti akan tercium juga." Tandas Mazaya pantang mengalah. "Dan tadi apa katamu? Istri? Jadi kau menganggap ku sebagai istri? Tapi sayangnya aku tidak merasa sebagai istrimu. Kau tahu kenapa? Sebab saat kau menghadirkan orang ketiga di antara hubungan kita, sejak itu juga aku merasa kita bukan siapa-siapa. Kita hanya dua orang asing yang terjebak dalam satu hubungan yang mungkin cepat atau lambat akan segera berakhir," pungkas Mazaya. Setelah mengatakan itu, Mazaya menyentak tangan Gemilang yang menahan tangannya hingga terlepas. Kemudian beranjak dari sana meninggalkan Gemilang yang sudah mematung bergelut dengan pikirannya.

...***...

...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

apa pantas gemilang marah marah ke mazaya. orang dari awal nikah, mazaya sudah mau diceraikan setelah 1 tahun pernikahan.

2024-11-23

0

Sonya Bererenwarin

Sonya Bererenwarin

gemilang...ht2 dengan ucapanmu, jika kmu tau kebenarannya kamu akan terplongo²🤭😀😀

2025-03-19

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Bagus Mazaya..Aku suka sikap Tegas mu..👏👏👏👏💪💪💪💪💃💃💃

2025-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Mazaya Claudia
2 Surat Kontrak Pernikahan?
3 Tak mudah ditindas dan intimidasi
4 Makan malam
5 Insiden sebelum tidur
6 Hal tak terduga
7 Mazaya vs Carla
8 Perasaan yang mulai terganggu
9 Elang and the Gank
10 Aroma yang sama
11 Perkara Makan malam
12 Perdebatan
13 Curiga
14 Bekerja
15 Mashhh ...
16 Kesurupan?
17 Perdebatan lagi
18 Pertemuan
19 Bagaimana
20 Kedatangan Carla
21 Siapa dirimu yang sebenarnya?
22 Dia yang lebih berhak dan pantas
23 Perkara tembak-menembak
24 Ke butik
25 Ciuman pertama
26 Menunggu
27 Di pesta
28 Gangguan di tengah malam
29 Gangguan di tengah malam II
30 Perasaan Gemilang
31 Kapan
32 Alasan
33 Pergi with mamer
34 Jebakan?
35 Perdebatan
36 Keraguan dan ide Anika
37 37
38 Hadiah
39 Kacau
40 Rahasia
41 Jujur dan pemberitaan heboh
42 Kekecewaan seorang ibu
43 Serbuan wartawan
44 Penjelasan
45 Perbincangan dengan keluarga
46 Kematian dan Dendam
47 Istri Tangguh
48 Kedatangan Carla
49 4 Sekawan
50 Salah menduga
51 Sang Dalang
52 Masa lalu Antonio
53 Live
54 Kedatangan Maria
55 Kacau
56 56
57 57
58 Disekap
59 Darah
60 Hamil?
61 Sakit parah?
62 Meminta pertanggung jawaban
63 Pentungan dan keceplosan
64 Nasib Carla dan mood wanita hamil
65 Kalang kabut
66 Anti mainstream
67 67
68 Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69 Wedding
70 Ngemall bareng
71 End of happiness
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Mazaya Claudia
2
Surat Kontrak Pernikahan?
3
Tak mudah ditindas dan intimidasi
4
Makan malam
5
Insiden sebelum tidur
6
Hal tak terduga
7
Mazaya vs Carla
8
Perasaan yang mulai terganggu
9
Elang and the Gank
10
Aroma yang sama
11
Perkara Makan malam
12
Perdebatan
13
Curiga
14
Bekerja
15
Mashhh ...
16
Kesurupan?
17
Perdebatan lagi
18
Pertemuan
19
Bagaimana
20
Kedatangan Carla
21
Siapa dirimu yang sebenarnya?
22
Dia yang lebih berhak dan pantas
23
Perkara tembak-menembak
24
Ke butik
25
Ciuman pertama
26
Menunggu
27
Di pesta
28
Gangguan di tengah malam
29
Gangguan di tengah malam II
30
Perasaan Gemilang
31
Kapan
32
Alasan
33
Pergi with mamer
34
Jebakan?
35
Perdebatan
36
Keraguan dan ide Anika
37
37
38
Hadiah
39
Kacau
40
Rahasia
41
Jujur dan pemberitaan heboh
42
Kekecewaan seorang ibu
43
Serbuan wartawan
44
Penjelasan
45
Perbincangan dengan keluarga
46
Kematian dan Dendam
47
Istri Tangguh
48
Kedatangan Carla
49
4 Sekawan
50
Salah menduga
51
Sang Dalang
52
Masa lalu Antonio
53
Live
54
Kedatangan Maria
55
Kacau
56
56
57
57
58
Disekap
59
Darah
60
Hamil?
61
Sakit parah?
62
Meminta pertanggung jawaban
63
Pentungan dan keceplosan
64
Nasib Carla dan mood wanita hamil
65
Kalang kabut
66
Anti mainstream
67
67
68
Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69
Wedding
70
Ngemall bareng
71
End of happiness

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!