Surat Kontrak Pernikahan?

Mazaya tak acuh pada sikap Gemilang. Ia pikir Gemilang bersikap seperti itu karena merasa terpaksa menikahinya. Yah, walaupun ada sedikit rasa tersinggung, tapi ya sudahlah pikir Mazaya. Ia tak mau terlalu memikirkannya saat ini. Lagipula mereka memang belum saling mengenal satu sama lain.

Melihat sikap putra sulungnya membuat Anika dan Guntara menggelengkan kepalanya. Mereka lantas menyambut Mazaya yang baru saja turun dari dalam mobilnya dan mengajaknya masuk ke dalam istana megah keluarga Cakrabuana.

Saat pertama kali menginjakkan kakinya di dalam mansion, Mazaya terperangah karena ada puluhan maid yang sudah menyambut kedatangan mereka. Mereka telah berjejer rapi dengan seragam khusus mereka. Dengan kepala tertunduk, mereka menyerukan kalimat "selamat datang, nona muda."

'Apa mereka nggak terlalu boros menggaji pelayan sebanyak ini? 1, 2, 3, ... 25. Gila aja, ada 25 pelayan. Tugas mereka apa aja sih? Ini belum termasuk keamanan, tukang kebun di luar, sopir, Ck ... Emang sih, terlihat boros, tapi itu justru ladang rejeki bagi mereka. Mansion ini juga luas banget. Tapi punya kakek ... Ah, udahlah.'

"Selamat datang di rumah mama dan papa, Zaya." Ucap Anika tulus.

"Ma-mama? Pa-pa?" beo Mazaya sambil mengerjapkan matanya. Sejak kecil, ia sangat merindukan kasih sayang orang tuanya, tapi sayang kedua orang tuanya telah tiada karena suatu peristiwa yang tak terelakkan meninggalkannya hanya berdua saja dengan sang kakek. Matanya seketika berkaca-kaca. Hanya mendengar kalimat mama dan papa saja sudah membuatnya terharu.

Anika yang paham mungkin Mazaya tengah teringat dengan kedua orang tuanya pun tersenyum pilu. Ia pun mengusap kepala Mazaya dengan penuh kelembutan.

"Iya, mulai sekarang, panggil mama dan papa, oke? Kan Zaya mulai hari ini udah jadi putri menantu mama dan papa, ya kan pa?"

"Mama kamu benar, Zaya. Pokoknya, mulai sekarang anggap kami sebagai mama dan papa mu. Bukan mertua karena kami sudah menganggapmu seperti putri kami sendiri. Jadi, bila butuh sesuatu atau apapun itu, bilang aja ke mama papa. Termasuk bila Elang berbuat macam-macam sama kamu, kamu mengerti?"

"Elang?" beo Mazaya tak paham. Siapa itu Elang pikir Mazaya.

"Iya, Elang. Elang itu panggilan kami untuk Gemilang. " Ucap Guntara sambil tersenyum geli melihat ekspresi cengo Mazaya.

"Ya udah, kamu istirahat aja dulu ya, Zaya. Mama yakin, kamu pasti benar-benar capek karena pernikahan dadakan ini," ucap Anika lembut. Mazaya hanya mengangguk. Ia pun belum tahu harus tidur di mana.

"Rani," panggil Anika pada salah satu maid di mansion itu.

"Iya, nyonya," sahut Rani cepat seraya maju satu langkah dari posisinya.

"Antar nona Mazaya ke kamar Elang. Minta yang lain bantu Mazaya bawakan tasnya juga ke atas," titah Anika.

"Baik, Nyonya," jawab Rani sambil menundukkan kepalanya. "Mari Nina, silahkan ikuti saya. Saya akan mengantarkan nona ke kamar tuan Gemilang," ucap Rani seraya tersenyum sopan.

Mazaya mengangguk kemudian mengikuti langkah Rani menuju lift setelah terlebih dahulu ia meminta rekannya membawakan tas dan koper kecil milik Mazaya.

Kamar Gemilang terletak di lantai 3. Di dalam lift , Mazaya pun mengajak Rani bercerita.

"Nama kamu siapa?" tanya Mazaya.

"Rani, nona," ucap Rani.

"Kalau kamu?" tanya Mazaya pada seseorang yang membawakan tasnya. Sebenarnya ia ingin membawa sendiri tas tersebut, tapi ia tahu, pasti Anika akan menolak keinginannya itu.

"Saya Ratih, nona."

Mazaya mengangguk-angguk kepalanya, "nggak perlu nunduk terus gitu. Apa leher kalian nggak sakit? Kalau hanya kita saja, tak perlu terlalu formal. Apalagi sepertinya kita seumuran," ucap Mazaya ramah.

"Maaf nona, ini sudah peraturan di mansion ini."

"Ayolah Ran, jangan begitu lah. Kamu juga, Tih. Kalau hanya kita bertiga saja, anggap aku seperti teman kalian saja."

"Maaf nona, kami tidak bisa." Kini Ratih yang angkat bicara. Mazaya menghela nafasnya. Para maid di mansion ini ternyata cukup patuh pada peraturan.

"Ya udah, terserah deh. Tapi ngomong-ngomong, jumlah maid yang bekerja d mansion ini ada berapa? Tadi yang saya hitung ada 25 orang. Itupun bukan termasuk keamanan, tukang kebun, dan sopir."

"Semuanya ada 50 orang nona."

"50? Banyak juga ya." Mazaya mengangguk-angguk kepalanya.

"Iya nona, maklum, mansion ini luas sekali jadi membutuhkan banyak pelayan seperti kami," cicit Rani. Mazaya pun memakluminya.

"Kalian sudah berapa lama bekerja di sini?"

"Saya sudah bekerja di sini semenjak lulus SMA, nona. Kalau dihitung-hitung sudah hampir 5 tahun. " Jawab Rani.

"Waw, lama juga ya!" sahut Mazaya sambil tersenyum.

"Kalau saya baru 3 tahun nona." Jawab Ratih.

"Semoga kalian betah ya dapat nona cerewet seperti aku," seloroh Mazaya membuat Ratih dan Rani terkekeh.

"Nona salah, kami justru senang mengenal Anda nona. Anda ternyata ramah dan menyenangkan." Puji Rani.

"Rani benar nona. Anda juga sangat cantik. Pilihan tuan Guntara dan Nyonya Anika memang tidak salah. Semoga samawa ya, nona," timpal Ratih yang diaamiinkan oleh Mazaya.

Ting ...

"Kita sudah sampai nona." Ujar Rani. Ternyata lift itu berhenti tepat di depan kamar Gemilang. Sebelum membukakan pintu, Rani terlebih dahulu mengetuk pintu kamar Gemilang. Karena tak ada sahutan, Rani pun memutar handle pintu hingga terbuka lebar.

Kemudian mereka pun mempersilahkan Mazaya masuk ke dalam kamar tersebut. Setelahnya, mereka pun segera berpamitan dengan Mazaya.

Di dalam kamar yang didominasi warna abu-abu itu, Mazaya berjalan perlahan. Kamar tersebut tertata rapi dan sangat luas. Di dalamnya juga ada ruang wardrobe dan balkon yang menghubungkan dengan pemandangan kolam renang di lantai bawah. Mazaya lantas berdiri di sana sambil memperhatikan sekitar.

"Orang miskin baru pertama kali melihat kolam renang, hm?" cemooh seseorang. Mazaya tahu suara siapa itu. Meskipun baru beberapa kali mendengar suara pria itu, tapi Mazaya sudah bisa mengenalinya.

"Kalau iya, kenapa? Salah?" balas Mazaya lembut sambil membalikkan badannya. Kedua tangannya pun telah terlipat di depan dada dengan senyum manis tersungging di bibirnya.

"Aku heran, apa hebatnya dirimu sampai kakek memaksaku menikahimu? Perempuan kampung. Pendidikanmu pun paling sebatas SMA, iya kan!" Sinis Gemilang dengan tatapan tajamnya.

Mazaya mengedikkan bahunya tak acuh. Percuma saja menjawab, dia pun pasti takkan percaya pikirnya. Biarkan saja laki-laki itu dengan spekulasinya sendiri. Lagipula, belum saatnya menjelaskan siapa dirinya. Mungkin suatu hari nanti, bila laki-laki itu tahu identitasnya sebenarnya, jantungnya bisa-bisa copot karena shock. Sebenarnya wajar laki-laki itu bersikap arogan. Selain karena memang ia kaya raya, ia juga memiliki paras yang sangat rupawan. Tapi tetap saja nilainya 0 bila tidak memiliki attitude, benar bukan?

"Heh, kau punya sopan santun atau tidak? Aku bicara padamu, tapi kau malah membuang wajah," sentak Gemilang kesal.

"Lalu kau pikir kau sudah sopan, tuan? Kau tiba-tiba saja berdiri di belakangku dan menghinaku, seolah kau pria paling kaya dan hebat di atas dunia ini. Ingat, di atas langit masih ada langit. Jangan terlalu lama mendongak ke atas, nanti lehermu sakit. Sesekali lihatlah ke bawah agar kau sadar dan tidak takabur terhadap apa yang kau miliki. Semua yang kau miliki ini adalah titipan yang bisa diambil kapan saja oleh pemilik sebenarnya."

"Tak usah berceramah di depanku. Lebih baik kau segera tanda tangan surat ini!" Ucap Gemilang dengan suara dinginnya sambil melemparkan sebuah map ke atas meja yang entah apa isinya.

Mazaya pun segera mengambil map tersebut dan membukanya. Seketika bibinya terbuka dan dalam hitungan detik Mazaya terkekeh karenanya.

'Ternyata dugaanku benar. Sepertinya aku memiliki bakat cenayang. Buktinya aku sudah menduga hal ini akan terjadi sebelum pernikahan ini terjadi.'

"Surat kontrak pernikahan? Really?" Ucap Mazaya seraya tertawa geli. Ia pikir surat kontrak pernikahan hanya ada di dalam novel saja, tapi nyatanya itu memang benar ada dan Mazaya sendiri yang kini mendapatkannya.

Apakah Mazaya akan setuju dengan surat kontrak pernikahan tersebut?

...***...

...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Sonya Bererenwarin

Sonya Bererenwarin

awal yang menarik 😁

2025-03-19

0

Iyan Bos muda

Iyan Bos muda

betul,100

2025-01-18

0

Mariani SPd

Mariani SPd

hihihi othor ada2 aja, padahal memang di novel nih

2024-10-29

0

lihat semua
Episodes
1 Mazaya Claudia
2 Surat Kontrak Pernikahan?
3 Tak mudah ditindas dan intimidasi
4 Makan malam
5 Insiden sebelum tidur
6 Hal tak terduga
7 Mazaya vs Carla
8 Perasaan yang mulai terganggu
9 Elang and the Gank
10 Aroma yang sama
11 Perkara Makan malam
12 Perdebatan
13 Curiga
14 Bekerja
15 Mashhh ...
16 Kesurupan?
17 Perdebatan lagi
18 Pertemuan
19 Bagaimana
20 Kedatangan Carla
21 Siapa dirimu yang sebenarnya?
22 Dia yang lebih berhak dan pantas
23 Perkara tembak-menembak
24 Ke butik
25 Ciuman pertama
26 Menunggu
27 Di pesta
28 Gangguan di tengah malam
29 Gangguan di tengah malam II
30 Perasaan Gemilang
31 Kapan
32 Alasan
33 Pergi with mamer
34 Jebakan?
35 Perdebatan
36 Keraguan dan ide Anika
37 37
38 Hadiah
39 Kacau
40 Rahasia
41 Jujur dan pemberitaan heboh
42 Kekecewaan seorang ibu
43 Serbuan wartawan
44 Penjelasan
45 Perbincangan dengan keluarga
46 Kematian dan Dendam
47 Istri Tangguh
48 Kedatangan Carla
49 4 Sekawan
50 Salah menduga
51 Sang Dalang
52 Masa lalu Antonio
53 Live
54 Kedatangan Maria
55 Kacau
56 56
57 57
58 Disekap
59 Darah
60 Hamil?
61 Sakit parah?
62 Meminta pertanggung jawaban
63 Pentungan dan keceplosan
64 Nasib Carla dan mood wanita hamil
65 Kalang kabut
66 Anti mainstream
67 67
68 Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69 Wedding
70 Ngemall bareng
71 End of happiness
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Mazaya Claudia
2
Surat Kontrak Pernikahan?
3
Tak mudah ditindas dan intimidasi
4
Makan malam
5
Insiden sebelum tidur
6
Hal tak terduga
7
Mazaya vs Carla
8
Perasaan yang mulai terganggu
9
Elang and the Gank
10
Aroma yang sama
11
Perkara Makan malam
12
Perdebatan
13
Curiga
14
Bekerja
15
Mashhh ...
16
Kesurupan?
17
Perdebatan lagi
18
Pertemuan
19
Bagaimana
20
Kedatangan Carla
21
Siapa dirimu yang sebenarnya?
22
Dia yang lebih berhak dan pantas
23
Perkara tembak-menembak
24
Ke butik
25
Ciuman pertama
26
Menunggu
27
Di pesta
28
Gangguan di tengah malam
29
Gangguan di tengah malam II
30
Perasaan Gemilang
31
Kapan
32
Alasan
33
Pergi with mamer
34
Jebakan?
35
Perdebatan
36
Keraguan dan ide Anika
37
37
38
Hadiah
39
Kacau
40
Rahasia
41
Jujur dan pemberitaan heboh
42
Kekecewaan seorang ibu
43
Serbuan wartawan
44
Penjelasan
45
Perbincangan dengan keluarga
46
Kematian dan Dendam
47
Istri Tangguh
48
Kedatangan Carla
49
4 Sekawan
50
Salah menduga
51
Sang Dalang
52
Masa lalu Antonio
53
Live
54
Kedatangan Maria
55
Kacau
56
56
57
57
58
Disekap
59
Darah
60
Hamil?
61
Sakit parah?
62
Meminta pertanggung jawaban
63
Pentungan dan keceplosan
64
Nasib Carla dan mood wanita hamil
65
Kalang kabut
66
Anti mainstream
67
67
68
Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69
Wedding
70
Ngemall bareng
71
End of happiness

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!