Mazaya vs Carla

Namun setibanya di rumahnya, suatu hal tak terduga terjadi. Gadis yang tadi ada di pikirannya ternyata telah duduk santai di ruang tamunya.

"Sayang," pekik Carla dengan mata berbinar. "I Miss you," imbuhnya sambil beranjak kemudian langsung berhambur ingin memeluk Gemilang.

Belum sempat Carla memeluk Gemilang, Mazaya ternyata telah lebih dahulu berdiri di depan Gemilang. Menghadang perempuan itu bagaikan tameng pelindung yang siap siaga melindungi suaminya dari terjangan sang bibit pelakor.

"Heh, apa-apaan kamu! Minggir sana!" sentak Carla mengusir Mazaya.

Tapi Mazaya ya tetaplah Mazaya. Dia adalah gadis yang tak mudah digertak apalagi ditakut-takuti. Apalagi oleh seorang yang merupakan cikal-bakal penghancur rumah tangganya.

"Apa yang kau katakan? Minggir? Heh, tahu diri dong, kau itu siapa. Mau seenaknya main peluk-peluk suami orang. Emang kamu itu siapa sih?" Balas Mazaya tak kalah garang. Gemilang hanya bungkam. Ia justru memperhatikan kedua perempuan yang sedang asik berdebat itu.

"Kau tanya aku siapa? Aku kekasihnya, kenapa? Kau itu yang siapa? Pake menghalangi diriku ingin memeluk kekasihku sendiri."

"Oh, jadi kau kekasih suamiku. Hanya kekasih toh? Tak lebih," ucap Mazaya sambil tersenyum mencemooh membuat Carla meradang. "Dan ... perkenalkan, aku Mazaya Claudia. ISTRI SAH GEMILANG CANDRABUANA. BAIK SECARA AGAMA MAUPUN NEGARA. Sekarang kau tahu kan siapa aku dan apa perbedaan aku denganmu. Jadi ... kalau kau masih punya malu, lebih baik kau segera pergi dari rumah ini. Kami mau istirahat," ucap Mazaya acuh tak acuh. Ia bahkan sudah melingkarkan tangannya di lengan Gemilang sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Lepaskan tanganmu dari kekasihku, brengsekkk! Kau memang istrinya, tapi akulah wanita yang dicintainya. Lagipula, kau pikir kau pantas bersanding dengan laki-laki seperti Gemilang? Lihat wajah dan penampilan udikmu itu, kau bukan seperti istrinya, tapi pelayannya. Kaulah yang seharusnya sadar diri, bukan aku. Dasar perempuan kampung." Hina Carla bersungut-sungut.

Ekspresi wajah Mazaya tetap sama, tenang. Gemilang sampai heran, gadis itu ternyata memiliki pengendalian diri yang sangat baik. Buktinya ia tidak terpancing dengan cemoohan Carla.

"Oh, jadi kau merasa kau yang pantas? Begitukah? Tapi sayangnya, mau pantas atau tidak, si udik inilah pemenangnya dan kau ... tak lebih dari pecundang. Seharusnya kau lah yang sadar diri. Dasar pelakor."

"Apa? Kau sebut aku pelakor? Kurang ajar. Kaulah yang pelakor itu, bukan aku jalaang!" Carla yang tak terima dihina lantas meringsek maju hendak menampar pipi Mazaya, tapi dengan cepat, Mazaya menangkap tangan Carla, mere masnya kencang kemudian menghentakkannya hingga Carla menjerit kesakitan.

"Aaargh ... sialan!" jerit Carla. "Sayang, kenapa kau hanya diam? Lihat, tanganku jadi merah begini. Sakit," adu Carla dengan wajah memelas. Mazaya memutar bola matanya malas melihat tingkah Carla yang tak tahu malu.

"Mazaya, kau memang istriku, tapi kau tak memiliki hak untuk berbuat semaumu!" sentak Gemilang yang tak tega melihat wajah kekasihnya yang telah berkaca-kaca.

"Oh, jadi kau lebih memilih membela pelakor ini, mas, dibandingkan istrimu sendiri?" sinis Mazaya dengan kedua tangan bersedekap di depan dada. "Aku hanya ingin melindungimu agar tidak terjerumus lembah dosa. Aku juga melindungimu, bagaimana kalau ada yang melihat dirimu yang ternyata masih berhubungan dengan perempuan lain di depan istrimu sendiri. Nama baikmu akan hancur seketika, kau tahu itu. Dan satu lagi, ingat kata-kata papa. Jika kau macam-macam, bersiaplah, maka namamu akan dicoret dari ahli waris." Tekan Mazaya dengan sorot mata tajam.

Gemilang sampai tertegun melihat sorot mata yang baru pertama kali ia lihat itu. Begitu pula Carla, tak menyangka orang tua Gemilang mengancamnya sedemikian rupa termasuk akan mencoret nama Gemilang dari ahli waris. Sebegitu pengaruhnya kah sosok Mazaya dalam keluarga Cakrabuana?

Setelah mengucapkan itu, Mazaya pun bergegas masuk ke dalam rumah itu. Tak dipedulikannya lagi suami dan kekasihnya itu.

...***...

Dibantu pelayan, Mazaya masuk ke kamar yang paling besar di rumah itu dengan wajah kesal. Mazaya bukannya cemburu. Tidak sama sekali. Toh ia saja tidak memiliki perasaan apapun pada Gemilang. Namun, harga dirinya terasa diinjak-injak dengan hadirnya Carla. Bahkan Gemilang dengan terang-terangan membela kekasihnya dibanding dirinya yang telah berstatus istrinya.

Mazaya mengepalkan tangannya. Ini sama seperti penghinaan baginya. Mazaya lantas mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu kontak di dalam ponselnya.

"Halo Za, loe kemana sih? Gara-gara loe tiba-tiba aja pergi, tanpa kabar, tanpa berita, gue jadi kelabakan reschedule jadwal loe." Ucap seseorang di seberang telepon sambil mendumel kesal.

"Hehehe ... sorry. Gue ada urusan penting. Nggak bisa ditunda lagi. Kakek nyuruh gue pulang. Tau sendiri kalo kakek udah bertitah, gue cuma bisa manut aja."

"Tumben. Emang loe disuruh pulang buat ngapain? Kakek loe sakit?"

"Nggak kok. Kakek sehat."

"Terus?"

"Terus apa?"

"Ya terus loe disuruh pulang buat ngapain? Masa' buat dinikahin sama laki-laki yang udah dijodohin sama elo."

"Wah, loe ternyata cenayang ya, Am? Kok bisa tahu?"

"Maksud loe?"

"Ya gue emang dinikahin kakek sama cowok yang udah dijodohin sama gue sejak kecil."

"Apa? Loe nggak serius kan? Loe cuma bercanda kan?"

"Ngapain juga gue bohong. Gue aja pas nyampe terkejut banget. Pas nyampe, kakek langsung bilang gue harus nikah. Mau nolak, nggak bisa. Terpaksa lah menerima."

"Astaga, bener-bener ya. Emang, siapa cowok yang dijodohin sama loe tuh sih?"

"Loe tau CB Group? Gue dinikahin sama anak sulung pemilik CB Group, Gemilang Cakrabuana."

"What? Are you serious?"

"Dahlah. Besok gue cerita. Gue mau rebahan dulu."

Setelah berbasa-basi sebentar, Mazaya pun menutup panggilan telepon bersamaan dengan Gemilang yang masuk ke dalam kamar.

"Ngapain kamu masuk kamarku?"

Mazaya melirik sinis, "kenapa? Nggak suka? Kamu mau kita pindah kamar? Fine. Tapi aku mau telepon mama dulu biar dia tahu kelakuan anaknya," sinis Mazaya.

Gemilang lantas berjalan mendekat dan mencengkram pergelangan tangannya, "kau berani mengancam ku?" sentaknya.

"Kau pikir aku takut?" Mazaya menarik salah satu sudut bibirnya. Gemilang tak habis pikir, bagaimana perempuan kampung seperti Mazaya memiliki keberanian sebesar ini?

"Jangan karena kau mendapatkan dukungan dari kedua orang tuaku, kau pikir aku jadi takut padamu. Aku bisa menghancurkanmu kapan saja bila kau berbuat macam-macam." Ucap Gemilang datar, dingin, dan penuh intimidasi.

"Kau pikir aku takut? Lakukan saja jika kau bisa. Jangan suka meremehkan seseorang tuan Gemilang Cakrabuana. Karena apa yang kau lihat, belum tentu seperti yang kau pikirkan." Ucap Mazaya ambigu. Entah apa yang dimaksud Mazaya, Gemilang masa bodoh dengan hal itu. Malas terus berdebat, ia pun segera keluar dari kamar itu.

Malam kian larut, sejak kepergian Gemilang sore tadi, ia tak kunjung pulang. Mazaya sebenarnya penasaran kemana laki-laki itu pergi. Tapi ia mencoba acuh, ada yang lebih penting yang harus ia lakukan. Apalagi besok merupakan hari yang penting untuknya.

Sementara itu, di sebuah apartemen, tampak seorang pria dengan tubuh yang gagah telah berdiri di depan pintu. Tak lama kemudian, pemilik unit apartemen itu membukakan pintu dan mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.

Laki-laki itu mengernyitkan dahi saat melihat penampilan perempuan yang ada di depannya. Memang sehari-hari perempuan itu kerap berpenampilan seksi, tapi kali ini, apa yang dikenakannya jauh lebih terbuka dari biasanya.

"Sayang, aku sudah menunggumu sejak tadi. Akhirnya kau datang juga." Ucap perempuan itu dengan sedikit mendesah.

...***...

...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

dah kayak gitu, pacarnya gemilang, masih mau diperjuangkan? nggak bisa bandingin ma istri sah to?

2024-11-22

0

Lena Sari

Lena Sari

keket mulai beraksi

2024-10-02

0

Bunda Aish

Bunda Aish

belum tau aja Elang siapa Zaya /Proud/
sama kita yang baca juga belum tau siapa Zaya, tp naga-naganya spek nya diatas rata-rata

2024-06-01

1

lihat semua
Episodes
1 Mazaya Claudia
2 Surat Kontrak Pernikahan?
3 Tak mudah ditindas dan intimidasi
4 Makan malam
5 Insiden sebelum tidur
6 Hal tak terduga
7 Mazaya vs Carla
8 Perasaan yang mulai terganggu
9 Elang and the Gank
10 Aroma yang sama
11 Perkara Makan malam
12 Perdebatan
13 Curiga
14 Bekerja
15 Mashhh ...
16 Kesurupan?
17 Perdebatan lagi
18 Pertemuan
19 Bagaimana
20 Kedatangan Carla
21 Siapa dirimu yang sebenarnya?
22 Dia yang lebih berhak dan pantas
23 Perkara tembak-menembak
24 Ke butik
25 Ciuman pertama
26 Menunggu
27 Di pesta
28 Gangguan di tengah malam
29 Gangguan di tengah malam II
30 Perasaan Gemilang
31 Kapan
32 Alasan
33 Pergi with mamer
34 Jebakan?
35 Perdebatan
36 Keraguan dan ide Anika
37 37
38 Hadiah
39 Kacau
40 Rahasia
41 Jujur dan pemberitaan heboh
42 Kekecewaan seorang ibu
43 Serbuan wartawan
44 Penjelasan
45 Perbincangan dengan keluarga
46 Kematian dan Dendam
47 Istri Tangguh
48 Kedatangan Carla
49 4 Sekawan
50 Salah menduga
51 Sang Dalang
52 Masa lalu Antonio
53 Live
54 Kedatangan Maria
55 Kacau
56 56
57 57
58 Disekap
59 Darah
60 Hamil?
61 Sakit parah?
62 Meminta pertanggung jawaban
63 Pentungan dan keceplosan
64 Nasib Carla dan mood wanita hamil
65 Kalang kabut
66 Anti mainstream
67 67
68 Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69 Wedding
70 Ngemall bareng
71 End of happiness
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Mazaya Claudia
2
Surat Kontrak Pernikahan?
3
Tak mudah ditindas dan intimidasi
4
Makan malam
5
Insiden sebelum tidur
6
Hal tak terduga
7
Mazaya vs Carla
8
Perasaan yang mulai terganggu
9
Elang and the Gank
10
Aroma yang sama
11
Perkara Makan malam
12
Perdebatan
13
Curiga
14
Bekerja
15
Mashhh ...
16
Kesurupan?
17
Perdebatan lagi
18
Pertemuan
19
Bagaimana
20
Kedatangan Carla
21
Siapa dirimu yang sebenarnya?
22
Dia yang lebih berhak dan pantas
23
Perkara tembak-menembak
24
Ke butik
25
Ciuman pertama
26
Menunggu
27
Di pesta
28
Gangguan di tengah malam
29
Gangguan di tengah malam II
30
Perasaan Gemilang
31
Kapan
32
Alasan
33
Pergi with mamer
34
Jebakan?
35
Perdebatan
36
Keraguan dan ide Anika
37
37
38
Hadiah
39
Kacau
40
Rahasia
41
Jujur dan pemberitaan heboh
42
Kekecewaan seorang ibu
43
Serbuan wartawan
44
Penjelasan
45
Perbincangan dengan keluarga
46
Kematian dan Dendam
47
Istri Tangguh
48
Kedatangan Carla
49
4 Sekawan
50
Salah menduga
51
Sang Dalang
52
Masa lalu Antonio
53
Live
54
Kedatangan Maria
55
Kacau
56
56
57
57
58
Disekap
59
Darah
60
Hamil?
61
Sakit parah?
62
Meminta pertanggung jawaban
63
Pentungan dan keceplosan
64
Nasib Carla dan mood wanita hamil
65
Kalang kabut
66
Anti mainstream
67
67
68
Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69
Wedding
70
Ngemall bareng
71
End of happiness

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!