Perdebatan lagi

Ceklek ...

Byurrr ...

"Zaya, apa yang kau lakukan?" sentak Gemilang kesal sebab baru saja ia keluar dari kamar mandi, tiba-tiba saja Mazaya menyemburnya dengan air dari dalam mulutnya.

"Mas Elang kayaknya kesurupan, makanya tadi aku sholat dulu terus baca doa di air ini untuk mengusir jin dan setan yang masuk ke badan mas Elang," ujar Mazaya polos. Sebab saat tinggal di desa tempat kakeknya berada saat ini, ia sudah beberapa kali melihat adegan seperti ini. Bila ada warga yang mendadak berubah perangainya, maka akan ada orang pintar yang membacakan doa di dalam segelas air dan menyemburkannya ke wajah orang yang diduga kesurupan.

"Ap-apa katamu tadi? Kesurupan? Aku .... kesurupan? Teori dari mana itu?" tukas Gemilang dengan dahi mengernyit heran.

"Iya, itu buktinya mas tiba-tiba bersikap aneh, dari melamun, terus pas ngomong gagap, ngompol juga, masa' sekelas CEO CB Group masih ngompol, kan nggak mungkin. Terus tadi ... emmm ... maaf, bukan mau ngintip, cuma takut-takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sama mas, jadi Zaya nguping yang pas banget Zaya dengar mas ketawa sendiri. Jadi Zaya ambil kesimpulan kalau mas kesurupan? Kira-kira jin atau setannya udah pergi belum mas?" Tanya Mazaya dengan memasang wajah polos. Saat ini Mazaya masih mengenakan mukenanya sebab ia baru saja selesai mengerjakan sholat.

"Kalau belum?" tanya Gemilang yang sebenarnya iseng mau tahu apa yang akan Mazaya lakukan padanya.

"Hah? Belum? Ya Allah, kayaknya jin dan setannya sakti banget ya mas. Ya udah kalau gitu Zaya sembur lagi. Bismillahirrahmanirrahim ... " Belum sempat Gemilang menghentikan tindakan konyol Mazaya yang hendak kembali menyemburnya, Mazaya justru dengan cepat meminum air dalam gelasnya dan menyemburnya dengan kencang tepat di wajah Gemilang membuat wajah laki-laki itu merah padam.

"Mazaya ... " pekik Gemilang sambil meraup wajahnya kasar. Melihat wajah suaminya yang sudah tampak menyeramkan, Mazaya pun mundur perlahan.

"Mas ... " Cicit Mazaya khawatir.

"Ya, aku memang tadi kesurupan, kau tahu?" Tekan Gemilang dengan mata melotot membuat Mazaya berpikir suaminya itu memang benar-benar kesurupan. 'Ya, aku kesurupan setan mesyum dan itu gara-gara kamu.' teriak Gemilang dalam hati.

Melihat ekspresi ketakutan di wajah Mazaya membuat sisi usil Gemilang menggeliat. Ia terus berjalan mendekati Mazaya dengan mata melotot dan handuk abu-abu yang masih menggantung di pinggangnya. Mazaya merasa panik, tapi bingung harus melakukan apa.

Mazaya lantas mengangkat kedua telapak tangannya menengadah ke atas dan membaca doa, "Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta'khudzuhuu sinatuw walaa naum ... "

Belum selesai Mazaya membaca doa, Gemilang sudah lebih dahulu memerangkapnya dalam pelukannya. Gemilang menahan punggung dan pinggang Mazaya membuat perempuan cantik itu terkejut. Lalu Gemilang menenggelamkan wajahnya di leher Mazaya dan menggigit kecil kulit di sana, tapi alih-alih menggigit, Gemilang justru menghisap kulit itu hingga meninggalkan beberapa jejak merah kebiruan.

Mendapatkan perlakuan itu, Mazaya menjerit-jerit. Pikirannya langsung berkelana pada film Korea bertema zombie yang pernah ia tonton. Mazaya merasa seakan ia akan digigit oleh zombie membuatnya kian panik.

"Aaaaa ... mas Elang, lepas! Aku belum mau mati. Aku nggak mau jadi zombie, mas Elang, lepas!"

Lalu dengan sekuat tenaga, Mazaya mendorong pundak Gemilang hingga dekapannya terlepas. Mazaya berlari ke sisi tempat tidur. Gemilang yang tak mau melepaskannya pun mengejar. Mazaya terus menghindar. Mereka sampai berlarian ke sana ke mari. Tanpa sadar, rasa takut tadi justru berubah menjadi tawa. Keduanya berlari, satu mengejar, satu menghindar, begitu seterusnya. Hingga saat Mazaya mulai lengah, Gemilang pun berhasil meraih tangan Mazaya. Tak mau mengalah, Mazaya reflek menarik tangannya agar terlepas.

Namun, bukannya tangannya terlepas dari cengkeraman Gemilang, Gemilang justru ikut menarik tangan sang istri hingga keduanya kehilangan keseimbangan dan jatuh bersamaan di atas tempat tidur. Namun ada satu hal yang membuat adegan itu menjadi akward, yaitu tepat sebelum keduanya terjatuh, handuk Gemilang telah lebih dahulu terlepas sehingga tongkat saktinya tepat menghunus di antara kedua paha Mazaya membuat kedua insan yang telah sah dalam ikatan pernikahan itu membelalakkan mata mereka.

"Mas ... " cicit Mazaya. "I-itu apa? Kok kayak ganjel-ganjel gi-gitu di-di bawah sana," imbuhnya. Pikiran polosnya seketika terkontaminasi dengan hal-hal berbau mesyum.

"Itu ... itu tongkat sakti, mas."

"Hah! Mak-maksudnya?" beo Mazaya yang tak paham dengan maksud suaminya.

"Iya, itu tongkat sakti yang bisa membuatmu menjerit nikmat dan membawamu terbang hingga ke langit ke tujuh," ucap Gemilang sambil menyeringai.

"Ma-mak-sud-nya?"

"Ya, ini adalah tongkat sakti yang bisa mengantarkan mu ke nirwana lalu membuatmu mengandung anak-anak yang cantik dan tampan, bagaimana bila kita wujudkan keinginan mama yang ingin memiliki cucu?"

Awalnya Mazaya tak paham. Namun dalam hitungan detik, Matanya terbelalak saat memahami maksudnya. Lalu dengan sekali sentak, Mazaya berhasil mendorong Gemilang agar menyingkir dari atas tubuhnya. Tak peduli tubuhnya yang kini tak tertutup apapun, yang ada di pikiran Mazaya saat ini hanyalah menyingkir dari terkaman Gemilang yang bisa saja terjadi kapanpun. Lalu setelahnya Mazaya melemparkan sebuah selimut agar Gemilang menutupi tubuh polosnya itu.

Bugh ...

"Aaaakh ... "

"Zaya, kamu ... " geram Gemilang sambil mengacungkan jari telunjuknya di depan wajah Mazaya Namun tak ada rasa takut sedikitpun di matanya.

"Kenapa mas?" jawab Mazaya tak acuh. Entah mengapa kemana keceriaan tadi. Yang ada kini hanyalah ketegangan.

''Kamu yang kenapa?" sentak Gemilang kesal karena sepertinya Mazaya tak berminat sama sekali untuk mewujudkan keinginan sang mama.

"Aku ... aku hanya menghindar dari terkaman singa lapar sepertimu, apa salah?"

"Salah. Tentu saja salah. Ingat, kita sudah menjadi suami-istri, jadi sangat wajar bila kita melakukan itu sekaligus membuatkan mama cucu. Aku berhak untuk memintamu jadi milikku seutuhnya. Mengapa kau tak mau, hah? Apa jangan-jangan sebenarnya kau telah memiliki kekasih di luar sana?" Tuding Gemilang.

Mazaya tergelak, "astaga tuan Gemilang Cakrabuana, apa Anda amnesia? Yang memiliki kekasih di sini itu Anda. Andalah yang memiliki selingkuhan, padahal Anda telah memiliki istri sah. Dengarkan aku tuan Gemilang Cakrabuana, sampai kapanpun, aku tak mau jadi istrimu seutuhnya kalau masih ada orang ketiga diantara kita. TIDAK. Aku akan melayani mu dalam hal lain, tapi untuk urusan ranjang ... no, no, no. Aku tak mau berakhir sakit dan patah hati di kemudian hari karena duri dalam daging yang masih menancap erat dalam dirimu. Aku tak peduli kau mau marah atau apapun. Aku pun tak peduli bila kau menilai ku istri durhaka. Terserah. Karena bagiku harga diri itu yang utama," papar Mazaya tanpa ragu ataupun takut sedikitpun. "Aku tak ingin hanya memiliki raga, sedangkan hatimu untuk dia. Untuk saat ini aku memang masih bertahan, tapi entah ke depannya. Bila kau masih saja mempertahankan pelakor itu, bisa saja aku memilih mundur. Aku tak masalah menjadi janda. Status janda kembang sepertinya lebih bagus dari pada janda bekas pakai. Siapa tahu setelah berpisah denganmu, aku bisa menemukan laki-laki yang benar-benar mencintaiku, seperti ... Jendra mungkin," sambung Mazaya membuat dada Gemilang bergemuruh.

Entah mengapa, membayangkan Mazaya menjadi milik orang lain membuat dadanya sesak. Ada rasa tak rela jika wanita di hadapannya itu dimiliki laki-laki lain. Tidak. Takkan ia biarkan Mazaya menjadi milik laki-laki lain. Tak seorang pun boleh memiliki Mazaya selain dirinya. Hanya dirinya yang berhak dan pantas menjadi pendamping Mazaya. Hanya dirinya.

Namun ia bingung, Mazaya tak mau menjadi miliknya bila ia masih berhubungan dengan Carla. Ingin memutuskan pun, ia harus memiliki alasan tepat. Ia tidak setega itu memutuskan hubungan begitu saja setelah 2 tahun mereka bersama. Namun, ia pun tak rela bila sampai Mazaya meninggalkannya dan berpaling dengan laki-laki yang lain. Ia harus segera membuat keputusan sebelum istrinya itu benar-benar mewujudkan kata-katanya.

"Kau pikir kau bisa lepas dari tanganku semudah itu, hm?" Tekan Gemilang dengan tatapan penuh intimidasi.

"Ya, sangat mudah. Jangan kau pikir aku tidak bisa melakukan apapun untuk melepaskan diri darimu. Itu tidaklah sulit untukku," jawab Mazaya santai dan tenang serta penuh keyakinan. Gemilang sampai ketar-ketir sendiri mendengarnya.

"Sampai kapanpun, keinginanmu takkan pernah tercapai. Kau hanya akan jadi milikku. Kau hanya akan menjadi istriku, istri seorang Gemilang Cakrabuana. Sampai kapanpun akan terus begitu. Dan takkan kubiarkan seorang pun mengambil mu dari sisiku. Aku takkan segan-segan menembak kepala laki-laki yang mencoba mengambilmu dariku. Cobalah bila kau berani." Ucap Gemilang dengan menekan setiap kalimatnya.

Mazaya tersenyum sinis, "egois. Kau pikir kau bisa memiliki dua wanita sekaligus? Tidak. Kau harus menentukan pilihanmu. Pikirkanlah baik-baik. Yang pasti, sampai kapanpun aku tak mau diduakan. Hanya itu." Pungkas Mazaya sebelum beranjak meninggalkan Gemilang seorang diri di kamarnya.

"Sial!" pekik Gemilang sambil mengepalkan tangannya kemudian meninju udara kosong di sekitarnya. Gemilang menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya. Ia harus memikirkan segalanya dengan baik-baik. Ia tak boleh gegabah. Jangan sampai keputusannya menjadi bumerang kelak di kemudian hari. Itu yang menjadi bahan pertimbangannya.

...***...

...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

ISTERI YG KAYAK GINI AKU SUKA,Gak seperti novel lain, Selalu perempuan yang tersakiti, di khianatin dan dihina2,<Eh hujung2 nya malah dgn BEGONYA di maafin,Dengan DRAMA penyesalan dan Cinta tentunya, BULSHIT menurut ku..

2025-03-21

0

Memyr 67

Memyr 67

kok gemilang mesti bingung, cari alasan putus ma carla, yg sebenarnya jalang, itu. tinggal bilang, karena dudah menikah, tidak bisa meneruskan hubungan ma tu jalang. ihhh jijik. bekas ibunya mau aja dipake ma carla.

2024-11-23

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

INGAT POINT SURAT KONTRAK MU TUAN GEMILANG,"TIDAK ADA YANG NAMANYA SENTUHAN FIZIK"lupa ya..

2025-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Mazaya Claudia
2 Surat Kontrak Pernikahan?
3 Tak mudah ditindas dan intimidasi
4 Makan malam
5 Insiden sebelum tidur
6 Hal tak terduga
7 Mazaya vs Carla
8 Perasaan yang mulai terganggu
9 Elang and the Gank
10 Aroma yang sama
11 Perkara Makan malam
12 Perdebatan
13 Curiga
14 Bekerja
15 Mashhh ...
16 Kesurupan?
17 Perdebatan lagi
18 Pertemuan
19 Bagaimana
20 Kedatangan Carla
21 Siapa dirimu yang sebenarnya?
22 Dia yang lebih berhak dan pantas
23 Perkara tembak-menembak
24 Ke butik
25 Ciuman pertama
26 Menunggu
27 Di pesta
28 Gangguan di tengah malam
29 Gangguan di tengah malam II
30 Perasaan Gemilang
31 Kapan
32 Alasan
33 Pergi with mamer
34 Jebakan?
35 Perdebatan
36 Keraguan dan ide Anika
37 37
38 Hadiah
39 Kacau
40 Rahasia
41 Jujur dan pemberitaan heboh
42 Kekecewaan seorang ibu
43 Serbuan wartawan
44 Penjelasan
45 Perbincangan dengan keluarga
46 Kematian dan Dendam
47 Istri Tangguh
48 Kedatangan Carla
49 4 Sekawan
50 Salah menduga
51 Sang Dalang
52 Masa lalu Antonio
53 Live
54 Kedatangan Maria
55 Kacau
56 56
57 57
58 Disekap
59 Darah
60 Hamil?
61 Sakit parah?
62 Meminta pertanggung jawaban
63 Pentungan dan keceplosan
64 Nasib Carla dan mood wanita hamil
65 Kalang kabut
66 Anti mainstream
67 67
68 Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69 Wedding
70 Ngemall bareng
71 End of happiness
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Mazaya Claudia
2
Surat Kontrak Pernikahan?
3
Tak mudah ditindas dan intimidasi
4
Makan malam
5
Insiden sebelum tidur
6
Hal tak terduga
7
Mazaya vs Carla
8
Perasaan yang mulai terganggu
9
Elang and the Gank
10
Aroma yang sama
11
Perkara Makan malam
12
Perdebatan
13
Curiga
14
Bekerja
15
Mashhh ...
16
Kesurupan?
17
Perdebatan lagi
18
Pertemuan
19
Bagaimana
20
Kedatangan Carla
21
Siapa dirimu yang sebenarnya?
22
Dia yang lebih berhak dan pantas
23
Perkara tembak-menembak
24
Ke butik
25
Ciuman pertama
26
Menunggu
27
Di pesta
28
Gangguan di tengah malam
29
Gangguan di tengah malam II
30
Perasaan Gemilang
31
Kapan
32
Alasan
33
Pergi with mamer
34
Jebakan?
35
Perdebatan
36
Keraguan dan ide Anika
37
37
38
Hadiah
39
Kacau
40
Rahasia
41
Jujur dan pemberitaan heboh
42
Kekecewaan seorang ibu
43
Serbuan wartawan
44
Penjelasan
45
Perbincangan dengan keluarga
46
Kematian dan Dendam
47
Istri Tangguh
48
Kedatangan Carla
49
4 Sekawan
50
Salah menduga
51
Sang Dalang
52
Masa lalu Antonio
53
Live
54
Kedatangan Maria
55
Kacau
56
56
57
57
58
Disekap
59
Darah
60
Hamil?
61
Sakit parah?
62
Meminta pertanggung jawaban
63
Pentungan dan keceplosan
64
Nasib Carla dan mood wanita hamil
65
Kalang kabut
66
Anti mainstream
67
67
68
Willy, Fatiyah, Windy, Juna
69
Wedding
70
Ngemall bareng
71
End of happiness

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!