"Mas ... "
"Mas ... "
"Mas Elang ... " pekik Mazaya seraya mengguncang-guncang lengan Gemilang membuat laki-laki berpostur tinggi dan gagah itu tersentak dari lamunannya.
Peluh bercucuran. Wajahnya merah padam.
"Aaaakh ... a-ap-apa?" sahut Gemilany gelagapan. Gemilang yang kesadarannya belum 100% itu mencoba menetralkan degup jantungnya yang masih berpacu tak menentu. Ia bingung dengan apa yang barusan ia rasakan. Gemilang mengernyitkan dahinya melihat sosok wanita yang telah menjadi istrinya itu sedang menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
Dilihatnya sang istri ternyata telah mengenakan pakaiannya. Dahinya mengernyit, 'bukankah kami tadi sedang ber-'
Mata Gemilang seketika terbelalak. Mungkinkah dirinya tadi sedang terbawa suasana hingga terseret dalam fantasi liarnya sendiri? Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Bukan sedikit gadis-gadis yang mencoba mendekatinya? Bahkan mereka dengan senang hati menawarkan tubuhnya untuk menjadi penghangat ranjangnya. Bukan hanya para gadis, karyawannya pun, termasuk sang kekasih sudah beberapa kali mencoba menyodorkan tubuhnya pada dirinya, tapi Gemilang tak pernah sekalipun pun tertarik untuk melakukan hal tersebut pada mereka.
Bukan hanya itu, tak jarang para klien mendatangkan wanita-wanita cantik baik dari kalangan model bahkan artis demi memuluskan kerja sama mereka, tapi tetap saja ia tak pernah tertarik. Bukti keperkasaannya pun tak pernah bangkit apalagi mengacung tegak untuk mencoba mencicipi para wanita tersebut. Kadang ia penasaran, apakah dirinya mengalami disfungsi ereksi sebab ia tak pernah sekalipun tertarik secara seksual pada perempuan meskipun ia berpenampilan sangat seksi sekalipun.
Namun, kini dugaannya itu berhasil ia patahkan saat barusan tanpa sadar ia telah terseret pusaran gai rah hanya dengan melihat kulit mulus sang istri yang biasanya tidak begitu terbuka. Kini tinggallah Gemilang yang merasa gelagapan karena tatapan penuh selidik dari sang istri. Tampaknya ia merasa curiga dengan apa yang barusan ia lakukan.
"Mas, mas kenapa? Mas sakit?" tanya Mazaya yang mendadak khawatir saat melihat butir-butir peluh turun dalam jumlah yang cukup banyak dari pelipisnya. Bahkan Gemilang tampak tersengal, dadanya naik turun, sorot matanya sedikit berkabut, begitu pula jakun Gemilang yang naik turun.
Awalnya Mazaya ingin marah pada Gemilang karena telah melihatnya berganti pakaian. Namun, saat melihat ekspresi Gemilang yang tampak aneh membuatnya urung untuk marah. Dan kini ia berganti penasaran bercampur khawatir.
Bukannya menjawab, Gemilang justru terpaku memandangi wajah cantik Mazaya. Karena baru saja selesai mandi, Mazaya belum memakai kacamatanya. Gemilang baru menyadari kalau wajah istrinya itu benar-benar cantik. Bahkan sangat-sangat cantik. Bila saat itu, ia belum benar-benar memperhatikan wajah Mazaya karena mulutnya yang sedang ia bungkam dengan telapak tangannya pun Mazaya sedang memberontak, tapi kini ia bisa melihat setiap inci wajah itu dengan sangat-sangat jelas. Begitu pula bibir semerah cherry yang jaraknya begitu dekat dengannya.
Apalagi saat punggung tangan Mazaya mendarat di dahinya, lalu turun ke lehernya, membuat Gemilang menegang dengan desiran darah yang kian memanas. Kedua tangan Gemilang terkepal, menahan gejolak yang tiba-tiba menyeruak di sekujur tubuhnya.
"Mas, Mas Elang kenapa sih? Mas, jangan buat aku takut ih? Mas Elang, mas nggak papa kan? Ayo, mas, ngomong!" tukas Mazaya yang kembali mengguncang tubuh Gemilang.
"Aku ... aku tidak ... tidak apa-apa. Ya, aku tidak apa-apa," kilahnya setelah bersusah payah mengendalikan dirinya.
"Kalau mas nggak papa kenapa sampai keringetan kayak gini? Ini juga, jantung mas jedag-jedug kenceng banget, kayak habis larian jauh aja. Mas dari mana emangnya sih? Atau jangan-jangan mas kesambet? Please mas jangan buat aku khawatir!" lirih Mazaya sambil menyeka keringat di dahi Gemilang dengan telapak tangannya.
Mendengar pengakuan kekhawatiran Mazaya padanya, membuat perasaan aneh menyusup sanubarinya. Bukan perasaan tak nyaman, tapi sebaliknya.
"Kamu mengkhawatirkan mas?" Mazaya terdiam. Dipandanginya wajah sang suami yang ternyata sedang menatapnya lekat. Ia juga cukup terkesima, Gemilang mau menyebut dirinya sendiri dengan panggilan 'mas'.
"Ya iyalah mas, mas kan suami aku. Aku nggak mau lah terjadi sesuatu sama mas. Aku belum mau jadi janda." Tukas Mazaya polos.
"Aku nggak bakal biarin kamu jadi janda. Tak akan pernah."Ucap Gemilang membuat Mazaya merasa makin heran dengan sikap suaminya.
"Bukannya mas sendiri waktu itu buat perjanjian yang mau menceraikan aku setelah satu tahun pernikahan kita?" Todong Mazaya membuat Gemilang tersedak ludahnya sendiri.
"Itu ... itu ... " Gemilang kebingungan sendiri harus menanggapi apa. Awalnya memang begitu, tapi lambat laun justru ia kian merasa nyaman melihat keberadaan Mazaya di sekitarnya.
"Mas," pekik Mazaya sambil menutup mulutnya. "
"Apa?" tanya Gemilang dengan memasang wajah innocent.
"Mas ngompol?" tanya Mazaya dengan tatapan tak percaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ngompol? Mak-sud-nya ... "
Mata Gemilang seketika terbelalak saat melihat area depan celananya alias diantara kedua pahanya telah terlihat lembab. Melihat Mazaya yang menatapnya horor membuat Gemilang seakan ingin menenggelamkan wajahnya di segitiga bermuda. Malu. Ia sangat malu.
Ternyata efek khayalannya tadi sampai ke dunia nyata. Dirinya basah. Padahal sudah lama ia tidak mengalami yang namanya mimpi basah. Mimpi itu terakhir kali ia alami kala memasuki masa pubertas. Namun kali ini bukanlah mimpi, melainkan fantasi liarnya lah yang menyeret dirinya masuk ke pusara gai rah tanpa disadarinya. Beruntung Mazaya tidak berpikir ke arah sana.
Gemilang lantas menutup kedua pangkal pahanya dengan kedua telapak tangannya. Rasa malu yang begitu besar membuat wajahnya merah padam.
"Bu-bukan. Aku ... aku tidak ngompol. Ini ... ketumpahan air tadi saat mas mau minum. Ya, ini ketumpahan air. Mas mau mandi dulu. Gerah." Kilahnya yang kemudian ia langsung mengambil langkah seribu masuk ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Gemilang tak henti-henti memukul kepalanya. Bagaimana bisa ia mengalami fantasi sek sual seliar itu hanya dengan melihat kulit mulus Mazaya. Belum benar-benar polos saja sudah mampu membuatnya basah, apalagi bila benar-benar melihat sang istri dalam keadaan polos, bisa-bisa ia langsung menerkam sang istri.
Plak ...
"Kenapa otak mau jadi kotor gini sih, Lang? Astaga ... gadis itu. Mengapa daya tariknya sebesar ini? Bahkan saat melihat Carla memakai lingerie pun aku tak tertarik. Apalagi mengalami sampai on fire seperti ini, ini merupakan pertama kalinya," gumam Gemilang sambil mengacak rambutnya di bawah guyuran shower.
Diliriknya senjatanya yang belum sepenuhnya tertidur itu, "ternyata kau pemilih juga," gumamnya sambil tersenyum. "Tidak mau on pada sembarangan gadis, hm? Yah, yang halal memang yang terbaik, begitu kah maksudmu? Ck ... kau memang pantas jadi tongkat saktiku, nggak murahan." Setelah mengucapkan itu, ia pun tergelak sendiri persis orang yang kehilangan kewarasannya.
Tanpa ia sadari, dari balik pintu ada seorang gadis yang berupaya menguping. Sebenarnya ia melakukan itu khawatir pada sang suami, tapi setelah mendengar suaminya tergelak sendiri justru membuatnya merinding.
"Astagaaaa, sebenarnya apa yang sudah terjadi sama mas Elang ya? Apa dia kesurupan? Tapi mungkinkah? Kesurupan dimana? Aku harus melakukan sesuatu sebelum ia makin gila," gumam Mazaya yang meyakini kalau Gemilang tengah mengalami kesurupan.
...***...
...HAPPY READING. 🥰🥰🥰...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Yah itu lebih baik, Beberapa Novel yg sudah ku baca,Peran si COWOK nya masih Ory,masih suci..gak suka celap celup sana sini..👏👏👍👍👍
2025-03-21
0
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣💃💃💃💃💃 Kena kan loe,gimana..gimana..hanya bisa berHALU ria doang kan...😂😂😂😜😜😜
2025-03-21
0
Sonya Bererenwarin
🤣🤣🤣🤣🤣
2025-03-19
0