Toilet

Tak mampu mengondisikan raga Angel yang terus bergerak-gerak di atas tubuhnya, Alex ikut terguling hingga terjatuh menindih wanita itu.

Angel terkekeh. "Fu*k me, Alex." Rengek nya.

"Sstt. You've had too much to drink." Kamu terlalu banyak minum. Perlahan Alex bangkit dan memindahkan tubuh kekasihnya supaya duduk kembali di sofa.

Diraihnya tas Angel, lalu mengambil satu pil pereda pengar untuk di suap kan pada mulut wanita itu. "Eat this, Baby." Telan ini Sayang.

"Thank you." Terima kasih. Angel tersenyum sembari meraih tengkuk Alex untuk di sambar bibirnya.

Alex meladeni serangan liar Angel seperti biasanya. Tepatnya 17 bulan yang lalu hubungan mereka dimulai.

Meski berbeda keyakinan Alex tak peduli. Sebelumnya pun sudah cukup lama Alex menyukai gadis itu, kini keduanya menjalin hubungan serius.

"Fu*k me honey." Alex terkekeh mendengar bisikan-bisikan menggoda itu.

Angel melerai jarak. Tatapan memohon begitu dalam ia tujukan. Melihat Alex yang sedemikian tampannya, rasanya ingin sekali merasakan guncangan yang hebat seperti gairah cinta khayalannya.

"I love you." Angel tahu batasan Alex saat menyentuh dirinya. Sekali lagi ia tepis rasa itu dari angan kotornya.

Crackkkk...

Suara gaduh membuat keduanya tersentak dan menoleh secara bersamaan. Di lihatnya gadis ramping berpiyama putih pendek berdiri gemetar di sisi ornamen penyekat.

Kening Alex berkerut tipis, seperti familiar dengan wajah polos itu. Yah, wajah dari wanita yang dahulu pernah ia nikmati gairahnya, lenguhnya, gerakannya, semuanya.

"Lily," Axel berlari menyatroni. Pecahan vas bunga tercecer di lantai. Sepertinya Lily tak sengaja menjatuhkannya barusan. "Kamu baik-baik saja kan?"

Belum sempat Lily menjawab, Axel sudah beralih pada saudara kembarnya. "Alex, Angel, kalian di sini?" Tanyanya.

Alex mengangguk di sela kebingungan pikirnya. "Iya." Matanya kemudian kembali menatap Lily, demi memastikan dugaannya benar atau salah.

"Kamu pulang tanpa memberi tahu siapa pun?" Tanya Axel.

Alex mengangguk. "Sorry mengganggu istirahat mu, but, Angel mabuk, aku nggak mungkin bawa Angel ke rumah Daddy dalam keadaan begini."

"Oh." Alex manggut-manggut. Terlihat, Angel tersenyum manis di sofa nya.

"Ini, ..." Lagi dan lagi, Alex penasaran pada wanita yang berdiri gemetar di sisi saudara kembarnya.

Axel kemudian merangkul hangat Lily. Ia tersenyum bangga ketika berucap.

"Dia Lily. Sekretaris pribadi ku. Dia juga lulusan terbaik di antara murid beasiswa lainnya di universitas mu." Jelasnya.

"Jadi mereka satu kampus?" Angel membatin.

"Sekretaris?" Alex menimpali.

Tidak salah lagi, Lily yang ada di hadapannya ini, Lily yang sama dengan Lily yang ia tiduri di gudang kampus 17 bulan yang lalu.

Axel terkekeh menatap Lily. "Kamu pasti kaget kan, relax, dia bukan hantu seperti yang kamu tonton di film horor kemarin, dia Alex, saudara kembar ku. Sorry, selama ini aku belum cerita mengenai dia."

Lily hanya menjawab dengan anggukan gamang. Sementara Alex masih diam dengan pergolakan batinnya.

Axel beralih pada Alex. "Kami lagi makan malam bersama, jadi masuklah, ada sup ayam panas, mungkin pengar di kepala Angel akan membaik setelah mencicipinya."

Angel terkekeh. "I love chicken soup." Meski perempuan itu bisa berbahasa Indonesia, namun Angel masih terbiasa dengan bahasa asingnya.

"Kamu juga temani aku lagi." Axel menggandeng tangan dingin Lily untuk dibawa kembali pada meja makan.

Lily menurut, entah harus seperti apa, jujur ia masih belum bisa mengambil sikap di tengah shock beratnya.

Tak pernah ia sangka kan, bahwa ia akan berjumpa dengan ayah Livia dalam situasi seperti ini.

Alex pun sama, sejatinya Alex masih tak mengerti, mengapa Lily bisa ada di tempat ini.

Bukankah 15 bulan yang lalu Lily menghilang setelah memborong banyak perhiasan dan mengembalikan kartu kreditnya melalui kurir?

"Gadis ini." Alex mengikuti langkah semua orang. Axel duduk kembali di kursi makan miliknya, Lily pun menyusul di sisinya.

Angel duduk setelah Alex menarik satu kursi teruntuk kekasihnya. "Thanks, honey." Kecupan di pipi Alex pun menyusul.

Melihat itu Lily bergetar sedikit lebih kuat dari sebelumnya, di tubuhnya seperti ada kobaran api yang tiba-tiba membakar.

Laki-laki yang membuangnya bersama Livia, terlihat begitu mesra dengan wanita lain.

Angel meneguk saliva melihat hidangan lezat di meja makan Axel. "Kelihatannya enak sekali sup nya."

Axel terkekeh. "Kau masih ingat bahasa Indonesia?"

"Dulu My brother sembunyikan aku di negara ini. Bagaimana aku lupa." Angel tergelak. Ia kemudian beralih melirik manja kekasihnya.

"Ambilkan."

"All for you." Senyum Alex. Terlihat sekali cara Alex menghargai dan menyayangi kekasih idamannya.

Di tempatnya Lily merasakan tusukan belati yang seolah merobek bongkahan hatinya.

Tanpa sadar, ia tepuk dadanya untuk beberapa kali. Berusaha mengurangi sesak di area sana.

Melihat ekspresi tak biasa Lily, gegas Axel mengusap punggungnya. "Kamu sakit hmm?"

Sontak Alex menatap saudaranya, perhatian tak biasa Axel menyita perhatiannya. Mungkin kah Axel dan Lily ada hubungan spesial?

"Kamu sakit?" Ulang Axel.

"Ti-tidak." Lily menggeleng.

"Tapi kamu pucat." Axel meraba bibir membiru gadis itu. "Kamu belum makan?"

Kembali Lily menggeleng. "A-aku perlu ke toilet, ... Jadi, boleh kan aku pulang Pak?"

"Kamu bisa kan pakai toilet di belakang? Jangan dulu pulang. Setelah makan, ada yang mau aku bicarakan." Kata Axel.

"Baiklah." Segera Lily beranjak, setengah berlari ia memasuki kamar mandi, bahkan mengurung diri di dalam bilik.

...Visual Angel, FYI : di nopel on Going satunya Angel ini adik dari tokoh utama prianya. Warga Inggris yang pernah menetap di Indonesia juga....

Tok tok tok...

Setelah cukup lama bergeming di atas toilet duduk yang tertutup. Ketukan pintu membuyarkan pergulatan pikir Lily. Mungkin di luar Axel yang masih khawatir padanya.

"Sebentar." Lily berdiri membetulkan pakaian, lalu menyeka setitik air mata di pipinya. Lily keluar seiring dengan terbukanya pintu bilik.

Mata kecoklatan miliknya membulat. Bukan Axel melainkan Alex yang ada di depannya.

Tidak boleh lemah. Sekuat hati Lily berusaha tak terpengaruh oleh kehadiran pemuda itu.

"Permisi." Sayangnya langkah Lily terhenti saat Alex menghadang jalan dengan tubuh tingginya.

"Kau di sini?"

Lily mendongak perlahan, tatapan Alex begitu mengintimidasi dirinya. "A-aku harus pulang."

"Apa uang dariku sudah habis, sampai kau berusaha masuk lagi ke dalam lingkungan keluarga ku?" Tuding Alex.

Lilyana tercekik.

Alex terkekeh menyeringai. "Jadi rupanya itik buruk rupa sudah menjadi angsa putih yang cantik." Ia belai pipi mulus Lily dengan tatapan mengancam.

"Aku yakin kau membeli banyak perawatan wajah dari hasil menipu pria pria kaya yang kau jebak satu malam bersama mu." Sarkas nya.

Lily mengernyit. "Apa maksud mu?"

"Aku kira kamu polos, aku bahkan sempat merasa bersalah setelah malam itu, tapi ternyata kau memborong banyak perhiasan dengan kartu kredit ku, dan pergi setelah itu!"

Alex tergelak sinis. "Aku jadi ragu kau benar-benar hamil waktu itu. Kau gadis penipu kecil."

Lily terbungkam, bukan karena tidak berani, namun hatinya terlalu sakit untuk bisa mengatakan sepatah pun kata.

"Sekarang siapa lagi korban manipulasi mu hmm? Axel?" Alex mencengkeram kedua pipi gadis itu hingga meletup bibir merona nya.

"Jangan harap kau bisa menipu saudara ku juga cupu!"

"Baby!" Bersamaan dengan suara panggilan Angel, Lily memanfaatkan kesempatan untuk hengkang dari tempat terkutuk ini.

"Permisi." Pamitnya, seraya ngeluyur pergi.

"Urusan kita belum selesai penipu kecil!" Alex tak mengejar, bukan karena tak mau tapi ada Angel yang kemudian masuk ke dalam toilet luas tersebut.

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

kasihan lily/Sob//Sob//Sob/ biarlah alek menyangka begitu tar kalau dah tau kalau dia punya anak baru tau rada

2025-01-04

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Lily.....😭😭😭😭😭😭😭😭😭
semoga kamu kuat.... pergilah.... sebelum semuanya berantakan....

2025-03-02

0

Ida Faridah

Ida Faridah

Alex melebihi bastrad

2025-01-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!