Perhatian

Perusahaan Millers-Corpora bukan pengembangan main-main, Mall, hotel, apartemen, dan bangunan real estate lainnya dikelola olehnya.

Itu lah mengapa gaji Lily di sini cukup besar. Tapi resikonya pun tak kalah besar. Ia harus tidur di hotel random saat bepergian bersama atasannya, termasuk di villa seram seperti ini.

Lily merengut, langkah kakinya lemah menuju sofa ruang tamu. Malam ini, Lily tidak akan tidur di kamar.

Lily duduk di sofa sambil memesan makanan di salah satu restoran siap antar untuk makan malam bersama.

Rupanya, Axel pun duduk di sofa lainnya sambil memainkan ponsel.

Lily lega, meski dingin dan tidak bersuara setidaknya Axel juga ada di sisinya. Karena ternyata, Rudolf sudah sampai ke alam mimpi mendahului mereka.

"Bapak nggak mau istirahat dulu di kamar?"

Setelah cukup lama saling berdiam diri, Lily bertanya, setidaknya sampai ada kurir yang mengirim makanan, Axel bisa beristirahat.

"Tidak." Singkat Axel.

"Kenapa?"

Axel menoleh datar. "Di kamar ku juga ada hantu perempuan yang mau tidur dengan ku."

"Jangan nakut-nakutin gitu!" Lily menepuk lengan Axel lalu menggeser duduknya lebih mendekat. "Soalnya hantu paling serem itu yang perempuan, saya takut Pak."

Axel tak mengira, wanita berpendidikan, peraih beasiswa, bahkan sampai kuliah di luar negeri, masih heboh dengan hal seperti ini.

Tanpa sadar bibir Axel terangkat tipis, sebenarnya dia hanya iseng saat mengatakan ada hantu yang mau tidur bersama mereka, tapi wajah Lily cukup serius.

"Pak!" Lily sedikit berteriak, yang mana membuat Axel kembali menoleh kaget. "Ada apa lagi?"

"Bapak kesurupan yah?" Tukas Lily.

"Maksud mu?"

"Itu Bapak kenapa senyum-senyum sendiri? Bapak pasti kesurupan, ..."

"Apa manusia tidak boleh tersenyum? Apa cuma setan yang boleh? Gitu?" Tukas Axel ketus.

Lily terkikik setelah melihat ekspresi wajah Axel. "Abis nya senyum Pak Axel lebih serem dari pada senyum hantu yang di film-film. Biasanya juga nggak pernah senyum."

Mendengar itu, Axel kembali menahan tawanya hingga senyum yang terlepas di bibirnya.

"Pak, .." Lily menepuk paha Axel, memastikan bahwa Axel tidak sedang kerasukan.

"Apa?" Axel memekik. Tak berapa lama, keduanya tergelak renyah bersamaan.

Sore ini mereka melewati kisah horor versi Lily. Terlebih senyum manis yang tak pernah Lily lihat, malam ini juga telah Axel terbitkan.

"Saya baru tahu, Gigi Bapak bagus. Selama ini Pak Axel nggak pernah mau keliatan giginya, aku kira ompong." Kata Lily yang di sahuti oleh toyoran tangan Axel.

Ting tong....

Axel mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk utama. Sepertinya pesanan makanan mereka sudah datang.

Axel berdiri lalu melangkah ke arah pintu, Lily pun ikut berdiri bahkan berjalan berdesakan dengan tubuh bidang atasannya.

"Bisa tidak jauh-jauh dulu!" Axel menatap serius wajah ciut sekretaris nya.

"Saya takut Pak." Lily masih berpegangan pada kaos t-shirt hitam milik Axel. Dan yah mereka akhirnya berjalan beruntun, membuka pintu utama demi menerima pesanan makanannya.

Tak berapa lama Lily di suruh menyiapkan makanan di piring, lalu Axel dan Lily makan malam berdua di bawah sofa ruang tengah sambil menonton film.

Lily duduk bersila di karpet permadani dengan menjadikan meja pendek itu sebagai meja makannya.

Mau tak mau Axel pun ikut duduk di sisi Lily. Sesekali melirik pada kaki kaki mungil Lily. Terdapat banyak luka lecet di beberapa titik tonjolannya. Mungkin karena sepatu Lily sepatu murahan.

"Kenapa Pak Axel nggak mau bangunin Rudolf? Kan dia juga belum makan. Apa biasanya juga begitu? Bapak makan sendiri tanpa Rudolf?" Tanya Lily.

Axel terdiam, apa yang dikatakan Lily ada benarnya. Kenapa juga ia harus makan berdua saja dengan Lily? Padahal di kamar ada Rudolf yang mungkin tertidur dalam keadaan lapar. Dan anehnya mereka duduk lesehan pula.

Ini pertama kalinya Axel sering-sering berkomunikasi dengan perempuan. Dan entah kenapa Axel nyaman bersama gadis penakut itu.

Ia bahkan tak beristirahat di kamar demi memastikan keamanan Lily. Sebab rupanya, rasa tanggung jawabnya tidak menghendaki Lily tidur di kamar sendirian.

Bisa saja laki-laki yang bekerja di villa ini kembali mengintip Lily. Atau mungkin akan bertindak lebih jauh lagi.

"Tunggu saja sampai Rudolf bangun sendiri." Axel menepis rasa anehnya dengan kata-kata santai.

Keduanya melanjutkan makan dengan menu yang sama, yaitu berbagai macam jenis sushi dan pencuci mulut.

Tak berapa lama, Lily terkekeh saat menatap layar ponselnya. Axel melirik penasaran ke arah wanita itu.

"Siapa? Pacar mu?"

Lily menggeleng. "Bukan, ini Mitha, dia kirim video Livia, ternyata Livia sudah tidur."

"Livia?"

"Iya, putri ku."

"Boleh aku lihat?"

"Boleh." Lily menyodorkan ponselnya. Sontak Axel tersenyum manis menatap Livia. "Dia sangat cantik."

Lily tersenyum. "Aku beruntung memilikinya. Tidak peduli dengan Lika liku yang aku lalui saat hamil, semua terbayar ketika senyum Livia terbit. Dia sumber kekuatan ku, Pak."

Axel lagi-lagi menerbitkan senyum, namun kali ini senyum itu seolah tanda bahwa ia juga mensuport sekretaris nya.

...🎬🎬🎬🎬🎬...

Pagi melanglang buana, sejuknya udara puncak membuat Lily terbangun dari tidurnya. Mata itu beberapa kali berkedip, kemudian membulat setelah mampu beranjak dari alam mimpinya.

Lily menyisir pandangan, rupanya malam tadi ia tertidur di sofa. Entah jam berapa tepatnya dia tidur, Lily lupa.

Selimut tebal sudah menggulung sekujur tubuh rampingnya padahal seingatnya dia tidak membawa selimut.

Ada sekotak p3k di atas permukaan meja. Lily bangkit sembari menyingkirkan selimut berwarna coklat susu itu.

Kaki kaki lecetnya ia pandangi satu persatu, dan yah ada yang memakaikan dirinya plester di beberapa titik lukanya.

"Aku sudah siap, dan kau baru bangun?" Lily berjingkrak mendengar suara Axel. Di liriknya pria itu, Axel sudah rapi dengan kemeja putihnya.

"Maaf Pak, saya kesiangan." Lily sontak berdiri menundukkan kepalanya.

Axel mengait kan kancing di sebelah pergelangan tangannya. "Bangun, mandi, kita sarapan di mobil saja. Tidak perlu takut, tidak ada hantu di sini. Semalam hanya orang iseng yang mengintip mu."

"Hah?" Lily mengernyit, kenapa tidak bilang saja sebelumnya? Tapi meski demikian Lily tetap mengangguk. "Baik."

Axel keluar dari villa dengan sepatu kilap dan pakaian formalnya, sebab setelah dari sini mereka akan langsung menyinggahi kantor pusat.

Lily masuk ke dalam kamarnya. Di atas ranjang, ada kotak berwarna merah muda dengan logo merek sepatu terkenal.

Penasaran, Lily pun membuka kotak itu hingga mata kecoklatan miliknya terbuka lebar. "Sepatu baru?"

Bukan heels melainkan flat shoes biasa namun elegan. Mata Lily beralih pada tong sampah di kamarnya, dan yah sepatu lamanya sudah masuk ke dalam sana.

Seketika jiwa perempuan seorang Lily berbicara. Jantung berdenyut tak biasa, apakah semua ini Axel yang memberinya?

Siapa yang memberikan selimut padanya? Siapa pula yang mengobati luka lecet di kakinya? Apakah semalam Axel juga tidur di sofa untuk menjaganya? Mungkinkah itu terjadi? Lalu apa motifnya?

Tidak mungkin Rudolf, karena dia sudah memiliki kekasih bernama Gesya. Namun, seperti apa pun perlakuan manis Axel, Lily berharap tidak terpengaruh padanya.

Lily menggeleng pelan. "Ingat Lily, jangan sampai kamu kegeeran lagi, ingat apa kata Alex waktu itu, wanita seperti kamu tidak mungkin menjadi bagian dari hidup laki-laki perfect seperti mereka." Lirihnya.

Sekuat tenaga ia melupakan Alex dengan melawan segala rasa ini, dan di tempat ini pula, ia masih belum mampu melupakan perbuatan menyakitkan lelaki itu.

Terpopuler

Comments

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

lagi perempuan mana yang g baper bila d beri perhatian oleh bos yang sangat tampan mungkin aja jodoh dia

2025-01-04

0

yeni NurFitriah

yeni NurFitriah

Dari perhatian jadi sayang,lama"jadi cinta nih Axel ke Lily.

2024-11-01

0

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Siapa yang g GR dikasih perhatian segitunya.....☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️

2025-03-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!