Trauma berat

Malam ini Axel berada di gerai brand fashion baru milik kakaknya. Dahulu Cheryl hanya menjual produk melalui pesan antar saja. Tapi sekarang bisnis Cheryl sudah ke tahap di mana ia membuka gerai untuk pelanggan.

Hari ini Cheryl mengadakan pembukaan baru di gerai miliknya. Ada banyak sekali keluarga besar Millers-Corpora juga X-meria yang datang memberikan selamat, dari nenek, ipar, keponakan, dan kerabat lainnya.

Seramai itu saudaranya berkumpul, sedari tadi Axel justru fokus pada ponsel miliknya. Ia berdiri di sudut tempat dengan harap-harap cemas. Lily bilang, Lily sedang berbelanja kebutuhan bulanan.

Yah, biasanya dia juga ikut menemani Livia dan Lily pergi berbelanja, namun kali ini tidak, karena ia perlu hadir di acara kakaknya.

Axel membayangkan, berapa banyak pria yang menggoda sekretaris kesayangannya saat di jalan nanti?

Lily sudah sangat cantik. Dia memberikan modal, dan yah itik yang dahulu kucel kini telah bertransformasi menjadi angsa putih.

📨 "Sudah belanjanya?" Axel kembali mengirimkan pesan posesif pada sang sekretaris.

📩 "Sebentar lagi Pak, ini Livia lagi makan dulu." Axel baru bisa tersenyum manis setelah membaca jawaban itu.

Axel lalu mengedarkan pandangannya, sedari tadi ia berdiri di sini, baru sempat Axel melihat lihat betapa cantiknya isi gerai brand fashion ini.

Axel mengayunkan kakinya menuju sebuah rak. Ia tertarik untuk meraih satu tas kecil berwarna gold. Jika di ingat lagi, Lily belum memiliki tas pesta model clutch seperti ini.

"Bungkus yang ini. Packing dengan elegan." Titahnya. Satu karyawati menganggukkan kepalanya.

Sontak semua keluarga Miller dan Rain menoleh pada Axel, gelagat langka ini membuat mereka bertanya-tanya.

"Ekm Ekm." Sebagian dari mereka sudah curiga bahwa Axel menaruh perhatian pada sekretaris beranak satu.

"Pasti Bang Axel beli itu buat Kak Lily." Chika rumpi. Queen dan Dhyrga hanya tersenyum. Rupanya sudah banyak kemajuan signifikan dari kang es itu.

"Lily? Lily yang sekretaris itu?" Nek Rania, atau ibu dari ayah Axel menggeleng tak setuju.

Axel salah satu cucu kesayangannya, takkan bisa begitu saja ia biarkan menyukai wanita yang tidak jelas statusnya. Yah, Lily bukan janda, gadis pun bukan.

"Dhyrga, kamu nggak tegur Axel?" Nek Rania kembali menegur putranya. Tergores kecemasan di wajah kirut wanita itu.

"Tegur apa lagi?" Tanya Dhyrga. Nek Rania memang sedikit ikut campur jika pada Alex dan Axel, tak pelak kedua cucu laki-laki itu adalah kesayangannya.

"Tegur, supaya Axel jangan suka sama Lily! Cucu ku ganteng, kaya raya, pintar, sukses, masa suka sama Lily?"

Dhyrga menggeleng. "Cukup ikut campur urusan cucu-cucu Mamah Mah, dari pada pusing, lebih baik kita doakan saja yang terbaik."

Queen tersenyum mendengar ketegasan suaminya. Setelah sekian lama jomblo akhirnya Axel bisa memiliki ketertarikan pada seorang wanita, tentu Queen dan Dhyrga tak mampu lagi melarangnya.

"Jadi kamu setuju?" Tukas Nek Rania.

Queen menyela. "Kenapa tidak Mah, Lily pintar, lulusan luar negeri, dia baik, cantik. Yang pasti, Axel sudah terlihat sangat menyukainya. Kita tidak perlu repot-repot mencarikan jodoh untuknya. Karena perjodohan tidak mungkin berlaku bagi Axel kesayangan kita."

...🎬🎬🎬🎬🎬...

Tak mau pusing dengan perdebatan keluarganya. Axel keluar dari gerai brand fashion milik Cheryl, lalu segera memasuki sebuah mobil. Terpenting sudah setor muka saja, cukup baginya.

📨 "Aku jemput. Jangan ke mana-mana dulu sebelum aku datang." Pesan yang sempat ia kirim sebelum keluar dari gerai.

Segera Axel melajukan mobilnya. Membelah jalanan kota malam, ia mengarahkan mobil hitam itu kepada toko serba ada yang tidak jauh dari tempatnya.

Tak lama Axel tersenyum, di depan sana Lily sudah berdiri menggendong Baby Livia dengan ditemani wanita asing.

Axel turun dari mobil sesaat setelah terhenti. Ia berjalan memutar kemudian membuka kan pintu teruntuk Lily.

Di sisi Lily wanita paruh baya yang sedari tadi menemaninya tiba-tiba menyeletuk. "Ya ampun, pantesan ajah si Baby cantiknya khas bule. Ternyata mirip sekali ayahnya." Pujinya.

Lily terhenyak. "Emmh, ... ini, ... bukan, ..."

Axel tersenyum merangkul Lily. "Terima kasih sudah ikut menjaga istri dan putriku." ucapnya.

"Pak." Seketika Lily menyenggol perut Axel dengan siku.

Axel terkekeh, begitu juga dengan ibu-ibu asing itu, sejatinya ia tak mengerti apa maksud dari terkekeh nya Axel.

"Kalian pasangan yang romantis. Semoga sakinah mawadah warahmah, kalian cocok."

"Buk, ..." Baru saja Lily ingin menjelaskan siapa Axel pada kenalannya, Axel membuka pintu mobil miliknya lebar-lebar. "Masuklah."

Lily menurut meski masih terlalu bingung dengan situasinya. Barusan Axel merangkul, lalu menyebut dirinya dan Livia anak istri?

Sudah hampir empat bulan mereka berhubungan dekat, tapi sampai detik ini belum ada kejelasan status, jujur Lily tak pernah kegeeran, meski semanis apa pun perlakuan Axel padanya.

Alex pernah menyisakan trauma berat, dan mungkin hatinya telah mati rasa, Lily menjadi tak peka terhadap sentuhan perilaku Axel padanya.

Setelah memastikan Lily dan Livia aman di jok penumpang bagian depan, Axel juga mengondisikan barang bawaan Lily di dalam bagasi.

Brugh...

"Papapa." Hentakan pintu dan sosok tampan Axel membuat Livia bersorak. Gadis kecil itu seakan tahu bahwa sesaat lagi mereka berjalan-jalan dengan mobil mewah ini.

"Sabar Sayang." Kata Axel. Dasar segi pengucapannya, panggilan sayang Livia memang sudah semakin jelas. Dan selama ini Axel tak masalah dengan panggilan itu.

Aroma candu yang menguar dari tubuh mungil Livia membuat Axel ingin menghirupnya lebih intens.

Sebelum memakai sabuk pengaman. Axel mendekati Livia, "Baby okay?"

Baru saja akan mengarahkan ujung hidungnya pada kening Livia, bocah lucu itu menunduk dengan gerakan tiba-tiba.

"Aw, Mamama." Livia terus mengoceh tak berdosa. Bersamaan dengan itu, wajah Axel justru mendekat pada bibir merah ibunya.

Lily tak berkutik, tentu saja ia memiliki rasa yang tidak biasa saat ini. Dari jarak yang sedekat itu, Axel semakin terpana oleh kecantikan sederhana seorang Lily.

Cup...

Mata Lily membulat sempurna. Entah sadar atau tidak, sepersekian detik Axel mengecup bibir kenyalnya.

Axel lalu mencium pipi lembut Livia sebelum kembali menyinggahi joknya. "Kita jalan."

"Pak!"

"Yah." Axel menoleh ringan, namun tatapan mata Lily begitu menusuk.

Jujur, ia juga merasa bersalah sudah lancang mendaratkan kecupan pertamanya. Tapi sumpah demi apa pun, Axel tak kuasa menghentikan kegilaannya barusan.

"Apa-apaan ini?" Lily menukas. Apakah bagi sebagian orang ciuman menjadi ritual yang biasa dilakukan?

"Why?"

Lily mengernyit kuat-kuat. "Kelakuan Pak Axel akhir-akhir ini aneh. Jemput saya kerja, antar saya pulang, saya nggak boleh ini, saya nggak boleh itu. Sekarang jemput kami, terus mengaku suami dan Papa Livia. Lalu, ..."

"Ly, ..." Potong Axel.

"Iya, ..." Lily berharap Axel tidak bermain-main dengan dirinya. Karena itu tidak akan pernah mungkin terjadi.

"Kenapa kamu bisa sedatar itu saat bersama ku hmm?" Lekat sekali Axel menatapnya, pria tampan itu meraih sebelah tangan Lily untuk diletakkan pada separuh dadanya.

Seketika itu juga, Lily merasakan debaran jantung yang kian detik semakin meningkat kecepatannya. "Katakan padaku. Apa cuma aku yang merasakan gejolak ini saat kita bersama?"

Lily tergagu. Suara lembut Axel seperti gelegar petir di siang bolong. Indah kata-kata Axel barusan, namun entah mengapa sesak ia rasakan.

Trauma berat yang masih tersisa seolah menjadi benteng kokoh yang mengelilingi hatinya.

"Kamu pikir aku benar-benar suka padamu, begitu?" Terngiang kembali kata-kata Alex yang berhasil menyesakan dadanya.

Terpopuler

Comments

yeni NurFitriah

yeni NurFitriah

Alex yg buat Lily trauma,dan Axel yg bakal nyembuhin trauma Lily.

2024-11-01

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

kasihan lily dah trauma sama alek dan srkarang semangat axel sembuhkan trauma lily/Cry//Sob//Sob//Sob/

2025-01-04

1

Ana

Ana

😢😢😢susah kalau udah trauma

2024-11-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!