Bab 10 - Makan Siang Bersama

Kirana kembali masuk ke ruangan Jeffran setelah selesai mengantar rekan bisnis nya tadi. Seketika dia merasa gugup jika harus berada di ruangan ini berdua dengan pria itu, tentu nya dia takut pria itu berbuat macam-macam, seperti waktu itu.

"Tuan, apa masih ada urusan lagi hingga memanggil saya kembali kesini?" Tanya Kirana pelan-pelan, dia menundukan wajah nya tak berani menatap Jeff.

"Tatap aku, saat bicara! Aku disini, bukan di bawah." Tegas Jeff, membuat Kirana langsung mendongakan wajahnya, mengumpulkan nyali nya untuk menatap wajah Jeffran.

"Aku hanya tak suka kau terlalu ramah pada orang asing." Jawab Jeff datar, membuat Kirana mengernyit heran, apa maksud nya ini?

"M-maksud anda? Bukan kah sudah tugas saya untuk ramah pada klien, tuan?"

"Hanya pada klien, bukan pada asisten nya!" Tegas Jeffran dengan sorot tajam nya, membuat nyali Kirana menciut seketika.

"B-aik tuan saya mengerti." Jawab Kirana, meski perempuan itu tak tau apa alasan bos nya melarang dia bersikap ramah pada asisten tuan Martin tadi, tapi dia memilih menurut saja daripada kena amuk.

"Ini bonus mu."

"Bonus lagi tuan? Bukan nya kemarin saya juga dapat bonus?" Tanya Kirana heran, setiap minggu dia terus mendapat bonus, bahkan minggu ini mendapatkan bonus itu dua kali.

"Kau dengar sendiri tadi Pak Martin sangat puas dengan cara mu bekerja, dan berkat kau juga dia mau berinvestasi besar-besaran. Anggap saja ini sebagai ucapan terimakasih atas kinerja mu."

"Baiklah tuan, terimakasih. Kalau sudah tidak ada yang ingin tuan bicarakan. Saya permisi dulu," Pamit Kirana, sedangkan Jeff hanya menjawab nya dengan anggukan.

Kirana keluar dari ruangan Jeff dengan senyum cerah nya, dia memasukan amplop berisi uang bonus itu ke dalam tas nya. Lalu kembali mengerjakan tugas nya sebagai sekretaris.

Hingga tak terasa waktu sudah menunjukan waktu makan siang, Kirana merenggangkan otot nya yang terasa pegal karena terlalu banyak memijat tombol keyboard komputer.

"Kiran, mau makan ke kantin?" Tanya Hanna.

"Nggak, Han. Hari ini aku bawa bekal, buat ngirit." Jawab Kirana sambil menunjukkan wadah bekal miliknya.

"Ohh yaudah, aku pergi dulu. Kali aja mau nitip?" Tawar Hanna.

"Mau es lemon tea ya, Han."

"Oke, aku kesana dulu." Kirana menjawab nya dengan anggukan, karena dia sudah mulai menyuapkan makan siang nya.

Setelah kepergian Hanna, Kirana makan dengan tenang. Sesekali mengscroll akun media sosial nya, melihat list drama yang belum dia tonton.

"Ehemm..." Suara deheman di belakang nya membuat Kirana menolehkan kepala nya, dia tersenyum canggung lalu berdiri dari duduknya, lalu membungkukan setengah badan nya.

"Iya Tuan."

"Kau tak ke kantin?" Tanya Jeffran datar.

"Saya bawa bekal dari rumah, Tuan." Jawab Kirana singkat.

"Kenapa? Apa bonus mu habis?"

"Ti-tidak tuan, yang minggu kemarin saja masih ada, apalagi yang kemarin. Tapi saya menghemat nya, untuk berjaga-jaga kalau obat ibu saya habis." Jawab Kirana, dengan senyum yang terlihat canggung.

"Makan dengan apa? Apa itu masakan mu sendiri?" Tanya Jeff, sambil melongokan kepala nya ke arah ruangan Kirana.

"Iya tuan, hanya masakan sederhana." Jawab Kirana lirih .

"Bolehkah saya menyicipi nya?" Tanya Jeff membuat Kirana melotot. Apa dia tidak salah dengar?

"Kenapa Kiran? Apa tidak boleh?" Tanya Jeff, saat Kirana tak juga menjawab pertanyaan nya.

"Bo-boleh tuan," Jawab Kirana terbata.

Jeffran mendekat dan duduk di dekat Kirana, membuat jantung perempuan itu dag-dig-dug tak karuan. Pria itu bersiap mengambil sendok dari wadah bekal Kirana, tapi perempuan itu buru-buru merebut nya, membuat Jeff menatap perempuan itu dengan kening mengernyit heran.

"Kenapa? Bukan nya kau memperbolehkan aku menyicipi nya hmm?"

"Sendok ini bekas saya, saya cuci dulu sebentar." Kirana bersiap melangkahkan kaki nya, namun tangan nya di cekal oleh Jeff.

"Tak usah Kiran, saya makan bekas kamu juga gapapa."

"Tidak Tuan, itu tidak sopan. Sebentar saya cuci dulu." Jeff hanya tersenyum kecil saat melihat perempuan itu berlari ke kamar mandi, hanya untuk mencuci peralatan makan bekas nya.

Tak lama, perempuan itu kembali dengan menenteng sendok dan garpu yang sudah dia cuci bersih. Dia juga mengelap nya dengan tissu sebelum memberikan nya pada Jeff.

"Silahkan tuan, maaf kalau masakan saya tidak sesuai dengan selera anda."

"Duduk lah Kiran, ayo makan dengan ku." Kirana pun menurut dan duduk di samping Jeff yang mengambil alih wadah bekal makan siang nya.

Jeff menyuapkan makanan buatan Kirana lalu mengunyah nya dengan perlahan, dia menatap wadah makanan itu dengan heran, masakan sederhana tapi terasa sangat enak.

"Kenapa tuan?" Tanya Kirana, khawatir kalau ternyata masakan nya tak enak.

"Kau memasak nya dengan bumbu apa? Ini enak, Kiran."

"Seperti masak sup biasa tuan, hanya saja saya menggunakan sedikit jamur." Jawab Kirana, bibir nya melengkung sedikit saat mendengar pujian Jeff terhadap masakan nya.

"Bisakah besok kau memasak untuk ku?" Tanya Jeffran serius.

"H-ahh? Apa tuan bercanda?"

"Apa wajah saya terlihat sedang bercanda, Kiran?" Balik tanya Jeff, membuat Kirana mengerti kalau bos nya serius.

"Bisa?" Tanya Jeffran lagi.

"Bi-sa tuan bisa.." Jawab Kirana terbata.

"Baguslah, ini apa?" Tanya Jeff menunjuk perkedel kentang di wadah yang satu nya.

"Perkedel kentang tuan."

Jeff mengambil perkedel itu tanpa ragu dan memakan nya dengan lahap.

"Ada yang kurang dengan masakan mu ini, Kirana."

"Ap-apa tuan?"

"Sambel, kurang sambel." Jawab Jeff, lalu menatap Kirana yang terlihat masih canggung berdekatan dengan nya.

"Sambel ya? Aahh baiklah, besok saya akan membuat sambel juga." 

"Hmmm.." Jeff hanya berdehem, karena mulutnya penuh dengan perkedel. 

"Apa tuan punya alergi?"

"Udang, saya alergi udang." Jawab Jeff, membuat Kirana manggut-manggut. Padahal, dia berencana memasak udang saus asam manis untuk besok, tapi saat mendengar kalau pria itu alergi, dia harus kembali memutar otaknya, kiranya memasak apa agar tidak terlalu sederhana? Karena masakan itu akan dia berikan pada atasan nya.

"Kenapa? Ayo makan lagi."

"I-iya tuan." Kirana melanjutkan makan nya, karena dia memang belum kenyang. Karena sebagian makanan nya di ambil alih oleh Jeff, termasuk perkedel nya. Dia bahkan belum menyicipi satu pun perkedel itu, eehh malah di makan Jeff semua. 

.......

🌷🌷🌷🌷

Terpopuler

Comments

halimah abdul hayes

halimah abdul hayes

Hmmmm Semakin rapat ya

2023-09-14

1

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Masakannya biasa,yng bikin rasanya luar biasa karna yng mkn penuh rasa cinta 😅😅

2023-09-12

1

Elisa Nursanti Nursanti

Elisa Nursanti Nursanti

suka apa rakus pak bos??!!!

2023-01-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Prolog
2 Bab 2 - Pesona Sang Sekretaris
3 Bab 3 - Uang Tips
4 Bab 4 - Pulang Bersama
5 Bab 5 - Kemarahan Jeffran
6 Bab 6 - Kehilangan Kendali
7 Bab 7 - Mulai Ragu
8 Bab 8 - Klien
9 Bab 9 - Obsesi Samuel
10 Bab 10 - Makan Siang Bersama
11 Bab 11 - Penyakit Mama Kirana
12 Bab 12 - Kebersamaan Kirana dan Jeffran
13 Bab 13 - Sakit Tapi Tak Berdarah
14 Bab 14 - Semakin Memburuk
15 Bab 15 - Pemuas?
16 Bab 16 - Detik-detik
17 Bab 17 - Pemanasan
18 Bab 18 - Unboxing
19 Bab 19 - Not One Night Stand
20 Bab 20 - Harga Yang Pantas
21 Bab 21 - Kadal Berbisa
22 Bab 22 - Singkat Namun Penuh Kenangan
23 Bab 23 - Koma
24 Bab 24 - Perasaan Seorang Istri
25 Bab 25 - Perhatian Jeff
26 Bab 26 - Mengandung Anakku?
27 Bab 27 - Tragedi Kamar Mandi
28 Bab 28 - Kemarahan Jeffran
29 Bab 29 - Bukan Tipe Ku!
30 Bab 30 - Mengganti Keringat Dengan Keringat
31 Bab 31 - Calon Istri Idaman
32 Bab 32 - Buaya Lepas Kandang
33 Bab 33 - Jepit Rambut Untuk Kirana
34 Bab 34 - Macam-macam Sikap Jeffran
35 Bab 35 - Queen Kritis
36 Bab 36 - Sam Action
37 Bab 37 - Aku Cemburu Kiran!
38 Bab 38 - Pria Menyebalkan!
39 Bab 39 - Sosis dan Dua Telur
40 Bab 40 - Mengintip Kirana
41 Bab 41 - Butik
42 Bab 42 - Sayang?
43 Bab 43 -
44 Bab 44 - Kesabaran Jeff
45 Bab 45 - Hanna Curiga
46 Bab 46 - Kecantikan Kirana
47 Bab 47 - Ada Apa Dengan Kirana?
48 Bab 48 - Keguguran?
49 Bab 49 - Penyesalan Jeff
50 Bab 50 - Kepulangan Jeff
51 Bab 51 - Kepergian Ibu Nita
52 Bab 52 - Memulai Semua Dari Awal
53 Bab 53 - Meratukan Kirana
54 Bab 54 - Panggil Aku Sayang!
55 Bab 55 - Pindahan Ke Apartemen
56 Bab 56 - Lingkungan Baru
57 Bab 57 - Ketahuan?
58 Bab 58 - Queen dan Kirana
59 Bab 59 - Permintaan Queen
60 Bab 60 - Restu Untuk Kirana
61 Bab 61 - Gaun Pengantin
62 Bab 62 - Cake Untuk Queen
63 Bab 63 - Hanna dan Dokter Andre
64 Bab 64 - Belanja Bulanan
65 Bab 65 - Sebuah Firasat
66 Bab 66 - Kue Buatan Kirana
67 Bab 67 - Pernikahan Jeff dan Kirana
68 Bab 68 - Wanita Yang Tepat
69 Bab 69 - Pelajaran Dari Queen
70 Bab 70 - Buka Puasa
71 Bab 71 - Buka Puasa #2
72 Bab 72 - Tanda Merah
73 Bab 73 - Kirana Sakit
74 Bab 74 - Cincin Kawin
75 Bab 75 - Ganteng Tapi Mesuum
76 Bab 76 - Susu Original
77 Bab 77 - Penyakit Queen Kambuh
78 Bab 78 - Penyesalan Jeff
79 Bab 79 - Permintaan Maaf Jeff
80 Bab 80 - Akhir Sebuah Perjalanan
81 Bab 81 - Pertemuan Hanna dan Kirana
82 Bab 82 - Keadaan Jeff
83 Bab 83 - Selalu Ada Kesempatan
84 Bab 84 - Terciduk Calon Mertua
85 Bab 85 - Terciduk Lagi
86 Bab 86 - Pesan Keramat
87 Bab 87 - Kepanikan Sepasang Suami Istri
88 Bab 88 - Kelakuan Jeffran
89 Bab 89 - Suara Mistis Dari Dalam Guci?
90 Bab 90 - Miss Jombi
91 Bab 91 - Yes I Will
92 Bab 92 - Kok Basah? Kamu Ngompol?
93 Bab 93 - Rencana Bulan Madu
94 Bab 94 - Tempat mu Berbagi
95 Bab 95 - Cantik Luar Dalam
96 Bab 96 - Rencana Jahat Samuel
97 Bab 97 - Kirana Hamil
98 Bab 98 - Jeffran Mengidam
99 Bab 99 - After 40 Days
100 Bab 100 - Menggemaskan Plus Menyebalkan
101 Bab 101 - Senjata Makan Tuan
102 Bab 102 - Akibat Obat Perangs*ng
103 Bab 103 - Pernikahan Ulang Kirana &Jeffran
104 Bab 104 - First Night
105 Bab 105 - I Want You!
106 Bab 106 - Kebun Stroberi Dadakan
107 Bab 107 - Kecurigaan Mama Dita
108 Bab 108 - Di Gigit Drakula
109 Bab 109 - Morning Sickness
110 Bab 110 - Phobia Jarum Suntik
111 Bab 111 - Baby Twins
112 Bab 112 - Pernikahan Hanna dan Andre
113 Bab 113 - Gadis Menyebalkan
114 Bab 114 - Gagal Unboxing
115 Bab 115 - First Night #2
116 Bab 116 - Dokter?
117 Bab 117 - Hanna Hamil
118 Bab 118 - Nathan dan Nala
119 Bab 119 - Rutinitas Baru
120 Bab 120 - Ending
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1 - Prolog
2
Bab 2 - Pesona Sang Sekretaris
3
Bab 3 - Uang Tips
4
Bab 4 - Pulang Bersama
5
Bab 5 - Kemarahan Jeffran
6
Bab 6 - Kehilangan Kendali
7
Bab 7 - Mulai Ragu
8
Bab 8 - Klien
9
Bab 9 - Obsesi Samuel
10
Bab 10 - Makan Siang Bersama
11
Bab 11 - Penyakit Mama Kirana
12
Bab 12 - Kebersamaan Kirana dan Jeffran
13
Bab 13 - Sakit Tapi Tak Berdarah
14
Bab 14 - Semakin Memburuk
15
Bab 15 - Pemuas?
16
Bab 16 - Detik-detik
17
Bab 17 - Pemanasan
18
Bab 18 - Unboxing
19
Bab 19 - Not One Night Stand
20
Bab 20 - Harga Yang Pantas
21
Bab 21 - Kadal Berbisa
22
Bab 22 - Singkat Namun Penuh Kenangan
23
Bab 23 - Koma
24
Bab 24 - Perasaan Seorang Istri
25
Bab 25 - Perhatian Jeff
26
Bab 26 - Mengandung Anakku?
27
Bab 27 - Tragedi Kamar Mandi
28
Bab 28 - Kemarahan Jeffran
29
Bab 29 - Bukan Tipe Ku!
30
Bab 30 - Mengganti Keringat Dengan Keringat
31
Bab 31 - Calon Istri Idaman
32
Bab 32 - Buaya Lepas Kandang
33
Bab 33 - Jepit Rambut Untuk Kirana
34
Bab 34 - Macam-macam Sikap Jeffran
35
Bab 35 - Queen Kritis
36
Bab 36 - Sam Action
37
Bab 37 - Aku Cemburu Kiran!
38
Bab 38 - Pria Menyebalkan!
39
Bab 39 - Sosis dan Dua Telur
40
Bab 40 - Mengintip Kirana
41
Bab 41 - Butik
42
Bab 42 - Sayang?
43
Bab 43 -
44
Bab 44 - Kesabaran Jeff
45
Bab 45 - Hanna Curiga
46
Bab 46 - Kecantikan Kirana
47
Bab 47 - Ada Apa Dengan Kirana?
48
Bab 48 - Keguguran?
49
Bab 49 - Penyesalan Jeff
50
Bab 50 - Kepulangan Jeff
51
Bab 51 - Kepergian Ibu Nita
52
Bab 52 - Memulai Semua Dari Awal
53
Bab 53 - Meratukan Kirana
54
Bab 54 - Panggil Aku Sayang!
55
Bab 55 - Pindahan Ke Apartemen
56
Bab 56 - Lingkungan Baru
57
Bab 57 - Ketahuan?
58
Bab 58 - Queen dan Kirana
59
Bab 59 - Permintaan Queen
60
Bab 60 - Restu Untuk Kirana
61
Bab 61 - Gaun Pengantin
62
Bab 62 - Cake Untuk Queen
63
Bab 63 - Hanna dan Dokter Andre
64
Bab 64 - Belanja Bulanan
65
Bab 65 - Sebuah Firasat
66
Bab 66 - Kue Buatan Kirana
67
Bab 67 - Pernikahan Jeff dan Kirana
68
Bab 68 - Wanita Yang Tepat
69
Bab 69 - Pelajaran Dari Queen
70
Bab 70 - Buka Puasa
71
Bab 71 - Buka Puasa #2
72
Bab 72 - Tanda Merah
73
Bab 73 - Kirana Sakit
74
Bab 74 - Cincin Kawin
75
Bab 75 - Ganteng Tapi Mesuum
76
Bab 76 - Susu Original
77
Bab 77 - Penyakit Queen Kambuh
78
Bab 78 - Penyesalan Jeff
79
Bab 79 - Permintaan Maaf Jeff
80
Bab 80 - Akhir Sebuah Perjalanan
81
Bab 81 - Pertemuan Hanna dan Kirana
82
Bab 82 - Keadaan Jeff
83
Bab 83 - Selalu Ada Kesempatan
84
Bab 84 - Terciduk Calon Mertua
85
Bab 85 - Terciduk Lagi
86
Bab 86 - Pesan Keramat
87
Bab 87 - Kepanikan Sepasang Suami Istri
88
Bab 88 - Kelakuan Jeffran
89
Bab 89 - Suara Mistis Dari Dalam Guci?
90
Bab 90 - Miss Jombi
91
Bab 91 - Yes I Will
92
Bab 92 - Kok Basah? Kamu Ngompol?
93
Bab 93 - Rencana Bulan Madu
94
Bab 94 - Tempat mu Berbagi
95
Bab 95 - Cantik Luar Dalam
96
Bab 96 - Rencana Jahat Samuel
97
Bab 97 - Kirana Hamil
98
Bab 98 - Jeffran Mengidam
99
Bab 99 - After 40 Days
100
Bab 100 - Menggemaskan Plus Menyebalkan
101
Bab 101 - Senjata Makan Tuan
102
Bab 102 - Akibat Obat Perangs*ng
103
Bab 103 - Pernikahan Ulang Kirana &Jeffran
104
Bab 104 - First Night
105
Bab 105 - I Want You!
106
Bab 106 - Kebun Stroberi Dadakan
107
Bab 107 - Kecurigaan Mama Dita
108
Bab 108 - Di Gigit Drakula
109
Bab 109 - Morning Sickness
110
Bab 110 - Phobia Jarum Suntik
111
Bab 111 - Baby Twins
112
Bab 112 - Pernikahan Hanna dan Andre
113
Bab 113 - Gadis Menyebalkan
114
Bab 114 - Gagal Unboxing
115
Bab 115 - First Night #2
116
Bab 116 - Dokter?
117
Bab 117 - Hanna Hamil
118
Bab 118 - Nathan dan Nala
119
Bab 119 - Rutinitas Baru
120
Bab 120 - Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!