Sementara Via berduka di kampungnya, Surya di Kota sibuk memikirkan Kekasih hatinya yang berhianat. Surya tak sadar jika penghianatan Nindiana padanya pernah Ia lakukan kepada Via Istri sahnya. Saking patah hatinya Surya sampai uring-uringan tak masuk kerja.
" Sur, Kamu tak usah memikirkan Via lagi. Dia sudah pergi bersama Kekasih gelapnya" Ucap Ibuku. Padahal Aku tak pernah memikirkan Anak Istriku.
" Iya Bu" Ucapku mengangguk.
" Kamu harus semangat, jangan sampai Kamu di pecat karena tak masuk kerja. Kamu mau, Ibu tinggal bersama Fatir." Ucap Ibu mengancamku.
" Besok Surya masuk kerja Bu, Surya hanya ingin menenangkan fikiran dan hati Surya saat ini" Ucapku beralasan.
Keesokan harinya Surya pun kembali bekerja. Namun kali ini Surya tak bersemangat karena Mood Boosternya tak lagi menghubunginya. Berulang kali Surya menghubungi Nindiana tapi Ponselnya tak pernah di angkat dan malah Nomor Surya telah di Blokir oleh Nindiana.
Padahal dari rumah tadi Surya niatnya berangkat kerja. Namun malah membelokkan Motor Sepedanya menuju arah Rumah Kontrakan Nindiana.
Sampai di rumah Nindiana, Kontrakannya masih sepi. Sepertinya Nindiana belum bangun. Beruntung Surya memegang kunci serep Rumah Kontrakan Nindiana. Mengingat Rumah Kontrakan yang di tempati Nindiana saat ini adalah Uang dari Surya yang dibayarnya Satu Tahun penuh saat Surya memegang Gaji belasan Juta sebelum Jabatan Surya di turunkan.
Surya mulai memutar kunci pintu. Ketika hendak melangkangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Terdengar suara aneh dari arah kamar Nindiana. Surya melangkah pelan, semakin dekat suara Aneh dan erangan itu semakin nyata di dengar oleh telinga Surya. Beruntung pintu Kamar Nindiana tak terkunci. Dengan pelan pintu pun dibuka perlahan. Dan mata Surya terbelalak melihat pergulatan panas Nindiana dengan Seorang bule Tua yang pernah di lihatnya di Restoran kala itu.
Mata surya memerah, Tubuhnya gemetar karena menahan amarah. Surya tak tahan lagi melihat pergulatan panas Mereka kemudian Surya membanting pintu kamar Nindiana dengan keras. Nindiana dan Kekasih Bulenya terkejut dan berusaha dengan cepat menutupi Tubuhnya yang tak terbungkus dengan sehelai kain. Sementara Si Bule Tua itu hanya bisa menatap Surya dengan santai.
" Siapa Pria ini Sayang?" Tanya Bule itu. Ternyata Dia pandai berbahasa Indonesia.
" Sayang, Dia dulunya Kekasihku. Aku sudah putus dengannya, namun Dia masih mengejarku." Ucap Nindiana gemetaran.
" Kurang ajar! Dasar Wanita Tak tau diri! Demi uang Kamu rela menjual tubuhmu. Dasar Perempuan M*rahan!" Caci maki Surya penuh dengan amarah. Tak sampai di situ Surya menarik selimut yang menempel pada tubuh Nindiana kemudian merekam Tubuh molek Nindiana tanpa busana dengan Ponselnya. Sementara Pria Bule Tua itu bangkit dari atas ranjang dan mulai menghajar Surya. Ponsel Surya pun terjatuh akibat pukulan Si Bule. Dan kini, Bule dan Surya saling adu jotos. Nindiana berusaha melerai Mereka namun, Pria Bule ataupun Surya tak mau menghiraukan Nindiana. Nindiana takut dan malu meminta bantuan keluar Kontrakannya karena pasti para Warga akan menyalahkan dan mengaraknya keliling Komplek. Nindiana sebisa mungkin melerai mereka dengan kekuatannya. lagi- lagi Nindiana terpental jatuh hingga Bokongnya mengenai tembok.
" Auuuu, sakiiit" Jeritnya. Tiba- tiba matanya tertuju pada Ponsel Surya yang tergeletak di lantai. Dengan sigap Ninidiana mengambil kesempatan itu untuk menghapus Vidionya tanpa busana yang di rekam oleh Surya.
Kini Kedua Pria Kekasih Nindiana sudah sama-sama babak belur. Tenaga Bule Tua itu kalah telak dengan tenaga Surya yang masih muda. D*rah segar mengalir dari hidung dan mulut Bule itu sampai berceceran di atas lantai.
" Hentikan Surya, apa Kamu mau masuk penjara karena telah membunuh Seseorang!" Ucap Nindiana mencoba menahan tangan Surya.
" Kamu kira Aku takut masuk penjara Nindiana. Hah! Bahkan Aku juga akan membunuhmu!" Ucap Surya dengan Wajah yang bengis.
Surya seperti kerasukan dan tak bisa lagi berfikir jernih. Nindiana tidak punya pilihan lain selain mencari pertolongan. Jika Surya di biarkan memukul Bule itu maka bisa-bisa nyawa Bule itu melayang di tangan Surya. Bukan hanya itu Nindiana pasti ikut terlibat dan masuk penjara karena ulah Surya. Nindiana tak mau hal itu akan terjadi padanya. Baru sebentar Nindiana merasakan pundi-pundi uang dari kekasih Bulenya itu. Kini Surya datang mengacaukannya.
bergegas Nindiana memasukkan pakaiannya dan mencoba membuka pintu kamarnya. Namun tangan Nindiani di tarik dengan keras oleh Surya. Nindiana tak patah semangat dan mencoba membuka pintu. Surya kembali mencegatnya lalu mencengkram dengan keras dagu Nindiana.
" Sakit Surya lepaskan!" Ucap Nindiana memohon.
Surya menyeringai " Kamu tahu Nindiana, sakit yang Kau rasakan saat ini tak sesakit luka yang ada di hatiku. Aku sudah mengorbankan segalanya untukmu namun Kamu telah berhianat kepadaku." Ucap Surya tersungkur lemah duduk di lantai sambil mengusap rambutnya dengan kasar.
" Apa salahku Nindiana. Hah! Karena Aku tak punya uang lagi seperti dulu. Apa Kamu tak tahu jika Aku sangat mencintaimu." Ucap Surya mulai melunak.
" Maafkan Aku Mas, Aku tak ingin hidup susah. Aku tak ingin menderita lagi seperti dulu. Asal Kamu tahu Aku tidak mencintai Bule itu. Aku hanya menginginkan uangnya agar Aku bisa hidup nyaman." Ucap Nindiana berterus terang.
" Aku sangat mencintaimu, namun keadaanlah yang membuatku terpaksa berhianat kepadamu" Ucap Nindiana menunduk dan memeluk Surya.
Sementara Mereka berpelukan Bule itu sedari tadi tak sadarkan diri akibat pukulan Surya bertubi-tubi tanpa ampun.
" Aku mohon padamu Surya, biarkan Aku seperti ini walau hatiku tersiksa." Ucap Nindiana memohon.
" Aku perlu waktu Nindiana untuk bisa memahamimu" Ucap Surya lembut.
Nindiana pun menyuruh Surya segera pergi dari rumah kontrakannya sebelum Pria Bule itu sadar. Dengan berat hati Surya pun pergi meninggalkan rumah Kontrakan Nindiana.
Surya tak lantas pulang ke rumah ataupun pergi bekerja. Surya mampir ke sebuah Warung Gedek yang di peruntukkan untuk menjual Minuman keras. Rumah Gedek itu bertopeng menjual Makanan padahal sebenarnya menjual Minuman haram dan tempat transaksi Wanita Tunawisma.
" Mau yang plus-plus" Ucap Pemilik Warung sekaligus Germo.
" Surya pun mengannguk dan memilih Wanita yang di persiapkan di dalam Rumah Gedek itu. Sekitar ada Empat Orang. Surya jatuh kepada Wanita yang berambut panjang dan berkulit Sawo Matang. Germo pun mengantar Mereka ke sebuah Kamar khusus untuk memadu kasih. Kamar itu cukup nyaman dan kedap suara. Hanya dibagian Warung saja yang berdindingkan anyaman bambu sementara ruangan yang lain bangunannya sudah permanen.
Wanita itu pun menuang Minuman haram itu ke dalam gelas dan memberikan pada Surya. setelah Mereka meneguk Minuman haram itu Mereka pun mulai melakukan hubungan badan. Surya larut dalam permainan Wanita itu hingga tak sadar Surya mengeluarkan erangan yang begitu nikmat. Sesaat Surya melupakan Nindiana kekasih hatinya.
" Terima kasih, telah memuaskanku" Ucap Surya beranjak dari tempat tidur dan memasang pakaiannya yang tergelatak di atas lantai. Surya pun membayar jasa Perempuan itu kepada Germonya senilai Satu Juta Setengah. Gaji sisa Satu bulannya telah lenyap jatuh di tempat Warung Gedek. Ketika Surya hendak melajukan Motor Sepedanya. Tiba-tiba Ponselnya berbunyi dan ternyata Mas Fatir menelponnya.
" Hallo, Surya. Sekarang juga Kamu harus menemuiku!" Teriak Mas Fatir dengan amarah. Surya sangat ketakutan apa hal yang membuat Kakaknya sangat emosi seperti ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Yunia Afida
dasar surya, udah selingkuh eh malah terjun ke germe, kalau udah jahat susah sembuh nya
2023-01-15
0
Ma Ma Adit
sekarang kau sudah merasakan apa yg via dulu rasakan surya, dasar laki-laki bejat kau😠😠
nindiana... nindiana semurah itukah kmu, dengan gampangnya kau menjual tubuhmu hanya demi uang, dua²nya sm saja sprtinya mereka cocok klu berjodoh 😂😂diperbaiki dikit tulisannya yah thor, okee lanjuuutt👍👍
2022-12-19
0
uBanya Gentan Gendhis
kok surya mencengkram dagu Ria... thor ngantuk ni... akibat adegan panas.. 🤭🤭🤭🤭
2022-12-19
0