Bab.3 Dia suamiku & Dudamu

Promo novel

.

.

.

Diruangan Seno, dia sedang bertengkar dengan seorang wanita.

"Apa maumu Hanny?" Bentak Seno

"Seno, aku masih istrimu. Aku ingin mengajakmu pulang." Jelas Hanny

Hanny Camelia, istri dari Seno Nugraha. Awal pernikahan mereka sangat bahagia, Seno pun sangat mencintai Hanny. Semua kemauan Hanny diturutinya. Sampai pada tahun kedua mereka belum mendapatkan keturunan, akhirnya mereka konsultasikan kedokter. Beberapa minggu kemudian Hanny kecelakaan dan di rawat dirumah sakit, akhirnya Hanny di nyatakan hamil 2 minngu. Tapi pada saat itu juga Seno menerima hasil pemeriksaannya dari dokter yang berkonsultasi dengannya Hanny dan. Bagai di sambar petir Seno saat dia membuka amplop yang di berikan dokter itu, Seno dinyatakan mandul. Sempat tidak terima dengan apa yang dinyatakan dokter itu. Ia pun memeriksakan dirinya lagi ke dokter lain, Namun hasilnya tetap sama. Dan pada saat itu juga Seno memberi talak pada Hanny, tapi Hanny tidak mau menerimanya, surat perceraian pun sudah Seno layangkan kepadanya tapi dia tidak menandataganinya.

"Tidak, kau bukan istriku lagi." Bentak Seno kembali.

"Seno, aku tidak mau menandatangi surat itu, dan aku juga sedang hamil. Jadi talak yang kau berikan itu sah." Sarkas Hanny. Usia kandungan Hanny sudah memasuki minggu kelima.Dia tidak mau sama sekali untuk berpisah dari Seno.

"Kau ingin aku membuktikan bahwa talak itu sah." Hardik Seno

Seno memang tak pernah memberitahu Hanny perihal kemandulannya, dia akan memberi tahu Hanny saat mereka resmi bercerai. Lelaki yang menghamili Hanny pun tak pernah di cari tahunya, biarlah Hanny mengurus sendiri pria itu setelah mereka resmi bercerai.

"Coba saja"

"Ck, sebaiknya kau pergi dari sini Han" usir Seno.

Hanny mendekat ke arah Seno, duduk di pangkuannya dan mengalungkan tangannya di leher Seno dan membelai wajah Seno "dulu kau tak pernah mau jauh dariku Sen..." Kata Hanny sambil menenggelamkan kepalanya di leher Seno. "Kau selalu romantis, tak pernah kasar dan selalu menomor satukan aku. Tapi sekarang, kau berubah". Hanny sampai menitikan air mata.

"Pergilah, Han. Aku tidak mau kasar padamu" Seno masih mencintai Hanny, tapi bagi Seno penghianatan yang Hanny lakukan, dia tidak bisa menerima hal itu.

"Tapi Sen, aku sangat mencintaimu." Sesungguhnya Hanny sangat mencintai Seno, dan tidak akan pernah mau berpisah dari Seno. "Katakan Seno, bahwa kau mencintaiku" pinta Hanny

Seno menutup matanya dan mendongakkan kepalanya. Terasa sesak didadanya kala ia harus bertanya 'anak siapa yg dikandungnya' tapi pertanyaan itu hanya sampai di lubuk hatinya. Lidahnya terasa kelu untuk mengatakannya.

"Hanny, pergilah" ucap Seno

"Tidak, aku tidak akan pergi"

"Hanny..." Bentak seno

Hanny berdiri "Kau berubah Sen, kau berubah." Air mata Hanny jatuh semakin deras, kemudian berlalu dari ruangan Seno. Seno hanya menatap punggung Hanny yang keluar dari ruangannya.

Sungguh perasaan Seno sekarang tak bisa digambarkan, disatu sisi dia masih mencintai Hanny, namun disisi lain dia tak bisa menerima penghianatan Hanny.

****

tok tok tok tok

"Masuk"

"Tuan, ini berkas kerjasama sama dengan perusahaan Candramas." Asisten Tansel

"Ah iya, taruh saja disitu."

"Tuan apa ada masalah? Saya lihat tadi nona Hanny keluar dari ruangan anda." Tanya Tansel yang melihat wajah masam bosnya.

Tansel menjadi asisten Seno sudah 7 tahun lamanya, jadi dia tahu seluruh kejadian yang terjadi pada Seno termasuk kemandulannya. Bahkan Seno sudah menganggap Tansel seperti adiknya sendiri, sebab Tansel lebih muda 1 tahun darinya.

"Ya.. Biasalah Hanny ingin aku pulang kerumah. Tapi kau tau sendiri bahwa aku tidak bisa serumah lagi dengannya, huuf..." Seno membuang nafas kasar. "Aku tak bisa tinggal serumah dengan penghianat itu". Lanjut Seno.

"Kenapa kau tidak jujur saja, Tuan?" Imbuh Tansel

"Tidak Tansel, dia akan mengetahui pada waktunya."

"Terserah anda Tuan, semoga semua yang terbaik."

Tok tok tok tok

"Tuan" sapa Sintia

"Ah iya. Tansel bereskan semuanya kita akan segera pergi". Pinta Seno, langsung berdiri dari duduknya.

"Baik Tuan. Saya permisi." Pamit Tansel, segera keluar dari ruangan Seno.

Seno berjalan mendekati Sintia.

'Mau apa nih orang' batin Sintia was-was. "Tu..an, kalau boleh tau, kita akan kemana setelah ini?"

Seno berbalik dan mengambil tas kerjanya. Sebenarnya dia hanya mengetes Sintia saja, melihat Sintia yang sedikit takut dia mengakhiri jaimnya pada Sintia. "Kau ikut saja, tidak usah bertanya. Tugasmu hanya menuruti perintahku."

"Tapi, tidak yang aneh-anehkan Tuan?"

"Tenang saja, saya tidak akan menyuruhmu gantung diri" Jawab Seno. "Ayo cepat."

"Haa..." Sintia kaget dan langsung mengekori Seno dari belakang. Apa-apaan dia? Tidak akan menyuruhku gantung diri, Jangan-jangan dia akan menyuruhku lompat ke dalam jurang, hii...' Sintia bergidik dengan batinnya sendiri.

Tansel sudah menunggu Seno di depan ruangannya sendiri.

"Ayo" ajak Seno pada Tansel.

"Silakan Tuan." Tansel langsung mengikuti langkah Seno. Mereka berjalan beriringan menuju life khusus dengan Seno di depan, Tansel dan Sintia yang sedikit tertinggal.

'Astaga apa mereka tak bisa memelankan langka mereka. Aku harus sedikit berlari untuk mengejar mereka. huuu...' Gerutu Sintia dalam hati.

Sampai ke lantai dasar Tansel memutar arah kelorong belakang kantor untuk mengambil mobil, Seno dan Sintia menunggu di depan.

Tansel telah sampai, keluar dan dengan sedikit berlari menuju pintu belakang mobil untuk membuka pintu.

"Silakan Tuan."

Seno menghadap Sintia yang berdiri di belakang. "Ayo masuk" pinta Seno pada Sintia

"Tuan, apakah dia akan ikut dengan kita?". Tanya Tansel yang melihat Sintia dengan tatapan tak mengerti.

"Oh, iya. Kita mampir ke butik sebentar." Jawab Seno

Tansel hanya menatap saja tampa berani berkata. Dan akhirnya mobil pun berjalan ke arah butik.

.

.

.

******

Rumah keluarga Nugraha

Disisi lain mobil Hanny memasuki pekarangan rumah mewah. Dia turun, dan memasuki rumah tersebut. Terlihat diruang tamu, duduk sepasang suami istri. Duduk dengan mesra tanpa peduli dengan sekitar mereka. 'Dasar... Sudah pada tua juga, masih mengumbar kemesraan.' Batin Hanny dan memulai aksinya.

"Ma..." Panggilnya

Sepasang suami istri itu mendongakkan kepala memandang ke asal suara.

"Hanny!" Sapa Mama Selena.

"Hiks...hiks...hiks..." Hanny menangis memeluk Mama Selena.

"Hanny... ada apa?" Tanya Mama Selena. "Di mana Seno? Apa kau datang sendirian?" Cecar Mama Selena pada Hanny.

"Hiks...hiks...hiks... ma... Seno!" Aduh Hanny.

"Ada dengan dengan Seno? Bicara yang jelas, Hanny" Mama Selena mulai panik.

"Ma, tenanglah!" Ucap suaminya. Ferdino Nugraha, suami dari Selena Maldric. Ya, mereka adalah orangtua dari Seno.

Hanny, sengaja datang kerumah itu untuk mengadu kepada orangtua Seno, agar mencegah perceraiannya, dan memberi tahu kehamilanya. Memang orangtua Seno belum mengetahui tentang kehamilan Hanny, karna Seno melarang Hanny.

"Ma... Seno ingin menceraikanku! Hiks..." Aduh Hanny pada Mama Selena.

"Apa!!" Pekik Mama Selena.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!