Selesai makan, Kenli yang berbaring di sofa tertidur, begitu pun Fanti cuciannya terlupakan karna rasa kantuknya dan tertidur pula di kasur depan tv.
Kesyi dan Dafa pergi bermain dengan membawah Rici bersama mereka.
Tak terasa sudah 1 jam Kenli dan Fanti tertidur. Kesyi, Dafa dan juga Rici telah kembali ke rumah.
Rici mendekati Kenli dan membangunkannya.
"Papa! Papa! Maung (bangun)." Panggil Rici.
"Aah, Rici. Kamu audah pulang. Pergi sama mama sana bangunin." Pinta Kenli menunjuk Fanti yang sedang tidur di kasur.
Rici tidak peduli dengan apa yang di katakan Kenli kemudian kembali pada Kesyi untuk bermain.
Melihat Rici yang pergi kembali bermain dengan Kesyi, Kenli bangkit dan mendekati Fanti yang tertidur pulas di kasur. Dengan jahil Kenli berbaring menghimpit Fanti yang berada di kasur.
Karena merasa terganggu Fanti terbangun dari tidurnya.
"Hmm..." Keluh Fanti saat merasa tidurnya terganggu.
"Hei, kau tidur lama sekali." Ujar Kenli yang terus saja mengusik Fanti.
"Jangan dong! Kamu juga tidur tadi." Kesal Fanti.
"Tapi kamu yang paling lama tidur."
"Akhirnya Fanti membuka matanya, tapi tubuhnya terasa berat untuk bangun dari kasur.
"Ma. Ma. Ma. T*** deda! (Asi aku!)." Rici datang dan mulai mengganggu dua pasangan itu.
Karena tidak ingin ingin diganggu dengan badan yang masih terasa lemas pasca bangun tidur, Fanti memberikan uang 2 ribuan pada Rici untuk jajan.
Rici mengambil uang itu dan segera berlari kearah Kesyi. "Tata, Tata. Bi. (Kaka, Kaka. Beli)." Ajak Rici pada Kesyi yang sedang asyik bermain handphone.
"Ahh, Rici. Ganggu aja." Kesyi meletakan handphonenya dan segera membawah Kesyi pergi ke warung.
******
Kenli Sedang berada di kebun belakang rumah, mencangkul rumput tanaman kacang yang dia tanam.
"Aku mau tukar uang koin di mini market depan." Ucap Fanti. "Sama Kesyi juga." Lanjutnya.
"Ya, pergilah." Jawab Kenli.
"Rici ku tinggal di sini."
"Iya," jawab Kenli lagi sambil terus mencangkul.
Fanti segera bersiap-siap untuk pergi ke minimarket depan jalan.
"Kes, bawah Rici sama papa. Kita ke minimarket depan, tukar koin." Pinta Fanti.
Kesyi pun langsung mengantarkan Rici pada Kenli.
"Ayo, Kes!" Ajak Fanti yang telah siap.
"Sendal mama mana?" Tanya Fanti.
"Di depan. Terjemur matahari itu. Di bawah Rici tadi." Jawab Kesyi dengan menunjuk.
"Ayo." Fanti langsung berjalan menuju keluar dan mengambil sendalnya lalu pergi.
Karena Rici yang suka mengganggu pekerjaan Kenli. Kenli mengajaknya pergi dari kebun belakang.
"Rici, ayo kita pergi ke uak." Ajak Kenli pada sibungsu.
"Ua. Ua. Ua." Ocehan Rici saat di ajak Kenli.
Sedangkan di minimarket depan Fanti sedang menunggu penjaga toko mwnghitung kembali uang koin yang di bawahnya.
"Na, bagus ini. Sudah di kantong-kantong dan isi dengan jumlahnya pula." Ucap penjaga toko.
"Iya! Supaya nggak ribet aja. Gampang hitungnya." Jawab Fanti.
"Bagus itu. Yang lain datang bawah koin berhambur begitu saja." Tambah Penjaga toko.
Selesai dengan pekerjaannya menukar uang koin, Fanti dan kesyi kembali pulang ke rumah.
Fanti, Kesyi dan Dafa dan 1 teman Dafa kembali ke rumah dari minimarket. Karena jarak rumah dan minimarket tidak terlalu jauh, Dafa mengajak temannya Satria untuk menyusul Fanti dan Kesyi ke minimarket.
Sampai di rumah Kenli dan Rici tidak ada. Pintu rumah tidak di kunci, mungkin di rumah Ranti, pikirnya. Fanti sampai lebih dulu daripada tiga anak yang mengekor di belakangnya tadi.
Fanti duduk di lantai dengan bermain handphone dan ternyata benar, Kenli dan Ranti baru saja datang dari rumah Ranti.
"Eh, sudah pulang?" Sapa Kenli.
"Mama. Mama." Panggil Rici yang melihat Fanti duduk di lantai.
"Belum lama!" Jawab Fanti.
"Ma. Ma. T*** deda." Pinta Rici.
"Aku mau main bola sebentar!" Ucap Kenli.
"Iya." Jawab Fanti singkat.
Kenli segera pergi ke lapangan bola, karena orang-orang sudah berkumpul.
Di rumah tinggal Fanti, Kesyi, Dafa dan Rici. Kesyi memutuskan untuk menyusul Kenli untuk menonton bola dengan mengajak Rici juga. Sedangkan Dafa tinggal di rumah, dia tidak ingin keluar bermain karena sewaktu bermain siang tadi, Dafa dan teman-temannya memecahkan bola sepak milik anak-anak remaja yang biasa main bola di lapangan.
"Dafa, kamu tidak ikut ke lapangan?" Tanya Fanti.
"Nggak!" Jawab Dafa lesuh.
"Kenapa?" Tanya Fanti penasaran biasanya Dafa yang paling semangat jika di luar rumah.
"Tadi bola yang buat main, pecah!" Jawabnya menunduk.
"Terus," Tanya Fanti lagi.
"Katanya aku disuruh kasih uang 2 ribu buat ganti." Jawab Dafa.
"Cuma itu saja?"
"Tadi Ransel udah kasih uang 5 ribu." Jawab Dafa.
"Ke siapa?"
"Vaisal" jawab Dafa.
"Udah pergi aja, kalo ditanya, bilang nanti di kasih papa uangnya."
"Nggak, aku nggak pergi ah!" Ucap Dafa yang masih ragu.
Dafa memutuskan untuk bermain bersama Satria untuk bermain bersama. "Satria," panggil Dafa dari rumah. "Main yuk!" Ajak Dafa saat Satria menengok padanya.
"Ma. Aku Main dekat sini saja sama Satria." Ujar Dafa dan langsung pergi menuju Pada Satria.
******
Di lapangan Kesyi sedang kesal dengan seorang anak yang bernama Rano, pasalnya Rano suka mengganggu Rici yang sedang bermain. Rano menakut-nakuti sampai menangis.
"Ci," panggil Rano. "Ha...ha...ha...." Rano menakuti Rici akan menangkapnya. Seketika wanita cilik itu berlari dengan cepat menuju Kesyi sambil menangis.
"Rano!" Pekik Kesyi. "Awas kau ya! Akan ku adukan sama Papaku." Kesyi marah pada Rano.
"Biarin!!" Ledek Rano dengan menjulurkan lidahnya kemudian berlari.
Adzan magrib telah berkumandang Kenli, Kesyi dan Rici telah menuju rumah.
"Ma. Ma, tadi di lapangan Rici di takutin sama Rano." Aduh Kesyi.
"Kenapa nggak bilang sama papa."
"Udah. Tapi Rano udah lari!" Jawab Kesyi.
Fanti mengakhiri cerita mereka.
******
Malam hari, Pukul 18.30 Kenli mengambil handuknya dan berlalu ke kamar mandi. Kenli memutar mesin air dan menjalankan ke kamar mandi.
Selesai mandi Kenli segera mengganti bajunya dengan baju koko panjang untuk melaksanakan sholat isya berjamaah di musholah komplex.
Saat Kenli pergi, Fanti, Kesyi, dan Dafa beserta juga Rici menonton tv. Dafa merasa badannya kurang enak badan akhirnya Fanti memberikan Dafa obat penurun demam anak-anak kepada Dafa.
"Minum obatnya Daf!" Pinta Fanti. "Besok ada ujian di sekolah, kamu tidak bisa kalau tidak masuk sekolah, nanti tidak naik kelas." Lanjutnya.
Dafa segera meminum obatnya, dan kembali tidur.
Saat Kenli pulang dari sholat isya, Dafa dan Rici Telah tertidur. Fanti sedang menonton dan Kesyi sudah berada di kamarnya.
Karena semuanya sudah tidur, Fanti dan Kenli pun memutuskan untuk tidur.
.
.
.
.
By... By...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments