Bab 2. 13 desember 2022
Kenli sudah sampai dengan di antar Afdi ke bengkel.
"Gimana Rul?" Tanya Kenli yang baru masuk ke dalam bengkel.
"Sudah jadi pak! Mantap, udah gampang nyalanya." Jelas Arul.
"Berapa ongkosnya?" Tanya Kenli lagi.
"100 ribu saja pak." Kenli mengeluarkan uang dari saku celananya dan memberikan pada Arul.
"Ma kasih ya!" Ucap Kenli.
"Sama-sama!"
"Saya bawah pulang ya, motornya." Ujar Kenli dan kembali keluar dari bengkel.
"Iya, semoga lama lagi kembali ke sini ya!" Ucap Arul.
"Iya!!" Kenli mengendarai motornya kembali ke rumah dengan bahagia.
Sekarang tidak susah lagi untuknya, jika ada keperluan apa-apa tinggal gas saja! Pikirnya.
Tak sampai 10 menit kenli sudah sampai di rumah, anak-anak pun turut bahagia melihat motor mereka sudah kembali.
"Sudah jadi ya Pa!" Tanya Dafa memastikan.
"Iya!" Jawab Kenli singkat.
"Berapa ongkosnya?" Tanya Fanti.
"100 ribu!" Jawab Kenli dan memberikan uang sisa yang dia bawah.
'Murah sekali!' Batin Fanti dan menerima uang yang disodorkan Kenli.
Fanti yang sedang berbaring seketika bangkit dan berjalan kearah dapur.
"Fan, bikin kopi dong!" Ujar Kenli dari ruqng tv.
"Ya!" Jawab Fanti dengan setengah berteriak.
"Kes, ambilkan nasi untuk Rici makan." Pinta Fanti.
Kesyi segera mengambil piring dan menyendok makanan untuk Rici.
Selesai membuat kopi, Fanti meletakan di sebelah Kenli yang sedang berbaring.
"Fan, pisang yang tadi goreng dong." Minta Kenli.
Sewaktu siang tadi sepulangnya Kenli dari bekerja dia membawah pisang yang sudah setengah masak. Dia mendapatkan pisang itu dari kebunnya bekerja. Tidak ada orang yang melarang mengambil buah-buah di kebun itu kecuali kelapanya, karena kelapa menghasilkan uang untuk sang pemilik.
"Iya. Mau pakai terigu?" Lanjut Fanti.
"Iya." Kenli bangkit lalu berjalan ke arah depan.
Fanti memulai mengupas pisang dan meminta bantuan Kesyi untuk mencuci panci dan membuat adonan terigu.
"Kes, sudah selesai makan?" Tanya Fanti.
"Iya!"
"Tolong cuci pancinya dan buat adonan terigu." Pinta Fanti.
"Iya Ma!" Jawab Kesyi, dia berjalan kearah tempat cuci piring dan mengambil panci untuk di cuci.
Selesai mencuci panci Kesyi membukanlemari es dan mengambil terigu yang disimpan di sana. "Ma yang ini?" Tanya Kesyi memastikan dan mendapat anggukan dari Fanti.
Kenli yang berada di luar, tiba-tiba Kenli menyalahkan mesin motornya dan membawahnya ke belakang rumah.
'Mau ke mana orang itu?' Batin Fanti, dan motor yang Kenli kendarai berhenti tepat di depan kamar mandi. Ternyata Kenli ingin mencuci motornya.
Fanti mengarahkan Kesyi cara membuat adonan. Setelah selesai, Fanti mulai menggoreng pisang yang telah di iris-iris.
******
Acara makan-makan pisang goreng pun terjadi di keluarga Tama. Semua sangat menikmati makan pisang sore hari itu.
Masih dengan menikmati pisang goreng di ruang tamu, tidak henti-hentinya kawan-kawan Kenli mengajaknya bermain bola di lapangan. Seperti hari-hari sebelumnya Kenli akan pergi bermain bola di lapangan komplex bersama kawan-kawannya dan Fanti tidak pernah melarang itu.
Pukul 17.45 menit, orang-orang di lapangan sudah bubar. Lapangan bola tempat mereka bermain di pinggiran musholah komplex, jadi sebelum adzan magrib di kumandangkan mereka harus berhenti agar tidak mengganggu orang-orang yang akan sholat.
Kenli kembali dan langsung membersikan diri di kamar mandi. Dia ingin sholat magrib berjamaah tapi tidak sempat, karena setelah adzan mereka akan langsung shalat. Jadi Kenli menunggu isya barulah shalat berjamaah.
Fanti dan Dafa berbaring di kasur depan tv. Dafa sedang tidak enak badan, sudah 2 hari namun Dafa rasa demam Dafa selalu datang dan pergi. Jika minum obat, demamnya hilang. Setelah reaksi obat habis demamnya akan kembali lagi.
Kesyi dan Rici sedang di rumah Ranti bermain. Ranti memberikan Dafa obat penurun panas juga mengganti bajunya.
Setelah Kenli pulang dari Shalat isya, Fanti memberitahunya jika Dafa panas tinggi.
"Dafa, panasnya tinggi!" Ucap Fanti pada Kenli yang baru saja sampai di rumah.
"Sudah di kasih obat?" Tanya Kenli dan menuju ke kamar dan unyuk berganti pakaian.
"Sudah. Tapi belum makan. " Jawab Fanti.
Fanti kemudian mengambil makanan untuknya dan Dafa. Satu piring saja pikirnya, biar dia menyuapi Dafa.
Fanti mengambil, nasi, ikan dan sayur di piringnya lalu membawah ke depan untuk makan bersama Dafa.
"Daf, ayo makan. Mama suapi." Ujar Fanti. Fanti menyendok nasi untuk menyuapi Dafa. "Mau makan sama apa? Ikan atau sayur?" Tanya Fanti yang akan menyuapi Dafa.
"Tidak!" Jawab Dafa.
"Makanlah sedikit!" Minta Fanti.
"Aku makan nasi sama air saja!" Ujar Dafa.
"Baiklah, tunggu mama ambilin." Fanti bergerak cepat mengambil makanan Dafa, hanya nasi dan air dengan sedikit penyedap rasa.
"Tolong, suapi Dafa!" Pinta Fanti karena dia juga sudah merasa sangat lapar dan meneruskan makannya.
Kenli menyambut uluran piring dari tangan Fanti dan segera menyuapi Dafa. Di tengah telah menyuapi Dafa, Rici pun meminta makan pada Kenli.
"Papa! Pa. Bakang, mam. (Papa! Pa. Makan, makan.)" Minta Rici pada Kenli.
Kenli pun dengan senang hati menyuapi Dafa dan Rici. Kerena Dafa yang sakit, dia hanya memakan sedikit makanan yang disuapi Kenli dan Rici meneruskan sisanya.
Fanti selesai makan dan mengambil obat untuk Dafa lagi. Pakaian juga sudah di sediakan oleh Fanti untuk Dafa mengganti bajunya.
"Daf, minum obat sulu setelah itu ganti baju." Ujar Fanti.
Dafa segera menelan obatnya dengan menggunakan air Kemudian Fanti menyerahkan baju ganti untuk Dafa.
Dafa mengganti bajunya lalu tidur kembali. Fanti menidurkan Rici, setelah Rici tertidur Semua pun ikut tidur kecuali Fanti.
Fanti duduk di sofa sambil memegang buku yang dibacanya. Fanti mempunyai hobbi yang berbeda dari yang lainnya. Di antara orang-orang sekarang yang suka memegang handphone sambil bermain games Fanti malah lebih suka membaca dan menulis, apalagi untuk bersosial media Fanti sangat tidak menyukainya. Tapi, bukan berarti dia tidak punya akun di sosial media, dia punya hanya jarang di buka. Dia akan membuka sosial medianya di waktu-waktu tertentu seperti, jika dia sedang berjualan online atau ada kabar yang belum pasti di dengar maka dia akan mencari di sosial media.
Fanti sangat tidak suka bergosip, makannya dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan membaca atau menulis, walaupun sesuatu yang di tulis sungguh tak ada faedah tapi, menurutnya itu hanya sebagai pengisi waktu.
Kenli dan Dafa tidur di kamar kedua dan itu membuat Fanti sangat kesal dengan, karena Rici ditinggal tidur sendiri di depan tv.
.
.
.
.
By... By...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments