Selasa, 13 desember 2022
Pagi ini Kenli mengantar Kesyi dan Dafa ke sekolah, tapi Dafa kembali karena sekolahnya hari ini diliburkan.
"Kenapa balik?" Tanya Fanti yang sedang duduk di sofa sambil menikmati teh buatannya.
"Hari ini libur!" Jawab Dafa.
"Kok libur? Bukannya hari ini ada ujian."
"Iya, kata mbak yang menjaga sekolah hari ini tidak sekolah. Guru-gurunya tidak datang." Jelas Kenli sambil meletakan nasi kuning yang dibelinya untuk sarapan.
Fanti hanya menganggukan kepalanya, mendengar penjelasan Kenli.
"Aku beli nasi kuning, hanya dua bungkus. Yang satu pedas dan yang satu tidak untuk Rici." Ujar Kenli.
"Yang tidak pedas nagi dua sama Dafa. Yang satu lagi untukmu saja sarapan." Fanti membagi agar semua mendapat sarapan kecuali dia.
"Aku mau yang pedas!" Ucap Dafa.
Karena tidak dapat jawaban Dafa mengerti, tidak ada yang setuju dengannya.
Dafa mengambil makanan yang tidak pedas dan membagi sedikit dengan Rici.
Rici memakan makanannya. Kenli mengambil sisa yang 1 bungkus lagi dan memakan setengahnya, "ini makanlah!" Pinta Kenli.
"Tidak untukmu saja!" Tolak Fanti.
"Ini pedas, untukmu saja." Kenli meletakan makanannya di meja untik Fanti.
Akhirnya Fanti mengambil makanan yang diberikan Kenli dan memakannya.
Kenli telah bersiap-siap untuk bekerja, dia pamit dan pergi setelah selesai.
Fanti memulai pekerjaan rumahnya. Sedang dalam pekerjaan rumahnya Pri mendatanginya.
"Lagi bikin apa?" Tanya Pri pada Fanti yang berada dalam kamar mandi.
"Nih. Lagi urusin si kecil 1 ini!" Jawab Fanti yang bersama Rici di dalam kamar Mandi.
"Kamu nyetor koprasi nggak hari ini?" Tanya Pri.
"Iya, setengah saja!" Jawab Fanti.
"Bilangin sama dia. Besok saja! Aku dapat uangnya besok!" Ujar Pri.
"Iya, nanti aku bilangin sama dia." Fanti keluar dari kamar mandi bersama Rici.
Pri pamit pulang dan Fanti meneruskan pekerjaannya.
Sekarang Fanti ingin memasak. Semalam tetangga Fanti Silce menitipkan ikan di lemari es Fanti dan sebagai penyewanya, Fanti mendapatkan seekor ikan dari Silce.
Fanti mengeluarkan ikan dari dalam lemari es dan segera memotong ikannya menjadi bagian yang kecil-kecil.
Saat Fanti sedang membuat bumbu untuk ikan yang akan dimasaknya, Kenli sudah kembali dari bekerja.
Seraya membuat bumbu untuk memasak Fanti juga sedang menggiling pakaian di mesin cuci. Melihat itu Kenli turut membantu Fanti untuk memblender cabe dan rempah lainnya.
"Ini bumbu giling?" Tanya Kenli.
"Iya, semuanya!!" Jawab Fanti dengan jelas.
Kenli segera memotong-motong bawang bersama cabe dan memasukannya ke dalam penggilingan.
Selesai dengan pakaiannya Fanti teringat ada sayur di kulkas. Fanti mulai membersihkan sayur itu dan mengirisnya dengan papan irisan sayur. Sedangkan Kenli membawah bumbu rempa ikan di dalam panci yang sudah terdapat ikan dan rempa lainnya.
"Ini di aduk sekalian?" Tanya Kenli memastikan.
"Iya! Seperti biasa!" Jawab Fanti tengah mengiris sayur.
Kenli mencampur seluruh bumbu dan ikan sekaligus, kemudian memberi sedikit minyak goreng lalu memasang kompor dan mulai memasak ikan.
15 menit kemudian ikan sudah disiap. Fanti meneruskan dengan membuat sayur.
Saat hampir selesai memasak Jonatan suami Vira, Keponakan dari Fanti menelvon.
"Ma. Ma. Kak Jo, telvon." Ujar Dafa pada Fanti.
"Angkat saja!" Jaqab Fanti meneruskan masakannya.
"Hallo," jawab Dafa lalu menyalahkan loospeaker di handphone.
"Hallo, Dafa! Papa mana?" Tanya jonatan.
"Ada,"
"Iya, ada apa?" Kenli meraih handphone di tangan Dafa.
"Kak, motornya sudah jadi. Tadi aku lihat sudah di parkir di jalan depan bengkel." Ucap Jonatan di panggilan telvon.
"Oh, iya! Nanti sebentar lagi, aku cek ke sana." Jawab Kenli.
"Iya, Kak. Cuma mau bilang itu saja!" Ucap Jonatan.
"Iya, ma kasih. Udah dikasih tau." Jonatan kemudian mematikan panggilannya, Kenli pun mengembalikan handphone pada Dafa karena dia sedang menonton waktu Jonatan menelvon.
******
Selesai makan, Kenli pergi ke bengkel untuk melihat motornya.
"Mau ke mana Pa?" Tanya Dafa.
"Mau ngambil motor di bengkel!" Jawab Kenli.
"Uangnya?" Sambung Fanti bertanya.
"Ambil Minta uang kerjaku tadi sama Ranti." Jawab Kenli, Fanti mwmbiarkannya saja. Kalau masalah motor kesayangannya nggak bisa di ganggu gugat.
Kenli sudah pergi ke bengkel, untuk melihat motornya di bengkel. Di rumah tinggal Fanti dan anak-anak yang berbaring di kasur bersantai.
******
Kenli sudah sampai dengan di antar Afdi ke bengkel.
"Gimana Rul?" Tanya Kenli yang baru masuk ke dalam bengkel.
"Sudah jadi pak! Mantap, udah gampang nyalanya." Jelas Arul.
"Berapa ongkosnya?" Tanya Kenli lagi.
"100 ribu saja pak." Kenli mengeluarkan uang dari saku celananya dan memberikan pada Arul.
"Ma kasih ya!" Ucap Kenli.
"Sama-sama!"
"Saya bawah pulang ya, motornya." Ujar Kenli dan kembali keluar dari bengkel.
"Iya, semoga lama lagi kembali ke sini ya!" Ucap Arul.
"Iya!!" Kenli mengendarai motornya kembali ke rumah dengan bahagia.
Sekarang tidak susah lagi untuknya, jika ada keperluan apa-apa tinggal gas saja! Pikirnya.
Tak sampai 10 menit kenli sudah sampai di rumah, anak-anak pun turut bahagia melihat motor mereka sudah kembali.
"Sudah jadi ya Pa!" Tanya Dafa memastikan.
"Iya!" Jawab Kenli singkat.
"Berapa ongkosnya?" Tanya Fanti.
"100 ribu!" Jawab Kenli dan memberikan uang sisa yang dia bawah.
'Murah sekali!' Batin Fanti dan menerima uang yang disodorkan Kenli.
Fanti yang sedang berbaring seketika bangkit dan berjalan kearah dapur.
"Fan, bikin kopi dong!" Ujar Kenli dari ruqng tv.
"Ya!" Jawab Fanti dengan setengah berteriak.
"Kes, ambilkan nasi untuk Rici makan." Pinta Fanti.
Kesyi segera mengambil piring dan menyendok makanan untuk Rici.
Selesai membuat kopi, Fanti meletakan di sebelah Kenli yang sedang berbaring.
"Fan, pisang yang tadi goreng dong." Minta Kenli.
Sewaktu siang tadi sepulangnya Kenli dari bekerja dia membawah pisang yang sudah setengah masak. Dia mendapatkan pisang itu dari kebunnya bekerja. Tidak ada orang yang melarang mengambil buah-buah di kebun itu kecuali kelapanya, karena kelapa menghasilkan uang untuk sang pemilik.
"Iya. Mau pakai terigu?" Lanjut Fanti.
"Iya." Kenli bangkit lalu berjalan ke arah depan.
Fanti memulai mengupas pisang dan meminta bantuan Kesyi untuk mencuci panci dan membuat adonan terigu.
"Kes, sudah selesai makan?" Tanya Fanti.
"Iya!"
"Tolong cuci pancinya dan buat adonan terigu." Pinta Fanti.
"Iya Ma!" Jawab Kesyi, dia berjalan kearah tempat cuci piring dan mengambil panci untuk di cuci.
Selesai mencuci panci Kesyi membukanlemari es dan mengambil terigu yang disimpan di sana. "Ma yang ini?" Tanya Kesyi memastikan dan mendapat anggukan dari Fanti.
Kenli yang berada di luar, tiba-tiba Kenli menyalahkan mesin motornya dan membawahnya ke belakang rumah.
'Mau ke mana orang itu?' Batin Fanti, dan motor yang Kenli kendarai berhenti tepat di depan kamar mandi. Ternyata Kenli ingin mencuci motornya.
Fanti mengarahkan Kesyi cara membuat adonan. Setelah selesai, Fanti mulai menggoreng pisang yang telah di iris-iris.
******
.
.
.
.
By... By...
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments