Senin, 19 desember 2022

Senin, 19 desember 2022

Pagi ini Fanti bangun dari tidurnya, tepatnya bukan pagi lagi karena jarum jam dinding yang tergantung kini sudah hampir di angka 10. Pukul 09 levih 25 menit tepatnya.

'Ini gara-gara nonton bola semalam!' Umpat Fanti di benaknya. Fanti bangkit dari kasur, karena sudah sangat siang sekali.

'Ahh, anak-anak tidak sekolah.' Batinnya.

"Kes, masak air untuk buat teh." Pinta Fanti.

Kesyi segera mengerjakan yang di perintahkan Fanti. Setelah teh siap Kesyi mengantarkan di mana Fanti sedang duduk, ruang tamu.

"Papa ke mana, Kes?" Tanya Fanti.

"Nggak tau!" Jawab Kesyi.

"Rici di mana?" Tany Fanti.

"Tadi Dafa ajak dia jalan ke rumah uak!" Jaqab Kesyi dan Fanti hanya mengangguk faham.

Saat ini Kenli sudah tak berada di rumah! Entak kemana dia pergi sekarang. Hubungan antara keduanya masih juga menegang, baik Kenli dan Fanti sama-sama bersikap cuek. Walaupun begitu Fanti tetap mengerjakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.

Selesai dwngan acara sendiri, minum teh Fanti beranjak untuk memasak, dia ke dapur dan melihat persiapan yang masih ada di kulkas.

Fanti melihat nasi di penanak yang hanya tinggal sedikit, akhirnya berinisiatif untuk memasak nasi lebih dulu.

"Kes, lihat kalau papa ninggalin uang buat beli beras!" Pinta Fanti.

"Ada Ma," jawab Kesyi.

"Ohh, yasudah sana beli beras buat masak." Pinta Fanti lagi.

Kesyi segera pergi ke warung untuk beli beras. Sekembalinya Kesyi daro membeli beras, Fanto segera menanak beras itu di megic com.

Fanti melihat ikan di kulkas dan akhirnya mengambil untuk di masak. Ada 6 ekor ikan di kulkas, namun hanya ikan yang kecil-kecil saja.

'Cukuplah buat sampai siang nanti!' Batin Fanti. Setelahnya dia memanaskan sisa sayur kemarin.

Tak berselang lama setelah selesai Fanti memasak, saat ini dia sedang duduk di sofa dapur. Sofa yang sudah lubang di tengahnya dan tinggal karetnya saja yang dapat menopang tubuh Fanti. Kesyi sedanh mencuci piring, Kenli kembali dengan membawah sebungkus sayur yang di balut daun pisang telah di tenteng di tangannya.

Kenli masuk dan meletakan sayur itu di samping tempat dudul Fanti. Dia kembali berjalan ke arah luar dapur.

"Kes, ajak papamu makan! Makanan sudah masak!" Pinta Fanti saat menyadari mungkin dia sudah lapar sekarang.

"Pa, makanan sudah masak. Makanlah!" Pinta Kesyi.

Kenli segera kembali ke dalam dapur, mengambil piring dan mengisinya dsngan makanan.

Fanti meneruskan kegiatannya, saat ini dia akan mencuci baju.

******

Sore menjelang, Kenli pun telah menghilang dari rumah. Entah kemana dia pergi, Fanti pun tahu.

Sampai hari akan menunjukan hampir magrib Kenli tak kunjung pulang juga.

Masakan tadi siang telah habis, hari sudah petang Fanti harus memasak kembali. Dia mengambil sayur yang di bawah Kenli tadi, membersihkan lalu membuat bumbu untuk di masak.

Tak lama kemudian Kenli telah tiba di rumah, entah ke mana dia pergi hingga baru pulang ketika petang. Fanti pun tak mempertanyakan padanya ke mana dia pergi, walaupun dia sangat khawatir sebenarnya.

Selesai memasak sayur, di penanak nasi sudah tak tersisa lagi, Fanti hanya diam saja. Karena memang uang yang di miliki sudah habis sama sekali.

Kenli tahu jika uang mereka sudah habis, ketika Fanti sedang memasak sayur di dapur entah ke mana dia pun mendapatkan uang untuk membeli beras, entah meminjam atau kasbon pada Ranti.

"Daf, beli beras sama roko di warung!!" Pinta Kenli.

"Iya, aku minta seribu ya Pa!" Ucap Dafa.

"Iya, sana pergi!!" Kenli mengiyakan.

Dafa pun pergi dan segera kembali menjinjing kantong yang di isi beras. Kenli mengambil kantong itu dan segera menanak nasinya.

Setelah semua masak, satu-persatu dari mereka dan segera makan.

Seperti beberapa malam sebelumnya, Kenli akan tidur di kamar depan bersama Dafa dan Fanti, Rici dan Kesyi tidur di kasur depan tv.

Keadaan itu terjadi sudah beberapa hari terjadi, walaupun di antara mereka ada rasa rindu namun rasa gengsi lebih besar dari rasa rindu itu sehingga mereka harus saling diam sampai sekarang.

******

Kesyi segera pergi ke warung untuk beli beras. Sekembalinya Kesyi daro membeli beras, Fanto segera menanak beras itu di megic com.

Fanti melihat ikan di kulkas dan akhirnya mengambil untuk di masak. Ada 6 ekor ikan di kulkas, namun hanya ikan yang kecil-kecil saja.

'Cukuplah buat sampai siang nanti!' Batin Fanti. Setelahnya dia memanaskan sisa sayur kemarin.

Tak berselang lama setelah selesai Fanti memasak, saat ini dia sedang duduk di sofa dapur. Sofa yang sudah lubang di tengahnya dan tinggal karetnya saja yang dapat menopang tubuh Fanti. Kesyi sedanh mencuci piring, Kenli kembali dengan membawah sebungkus sayur yang di balut daun pisang telah di tenteng di tangannya.

Kenli masuk dan meletakan sayur itu di samping tempat dudul Fanti. Dia kembali berjalan ke arah luar dapur.

"Kes, ajak papamu makan! Makanan sudah masak!" Pinta Fanti saat menyadari mungkin dia sudah lapar sekarang.

"Pa, makanan sudah masak. Makanlah!" Pinta Kesyi.

Kenli segera kembali ke dalam dapur, mengambil piring dan mengisinya dsngan makanan.

Fanti meneruskan kegiatannya, saat ini dia akan mencuci baju.

******

Sore menjelang, Kenli pun telah menghilang dari rumah. Entah kemana dia pergi, Fanti pun tahu.

Sampai hari akan menunjukan hampir magrib Kenli tak kunjung pulang juga.

Masakan tadi siang telah habis, hari sudah petang Fanti harus memasak kembali. Dia mengambil sayur yang di bawah Kenli tadi, membersihkan lalu membuat bumbu untuk di masak.

Tak lama kemudian Kenli telah tiba di rumah, entah ke mana dia pergi hingga baru pulang ketika petang. Fanti pun tak mempertanyakan padanya ke mana dia pergi, walaupun dia sangat khawatir sebenarnya.

Selesai memasak sayur, di penanak nasi sudah tak tersisa lagi, Fanti hanya diam saja. Karena memang uang yang di miliki sudah habis sama sekali.

Kenli tahu jika uang mereka sudah habis, ketika Fanti sedang memasak sayur di dapur entah ke mana dia pun mendapatkan uang untuk membeli beras, entah meminjam atau kasbon pada Ranti.

"Daf, beli beras sama roko di warung!!" Pinta Kenli.

"Iya, aku minta seribu ya Pa!" Ucap Dafa.

"Iya, sana pergi!!" Kenli mengiyakan.

Dafa pun pergi dan segera kembali menjinjing kantong yang di isi beras. Kenli mengambil kantong itu dan segera menanak nasinya.

Setelah semua masak, satu-persatu dari mereka dan segera makan.

Seperti beberapa malam sebelumnya, Kenli akan tidur di kamar depan bersama Dafa dan Fanti, Rici dan Kesyi tidur di kasur depan tv.

Keadaan itu terjadi sudah beberapa hari terjadi, walaupun di antara mereka ada rasa rindu namun rasa gengsi lebih besar dari rasa rindu itu sehingga mereka harus saling diam sampai sekarang.

.

.

.

.

By... By...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!