Minggu, 11 desember 2022

Minggu, 11 desember 2022

Pagi ini, Kenli tidak bekerja. Dia berencana mengecek motornya di bengkel.

"Aku mau cek motor di bengkel. Apa sudah jadi atau belum." Ucap Kenli pada Fanti.

Kenli dan Fanti sedang duduk di ruang tamu, sambil minum teh.

"Ya! Pergilah." Pinta Fanti.

"Nanti kalau Bahar mau ke toko antar bahan, panggilin. Aku mau nebeng." Ucap Kenli.

Mereka masoh duduk-duduk di sofa ruang tamu, terlihat bahar suami Ranti tengah menata bahan-bahannya yang akan di antarkan ke toko.

"Itu Bahar sudah siap, tapi masih ngopi." Ujar Fanti.

Kenli melihat itu, dan segera bersiap-siap.

"Dafa panggilin uak. Bilang papa mau nebeng sampai ke bengkel." Pinta Fanti saat melihat Bahar sudah menyalakan mesin motornya.

"Uak!" Panggil Dafa dengan berteriak. Kenli segera keluar, menyusul Bahar.

"Nggak bisa ini. Ranti juga mau ikut." Ujar Bahar. "Ada motornya Afdi di rumah, kamu suruh antar sama Ferdi saja. Afdi masih tidur." Lanjut Bahar.

"Ya sudah, kalau begitu aku sama Ferdi saja." Ucap Kenli.

kenli pergi menuju rumah Bahar untuk melihat Ferdi, namun Ferdi masih tidur. Akhirnya Kenli mengajak suami Vira yaitu Jonatan.

"Jo, kamu ngapain." Tanya Kenli.

"Nggak ada kak!" Jawab Jonatan.

"Jo, anterin aku liat motor di bengkel." Minta Kenli.

"Oh, iya. Lagi ngopi Kak, sebentar lagi boleh?" Tawar Jonatan.

"Oh, iya. Nanti aku tunggu di rumah ya."

"Iya Kak!" Jawab Jonatan sambil menyeruput kopinya.

Kenli kembali ke rumah. "Ada apa? Ferdi tidak ada?" Cecar Fanti.

" Masih tidur. Nanti Jo yang akan mengantarku, tapi dia masih ngopi." Jawab Kenli.

"Oh, ya sudah di tungguin aja!" Fanti masih di sofa, duduk sambil bermain handphone.

Tak lama kemudian Jonatan sudah keluar dengan motor temannya, Kenli langsung beranjak dari duduknya dan mereka pun pergi bersama.

******

Sampai di bengkel Kenli segera masuk dan bertemu pemilik bengkel.

"Gimana Rul?" Tanya Kenli.

"Eh, sory. Pak Ken. Alat yang bapak bawah saya baru pasangin. Bapak saya lupa bilang. Baru di bilang tadi pagi alatnya sudah ada. Jadi saya baru selesai pasang." Jawab Arul, anak pemilik bengkel pak Imo.

"Iya! Tidak apa-apa, saya cuma liat aja dulu. Siapa tau ada yang kurang." Sambung Kenli.

"Iya Pak. Sebenarnya ini sudah jadi, tapi masih ada yang mau dibersihkan. Takutnya penyakitnya kambu lagi." Ucap Arul.

"Ya, sudah. Nggak apa-apa, nanti saya datang lagi kalau sudah selesai." Pamit Kenli.

"Iya Pak. Tapi besok sudah bisa kok ini. Nanti sebentar lagi saya buka klepnya buat di bersihkan. Besok pasti sudah selesai." Ujar Arul.

"Ok. Saya pergi dulu." Ucap Kenli.

"Iya Pak." Jawab Arul.

Kenli akhirnya kembali ke rumah bersama Jonatan. Sampai di rumah Fanti sedang makan di ruang tamu, nasi dan telur dadar itulah menunya.

"Bagaimana?" Tanya Fanti setelah sampai.

"Sudah jadi alat yang kita beli! Tapi masih ada yang harus di kerja juga, tapi kata Arul tadi besok sudah jadi pasti." Jawab Kenli sembari duduk di sofa.

"Oh, sudahlah yang penting cara mereka bagus. Nggak seperti bengkel-bengkel yang lain." Fanti beranjak dari duduknya untuk membawah piring yang dipakainya makan.

"Iya." Kenli membenarkan. "Aku sudah lapar!" Ujar Kenli.

"Belilah, makanan yang mau kau makan." Usul Fanti.

"Makan apa ya enaknya?" Kenli meminta saran.

"Apa saja. Terserah kamu. Aku hanya beli telur 1 satu saja tadi, terus di pakein cabe ijo potong-potong." Jelas Fanti.

"Mana?" Tanya Kenli.

"Ini," tunjuk Fanti di piringnya yang tingal sepotong kecil.

"Ku kira udah di buatin!" Jawab Kenli. "Kesyi, beliin papa mie instan." Pinta Kenli.

Kesyi langsung mengambil uang dan pergi untuk membeli mie istan. Sekembalinya Kesyi Kenli langsung menyalahkan kompor dan dan memasak air untuk membuat mie.

*******

Selesai makan, Kenli yang berbaring di sofa tertidur, begitu pun Fanti cuciannya terlupakan karna rasa kantuknya dan tertidur pula di kasur depan tv.

Kesyi dan Dafa pergi bermain dengan membawah Rici bersama mereka.

Tak terasa sudah 1 jam Kenli dan Fanti tertidur. Kesyi, Dafa dan juga Rici telah kembali ke rumah.

Rici mendekati Kenli dan membangunkannya.

"Papa! Papa! Maung (bangun)." Panggil Rici.

"Aah, Rici. Kamu audah pulang. Pergi sama mama sana bangunin." Pinta Kenli menunjuk Fanti yang sedang tidur di kasur.

Rici tidak peduli dengan apa yang di katakan Kenli kemudian kembali pada Kesyi untuk bermain.

Melihat Rici yang pergi kembali bermain dengan Kesyi, Kenli bangkit dan mendekati Fanti yang tertidur pulas di kasur. Dengan jahil Kenli berbaring menghimpit Fanti yang berada di kasur.

Karena merasa terganggu Fanti terbangun dari tidurnya.

"Hmm..." Keluh Fanti saat merasa tidurnya terganggu.

"Hei, kau tidur lama sekali." Ujar Kenli yang terus saja mengusik Fanti.

"Jangan dong! Kamu juga tidur tadi." Kesal Fanti.

"Tapi kamu yang paling lama tidur."

"Akhirnya Fanti membuka matanya, tapi tubuhnya terasa berat untuk bangun dari kasur.

"Ma. Ma. Ma. T*** deda! (Asi aku!)." Rici datang dan mulai mengganggu dua pasangan itu.

Karena tidak ingin ingin diganggu dengan badan yang masih terasa lemas pasca bangun tidur, Fanti memberikan uang 2 ribuan pada Rici untuk jajan.

Rici mengambil uang itu dan segera berlari kearah Kesyi. "Tata, Tata. Bi. (Kaka, Kaka. Beli)." Ajak Rici pada Kesyi yang sedang asyik bermain handphone.

"Ahh, Rici. Ganggu aja." Kesyi meletakan handphonenya dan segera membawah Kesyi pergi ke warung.

******

Kenli Sedang berada di kebun belakang rumah, mencangkul rumput tanaman kacang yang dia tanam.

"Aku mau tukar uang koin di mini market depan." Ucap Fanti. "Sama Kesyi juga." Lanjutnya.

"Ya, pergilah." Jawab Kenli.

"Rici ku tinggal di sini."

"Iya," jawab Kenli lagi sambil terus mencangkul.

Fanti segera bersiap-siap untuk pergi ke minimarket depan jalan.

"Kes, bawah Rici sama papa. Kita ke minimarket depan, tukar koin." Pinta Fanti.

Kesyi pun langsung mengantarkan Rici pada Kenli.

"Ayo, Kes!" Ajak Fanti yang telah siap.

"Sendal mama mana?" Tanya Fanti.

"Di depan. Terjemur matahari itu. Di bawah Rici tadi." Jawab Kesyi dengan menunjuk.

"Ayo." Fanti langsung berjalan menuju keluar dan mengambil sendalnya lalu pergi.

Karena Rici yang suka mengganggu pekerjaan Kenli. Kenli mengajaknya pergi dari kebun belakang.

"Rici, ayo kita pergi ke uak." Ajak Kenli pada sibungsu.

"Ua. Ua. Ua." Ocehan Rici saat di ajak Kenli.

Sedangkan di minimarket depan Fanti sedang menunggu penjaga toko mwnghitung kembali uang koin yang di bawahnya.

"Na, bagus ini. Sudah di kantong-kantong dan isi dengan jumlahnya pula." Ucap penjaga toko.

"Iya! Supaya nggak ribet aja. Gampang hitungnya." Jawab Fanti.

"Bagus itu. Yang lain datang bawah koin berhambur begitu saja." Tambah Penjaga toko.

Selesai dengan pekerjaannya menukar uang koin, Fanti dan kesyi kembali pulang ke rumah.

.

.

.

.

By... By...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!