Minggu, 18 desember 2022

Minggu, 18 desember 2022

Pagi ini Kenli sudah bangun, seperti pagi-pagi sebelumnya dia akan bangun lebih dulu dari Ranti.

Dafa pun sudah bangun, karena hari ini hari minggu tidak sekolah, mereka hanya bersantai di rumah.

"Daf, papa mau pergi ke pantai, cari ikan!!" Ucap Kenli pada Dafa yang sedang memainkan handphone.

"Aku boleh ikut nggak?" Tanya Dafa.

"Nggak usah. Mama masih tidur, entar kamu bilang sama mama papa pergi cari ikan di pantai." Ujar Kenli.

"Ya!! Tapi aku ingin ikut!" Dafa memelas.

"Nggak usah!! Nanti mama marah! Tunggu di rumah aja main hp, sebelum mama sama kakak bangun!!" Bujuk Kenli pada Dafa.

Dafa pun mengikuti perkataan Kenli, bermain dan menonton di handphone.

Kenli telah pergi sejak pagi sekali. Dan saat ini Fanti baru bangun dari tidurnya, badannya terasa berat, tidak enak untuk bangun.

Pagi ini Kenli sudah bangun, seperti pagi-pagi sebelumnya dia akan bangun lebih dulu dari Ranti.

Dafa pun sudah bangun, karena hari ini hari minggu tidak sekolah, mereka hanya bersantai di rumah.

"Daf, papa mau pergi ke pantai, cari ikan!!" Ucap Kenli pada Dafa yang sedang memainkan handphone.

"Aku boleh ikut nggak?" Tanya Dafa.

"Nggak usah. Mama masih tidur, entar kamu bilang sama mama papa pergi cari ikan di pantai." Ujar Kenli.

"Ya!! Tapi aku ingin ikut!" Dafa memelas.

"Nggak usah!! Nanti mama marah! Tunggu di rumah aja main hp, sebelum mama sama kakak bangun!!" Bujuk Kenli pada Dafa.

Dafa pun mengikuti perkataan Kenli, bermain dan menonton di handphone.

Kenli telah pergi sejak pagi sekali. Dan saat ini Fanti baru bangun dari tidurnya, badannya terasa berat, tidak enak untuk bangun.

Ini semua gara-gara Fanti yang tidak bisa tidur semalam, pikirnya. Semalam Fanti susah untuk dapat memejamkan matanya hingga jam menunjukan pukul 03.00 pagi Fanti belum juga kunjung tertidur.

"Ma, papa ke pantai cari ikan katanya!" Ucap Dafa seperti pesan Kenli padanya.

"Hm!" Fanti hanya berdehem karena rasa kantuknya masih hinggap di matanya.

Karena hari yang telah siang, dengan mata yang masih terasa pedih karena kurang tidur, Fanti berusaha bangkit dari kasur dengan badan yang terasa lemas.

Pukul 10.00 siang, Kenli kembali ke rumah dari pantai. Namun dia kembali hanya dengan 10 jarinya. Kenli tak membawah seekor ikan pun. Fanti tak mempertanyahkan pada Kenli perkara dia ke pantai. Hubungan ke duanya masih menengang hingga siang ini, tak ada yang banyak bicara di antara mereka, hanya seadanya saja.

Sudah pukul 01.00 siang tapi hanya ada nasi di penanak, tak ada teman untuk memakannya. Akhirnya Fanti memutuskan untuk untuk membuat sayur saja. Sayur seperti biasa yang ada di kebun belakang rumah.

Fanti meminta Kesyi untuk memetik sayur untuk di masak dan Kesyi memanggil Dafa untuk menemaninya.

"Kes," panggil Fanti.

"Ya!"

"Petik sayur di kebun buat kita masak, dibikin santan saja." Ujar Fanti.

"Daf-Daf!!" Panggil Kesyi dengan setengah berteriak.

"Iya, ada apa?" Jawab Dafa.

"Ayo, temani aku petik sayur di kebun!!" Ajak Kesyi.

"Hii, emangnya kamu takut, siang-siang gini?" Ketus Dafa.

"Ayo, mama yang nyuruh. Mau di masak!" Kesyi memaksa.

Akhirnya Dafa mengikuti Kesyi ke kebun belakang memetik sayur, dia juga mengajak Riko bersama mereka.

Riko adalah anak pertama dari Vira dan Jonatan, yang artinya sama seperti keponakan untuk Kesyi dan Dafa. Namun karena umur yang tak terpaut jauh, mereka berteman seperti kakak beradik.

Sekembali Kesyi dan Dafa dari kebun, dia langsung membersihkan sayur dan mulai mengiris menjadi bagian yang kecil-kecil. Fanti pun yang sedang menidurkan Rici segera beranjak membantu Kesyi.

Belum selesai sayur yang di iris, tiba-tiba Rici sudah bangun dari tidurnya. Fanti segera mengambil Rici yang berada di kasur.

Melihat Rici yang telah bangun dan digendong oleh Fanti, Kenli.langsung saja, mengambil kelapa yang masih terbu gkus dengan kulitnya.

Kenli segera mengupas kelapa dan mencukurnya memakai cukuran kelapa manual.

Rici telah bermain sekarang setelah Fanti membarikannya asi. Fanti segera kembali untuk membuat bumbu untuk sayur yang akan di masaknya.

Setelah selesai Fanti segera memasaknya, karena jam yang sudah menunjukan pukul 13.40, pasti semua sudah lapar pikirnya. Akhirnya Fanti memasak dengan cepat agar mereka bosa segera makan siang ini.

Dan benar saja, saat sayur yang di masak Fanti baru matang dan dipindahkan ke wadahnya, semua segera mengambil piring untuk makan tak terkecuali juga Fanti yang segera menyendok nasi untuknya sendiri.

Selesai makan karena mengantuk Fanti segera berbaring di kasur dan memejamkan matanya sebentar. Kenli pun sudah masuk ke dalam kamar dan berbaring juga.

Namun Kenli tak bisa tidur, karena semalam dia tidur sangat pulas saat jam masih mrnunjukan pukul 20.00. Kenli memutuskan pergi ke kebun mengcangkul rumput di dalam tanaman kacang yang sudah tumbuh setengah dari dari saat akan panen.

Setelah selesai mencangkul di kebun, Kenli memutuskan juga mengganti kayu-kayu tiang kamar mandi yang telah busuk. Sebenarnya sudah dari beberapa bulan lalu tiang di kamar mandi sudah mau roboh, mungkin hari ini dia baru mendapatkan waktu yang pas untuk menggantinya.

Fanti bangun pukul 17.00, tapi matanya masih sangat berat untuk di buka. Dan Fanti hanya diam di atas kasur, walaupun matanya sudah terbuka lebar.

Kenli mengambil tabung gas, untuk isinya di pangkalan tempat penjualan gas. Sejak tadi Fanti selesai memasak gas sudah habis sama sekali.

Sekembali Kenli dari membeli gas ternyata dia juga membeli ikan. Fanti yang merasa kurang enak badan memutuskan untuk menidurkan Rici saja.

Melihat itu, Kenli segera bergerak cepat, memasang gas yang baru dibelinya tadi dan memasak ikan karena dia sudah lapar.

Setelah selesai memasak Kenli langsung saja makan dan mengajak yang lainnya kecuali Fanti. Fanti pun tak mempermasalahkan itu, dia sudah hafal dengan sikap Kenli yang dingin dan kaku. Pertengkaran mereka akan berakhir nanti di ranjang, begitulah selalu yang terjadi di antara mereka.

Fanti akan makan saat dia sudah merasa lapar, tapi untuk saat ini perutnya sedang tidak enak, mungkin pengaruh dia yang kurang tidur semalam.

Saat ini, Kenli, Dafa dan Rici telah tertidur, tetapi tidak dengan Fanti dan Kesyi. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Kesyi yang sedang membuat dirinya agar tidak bosan dan Fanti yang berkutat mengumpulkan pekerjaannya walaupun hasilnya masih lama untuk di dapat, mungkin sekitar 3 bulan lagi. Tapi menurutnya biarlah, 'kan kerjanya hanya curi-curi waktu saja, hitung-hitung kumpul uang buat hari raya idul fitri nanti.

.

.

.

.

By... By....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!