Perangkap

"Jadi, bagaimana jika kita langsung pada intinya saja?" ucap sosok pucat itu yang kontan membuat Lisa menelan ludahnya susah payah.

Secepatnya gadis itu membalikkan tubuhnya kemudian berlari. Melarikan diri sejauh mungkin dari sosok vampir yang kini mulai mengejarnya dibelakang.

Belok kiri, belok kanan. Lurus. Belok lagi, entahlah Lisa hanya mengikuti kemana kakinya akan membawa dia pergi. Meski rasanya kedua anggota gerak itu mulai nyeri.

Lisa masih saja mencoba sebisa mungkin untuk kabur.

Bruks!

Tanpa sadar, keseimbangan tubuhnya goyah karena tersandung akar pohon yang mencuat di depan. Kontan, tubuh mungil Lisa langsung berguling-guling di atas dedaunan kering.

Belum sempat gadis itu bangkit dari posisinya, vampir itu sudah dulu melesat turun. Hampir menjangkau tubuh Lisa namun sudah dulu gadis itu tahan dengan sebatang pohon tua Cemara yang berhasil ia ambil disamping tubuhnya.

Susah payah, Lisa menahan bobot tubuh vampir yang kini berjongkok di atas batang kayu yang gadis itu pegang. Tak hanya itu, Lisa juga harus memasang kewaspadaan penuh saat si vampir mulai melayangkan sabetan dari kuku-kukunya yang runcing secara tiba-tiba.

"Haah, hiyat!" Dengan kekuatan penuh, Lisa mencoba melempar batang kayu itu sekuat tenaga.

Awalnya berhasil, bahkan si vampir berhasil Lisa buat berpindah dari tempatnya tadi. Namun, karena hal itu pula pipi kanannya harus mendapatkan luka gores yang cukup panjang.

Meringis pelan, Lisa berusaha menyeka darahnya yang mulai mengalir dengan punggung tangan. Dilain sisi, netra cokelatnya melihat penuh waspada pada si vampir yang kini masih mengintai dirinya di atas batang pohon Cemara lain.

'Apa yang harus aku lakukan?' batinnya kalut.

Pasalnya, jika Lisa terus melawan. Kesempatan untuk dirinya menang begitu sulit. Selain itu, dia juga tidak yakin apakah masih bisa melawan balik si vampir yang makin lama makin buas saja menyerangnya.

Disaat lengah itulah, si makhluk pucat tadi kembali menerjang tubuh Lisa hingga membuat gadis itu terjatuh dan berguling-guling ke dasar jurang.

***

Damian benar-benar meninggalkan pertempuran dan pasukannya setelah mendapat mindlik dari Zhask yakni wolfnya, seorang diri.

Pria itu berlari dengan kecepatan penuh, meskipun belum berubah bentuk menjadi seekor serigala membelah kegelapan hutan.

Berbekal dengan aroma manis yang makin lama makin menguat memasuki indera penciumannya. Damian menjadi yakin, jika dia benar-benar memiliki seorang mate.

Fyi, rupanya Damian bukan serigala yang dikutuk tidak memiliki pasangan.

Cukup senang mengetahui hal itu, hanya saja. Damian juga merasa sesuatu mencubit hatinya saat teringat kembali sosok Lisa.

Huft, sangat disayangkan sih. Tapi, dia juga tidak bisa berbuat apapun lagi. Karena mate, manusia serigala tak bisa memiliki pasangan lain, kecuali dia mereject matenya sendiri.

Namun dalam kasus ini, Damian tak bisa melakukan hal itu sesukanya. Selain karena Zhask. Seorang mate juga jodoh yang telah ditentukan oleh Moon Goodnes dan semesta.

Hanya kurang dari sepuluh menit, Damian telah memasuki area tengah hutan. Terlihat pria itu berhenti sejenak sebelum akhirnya kembali berlari ke arah selatan.

Makin lama, sesuatu yang belum pernah Damian rasakan sebelumnya mulai terasa. Dari dirinya yang seperti mabuk akan sesuatu, bak candu. Juga debaran dari jantungnya yang mulai berdetak tak menentu.

Apakah begini, rasanya bertemu dengan pasangan sejati? Bahkan Damian dulu tak pernah membayangkan jika dia akan merasakan momen seperti ini.

Berdebar hebat layaknya seseorang yang dilanda badai asmara. Sekaligus, rasa rindu yang menggebu karena tak pernah melihat sosok pujaan hati dalam jangka waktu yang begitu lama.

Jujur, Damian makin tak sabar untuk bertemu dengan matenya.

Tetapi ...

Langkah kaki pria itu harus terhenti di tempat. Saat netra segelap malam miliknya, mendapati orang yang paling dia rindukan tengah terbaring di atas tanah dan berusaha menahan serangan dari seorang vampir.

Sedikit lagi, sosok vampir itu berhasil menggapai leher Lisa. Namun, Damian sudah terlebih dulu berlari seraya berubah wujud.

Detik itu juga, serigala Damian menerjang dengan buas sosok vampir itu. Mengoyak lehernya dengan membabi buta, hingga sosok itu mati seketika.

Grrr ...

Au ...

Setelah itu, lolongannya terdengar memenuhi segala penjuru. Membuat Lisa yang masih terdiam diposisinya seketika bangkit untuk berlari ke arah serigala Damian.

Dipeluknya tubuh serigala Damian begitu erat sambil terisak. Lisa bahkan sampai menenggelamkan wajahnya diantara kedua kaki hewan itu, saking besarnya ukurannya.

"Dam, hiks! Aku ... Takut!" ucap gadis itu tersengal-sengal.

Damian yang masih dalam wujud serigala, hanya bisa mencondongkan wajahnya sedikit kemudian mengusap-usap kepala Lisa secara bergantian untuk menenangkan.

"Ke-kenapa kau lama sekali datang? A-aku sendiri sampai berpikir, mungkin saja aku akan mat-"

"Grrrr!"

Ucapan Lisa seketika dipotong begitu cepat dengan geraman kesal Damian.

"Kau akan baik-baik saja selama ada aku di sini," ucap Damian lewat telepati yang anehnya dapat Lisa dengar.

Sayangnya, momen kebersamaan mereka tak berlangsung lama. Karena beberapa menit setelah itu, muncul beberapa sosok berkulit pucat lagi. Sekaligus beberapa ekor Rogue liar.

Ternyata, ini adalah jebakan. Mereka juga telah bersekongkol untuk menjebak Damian agar pergi seorang diri dengan Lisa sebagai umpan.

Naasnya, saat Damian dan Lisa menyadari hal itu. Keduanya telah dikepung dari masing-masing sisi oleh klan vampir sekaligus Rogue liar tadi.

'CK, sialan!' monolog Damian dalam batin.

Pria itu memang telah mengira hal ini namun, dirinya tak pernah menduga jika Lisa akan ikut masuk dalam bahaya.

Tidak, bagaimana pun juga Damian tak bisa membiarkan para makhluk menjijikan itu melukai Lisa. Bahkan jika sampai gadis itu tergores sedikit saja, Damian tak bisa tinggal diam di sini.

Cukup ia melihat luka gores dipipi gadis itu. Jangan yang lain lagi.

Melolong panjang. Damian segera memberi petunjuk kepada para pasukannya untuk bergegas ke tempat ini.

Sialnya, suara lolongannya segera digagalkan oleh salah satu Rogue liar yang langsung menggigit leher serigala Damian.

Karena hal itu pertarungan tak terhindarkan lagi. Namun, serigala Damian tak bisa melawan selain memposisikan diri untuk melindungi tubuh Lisa dari berbagai macam gigitan maupun cakaran yang membabi buta.

Lisa yang melihat hal itu hanya bisa terisak. Terlebih lagi saat melihat mata serigala berbulu abu keputihan itu. Lisa seakan mengetahui betapa sakitnya saat tubuhnya mulai tercabik hingga darah mulai membasahi bulu-bulu lembut itu.

Namun, sebelum gadis itu mengucapkan sepatah kata. Tubuhnya sudah lebih dulu serigala Damian dorong menjauh hingga membentur pohon Cemara di ujung.

"Uhukkk!" Lisa terbatuk darah segar.

Tapi matanya tetap saja melihat ke arah serigala Damian yang jaraknya beberapa meter. Yang kini terlihat mulai tak berdaya.

"Dam!" panggil Lisa lirih.

Entah mengapa dia merasakan kepalanya begitu pening, sekaligus kegelapan yang mulai menguar dimana-mana. Setelah itu, dia tak ingat apapun lagi.

Terpopuler

Comments

Sin

Sin

Semangat up, moga bisa menang!!

2022-12-04

1

Leo Nil

Leo Nil

atau Roselin?

2022-12-03

1

Leo Nil

Leo Nil

bisa jadi, bisa juga bapaknya Cleon wkwk

2022-12-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!