Bagian Yang Hilang?

Sam baru tersadar setelah kabut tebal semalam tiba-tiba menghilang. Tergantikan oleh sinar mentari dari sela-sela ranting dan dedaunan. Beserta juga dengan suara kicauan burung kecil yang berterbangan di angkasa.

Matanya mengerjap pelan. Meringis sedikit tatkala merasakan rasa sakit dibagian punggungnya yang masih mengeluarkan darah. Tampak alis tebalnya mengkerut, tangannya mengusap permukaan belakang tengkorak kepalanya dan menemukan noda darah di sana.

Hanya saja, Sam lupa. Tentang kejadian semalam. Ya, yang pria introvert itu ingat hanyalah, berjalan-jalan menyusuri hutan bersama dengan seorang teman. Tapi, dia lupa siapa orang itu, karena yang Sam ingat hanyalah hoddie berwarna merah cerah dan ransel berwarna abu.

"Aku ada dimana?" gumamnya pelan.

Tubuhnya terasa pegal dan susah untuk digerakkan. Seolah-olah, semua sendi-sendinya terlepas dari tempatnya.

Sam masih mengamati sekeliling. Melihat ke atas, ke arah langit yang begitu cerah hari ini. Terlihat warna biru membentang luas di angkasa, bersamaan dengan warna putih awan yang menggulung, menciptakan lukisan alam yang begitu menyejukkan mata.

Samar-samar setelahnya, Sam mendengar suara yang memanggil-manggil namanya. Tak hanya itu, dia juga mendengar gonggongan dari anjing pelacak yang lama-kelamaan terdengar semakin dekat ke arahnya.

Benar saja dugaan cowok itu. Tak berselang lama, muncullah beberapa anjing pelacak dari ras Belgian Malinois yang mengerumuni dirinya.

Jumlahnya ada dua ekor, masing-masing memutari tubuh Sam yang lemas tak berdaya di atas tanah sambil menggonggong keras.

Barulah setelah itu terlihat beberapa polisi dan relawan yang muncul. Dengan cepat mereka langsung berlari ke arah Sam. Membantu cowok itu bersandar pada akar pohon Cemara seraya melakukan pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit akibat luka parah dibagian tempurung kepala.

"Astaga, Sam! Apa yang telah terjadi padamu, Nak?"

Itu suara Mr. Petrus. Sam begitu mengenalinya, dikarenakan suaranya yang lembut dan unik. Akan tetapi, mata Sam kembali memberat. Tubuhnya juga ikut kehilangan daya, setelahnya cowok itu tidak ingat apapun lagi kecuali suara Mr. Petrus yang terus menyuruhnya agar tetap terjaga.

Pukul 19.00 malam, Sam kembali sadar. Kali ini indera penciumannya langsung disuguhkan bau cairan infus yang begitu menyengat. Sprei putih bergaris dan baju berwarna biru muda yang sudah melekat ditubuhnya. Terasa perban juga sudah terbalut rapi menutupi luka di kepala.

Pria penyendiri itu tampak berdecih. Memukul ujung dahinya sendiri, berusaha mengingat kejadian apa yang sebenarnya terjadi dan dia alami kemarin.

Hanya saja, ketukan dari pintu menyadarkan dirinya. Buru-buru Sam melihat ke arah sana dan mendapati seorang gadis berambut hitam yang hampir menutupi seluruh wajahnya seperti hantu.

"Rose, apa yang kau lakukan di sin-akh!" pekik Sam tiba-tiba.

Tangannya dengan cekatan memegangi bagian kepalanya yang kembali berdenyut-denyut, menyakitkan.

"Mengunjungimu, memang kenapa?" balas Roselin datar.

Gadis itu masih berdiri di ambang pintu menatap Sam dengan sorot mata yang begitu menakutkan. Tak ayal, Sam sedikit merasakan aura negatif menguar di sekelilingnya.

"Ah, begitu?" jawab Sam asal sembari menyengir.

Entahlah, pria itu mendadak kehilangan kata-kata begitu saja.

"Sam, apa kau tahu dimana Lisa?" tanya Roselin lagi. Tapi dia begitu menekankan kata-katanya di bagian nama 'Lisa'.

Memang kenapa dengan gadis itu? Sam bahkan tidak tahu dia ada di ... Ya Tuhan!

Mata Sam langsung melotot sempurna. Dia baru ingat jika teman yang menemani perjalanan dengan hoddie merah dan ransel abu itu, Lisa.

Dan kemarin, dengan bodohnya Sam berniat memperkosa gadis itu? Astaga!

Dimana hati nurani pria itu tempo hari?

"Kau baru ingat, huh?" ucap Roselin seolah tahu apa yang ada di dalam pikiran Sam.

Perlahan gadis dukun itu mulai melangkahkan kakinya mendekat, menuju kasur rumah sakit yang Sam tempati.

Derit dari sepatu pantofelnya mengalun, menciptakan sebuah alunan yang begitu mengusik pendengaran Sam. Bahkan, tanpa cowok itu sadari. Bulu-bulu halus ditengkuknya sudah meremang sejak beberapa menit yang lalu.

"Sam," panggil Rose.

Kini dirinya sudah berdiri tepat di sisi cowok pendiam itu. Wajahnya menghadap lurus ke arah dinding di belakang Sam dan sebelah poninya yang panjang tampak terkuak sedikit, menampilkan mata kanannya yang menatap horor dari samping.

Bibir Roselin yang pucat terlihat menyungging, membuat seutas senyum setan yang kemudian dibarengi dengan tawa iblis yang keluar.

"I want to play with you!" bisiknya kemudian, yang berhasil membuat Sam kesusahan hanya untuk mengambil oksigen disekitar.

Tak berselang lama setelah itu terdengar teriakan yang begitu menyakitkan sampai ke setiap sudut lorong-lorong di rumah sakit.

©©©

"Kesepakatan, katamu?" tanya Lisa.

Matanya melirik ke arah Damian yang hanya mengangguk-anggukan kepala tanpa mengalihkan perhatian dari depan wajahnya.

"Kalau itu hanya menguntungkan sebelah pihak aku menolak," ucap Lisa sembari mendorong bahu Damian supaya membuat jarak diantara keduanya.

Tentu saja, Damian yang langsung menerima penolakan terang-terangan begini tak tinggal diam. Dia kembali mencekal tangan Lisa kemudian memojokkannya sekali lagi ke arah batang pohon Cemara.

"Kau harus mau!" titahnya tanpa mau ditentang sama sekali.

Rahangnya tampak mengeras, dan urat-urat dilehernya terlihat menonjol.

Alis Lisa menaut tidak suka seketika. "Memang kau siapa berani menyuruh-nyuruhku, huh? Kau pikir kau, Tuhan? Bukan, kan!"

Ugh!

Ingin sekali Damian merobek mulut cantik itu. Hanya saja tangannya yang sudah terangkat tiba-tiba terhenti di udara.

Tidak bisa dipungkiri, Damian kesal bukan main. Nafasnya terdengar berat dan wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.

Sungguh. Jika dia tidak terpaku akan paras cantik gadis di depannya ini, sudah bisa dipastikan kepala cokelat itu sudah terpisah dari tempatnya sejak tadi.

"Kenapa? Aku benar, kan?" tukas Lisa seraya tersenyum remeh.

Kedua tangannya bersedekap di depan dada. Kemudian tatapannya angkuh menatap Damian yang berusaha mati-matian mengontrol emosi di tempatnya.

"Terserah!" kata pria itu.

Sorot matanya berubah tajam dan menusuk ke dalam tulang. Perlahan Damian mendekatkan kepalanya ke arah telinga Lisa, lantas berbisik.

"Terserah padamu. Tapi, jangan salahkan aku jika nanti akan ada banyak makhluk immortal yang akan kau temui di tempat ini. Ingat ini baik-baik, Nona. Kau itu hanyalah seorang mortal lemah yang akan dengan mudah kami lenyapkan dalam sekejap mata. Mungkin baru Rogue liar yang kau temui malam ini, namun jika kau masih bergeming ditempat ini. Akan banyak klan-klan lain yang lebih kejam mengincarmu. Aku pergi!" jelas Damian panjang lebar, sebelum membalikkan tubuhnya meninggalkan Lisa yang kehilangan kata-kata.

Jujur, ucapan pria sinting di depan gadis itu memang benar. Lisa hanyalah seorang manusia lemah yang kebetulan tersesat di tempat entah berantah ini.

Bisa saja, ucapan Damian akan terjadi jika dirinya masih berdiam diri di sini. Hanya saja, apa dia harus menerima kesepakatan itu?

Lisa bahkan belum tahu isi dari tawaran itu. Bisa saja, kan, pria sinting ini berniat buruk padanya. Atau dia berniat menjebaknya dan menjadikan Lisa sebagai budak ***. Astaga! Jika sampai itu terjadi, Lisa akan benar-benar membunuh Damian tanpa ampun.

"T-tunggu!" cegah Lisa terbata.

Hatinya memang tak menyetujui keputusan ini, akan tetapi logikanya mengatakan jika ucapan Damian itu benar.

Dengan ragu, Lisa mengangkat wajahnya yang sempat tertunduk tadi. Kemudian menatap punggung Damian yang rupanya sudah menghentikan langkah di depannya.

"Aku terima tawaranmu," ucap gadis itu cepat yang langsung membuat seutas senyum simpul terbit dibibir Damian.

'Kena kau!'

Terpopuler

Comments

El Nino

El Nino

rosaline punya rahasia

2022-11-20

1

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

teriakan itu , teriakan siapa?
apakah Sam...

2022-11-16

2

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

ℑ𝔟𝔲𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔫𝔞𝔨-𝔞𝔫𝔞💞

Licik....!

2022-11-16

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!