Alea menatap Tristan dengan nanar dan penuh rasa takut. Ia tidak tahu harus bagaimana sekarang, apakah kabur dari Tristan yang bisa saja menjebloskannya ke penjara setelah berusaha merusak rumah tangga pria itu.
Alea bangkit, dan itu membuat Tristan langsung terbaring tidak sadarkan diri. Alea menatap Tristan dengan sedih. Ia tidak tega meninggalkan pria itu, tapi dirinya takut jika terus berada di sana.
Alea tidak punya pilihan lain, ia harus kabur dari sana sekarang juga, namun langkahnya kalah cepat dengan Mindy yang sudah datang untuk menjemput mereka.
Alea seketika menyesal telah berusaha untuk menghubungi pria itu, dan kini berimbas padanya yang tidak bisa lari dari sana. Alea takut, ia takut Mondy akan mengetahui niat kaburnya.
"Mau kemana kau, Alea?" tanya Mondy dengan suara dinginnya.
"P-pak, saya hanya ingin ke kamar mandi. Akhirnya anda datang juga," jawab Alea berbohong.
Mondy tidak menjawab, ia mendekati Tristan kemudian memapah pria itu untuk keluar dari tempat ramai dan membuat pusing.
"Jalan di dekat saya, Alea." Tegur Mondy karena Alea malah berjalan di belakangnya.
Alea menurut, ia segera berdiri di sebelah Tristan, dan mengangkat tangan pria itu. Alea berusaha untuk membantu Mondy yang sedang memapah atasan mereka.
Sesampainya di luar ruangan dengan cahaya temaram itu, Alea membantu dengan membuka pintu mobil dan mendorong Tristan masuk ke kursi penumpang.
Alea menghela nafas, ternyata pria bertubuh kekar ini benar-benar berat sekali. Alea bahkan sampai berkeringat. Namun itu bukan hanya keringat biasa, itu keringat dingin dan takut dengan ucapan Tristan tadi.
"Alea, bantu saya mengantar pak Tristan pulang." Ujar Mondy kemudian masuk ke dalam mobil.
Alea masih berdiri di posisinya, ia masih takut untuk berada di dekat Tristan. Alea takut ketika pria itu kembali mendapatkan kesadarannya, maka ia akan langsung diseret ke penjara.
Suara klakson mengejutkan Alea yang sedang melamun, ia menunduk untuk menatap Mondy.
"Cepat masuk, Alea. Hari semakin malam, dan kita harus istirahat sebelum bekerja besok." Ujar Mondy dengan sedikit geram.
Alea ketakutan, asisten dan atasan itu sukses membuat Alea takut malam ini.
Alea membuka pintu depan, dan hendak masuk ke dalam mobil, tetapi Mondy menggeleng.
"Jaga pak Tristan di belakang, dia bisa jatuh jika di ada yang menjaganya." Ujar Mondy dengan cepat.
Alea pasrah, ia pun menutup kembali pintu itu dan beralih duduk di kursi penumpang, dimana Tristan terbaring tidak sadarkan diri di sana.
Alea menghela nafas, kenapa juga pria itu harus mabuk dan membuatnya ketakutan begini. Kini identitasnya sebagai pelakor sudah terbongkar, dan entah bagaimana nasibnya nanti.
Alea masuk, ia yang kesempitan akhirnya memangku kepala Tristan agar ia bisa duduk dengan nyaman.
Saat kepala Tristan berada di pangkuan Alea, pria itu menggeliatkan tubuhnya, bahkan mendusel di perut gadis itu.
"P-pak." Tegur Alea berusaha menjauhkan kepala Tristan dari perutnya.
Tristan tidak memberontak, sebab pria itu bahkan tidak mampu mengangkat tangan, apalagi mempertahankan posisinya sekarang.
"Azzalea Quinera." Lirih Tristan sehingga hanya Alea yang mendengarnya.
Alea tersentak, apakah pria itu sangat membencinya, sampai-sampai dalam keadaan tidak sadar saja, pria itu terus memanggil namanya.
Selain Tristan, Fade juga ia takuti. Alea khawatir akan membuat Fade marah dan berakhir meminta kembali uang yang sudah ia terima.
Alea benar-benar semakin bingung, ia tidak tahu harus mencari bantuan kemana. Kini Alea di kepung oleh dua pria yang sama-sama berkuasa dan banyak uang.
Alea menghela nafas, mungkin saat Tristan bangun nanti, ia harus bersujud di kaki pria itu sambil meminta maaf atas apa yang pernah ingin ia lakukan.
Alea akan melakukan itu dan berjanji tidak akan berusaha merusak rumah tangga Tristan lagi, asal ia tetap di terima di perusahaan Tristan. Setidaknya, Alea akan tetap punya penghasilan.
Sepanjang jalan, Alea benar-benar berperang dengan pikirannya. Ia sedang memikirkan tindakan di sisi Tristan, juga di sisi Fade. Alea sudah menganalisis hukuman apa yang akan mereka berdua berikan kepadanya.
"Alea, hidupmu berada di ujung tanduk." Batin Alea ketakutan.
Tidak terasa mereka telah sampai ditujuan. Alea pikir Mondy akan mengajak Tristan pulang ke rumahnya, namun ternyata malah membawanya ke apartemen.
"Kit tidak bisa membawa tuan Tristan pulang ke rumah, karena nyoya Linda akan khawatir padanya." Ujar Mondy menjelaskan sebelum Alea bertanya.
Alea hanya bisa mengangguk, ia memindahkan kepala Tristan lalu turun dari mobil. Alea menyingkir sedikit, ia membiarkan Tristan memapah tubuh Tristan.
Alea membantu Mondy untuk memapah Tristan, ia tidak akan mungkin tega membiarkan pria itu melakukannya sendiri.
Saat di lift apartemen, Tristan kembali merancau tidak jelas dan membuat Alea hanya bisa menahan nafas.
Saat ini bau mulut Tristan begitu menyengat, kental akan bau alkohol yang menyengat.
Meraka sampai di lift tujuan. Tristan mengulurkan jari jempol Tristan lalu menempelkannya ke smart lock di pintu apartemen.
Unit itu terbuka, ketiganya pun segera masuk dan membawa Tristan ke kamarnya. Alea terdiam di tempatnya, ia menatap Mondy yang membantu Tristan menyelimuti tubuhnya sendiri.
Setelah selesai, Alea pun keluar dan Mondy menyusul. Pria itu duduk di sofa sambil menatap lurus ke depan.
"Pak, ini sudah malam. Saya pulang ya," pamit Alea pelan.
Mondy menggeleng. "Tetap disini, kita harus menjaga Tristan bersama." Tolak Mondy melarang.
Alea menghela nafas. Sejujurnya ada bagusnya ia menginap disana, sehingga besok pagi ia akan mudah meminta maaf dari Tristan dam mengakui kesalahannya.
Namun susu buruknya adalah, bagaimana jika dirinya langsung diseret ke penjara karena masih berada di sekitar Tristan.
Alea benar-benar ketakutan saat ini.
WADUHH .... KIRA-KIRA DAPAT HUKUMAN APA YA DARI TRISTAN DAN FADE😥😰
Bersambung.......................................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 164 Episodes
Comments
Alice Chaiza
tokoh perempuannya benakut+plinplan
2024-08-19
0
Jamayah Tambi
hukumnya kawen dgn Tristan
2024-07-03
0
Umi yatun
hukumanya peluk aj ya tor
2024-06-11
2