Tristan menarik bahkan terlihat seperti menyeret Alea dari arah hotel tempat diadakan pesta. Tristan benar-benar dibuat kualahan dengan tingkah Alea yang ingin membuka bajunya terus.
Kini Tristan akan membawa Alea ke mobil dan mengantarnya pulang. Kondisi Alea saat ini benar-benar sedang gawat.
"Pak, lepaskan tangan saya. Anda membuat saya semakin panas!" ujar Alea seraya berusaha menarik tangannya dari cekalan Tristan.
Tristan tidak menyahut, pria itu terus menyeret Alea sampai ke dekat mobil. Tristan merogoh kantong celananya dan mengambil kunci mobil.
"Lepas!!" Alea menghempaskan tangan Tristan yang kala itu sedang fokus mencari-cari kunci mobilnya.
Tangan Tristan di pergelangan Alea terlepas, gadis itu lantas meraba seluruh tubuhnya sendiri yang bukan hanya panas, tapi juga gatal.
"Ahhh …" Alea tidak henti melenguh ketika tangannya menyentuh titik tubuhnya sendiri.
Tristan melotot, ia kaget dengan tingkah sekretarisnya itu. Tristan menatap sekitar dimana ada beberapa penjaga yang kini memperhatikan Alea intens.
"Gadis itu." Geram Tristan, kemudian segera menarik tangan Alea lagi.
Alea memberontak, membuat Tristan terpaksa memeluk gadis itu dan menggendongnya seperti seorang pengantin.
Tanpa Tristan sadari bahwa sejak tadi ada yang memotret dirinya bersama Alea. Pria itu tersenyum melihat segala rencananya berjalan mulus.
"Kau lihat bagaimana kelakuan suamimu, Linda." Gumam Fade dengan senyuman yang sangat puas.
Sementara Tristan, pria itu melempar Alea di kursi depan dan tidak lupa memasangkan sabuk pengaman kepada Alea.
Setelah itu, Tristan pun segera menyusul masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya untuk meninggalkan hotel.
"Ahhh, Pak. Saya nggak tahan, tolong saya!!" pinta Alea sambil merancau.
Alea sudah meraba seluruh tubuhnya sendiri, membuat Tristan yang melihatnya langsung kelimpungan. Tristan tergoda.
"Alea, diamlah." Tegas Tristan membentak.
"Hiks … kenapa anda memarahi saya, saya hanya merasakan panas dan ingin membuka baju saya." Ujar Alea sambil menangis.
Tristan tidak menjawab, ia tetap fokus pada jalanan meskipun ia tidak tahu tepat dimana rumah Alea berada.
"Mhhhmmm, Pak. T-tolong bantu saya," pinta Alea seraya berusaha melepaskan seatbelt nya.
Berhasil! Sabuk pengaman itu dilepaskan oleh Alea dan membuatnya duduk dengan lebih leluasa. Alea melirik Tristan dengan pandangan sayu nya.
"Pak, anda tampan sekali." Puji Alea tanpa sadar.
Tristan yang mendengar ucapan Alea langsung spontan menginjak rem kakinya. Ia menatap Alea dengan tatapan horornya.
"Alea, kenapa kamu melepaskan sabuk pengamannya!" tegur Tristan kesal.
Tristan hendak memakaikan kembali sabuk pengaman Alea, namun ketika dirinya mendekat, gadis itu malah meraba wajahnya.
"K-kak Tristan." Lirih Alea seraya mengusap wajah tampan Tristan.
Tristan tersentak mendengar suara Alea yang parau. Panggilan itu, ia masih ingat bahwa Alea dulu memanggilnya begitu.
Tristan tanpa sadar menatap Alea dengan intens, ia mengamati wajah cantik dari gadis yang mengisi hatinya.
"Pak, saya kepanasan." Ucap Alea seraya mengusap leher dan turun ke dadanya.
Tristan memperhatikan gerakan seksual Alea dengan keringat yang mulai membasahi keningnya. Jangan lupa tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering sekali.
Alea tiba-tiba menangkup wajah Tristan, dan mengusap rahang tegas pria itu. Tanpa ba bi bu lagi, Alea langsung menyatukan dua bibir mereka dengan ciuman amatirnya.
Tristan mengerem, ia bahkan terdorong sampai kembali duduk di kursinya, membuat Alea bangkit dan kini berpindah posisi ke atas tubuh pria bertubuh atletis itu.
Alea masih mencium Tristan, beberapa kali giginya bertemu dengan gigi Tristan, membuat keduanya mendesis.
"Shhh ahhh, Kak Tristan!!" Lenguh Alea terus memanggil Tristan dengan sensual.
Alea kembali menyatukan bibirnya ke bibir Tristan. Tangan Alea terus meraba dada bidang dan tengkuk hangat Tristan yang wangi maskulin.
"Kak Tristan, emhhhh …" bibir Alea kini berpindah ke leher Tristan. Ia mencium bahkan berani menggigit leher atasannya.
"Arggg … Alea, jangan main-main dengan saya." Tegur Tristan dibarengi erangan.
Tristan sejak tadi menahan diri untuk tidak membalas serangan Alea, namun kucing mana yang akan tahan jika di beri ikan segar terus.
Tristan memegang tengkuk Alea, ia mengangkat wajah cantik gadis itu dan kembali menyatukan bibir mereka dengan sensual.
Tristan mencium Alea dengan ganas, bahkan bibirnya berkali-kali menggigit bibir Alea yang manis dan memabukkan.
Oh jangan lupakan lidah pria itu yang mengeksplor mulut Alea tatkala gadis itu membuka mulut, seakan memberinya lampu hijau untuk bergerak lebih jauh.
"Euummmmm … ahhh."
Tristan semakin hilang akal, ia berpindah mencium leher Alea yang terbuka. Ia langsung mencium dan menggigitnya sampai meninggalkan bekas merah keunguan.
"Kak Tristan, do you still love me?" tanya Alea di tengah-tengah rasa nikmat yang ia rasakan.
Tristan tiba-tiba menarik kepalanya dari curuk leher sekretarisnya. Ia menatap Alea yang begitu berantakan karena ulahnya barusan.
Tristan merapikan rambut Alea, gadis itu saat ini sedang mabuk, dan jika dirinya jujur pun Alea pasti tidak akan mengingatnya.
"Yeahh! I'm still loving you, Azzalea Quinera." Balas Tristan dengan parau.
Azzalea tersenyum senang, hal itu membuat Tristan kembali tidak bisa menahan diri. Ia kembali menyatukan bibirnya dan bibir Alea dengan ciuman yang menggairahkan.
Kini tangan Tristan pun ikut bekerja. Tangan kekar dan berotot itu mulai meraba punggung halus Alea dan beralih ke dada gadis itu.
"Mmmhhh … kak Tristan." Rancau Alea ketika Tristan memainkan buah miliknya.
"Kamu cantik, Alea. Kamu pemilik hatiku, bahkan sampai hari ini." Ungkapan Tristan sembari tangannya terus bekerja.
Alea tidak menyahut, gadis itu tidak berhenti merancau karena gerakan tangan Tristan di bagian dadanya. Jangan lupa dengan milik pribadi mereka yang saling bersentuhan.
"Gatal, Kak." Cicit Alea dengan gusar ketika Tristan hanya mengusap dan menekannya keras.
Tristan menatap wajah Alea. Ia tidak tahu bagaimana gadis ini bisa meminum minuman yang dicampur obat, dan membuatnya berakhir seperti ini.
Tapi yang jelas, Tristan tidak menyesali sama sekali malam ini. Ia bahkan sangat bersyukur bisa mencicipi tubuh gadis yang menjadi cintanya sampai hari ini.
"Alea, boleh aku membukanya?" tanya Tristan meminta izin.
Kepala Alea mengangguk. Suasana di mobil itu benar-benar membuat akal keduanya hilang entah kemana.
Tristan, pria yang sudah beristri itu sampai lupa akan keluarga yang mungkin menunggunya di rumah. Pria itu kini malah semakin menikmati permainan panas di dalam mobilnya.
Suasana pun seakan mendukung kegiatan mereka, entah bagaimana kini mobil Tristan berada di jalanan yang cukup sepi dan jarang di lalui pengendara.
"Alea, aku tidak bisa janji untuk menahan diriku sekarang." Bisik Tristan seraya mengigit dan menjilati telinga Alea.
Alea tidak menjawab, gadis itu malah membuka dasi kupu-kupu Tristan serta jas, lalu melemparnya ke kursi belakang.
"Kakak sangat tampan." Puji Tristan lalu menyusupkan kepalanya di leher Tristan yang harum.
LANJUT?? KOMENNYA DITUNGGU SAYANG🖤
Bersambung............................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 164 Episodes
Comments
Dia Amalia
menyesal lh kau siap itu terjadi 😔😔
2024-07-08
0
Jamayah Tambi
/Sob/
2024-07-03
0
Mamah Kekey
hadeh mereka akhirnya...
2024-06-21
1