Pemimpin dari tim 1-50 Xie Luan memposisikan pedangnya pada pinggang dan menusuknya ke depan, pedang yang di pegang oleh Xie Luan bercahaya putih redup.
Tusukan Pedang!' Teriak Xie Luan
Seketika tiga siluet pedang kecil keluar dari ujung pedang dan menyerang kelompok dari Li Qianping.
Whuss!
Whuss!
Whuss!
Kelompok Li Qianping bergerak ke berbagai arah untuk membuat segel tangan.
"Elemen Tanah, Golem Tanah!"
Arena kembali bergetar, dan dari lantai arena muncul golem tanah menuju kedepan merentangkan tangannya untuk menahan siluet pedang dari Xie Luan.
Clang!
Clang!
Clang!
Clang!
Serangan yang di lancarkan oleh Xie Luan terpental ke segala arah saat menghantam golem itu
"Hahaha apa hanya segini saja Xie Luan, sangat lemah." Ucap Li Qianping sambil tertawa mengejek.
Xie Luan yang sudah beberapa kali mendapat hinaan pun menjadi emosi dan langsung melesatkan serangan menuju Li Qianping seperti orang kesurupan. Sedangkan Li Qianping tersenyum penuh kemenangan saat berhasil memprovokasi lawannya dan terlihat senyum aneh di wajahnya.
Sedangkan anggotanya berteriak-teriak untuk tidak terbawa emosi saat melepaskan serangan, tapi Xie Luan seakan tidak peduli dengan teriakan anggotanya sehingga dia melepaskan serangan secara membabi buta kearah Li Qianping.
Sementara Li Qianping memberikan tanda kepada anggotanya untuk melawan anggota dari Xie Luan, sementara dia sendiri melawan Xie Luan. Melihat tanda itu anggotanya melesat pergi menuju lawan mereka sambil melepaskan serangan bertubi-tubi.
Dhuarr!
Dhuarr!
Dhuarr!
Sedangkan anggota Xie Luan mengkhawatirkan sang pemimpi sehingga tidak siap saat anggota dari tim lain melepaskan serangan ke arah mereka, satu persatu anggota Xie Luan terlempar keluar dari panggung arena yang hanya menyisakan Xie Luan seorang diri di atas arena.
Sementara Xie Luan melepaskan berbagai serangan ke arah Li Qianping seperti orang kesurupan sehingga tidak lama kemudian...
Dhuar!
Dhuarr!
Xie Luan terlempar ke luar dari panggung arena dengan keadaan terluka parah dan langsung tidak sadarkan diri.
Di Luar arena.
Para penonton menatap ke arah Xie Luan dengan tatapan kasihan melihat kecerobohannya, sedangkan orang-orang yang bertaruh kepada kelompok Xie Luan hanya merutuki di dalam hati.
Di dalam arena, Lou Lingzhan mengumumkan pemenang dari kelompok Li Qianping dengan lantang.
"Pemenang dari pertandingan ini adalah tim Li Qianping!" Teriaknya lantang sehingga menghentikan obrolan para penonton.
Seketika suasana kembali riuh dengan teriakan para penonton, terutama dari orang-orang yang bertaruh kepada tim Li Qianping. Setelah wasit mengumumkan kemenangan mereka, Li Qianping dan timnya pun keluar dari arena dengan wajah sombong mereka.
"Selanjutnya nomor urut 101-150 Vs 160-200." Ucap Lou Lingzhan.
Mendengar nomor mereka di panggil, Xiao Jung dan timnya langsung menaiki tangga batu menuju arena, sedangkan tim lain melesat langsung menuju arena.
Saat memasuki arena pemimpin dari kedua tim itu saling memperkenalkan nama mereka.
"Xiao Jung dari Akademi Wanyan."
"Xsui Lue seorang pengembara."
Setelah melihat sudah saling mengenal ia pun berkata "Apakah kalian sudah siap!"Ucap Lou Lingzhan
"Siap!" Ucap mereka serempak
"Mulai!" Teriak lantang Lou Lingzhan sambil langsung mundur ke sudut arena.
Seketika Xiao Jung dan anggotanya melesat menuju ke lawan mereka dengan kecepatan tinggi.
Whuss!
Whuss!
Whuss!
Melihat lawan melesat ke arah mereka, Xsui Lue memberi tanda kepada anggotanya untuk membuat formasi pertahanan..
Whuss....!
Seketika formasi transparan muncul tepat di depan mereka yang langsung menahan serangan dari tim Xiao Jung.
Duk!
Krek!
Krek!
Dhuarr...
Formasi tersebut tidak mampu menahan serangan dari tim Xiao Jung sehingga pecah seketika, yang mana membuat tim Xsui Lue dan anggotanya terpukul mundur beberapa langkah ke belakang.
'Sangat kuat.' Batin Xsui Lue
Perbedaan kekuatan mereka sangat jauh bagaikan langit dan bumi, Xiao Jung Rana Raja 🌟 ³, sedangkan Xsui Lue Pertapa 🌟 ⁸.
"Bagaimana apakah mau di lanjut?" Tanya Xiao Jung sambil tersenyum tipis.
"Tentu, kami tidak akan menyerah selama kami masih belum keluar dari arena." Balas Xsui Lue sambil melihat ke arah anggotanya yang juga mengangguk setuju.
"Baiklah, kalau begitu coba terima serangan ku ini!" Ucap Xiao Jung menghilang dari tempatnya berdiri yang mana langsung muncul di depan Xsui Lue dan anggotanya, tidak lama kemudian..
Dhuarr!
Dhuarr!
Dhuarr!
Dhuarr!
Ledakan keras terdengar membuat seluruh arena bergetar, sedangkan Xsui Lue dan anggotanya langsung keluar dari arena saat Xiao Jung melepaskan serangannya seorang diri. Semua para penonton dan anggota timnya membuka mulut mereka lebar-lebar sehingga dua butir telur bisa masuk ke dalam mulut mereka.
Xiao Jung sendiri hanya acuh tak acuh sambil berdiri di tengah-tengah arena menunggu pengumuman dari wasit, sedangkan sang wasit sendiri masih belum sadar dari keterkejutannya selama beberapa menit.
Tidak lama kemudian ia tersadar kembali dan langsung mengumumkan pemenangnya..
"Ba-baik pemenangnya adalah Tim 101-150 Xiao Jung" Teriaknya tergagap karena masih terkejut.
Saat mendengar suara sang wasit seketika semua penonton berteriak-teriak memanggil nama Xiao Jung, sementara Xiao Jung dan anggotanya kembali turun dari atas arena menuju ke arah kelompok sang adiknya.
"I-itu itu dia yang tadi bersama kelompok itu." Teriak salah satu penonton sambil menunjuk ke arah Xiao Yunyue dan kelompoknya.
"Benar ternyata kekuatan mereka sangat misterius, aku akan bertaruh kepada mereka nantinya." Balas yang lainnya.
"Kakak selamat." Ucap Xiao Yunyue langsung memeluk kakaknya erat.
"Yue'er, terima kasih semua ini berkat adik kecilku ini." Ucapnya sambil membalas pelukan hangat sang adik cantiknya.
Ya, Xiao Yunyue dan kelompoknya kembali dari jalan-jalannya pas tim sang Kakak menaiki arena.
Pertandingan kelompok terus berlanjut, sehingga tidak terasa tiba giliran tim Xiao Yunyue dan tim lainnya.
"Urutan nomor 301-350 Vs 360- 400."
Saat mendengar nomor urut mereka di panggil, Xiao Yunyue dan anggotanya langsung menuju ke arah arena bersama tim lainnya.
Setelah sampai di arena, seakan Dewa memenuhi keinginannya sehingga dia melihat kedua Saudari Tirinya berada di tim lawan. Sedangkan kedua saudari Xiao itu tidak mengenali Xiao Yunyue karena wajahnya yang tertutup cadar, sehingga mereka hanya mengenali Xiao Mei, Lu Zhan, Han Rou dan Zhe Lan di tim itu.
"Oho Xiao Mei, kau mengikuti Turnamen ini juga rupanya, lalu kemana Nonamu? Apa kau sudah meninggalkannya karena tidak berguna? Ataukah Nonamu sudah meninggal?" Ucap Xiao Zhi dengan rentetan pertanyaan, sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Xiao Mei karena dia melihat Xiao Jung juga ada di sini.
Mendengar ada orang yang menghina Nonanya, napasnya naik turun dengan tangannya terkepal erat. Saat akan memberi pelajaran kepada Xiao Zhi, merasa ada orang yang memegang bahunya sehingga dia menghentikan pergerakannya.
"No-Nona."
Xiao Yunyue tersenyum tipis di balik cadarnya sambil berkata, "Kenapa terburu-buru? Tenangkan diri mu Mei! Tunggulah beberapa saat lagi setelah wasit memberi perintah."
"Baik Nona."
Setelah itu pemimpin dari kedua tim tersebut memperkenalkan nama mereka, tim dari lawan mereka di pimpin oleh Xiao Zhi sedangkan Xiao Yunyue memimpin timnya. Setelah melihat mereka sudah saling memperkenalkan diri ia pun membuka suara.
"Apakah kalian sudah siap?" Tanya Lou Lingzhan dengan lantang.
"Siap." Jawab Xiao Zhi dan anggotanyanya, sementara Tim Xiao Yunyue hanya acuk tak acuh diam di tempat.
"Baik, pertandingan di mulai!" Teriaknya lantang seakan tenggorokannya tidak merasakan sakit.
**********
Bersambung.......
Hy guys! Jangan lupa like, komen, dan votenya ya.
God Always Bless 😇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Harman LokeST
Xiao Yunyue kalahkan semua lawan lawanmu jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn kiipaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
2023-09-28
0
silent reader🤫
author up lagi dong
2022-11-01
2