"Kita sudah dekat dengan hutan hitam, jadi mari kita istirahat sejenak!" Ucap Xiao Yunyue kepada kelompoknya yang masih dalam keadaan kaget, sehingga suara Xiao Yunyue menyadarkan mereka.
"Ba-baik Nona." Ucap para pengawal itu tergagap karena takut kepada Sang Nona akan kekuatannya.
"Jangan tegang seperti itu, aku membunuh orang yang wajib di bunuh, bukan sembarang membunuh. Aku bersikap kejam saat melihat orang terdekatku terluka!" Ucap Xiao Yunyue lembut tapi tetap ekspresi wajahnya tetap datar.
"Baik No-Nona." Ucap mereka serempak, tapi masih tergagap dalam suara mereka. Sekarang mereka sudah sangat segan terhadap sang Nona, saat melihat pertama kali Nona mereka memperingati salah satu di antara mereka yang membentaknya. Apa lagi sekarang mereka melihat langsung kekuatan dari Nona mereka?
Xiao Yunyue berjalan mendekati Xiao Mei yang menangis haru, karena Nonanya membunuh musuh hanya karena salah satu di antara mereka yang menendang perutnya.
"No-Nona hiks hiks..." Ucap Xiao Mei sambil memeluk Nonanya, tubuhnya bergetar hebat karena menangis di pelukan Xiao Yunyue.
"Tenanglah Mei, sekarang aku yang akan melindungimu. Dulu kau menjadi perisai untuk aku dari mereka yang membuliku, sekarang gantian." Ucap Xiao Yunyue lembut tapi hanya Xiao Mei yang mendengar perkataannya.
"Non-..."
"Tenanglah, apa kau tidak mau lihat aku menyiksa orang yang tadi menendangmu?" Ucap Xiao Mei lembut.
Seketika Xiao Mei berhenti menangis sambil melepaskan pelukannya dari sang Nona. Sehingga matanya langsung tertuju pada orang yang tadi menendangnya yang sudah babak belur, karena Sang Nona yang sudah mendahului menyiksanya.
Xiao Yunyue terkekeh geli melihat tingkah Xiao Mei. " Pergilah, terserah apa yang akan kau lakukan padanya."
"Terima kasih Nona." Jawab Xiao Mei senang yang langsung berlari menuju orang tersebut.
Xiao Yunyue hanya menggeleng kepala sambil melihat para pengawal yang masih tetap berdiri di tempat sambil menundukkan kepala. Xiao Yunyue menaikkan sebelah alisnya melihat kelakuan mereka.
"Apa yang sedang kalian lakukan dengan masih berdiri di situ?" Ucap Xiao Yunyue dingin, tatapan lembut yang tertuju kepada Xiao Mei tadi hilang seketika.
Buuk
"Nona, kami sudah memutuskan untuk selalu mengikuti Nona, jadi kami mohon untuk terimalah kami sebagai bawahan Nona." Ucap para pengawal dengan serempak sambil berlutut di depan Xiao Yunyue.
"Hah!" Mata Indah Xiao Yunyue terbelalak melihat kelakuan mereka. Tapi tidak sampai beberapa detik ekspresi wajahnya kembali datar sambil melanjutkan, " Aku tidak mau menerima bawahan seperti kalian, melihat sikap pertama kalian terhadap kami saja sudah cukup kasar!"
Xiao Yunyue berkata seperti itu untuk melihat keseriusan mereka sampai di mana. Dia tidak bodoh, jangan sampai mereka melakukan itu atas suruhan keempat orang itu! Yang di maksud keempat orang itu siapa lagi kalau bukan kedua Saudara Tirinya, Ayah, dan Ibu Tiri Xiao Yunyue?.
"Kami minta maaf soal kejadian itu Nona. Dan kami bersumpah atas nama langit untuk selalu setia kepada Nona Xiao Yunyue!" Suara belasan pengawal itu bergema di dalam hutan.
Seketika langit mendung memperlihatkan Petir hitam keemasan yang bergemuruh di langit, sebagai tanda sumpah mereka sudah di terima oleh langit. Jika mereka melanggar sumpah tersebut, maka petir hutam keemasan akan menghukum mereka menjadi abu.
Melihat semua kejadian ini ekspresi wajah Xiao Yunyue masih tetap datar, tetapi dalam hati dia tersenyum senang mendengar sumpah mereka akan selalu setia padanya.
"Bangunlah mulai sekarang kalian sudah menjadi bawahan ku!" Tegas Xiao Yunyue kepada para pengawal yang sudah menjadi bawahannya, dengan ekspresi wajahnya yang dingin.
"Terima kasih Nona!" Ucap mereka sangat senang, karena sang Nona sudah mau terima mereka menjadi bawahannya.
Sedangkan Xiao Mei hanya tersenyum sinis kepada mereka yang sudah menjadi bawahan Nonanya.
"Cih, Sekali kalian melanggar sumpah itu, kalian akan di sambar petir tadi menjadi abu." Ucap Xiao Mei dengan sinis setelah membunuh orang yang menendangnya tadi.
Mendengar Ucapan Xiao Mei, ¹² bawahan Xiao Yunyue bergidik ngeri karena mereka masih takut dengan keganasan Api Abadi milik Nona mereka. Sampai sekarang Api itu masih saja menyala karena Xiao Yunyue lupa memadamkan Api Abadi tersebut.
"Baiklah, mari kita lanjutkan perjalanan!" Ucap Xiao Yunyue kepada Xiao Mei dan belasan bawahannya sambil memadamkan Api, karena setengah jam lagi mereka sudah sampai di hutan hitam.
"Baik Nona." Jawab mereka sangat semangat sambil mengekor sang Nona dari belakang.
Waktu berjalan dengan cepat, sehingga tidak terasa mereka sudah sampai di tepi hutan hitam. Mereka bisa melihat dengan jelas kabut hitam tebal yang mengelilingi seluruh hutan. Tubuh para bawahannya bergetar hebat, karena baru pertama kali menginjakkan kaki mereka di hutan hitam.
Xiao Yunyue segera mengambil tiga belas pil penawar segala jenis racun di dalam cincin penyimpanannya, lalu memberikan kepada semua bawahannya sambil berkata.
"telanlah pil itu agar kalian tidak keracunan!" Ucap Xiao Yunyue kepada mereka sambil menghela nafas, lalu melanjutkan. " Karena kabut itu mengandung racun."
"Baik Nona" Ucap mereka penuh haru karena sang Nona masih mementingkan nyawa mereka.
Pil tersebut adalah pil tingkat Suci, siapa yang meminum pil tersebut akan kebal terhadap segala jenis racun. Setelah melihat semua bawahannya sudah menelan pil, mereka pun mulai melangkah masuk ke dalam hutan hitam.
Baru beberapa langkah masuk ke dalam hutan, mereka melihat dua puluh Binatang Spiritual dengan Rana Pembentukan Tubuh sampai Transformasi Qi sudah menunggu mereka. Di dalam hutan hitam, ada tiga lapisan yang di sebut sebagai Lapisan Luar, Lapisan Dalam, dan Lapisan Inti. Binatang Spiritual yang memiliki basis kultivasi rendah, mereka mendiami Lapisan Luar.
"Nona biar kami saja yang melawan mereka." Ucap salah satu bawahannya
"Baiklah, tetap berhati-hati!" Ujar Xiao Yunyue kepada para bawahannya.
"Baik Nona." Ucap mereka sambil melesat menuju Binatang Spiritual tersebut.
Melihat musuh mendekat, mereka langsung melompat menggunakan cakar mereka untuk membalas serangan. Saat bawahan Xiao Yunyue menebas pedang ke arah leher salah satu Binatang Spiritual, mereka langsung kaget karena kulit para Binatang itu sekeras baja.
"Kelemahannya di mata mereka!" Ucap Xiao Yunyue kepada bawahannya.
"Baik Nona." Jawab mereka sambil melepaskan serangan ke arah mata Binatang Spiritual tersebut.
Groarrrr
Buuk
Satu persatu Binatang Spiritual itu berjatuhan, saat mendapatkan tusukan di mata mereka. Tidak lama kemudian semua Binatang Spiritual tersebut sudah habis terbunuh.
"Ambil Kristal mereka, karena di dalam Kristal tersebut terdapat energi murni di dalamnya!" Perintah Xiao Yunyue kepada bawahannya.
"Baik Nona." Jawab mereka dengan semangat, saat mendengar ada energi murni yang terkandung di dalamnya.
Para kultivaltor yang ada di Alam Rendah ini, tidak ada yang tahu bahwa di dalam Kristal Binatang Spiritual terkandung energi murni yang sangat kental. Itu pun tergantung basis kultivasi dari Binatang Spiritual. Para kultivaltor yang ada di Alam Rendah, mereka hanya fokus pada Pil dan Sember Daya lainnya.
*******
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss Xiao yunyue untuk meningkatkan kultivasimu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
2023-09-27
1
Anna Rima
aku suka nih klu cerita novel ny kaya gini...pemeran utama wanita nya tangguh dan ga cengeng ...ga tau nih pemeran utama cowok ny nanti ky gmn
2022-12-04
2
Sama Lia
kerenn dan menarik... penulisan hampir sempur jadi rasa dalam cerita bener bener terasa..
semangat author...
2022-11-28
1