"Baik Tuan".
"Baik Nona".
Setelah memilih siapa-siapa yang ikut Turnamen Kekaisaran, Xiao Yunyue mengeluarkan dua belas botol Air Suci dari kalung dimensinya lalu menyodorkan ke semua bahawannya.
"Minumlah Air itu sebelum kalian mengambil sikap kultivasi, Lu Zhan, Han Rou dan Zhe Lan bagikan kepada kelompok kalian masing-masing!"
"Baik Nona." Mengambil dengan kedua tangan lalu ketiganya langsung membagikannya kepada yang lain.
"Mei, ambillah dan minumlah tingkatkan lagi kekuatan mu." Ucap Xiao Yunyue kepada Xiao Mei.
"Baik Nona." Xiao Mei mengambil Air Suci dari Nonanya dengan tangan bergetar, karena dia sendiri sudah merasakan betapa hebatnya air itu.
Setelah usai membagikan Air Suci ke semua bawahannya dan Xiao Mei, Xiao Yunyue masuk ke dalam kalung dimensi dengan kedua sahabatnya. Dia juga mau meningkatkan kekuatan dan mempelajari jurus tahapan kedua dari Buku Pedang Dewi Abadi, yaitu Pedang kehampaan karena tahapan pertama dia sudah menyempurnakannya.
Setelah masuk ke dalam, Xiao Yunyue langsung ke Air Suci untuk berlatih, ia mengambil sikap lotus dan meminum segelas Air Suci. Tidak lama kemudian, Xiao Yunyue merasakan gejolak energi murni dari Meridiannya dan langsung menutup mata untuk mengontrolnya.
Beberapa menit kemudian,
Bom
Bom
Bom,-
terdengar suara teredam dari tubuh Xiao Yunyue tapi tidak berhenti disitu, tingkat kultivasinya terus menerobos naik dan baru berhenti di Rana Raja Langit 🌟³. Setelah satu jam memperkuat fondasinya, Xiao Yunyue perlahan membuka matanya sambil tersenyum tipis sangat tipis.
"Raja Langit 🌟 ³ ya lumayan!"
Jika ada orang lain yang mendengar ucapannya mungkin mereka akan mengutuk keras Xiao Yunyue, bagaimana mungkin menerobos ke Rana Raja Langit hanya lumayan? Mereka saja yang hanya meningkatkan satu tingkat saja butuh waktu satu tahun atau lebih.
Setelah itu, Xiao Yunyue mengeluarkan buku Teknik Dewi Abadi dari cincin penyimpanannya, untuk mempelajari tahapan kedua dari teknik tersebut.
Sedangkan di dunia luar, Xiao Mei dan yang lainnya perlahan membuka mata, senyum senang tersungging di bibir mereka saat merasakan air pemberian sang Nona sangat luar biasa. Mereka semua merasa bersyukur menjadi salah satu bagian dari Nona mereka, sehingga mereka akan selalu setia padanya.
Tingkat kultivasi mereka juga meningkat pesat, Sekarang semua bawahan Xiao Yunyue berada di Ranah Pertapa Suci 🌟²-⁹, sedangkan Lu Zhan, Han Rou, dan Zhe Lan berada di Rana Raja 🌟⁴.
"Kekuatan kita sekarang sudah berada di Pertapa Suci dan Raja, jadi aku harap kalian tidak menghianati Nonaku." Ucap Xiao Mei ketus kepada yang lainnya, karena dia takut suatu saat nanti mereka akan mengkhianati Nonanya.
"Saudari Mei, sebelum kami menjadi bawahan Nona, kami sudah bersumpah atas nama langit untuk selalu setia pada Nona, karena berkat Nona kami semua bisa sampai ke tahap ini." Ucap Lu Zhan kepada Xiao Mei diikuti yang lainnya mengangguk setuju.
"Baik. Sekarang bagaimana kalau kita menjelajahi hutan?" Tanya Xiao Mei kepada yang lainnya.
"Setuju"
"Setuju"
Satu persatu dari mereka menyetujui ajak Xiao Mei, sehingga mereka pun masuk ke dalam hutan untuk mengasah kemampuan mereka. Sementara Xiao Yunyue yang berlatih di kalung dimensi, sudah memahami teknik Pedang Hampa dengan sangat sempurna. Hampir empat jam bagi Xiao Yunyue untuk memahami teknik tersebut, karena setiap tahapan butuh waktu yang sangat lama untuk memahaminya.
Sekarang Xiao Yunyue berjalan menuju kamar yang berisi berbagai buku teknik, dia ingin Teknik Dewi Abadi sebagai kartu trufnya. Setelah sampai di sana, Xiao Yunyue melihat-lihat buku teknik tersebut satu persatu tapi tidak ada yang menarik perhatiannya.
"Hum, Begitu banyak buku teknik tingkat tinggi yang ada di sini tapi tidak ada satupun yang menarik perhatianku!"
Setengah jam sudah dia berada di ruang buku tersebut, sehingga membuatnya bosan karena tidak ada satu pun buku teknik yang menarik perhatiannya. Saat akan berbalik ke luar dari ruangan, dia melihat sebuah buku usang yang ada di pojok sudut kanan sehingga membuatnya penasaran. Agar tidak mati penasaran, dia pun pergi mengambil buku tersebut yang dipenuhi dengan debu.
"Uhuk-uhuk"
Saat Xiao Yunyue membersihkan debu yang ada di buku itu, debu beterbangan di sekelilingnya sehingga membuatnya terbatuk. Setelah membersihkan semua debu yang ada, dia pun membaca sampul dari buku tersebut.
"Teknik Pedang Seribu Bintang"
Segera Xiao Yunyue membawa buku itu keluar untuk mempelajarinya, saat sampai di luar dia tidak melihat kedua sahabatnya sehingga membuatnya bertanya-tanya kemana mereka? Tidak mengambil pusing dia mengambil sikap duduk untuk mempelajari teknik itu.
Sedangkan kedua orang yang dia cari, sedang memanen Buah Abadi yang sudah matang. Saat ini, sudah begitu banyak Buah Abadi yang mereka panen sehingga tidak menyadari ada seseorang yang mencari mereka. Di Kebun Buah Abadi memiliki ruang dan waktu sehingga sangat cepat berbuah dan matang.
Xiao Yunyue sangat serius mempelajari teknik Pedang Seribu Bintang, teknik tersebut memiliki tiga tahapan.:
Pedang Tiga Bintang
Pedang Seratus Bintang dan
Pedang Seribu Bintang.
Setelah memahami tahap pertama Xiao Yunyue langsung mempraktekkannya. Satu kali gagal, dua kali juga gagal, tiga kali juga masih gagal sampai keempat kali baru Xiao Yunyue bisa mengeluarkan satu bintang dari pedangnya. Seakan tidak puas Xiao Yunyue terus berlatih sampai satu jam kemudian, sehingga Xiao Yunyue sudah berhasil menguasai teknik tersebut dengan sangat sempurna.
Selama berada di kalung dimensi, Xiao Yunyue terus berlatih Teknik Dewi Abadi dan Teknik Pedang Seribu Bintang. Sekarang Xiao Yunyue sudah menguasai seluruh teknik tersebut dengan sangat sempurna. Tingkat kultivasinya juga sudah berada di Rana Kaisar 🌟 ⁵.
Saat ini, Xiao Yunyue sedang bersantai bersama kedua sahabatnya di dalam istana sambil memakan Buah Abadi.
"Tuan, kapan kita akan memasuki hutan bagian inti? karena aku sangat penasaran dengan aura itu." Tanya Long Jiang.
"Setelah keluar dari sini kita langsung menuju ke sana!"
"Baik Tuan." Ujar Long Jiang senang.
"Hu Bai coba merubah wujudmu menjadi manusia aku akan melihatnya." Ucap Xiao Yunyue sambil mengelus-elus kepala Hu Bai.
"Baik Tuan."
Setelah itu Hu Bai melompat turun dari pangkuan Tuannya dan.
"Wush....."
Tepat di depannya, Xiao Yunyue melihat berdiri seorang pria yang cukup tampan. Dengan rambut putih, alis setajam pedang, hidungnya yang mancung serta bibirnya yang tipis sedang tersenyum padanya. Kedua sahabatnya cukup tampan kalau dalam bentuk manusia dengan Hu Bai memiliki rambut putih, dan Long Jiang yang memiliki rambut biru.
"Sudah, kembalilah ke wujud aslimu!"
"Baik Tuan." Jawab Hu Bai merubah kembali ke wujud aslinya, setelah itu dia langsung melompat ke pangkuan Tuannya.
"Baiklah sudah saatnya kita keluar dari sini!"
"Baik Tuan." Jawab keduanya
"Wushh..." Ketiganya muncul tepat di dalam gua.
**********
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Xiao Yunyue untuk meningkatkan kultivasimu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
2023-09-27
0
Musa Sejedewe
lanjut min
2022-11-25
3