Selesai membereskan semua keperluan mereka, Xiao Yunyue dan Xiao Mei berjalan keluar dari rumah tempat selama ini mereka berteduh. Di depan rumah sudah ada belasan pengawal yang akan mengantarkan mereka ke hutan hitam. Sedangkan keempat orang yang tadi sudah pergi ke kediaman utama Keluarga Xiao, tidak peduli lagi dengan mereka seakan mereka orang asing.
"Cepat jalan kami tidak punya banyak waktu seperti kalian!" Bentak salah satu pengawal pada mereka.
Seketika Xiao Yunyue berhenti berjalan, dan langsung berbalik badan untuk melihat orang yang berani membentak mereka barusan. Ekspresi wajahnya sangat dingin, tatapan matanya sangat tajam seakan bisa memotong apapun. Pengawal yang tadi membentaknya langsung berkeringat dingin, seakan mata itu bisa menelannya hidup-hidup.
"Sekali lagi kamu membentak aku, hidupmu akan berakhir. Berani-beraninya pengawal rendahan sepertimu membentak ku!" Ucap Xiao Yunyue dengan dingin.
"Nona, ayo jalan jangan melayani orang seperti mereka." Ujar Xiao Mei dengan suara lembut.
"Huh!" Xiao Yunyue pun berbalik melanjutkan perjalanan mereka. Para pengawal mengikuti mereka dari belakang dengan patuh. Tidak ada suara apapun yang terdengar, hanya suara langkah kaki mereka seperti musik DJ yang terdengar.
Dari Keluarga Xiao ke hutan hitam lumayan jauh, dua hari penuh baru bisa sampai ke hutan hutan. Tidak ada barang berharga yang mereka bawah, hanya pakaian serta pedang usang di tangan Xiao Yunyue yang mereka bawah.
Menjelang malam mereka berhenti untuk beristirahat, karena saat malam bintang Spiritual akan sangat aktif untuk mencari mangsa. Mereka berjalan sambil mencari tempat yang aman untuk di jadikan tempat istirahat, tidak lama kemudian mereka menemukan sebuah gua yang cukup untuk menampung mereka. Para pengawal membagi dua kelompok, satu kelompok bertugas untuk berburu sedangkan kelompok lainnya mencari kayu bakar. Xiao Yunyue yang melihat itu cuma diam dengan tatapan mata dinginnya, terserah para pengawal itu mau melakukan apa, selagi mereka tidak menggangu kami berdua.
"Nona, kalau Nona mau mandi hamba akan mengantarkan Nona ke sungai, karena dari awal kita menuju ke gua ini hamba sudah mendengar suara deras air terjun." Ucap Xiao Mei lembut.
"Benarkah itu Mei." Ujar Xiao Yunyue dengan mata berbinar-binar.
"Benar Nona, sekitar dua ratus meter saja dari sini. Mari hamba antar." Ucap Xiao Mei sangat senang karena bisa melayani sang Nona.
"Baiklah ayo, kamu juga harus mandi. Dan juga mulai sekarang jangan sebut kamu pakai hamba lagi, pakai saja aku atau saya agar bagus kedengarannya. Ayo jalan jangan bengong!" Tegas Xiao Yunyue sambil berjalan duluan.
Kalau Nonanya sudah berkata begitu, dia hanya patuh mengekor di belakang sang Nona. Tidak lama berjalan mereka bertemu dengan kelompok pengawal yang berburu, seakan mengerti tujuan mereka salah satu dari para pengawal yang membentaknya tadi berkata. " Tidak jauh dari sini ada sungai Nona jadi harap berhati-hati, kami akan segera menyiapkan makan malam untuk Nona."
"Terimakasih." Ucap Xiao Yunyue dengan dingin tapi masih ada kelembutan di kata-katanya.
Para pengawal itu hanya bisa tersenyum seakan mengerti akan keadaan Nona mereka bersikap begitu, pengawal yang tadi membentaknya sangat menyesal dengan perlakuannya tadi, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena Tuan Besar mereka tidak menganggap Nona Xiao Yunyue ada. Jadi mereka hanya mengikuti arus, tapi siapa sangka Nona Xiao Yunyue akan bersikap tegas seperti itu.
"Baiklah mari kita siapkan makan malam untuk Nona, jangan buat Nona menunggu kita." Ucap salah satu pengawal di kelompok itu sambil berjalan, yang lain pun mengangguk setuju.
Sedangkan Xiao Yunyue dan Xiao Mei sudah sampai di air terjun. Xiao Yunyue tidak langsung mandi karena terpanah melihat pemandangan di depannya, air terjun yang sangat indah di penuhi banyak Bunga yang berwarna-warni.
"Wahh, Xiao Mei lihatlah ini sangat indah." Kata Xiao Yunyue dengan mata yang berbinar-binar, seakan lupa tentang semua perlakuan buruk yang menimpanya.
"I-ia Nona ta-tapi mari kita ma-mandi karena malam semakin larut takutnya ada Binatang Spiritual yang akan datang kemari." Ucap Xiao Mei terbata-bata karena menggangu kesenangan Nonanya.
"Hah, baiklah ayo." Ujar Xiao Yunyue.
Lima belas menit kemudian mereka sudah menyelesaikan ritual mandinya. Saat mereka akan kembali ke Gua, Xiao Yunyue melihat kalung pemberian ibunya samar-samar bersinar. Dia bingung sambil melihat sekitar tapi tidak terjadi apa-apa, jadi dia pun mengabaikannya begitu saja. Tapi saat melangkah lebih jauh dari air terjun, tiba-tiba seakan ada yang menariknya dengan kencang.
"Ackhh.... Xiao Mei ada apa dengan tubuhku, kenapa seperti ada yang menarik tubuhku. Ackhh Xiao Meiiiiii.....!" Teriak Xiao Yunyue sambil menahan tubuhnya sekuat tenaga agar tidak tersedot masuk ke dalam air terjun.
"No-No-Nona a-ada apa?" Ucap Xiao Mei tergagap karena khawatir sambil berlari mendekati Xiao Yunyue, tapi sayang dia terpental sangat jauh seakan ada dinding yang menghalanginya untuk mendekat.
"Ackhh Xiao Meiiiiii!" Teriak Xiao Yunyue terakhir kali saat tubuhnya tersedot masuk ke dalam air.
"Nonaaaaaa......." Teriak Xiao Mei sambil menangis saat melihat Nonanya tersedot masuk ke dalam air. Dia merutuki dirinya karena mengajak Nonanya mandi di air terjun.
Segera dia berbalik berlari kencang sambil menangis tersedu-sedu, untuk meminta pertolongan kepada para pengawal. "Hiks hiks No-Nona tunggu, a-aku pergi meminta pertolongan hiks hiks ya dewa selamatkan Nonaku hiks..."
Sedangkan saat ini Xiao Yunyue sudah hampir sampai ke dasar air terjun, dia bisa bernapas di dalam air karena berkat kalung pemberian sang ibu yang melindunginya. Lima menit kemudian Xiao Yunyue mendarat tepat di depan sebuah gua di dasar air. Saat Xiao Yunyue melihat ke dalam, gua tersebut sangat bersih seakan ada seseorang yang setiap hari membersihkan gua tersebut. Terlebih lagi di dalam gua itu sangat kering meskipun gua itu di dasar air, seakan ada penghalang yang menghalangi air agar tidak masuk ke dalam gua.
Xiao Yunyue sangat kebingung dengan kejadian yang tiba-tiba dia sudah berada di dasar air. Tapi tekadnya yang bulat dia seakan tidak peduli akan semua hal itu, dengan sangat hati-hati dia melangkahkan kakinya memasuki gua dengan sangat waspada. Saat kakinya baru menginjak satu langkah masuk ke dalam gua, matanya yang indah membulat sempurna saat melihat pemandangan di depannya. Ternyata di dalam gua itu sangatlah luas bisa menampung seribu orang, terlebih lagi ada banyak batu Kristal Roh tingkat tinggi yang berkedip-kedip menerangi kamar gua serta berbagai tanaman obat yang sangat langka berumur seribu tahun ke atas. Xiao Yunyue tidak bisa berkata-kata melihat ada begitu banyak harta yang terpampang jelas di depannya.
"I-ini..!" Xiao Yunyue tidak bisa melanjutkan perkataannya seakan tenggorokannya sedang bermasalah.
Matanya yang indah menyapu ke seluruh ruangan, ternyata tidak hanya ruangannya yang luas tapi masih ada empat kamar yang saling berhadapan di kiri kanan. Pintunya masing-masing masih tertutup dengan rapat. Tapi dia seakan lupa akan keempat kamar serta semua harta itu, matanya tertuju ke depan dan berhenti tepat di sebuah patung yang sama persis seperti dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
pasti patung ibunya dan semua harta berharga sang ibunda
2024-11-28
0
Dewi Ansyari
Xiao yunyue semoga kamu berhasil jadi kuat
2024-06-02
1
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Xiao Yunyue untuk meningkatkan kultivasimu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
2023-09-27
0