Tidak terasa sinar mentari secara sembunyi-sembunyi menyinari bumi, sehingga membangunkan para penghuni gua yang sedang berkultivasi. Saat ini, para bawahan Xiao Yunyue yang bangun duluan, sehingga masing-masing kelompok yang bertugas untuk berburu dan mencari kayu bakar segera melesat pergi masuk ke dalam hutan. Setelah mereka pergi Xiao Yunyue perlahan membuka matanya sambil tersenyum tipis sangat tipis sehingga Xiao Mei pun tidak bisa melihatnya.
"Mereka sudah mengerti akan tugas yang mereka emban, sehingga tidak menunggu aku perintah pun mereka langsung melakukan tugas mereka." Ucap Xiao Yunyue kepada Xiao Mei
"Benar Nona, aku juga harus segera menyiapkan bumbu-bumbunya, karena kalau aku lambat mereka pasti akan meledek aku huh." Sambung Xiao Mei sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Haha makanya kurangi cengengnya, jangan sedikit-sedikit menangis nanti tidak ada laki-laki yang mau dengan wanita cengeng seperti mu." Ucap Xiao Yunyue tertawa kecil.
"Nona...." Xiao Mei merajuk
"Hahaha" Xiao Yunyue tertawa lepas saat melihat tingkah Xiao Mei.
Ya, hanya dengan Xiao Mei lah Xiao Yunyue bisa tertawa lepas seperti itu. Usia mereka pun tidak terpaut jauh, Xiao Yunyue berusia enam belas tahun sedangkan Xiao Mei lima belas tahun. Xiao Yunyue memiliki wajah yang sangat cantik dan tubuhnya yang ideal, sikap dingin - ekspresi wajahnya yang datar memiliki daya tariknya sendiri. Sedangkan Xiao Mei juga memiliki wajah yang cantik tapi masih di bawah standar Xiao Yunyue, di tambah lesung pipinya yang menambah kesan manis di wajah cantik Xiao Mei di saat tersenyum.
"Baiklah, setelah habis sarapan kamu lanjutkan latihanmu bersama yang lain." Ucap Xiao Yunyue
"Terus Nona mau kemana, aku mau ikut dengan Nona." Ujar Xiao Mei dengan wajah memelas
"Aku juga mau latihan tapi agak jauh dari sini, kalau aku latihan bersama kalian di sini aku takut nanti efek dari latihanku akan mengenai kalian. Aku tidak mau kalian terluka karena efek dari hasil latihanku." Ucap Xiao Yunyue kepada Xiao Mei agar dia mengerti, karena betapa mengerikannya teknik yang dia pelajari.
"Baik Nona, kalau begitu aku juga akan tetap berlatih di air terjun. Ingatlah untuk tidak masuk lebih jauh ke dalam hutan." Ucap Xiao Mei khawatir.
"Ia baiklah. Oia kalau ada yang tidak kamu mengerti tentang teknik Pedang Rembulan segeralah bertanya padaku."
"Baik Nona". Ucap Xiao Mei dengan senang.
Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba Lu Zhan dan yang lainnya muncul dari dalam hutan, dengan membawa berbagai macam buah-buahan dan ayam hutan.
"Nona ini buah-buahan yang kami panen di dalam hutan." Ucap Zhe Lan sambil memberikannya kepada Nonanya.
"Terima kasih Zhe Lan dan semuanya!" Ucap Xiao Yunyue kepada bawahannya. Xiao Yunyue sangat menghargai apa yang akan mereka berikan kepadanya, Karena dia melihat mata mereka dengan niat yang sangat tulus sehingga dia tidak mampu untuk menolaknya.
"Sama-sama Nona." Mereka sangat senang karena bisa melayani Nona mereka.
"Baiklah, sehabis makan lanjutkan lagi latihan kalian bersama Saudari kalian Xiao Mei. Kalau aku latihan bersama kalian di sini, aku takut efek dari latihanku akan mengenai kalian. Aku tidak mau kalian terluka karena efek dari latihanku!" Tegas Xiao Yunyue kepada bawahannya yang baru datang.
"Baik Nona" Jawab mereka dengan suara bergetar.
Saat mendengar alasan sang Nona yang tidak mau berlatih bersama mereka karena hal tersebut, mereka sangat terharu akan sang Nona yang sangat mengkhawatirkan mereka. Sehingga mereka menghindari tatapan dari Nona mereka, karena tidak mau mereka mengeluarkan air mata di hadapannya.
Tidak terasa setengah jam sudah berlalu, semua makanan sudah tertata rapi di depan mereka yang sangat menggugah selera.
"Baik, mari kita makan jangan membuang-buang waktu latihan kita!" Tegas Xiao Yunyue kepada Xiao Mei dan bawahannya.
"Baik Nona."
Mereka pun melakukan ritual makan dengan pikiran mereka masing-masing. Entah apa yang mereka pikirkan, tapi yang jelas mereka memiliki tekad yang kuat untuk terus berlatih dan meningkatkan kekuatan. Karena dengan kekuatan, mereka baru bisa saling melindungi satu sama lain dan saling membantu saat berhadapan dengan musuh.
Setengah jam kembali berlalu. Sekarang mereka sudah selesai melakukan ritual makannya, sehingga para bawahan Xiao Yunyue membubarkan diri untuk melanjutkan latihan mereka. Sedangkan Xiao Mei masih duduk bersandar di dinding gua karena terlalu kekenyangan.
"Xiao Mei!" Tegas Xiao Yunyue saat melihat Xiao Mei bermalas-malasan di sampingnya
"Segera meluncur Nona." Ucap Xiao Mei sambil berlari menuju ke arah air terjun untuk berlatih. Dia tahu saat Nonanya berkata tegas seperti itu berarti Sang Nona sedang dalam mode serius.
Sekarang hanya tinggal Xiao Yunyue yang sedang bersiap-siap untuk kembali latihan. Saat akan pergi meninggalkan gua, tiba-tiba Xiao Yunyue mendengar suara yang memanggil-manggil dengan sebutan Tuan di dalam pikirannya.
"Tuan, kami di sini tuan di dalam kalung dimensi tuan."
Suara itu kembali terdengar di dalam pikirannya, sehingga dia akhirnya tahu ada dunia kecil yang ada di dalam kalung dimensinya. Dia sendiri tidak tahu kalau kalung pemberian Sang Ibu akan seistimewa ini. Kalung dimensi itu sudah bisa masuk atau buka, saat Patung yang sama persis dengannya itu memuntahkan seberkas cahaya keemasan langsung tepat di kalungnya.
"Tapi bagaimana cara masuk ke dalam kalung tersebut?" Gumam Xiao Yunyue pada dirinya sendiri.
"Tuan, Tuan cukup alirkan energi Tuan ke kalung tersebut, sambil pikirkan Tuan akan berada di kalung dimensi." Jelas sosok itu memenuhi pikirannya karena mendengar gumaman Tuannya.
Setelah mendengar arahan dari sosok tersebut, Xiao Yunyue segera melakukannya sambil memikirkan dia berada di kalung dimensi. Seakan mengerti, setelah menerima energi murni dari sang Tuan kalung tersebut menyelimuti seluruh tubuh Xiao Yunyue dengan sinar keemasan, setelah sinar itu kembali menghilang Xiao Yunyue juga ikut menghilang masuk ke dalam kalung dimensi.
Setelah masuk ke dalam kalung dimensi, Xiao Yunyue terpanah akan keindahan alam yang ada di dalam kalung dimensi. Xiao Yunyue seakan terhipnotis oleh keindahan tersebut sehingga, dia tidak menyadari kehadiran kedua sosok yang ada di sampingnya.
"Tuan." Ucap Kedua sosok itu untuk menyadarkan Tuan mereka.
"Eh." Mendengar suara tersebut Xiao Yunyue tersentak kaget, sambil melihat kiri kanan tapi tidak ada orang.
"Tuan, kami ada di bawah kaki Tuan." Ucap Kedua sosok itu kembali bersamaan.
"Ackhhh." Xiao Yunyue berteriak karena terkejut melihat apa yang ada di depannya. Segera dia bersikap waspada sambil mengeluarkan pedang yang ada di cincin penyimpanannya.
"Si-siapa kalian! Kenapa kalian bisa bicara layaknya manusia!" Tanya Xiao Yunyue kepada kedua sosok itu.
Ya, kedua sosok itu penghuni dari kalung dimensi tersebut. Harimau Putih dan Naga Biru. Tubuh mereka berdua sangat besar sehingga membuat Xiao Yunyue berteriak kaget dan mengambil sikap waspada.
"Tuan tenanglah, kami berdua penghuni dari kalung dimensi ini." Ucap Harimau Putih itu dengan lembut, agar sang Tuan bisa kembali tenang.
"Be-benarkah itu?" Tanya Xiao Yunyue masih tergagap karena terkejut.
"Benar Tuan, kami bisa mengecilkan tubuh kami setelah Tuan kembali tenang." Ucap Naga Biru tersebut menenangkan sang Tuan.
"Baiklah." Jawab Xiao Yunyue sambil menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya. Setelah beberapa menit ekspresi wajahnya kembali datar sambil melanjutkan. "Sekarang kecilkan tubuh kalian, dan jelaskan tentang dimensi ini!"
Kedua Binatang tersebut sangat terkejut, dengan perubahan sikap Tuan mereka yang sangat dingin terhadap mereka. Berbeda dengan tadi yang sangat menggemaskan.
"Baik Tuan." Jawab keduanya serempak sambil mengecilkan tubuh mereka.
Setelah selesai mengecilkan tubuh mereka, keduanya berjalan mendekati Xiao Yunyue. Harimau Putih menggosok-gosok kepalanya di kaki Xiao Yunyue, sedangkan Naga Biru berbentuk ular kecil merayap naik ke atas tangan Xiao Yunyue dan melilit di sana.
Xiao Yunyue tersenyum tipis sangat tipis sambil menggendong Harimau Putih kecil itu untuk mencari tempat duduk yang nyaman.
"Siapa nama kalian!" Tanya Xiao Yunyue sambil mengelus-elus kepala Harimau Putih kecil dan Naga Biru, sambil menikmati pemandangan yang ada di depannya.
"Kami tidak ada nama Tuan, harap Tuan memberikan kami nama." Jawab Harimau Putih, sedangkan Naga Biru mengangguk-angguk kepalanya tanda setuju.
"Benarkah? Bagaimana kalau kamu Harimau Putih Hu Bai sedangkan Naga Biru Long Jiang?" Ujar Xiao Yunyue memberi nama kepada keduanya.
"Wah itu nama yang bagus Tuan." Imbuh mereka senang, karena sekarang sudah memiliki nama.
"Baiklah kalau begitu ajak aku jalan-jalan di dimensi ini!" Ucap Xiao Yunyue
"Baik Tuan, tapi Tuan turunkan aku agar bisa menemani Tuan jalan." Ucap Hu Bai.
"Baiklah, kalau begitu Hu Bai tunjukkan jalannya!" Kata Xiao Yunyue kepada Hu Bai
"Baik Tuan." Jawabnya sambil berjalan mendahului sang Tuan.
Hu Bai membawa Xiao Yunyue ke kebun buah-buahan di dalam dimensi tersebut. Saat sampai di kebun buah-buahan mata Xiao Yunyue terbelalak melihat apa yang ada di depannya. Berbagai jenis buah semuanya ada sana.
"Ini semua Buah Abadi Tuan, kami baru panen beberapa hari yang lalu." Ucap Long Jiang.
***********
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
pasti yu'er berasal dari dunia atas dan ibunya adalah salah satu dewi.
kemungkinan ibunya juga belum meninggal.
sungguh menyesal sang ayah durjana apabila mengetahui yg sesungguhnya.
2024-11-29
0
Dewi Ansyari
Wow buah abadi kayaknya enak tuh.
bagi dong Xiao Yunyue
2024-06-02
2
Harman LokeST
kuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaattkkaaaannnnnnn teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss teekaaaaaaaaaaaaaaaayaaaaaddmuuuuu Xiao Yunyue untuk meningkatkan kultivasimu yaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg lebbbiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihh tinnnngggggggggggggggggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii laaaaaggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
2023-09-27
0