Part 19

Kia yang telah keluar dari rumah Aldo pun tertegun saat mendengar suara pintu yang di banting dengan sangat nyaring, ini adalah pertama kalinya untuk Kia mendapatkan tugas dari nona muda nya setelah sekian lama mengabdi sebagai asisten Keyra.

Malam harinya seluruh keluarga aldo duduk di balkon rumah nya sambil mengobrol ringan, Aldo sendiri masih setia mengunci dirinya di dalam kamar, amarah yang dia tahan tak bisa dia lepaskan begitu saja. Karena kali ini yang membuat masalah itu adalah ibu kandung nya. Jadi dia memilih untuk mengurung diri agar tak melukai anggota keluarganya.

Bruumm...

Bruumm...

Sebuah mobil sport berwarna merah melaju dengan cepat dan berhenti di depan mension. begitu gerbang terbuka, 300 orang body guard beserta 100 orang pelayan telah berjajar dengan rapi sambil menunduk untuk menyambut kedatangan sang nyonya.

Keyra segera turun dari mobilnya, langkah nya terlihat begitu tegas, seperti seorang pemimpin.

"Astaga.. Gadis itu benar-benar sangat cantik" ucap nyonya Stella sambil terus memperhatikan Keyra yang baru saja turun dari mobilnya.

Tuan Dimitri dan juga tuan Alexander ikut melirik ke arah yang di pandangi nyonya Stella, kedua pria berbeda umur itu pun mengangguk membenarkan.

"Harusnya Aldo itu jatuh cinta pada gadis seperti itu! Bukan malah memilih seorang janda, apa bagusnya janda itu di bandingkan dengan gadis yang ada di depan kita? Dia terlihat begitu cantik, smart dan juga sangat kaya. Sangat pantas untuk menyandang status nyonya muda Damian" ucap nyonya Stella bersungut-sungut.

Tuan Alexander bersama tuan Dimitri hanya menggelengkan kepalanya perlahan, kedua pria itu tentu saja sangat tahu tipe menantu ideal yang di inginkan oleh nyonya Stella itu.

"Pa.. Pokok nya mama tak mau tahu, papa harus memaksa Aldo agar mendekati gadis itu. Dia itu menantu idaman mama" ucap nyonya Stella pada tuan Dimitri.

"Bukankah seharusnya mama yang berkunjung ke rumahnya dan mulai mendekati gadis itu? Itu lebih masuk akal di bandingkan papa harus membujuk Aldo" ucap tuan Dimitri.

"Sepertinya ide papa boleh juga, ya sudah.. Besok mama akan berkunjung ke rumah nya dan akan mengajak nya untuk berkenalan. Oh.. Nasib ku sungguh sangat beruntung, aku akan membuat gadis itu setuju untuk menikahi putraku Aldo" ucap nyonya Stella sambil bersenandung ringan.

"Apa mama akan berkunjung begitu saja?" tanya tuan Dimitri

"Apa maksud papa?" nyonya Stella sepertinya belum ngeh dengan ucapan dari suaminya.

"Setidaknya mama harus memberikan kesan yang baik sebagai sesama tetangga, mama harus memberikan hadiah perkenalan yang istimewa untuk gadis itu" ucap tuan Dimitri.

Nyonya Stella yang saat itu hendak masuk ke dalam rumah pun berbalik kembali, dia pun mendudukan dirinya di kursi sambil menatap sang suami beserta ayah mertuanya itu.

"Menurut papa, hadiah apa yang pantas mama berikan untuk calon menantu kita itu? Apakah tas mahal? Sepatu branded? Berlian? Atau kosmetik berkelas?" tanya nyonya Stella pada tuan Dimitri.

Sontak kedua pria berbeda usia itu pun membelalakan matanya mendengar pertanyaan konyol dan juga tak masuk akal yang di lontarkan oleh nyonya Stella.

Bukankah mereka masih belum saling mengenal? Lalu untuk apa memberikan hadiah yang begitu mahal pada gadis itu? Bukankah itu sebuah pemborosan? Bagaimana kalau gadis itu sudah memiliki pendamping? Atau paling tidak punya calon? Huh.. Sepertinya Nyonya Stella ini terlalu fokus dengan teman-teman sosialita nya hingga tak tahu apa yang harus dia berikan pada gadis yang ingin di kenalnya.

"Bawakan saja kue atau makanan kecil sebagai salam perkenalan, setelah itu ajak gadis itu untuk berjalan-jalan ke mall atau ke salon dan kau bisa mulai mengorek informasi tentang gadis itu nanti" ucap tuan Alexander.

"Oh.. Ayah benar, kenapa aku harus memikirkan barang-barang mahal seperti itu? Besok aku akan membawakan kue yang paling enak untuk nya dan mengajak dia perawatan di salon" ucap nyonya Stella sambil memikirkan sesuatu yang lain di dalam otak kecilnya.

"Dan aku akan mengajak dia berphoto dan mengunggah nya ke sosial media, lihat saja nanti.. Semua teman-teman sosialita ku pasti akan sangat iri saat tahu calon menantuku itu sangat cantik dan juga kaya" pikir nyonya Stella sambil tersenyum sendiri mengingat rencananya itu.

Dia pun segera mengambil ponselnya dan membuka sosial media milik nya, di berandanya di penuhi dengan postingan dari teman-teman nya yang memamerkan kebersamaannya dengan cucu maupun menantu mereka.

"Lihat saja besok, aku akan membuat mereka semua pingsan melihat photo-photo ku bersama gadis itu. Huh.. Mereka terus saja memamerkan kebahagiaan palsu mereka di sosmed" umpat nyonya Stella.

Tangan nya pun dengan cepat segera menulis status di akun sosmed milik nya

"Sudah tak sabar menanti hari esok, ingin segera berjalan-jalan dengan calon menantuku yang cantik dan sangat pintar.. Pasti akan sangat menyenangkan" tulis nya.

Tak lama, unggahannya pun banyak mendapatkan like dan juga komentar dari teman-teman nya, ada yang mengaminkan, ada juga yang kepo ingin tahu siapa calon menantu nyonya Stella.

Nyonya Stella tersenyum lebar saat melihat berbagai komentar dari teman-teman nya, dia telah berhasil membuat mereka penasaran dengan sosok calon menantu nyonya Stella itu.

Hati wanita paruh baya itu di liputi kegembiraan, dia telah berhasil membuat seluruh perhatian teman-teman nya berpindah padanya dan mulai bergosip di kolom komentar.

Namun nyonya Stella berpura-pura tak membaca komentar dari teman-teman nya dan membuat mereka semakin ingin tahu.

Drrrt...

Drrrt...

Ponsel nyonya Stella mulai berbunyi, kali ini teman-teman nya langsung menelpon untuk mendapatkan konfirmasi secara langsung dari sang pemilik akun.

Tapi nyonya Stella terus saja bersikap acuh, tak menanggapi satu pun komentar atau pun panggilan dari ponselnya, dirinya saat ini justru tengah mencoba satu persatu pakaian yang akan di kenakannya besok agar bisa menarik hati gadis cantik pemilik mension depan.

Nyonya Stella terus saja berkutat dengan rencana yang ada di otaknya, dia tak peduli lagi dengan semua usaha dari teman-teman nya yang terus menelpon nya sejak satu jam yang lalu.

Dia bahkan merasa sangat puas telah berhasil memprovokasi semua teman-teman nya itu.

Aldo adalah putra kesayangan satu-satunya, teman-teman nya terkadang menggunjingkan Aldo di belakang dan menganggap sosok Aldo sebagai pemuda penyuka sesama jenis atau mereka kadang menyebutnya memiliki kelainan.

Hingga nyonya Stella terbakar kemarahan dan berfikir untuk membuat semua orang memuja Aldo sebagai seorang pengusaha sukses dan memiliki istri yang tak kalah sukses.

Dia ingin melihat semua teman-teman nya itu muntah darah karena di tampar kenyataan pahit setelah melihat kehidupan Aldo yang sebenarnya.

...----------------...

Jangan lupa tinggalkan jejak ya, klik like dan komentar nya jika suka dengan karya receh author 🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

aphrodite

aphrodite

dih otak dangkal

2024-12-11

0

zahra ou

zahra ou

gk tau nya itu emak kyaraa

2023-12-30

2

Shai'er

Shai'er

hadeuh🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️

2023-08-19

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!