Part 12

Dua puluh menit kemudian, Bima dan Wulan pun sampai di rumah Keyra, mereka terlihat gelisah dan begitu terburu-buru.

"Araaa.." panggil Wulan

Kyara yang saat itu tengah duduk di ruang tamu pun sontak menoleh mendengar suara yang familiar di telinganya.

"Nenek, Kakek kalian disini?" tanya Kyara

Wulan dan Bima pun mengangguk " Bagaimana keadaan momy Ara? Apakah harus di bawa ke rumah sakit?" tanya Wulan.

"Momy baik-baik saja nek, nenek tak perlu terlalu khawatir, momy hanya kecapekan karena terlalu banyak bekerja, jadi badannya demam dan sekarang momy harus istirahat" ucap Kyara

"Apakah nenek dan kakek boleh menjenguk momy Ara?" tanya Wulan kembali yang di jawab anggukan oleh Kyara.

Akhirnya mereka pun di ajak Kyara menaiki tangga dan naik ke lantai dua tepat di depan kamar Keyra.

Krieeet...

Suara pintu terbuka, Kyara, Wulan dan Bima pun berjalan dengan perlahan seolah takut jika Keyra akan terganggu.

Akhirnya Wulan pun duduk di kursi tepat disamping tempat tidur Keyra. Punggung tangannya menyentuh dahi Keyra dengan lembut dan hati-hati.

"Syukurlah... Demam nya sudah turun" ucap Wulan sambil bernafas lega.

Tak lama Keyra pun mulai membuka matanya, dan melihat Kyara beserta Wulan dan juga Bima kini ada di hadapannya.

"Mama.. Papa.. Kalian disini?" tanya Keyra

"Tentu saja kami disini, bagaimana mungkin kami membiarkan putri kami yang cantik ini sakit sendirian? Lagi pula Ara masih terlalu kecil, dia tak akan bisa merawat mu" ucap Wulan di angguki Bima

Keyra pun merasa begitu tenang, ada kehangatan dan juga kelembutan yang kini di rasakan oleh Keyra dari setiap ucapan Wulan.

Keyra seakan kembali memiliki kedua orang tua yang utuh setelah bertemu dengan Wulan dan Bima.

"Papa sama mama sebaiknya istirahat saja, Key baik-baik saja, hanya agak kecapekan karena akhir-akhir ini pekerjaan di kantor menumpuk" ucap Keyra.

Wulan dan Bima pun mengangguk setuju, akhirnya keduanya pun keluar dari kamar Keyra diikuti Kyara di belakangnya.

"Apa kakek dan nenek mau menginap disini?" tanya Kyara, tatapan gadis itu seolah meminta keduanya untuk menjawab Ya.

"Apakah Ara tak keberatan jika nenek dan kakek menginap disini?" tanya Wulan.

Kyara pun berjingkrak, bocah itu terlihat sangat senang mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Wulan.

"Ara akan segera menyuruh bibi untuk membereskan kamar tamu agar kakek dan nenek bisa istirahat" ucap Kyara sambil berjalan ke dapur dan memanggil para pelayannya.

"Bi.. Bibi.." teriak Kyara menggelegar

"Iya non, nonAra perlu sesuatu?" tanya Bi Sumi

"Bi.. Tolong bersihkan kamar tamu, nenek dan kakek Ara akan menginap di sini" ucap Kyara

"Baik non.." jawab Bi sumi segera memanggil salah satu temannya untuk membantu membereskan ruang tamu.

Ting tong...

Terdengar suara bel dari luar, Bi Yuni dengan cepat segera membuka pintu dan melihat tamu yang datang.

Dua orang pemuda tampan terlihat berdiri di depan rumah, salah satu pemuda itu menenteng keranjang buah

"Maaf.. Tuan mau cari siapa ya?" tanya Bi Yuni

"Saya mau bertemu dengan Keyra" ucap salah seorang pemuda itu menjawab pertanyaan Bi Yuni.

"Maaf sebelumnya tuan, tapi Ibu tak bisa di temui saat ini, beliau sedang sakit" ucap Bi Yuni

"Ya sudah, biarkan saya bertemu dengan Ara" ucap pemuda itu kembali.

"Siapa bi?" tanya Kyara

"Ini non, kedua tuan muda ini ingin bertemu dengan ibu" ucap Bi Yuni.

Kyara pun langsung melangkahkan kakinya dan melihat tamu yang berkunjung ke rumah nya.

"Om tampan.." panggil Kyara sambil merentangkan tangannya dan severa berhambur kepelukan pemuda yang terlihat dingin itu.

"Hai baby.. Apa kamu baik-baik saja?" tanya pemuda itu sambil memutar-mutar tubuh Kyara.

Antony hampir saja menjatuhkan rahang nya saat mendengar nama panggilan untuk bos nya itu 'om tampan' apalagi saat bos nya itu memanggil bocah di hadapannya itu dengan sebutan 'baby'

Lalu dimana bos nya yang selalu berwajah dingin dan datar ini, bahkan saat bertemu bocah itu, aldo menyunggingkan senyuman manis nya.

"Ayo masuk om.." ajak Kyara sambil menarik tangan Aldo.

Wulan dan juga Bima tersentak kaget saat melihat Kyara membawa seorang pemuda tampan masuk kerumah nya.

"Duduk yuk om.." ajak Kyara

Aldo dan Antony pun segera duduk setelah melemparkan senyum pada Wulan dan juga Bima yang saat itu masih duduk di ruang tamu.

Sedangkan Kyara langsung saja mendudukan dirinya dipangkuan Aldo.

Lagi-lagi Antony di buat terbelalak, tuan nya yang tak pernah suka di dekati oleh orang lain kini tengah memangku bocah kecil sambil tersenyum sumringah, tangan kekar nya terlihat mengelus pucuk kepala Kyara.

"Ara.. Mereka ini siapa?" tanya Wulan to the point

"Nenek, kakek, kenalin... Ini adalah om tampan dan itu om cerewet, bawahannya om tampan. Om tampan ini tinggal di depan rumah Ara, biasanya Ara selalu berolah raga bersama om tampan kalau pagi" ucap Kyara.

Antony kembali melebarkan matanya sambil mendelik saat Kyara memanggilnya om cerewet, sungguh bocah ini benar-benar memiliki lidah yang tajam dan juga mulut yang berbisa.

Wulan dan Bima pun mengangguk dan langsung mengulurkan tangannya, Aldo dan Antony juga menyambut uluran pasangan paruh baya itu sambil memperkenalkan dirinya.

Akhirnya setelah menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit, Aldo dan Antony pun pamit pulang.

Wulan dan Bima ikut mengantar keduanya sampai ke depan rumah, setelah itu keduanya pun langsung masuk ke kamar tamu yang telah di bersihkan oleh bi Sumi tadi.

"Sepertinya putra kita memiliki saingan berat untuk bisa menaklukkan kembali hati Key pa.. Entah Adrian bisa menerima nya atau tidak" ucap Wulan terlihat kurang bersemangat

"Jangan bersikap seperti itu ma.. Kita harus yakin, jika semua yang ada di dunia ini telah di atur oleh yang maha kuasa. Kita hanya harus berusaha dan juga berdoa agar Key di bukakan pintu hatinya dan mau memaafkan Adrian dan kembali bersama" ucap Bima sambil memeluk Wulan.

"Hiks... Hiks... Mama tak bisa membayangkan bagaimana hancurnya hati Adrian jika dia tahu saat ini ada laki-laki lain yang sedang mendekati Key, apalagi Ara juga terlihat sangat menyukai pemuda itu tadi, papa lihat sendiri kan? Mereka berinteraksi dengan tidak biasa.. Bahkan mama saja yang melihatnya merasa perih pa.. Ara sama Aldo itu terlihat seperti ayah dan anak" keluh Wulan sambil membenamkan wajah nya di dada Bima.

"Setidaknya nya Adrian harus segera mencari cara untuk bertemu dengan Key dan juga Ara, Adrian harus mulai mendekati Ara dan mulai menunjukkan keseriusan nya untuk meminta maaf pada Key.." ucap Bima sambil mengelus pucuk kepala Wulan dengan penuh sayang.

"Semoga saja putra kita bisa secepatnya mendapatkan maaf dari Key ya pa.." ucap Wulan di angguki oleh Bima.

"Semoga ya ma.." ucap Bima kembali sambil mempererat pelukannya pada Wulan.

Terpopuler

Comments

aphrodite

aphrodite

bodo amat ..dia aja gak ada otak waktu nyiksa dan melecehkan..anggap karma aja

2024-12-10

1

aphrodite

aphrodite

gak akan ..aku gak setuju..mending sama Om tampan

2024-12-10

1

Karunia Disha

Karunia Disha

lhah,,,gmna kbarnya dg perasaan keyra saat mndpat perlakuan buruk dr anak&cucumu,,egois bgt ni org tua😋

2024-08-28

3

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!