Part 02

"Ugh.." perlahan mata seorang gadis terbuka dan bangun dari tidurnya, mengerjapkan matanya berkali-kali dan melihat ruangan asing dihadapannya. Putih...

Hanya itu yang dia lihat, semua nya serba putih. Perlahan dia pun duduk, banyak benda asing menempel di tubuhnya. Dia mengernyit tak suka melihat tubuhnya yang di penuhi dengan benda-benda aneh.

"Dimana aku? Dan benda apa ini? Ada apa dengan tubuhku?" tanya gadis itu sambil memperhatikan sekeliling.

Pintu kamar tiba-tiba saja terbuka, seorang wanita berpakaian serba putih masuk ke dalam ruangan itu dan memeriksa tubuhnya.

"Anda sudah sadar Nyonya Keyra? Saya akan segera memanggil dokter untuk memeriksa anda" ucap wanita itu kemudian pergi dari sana.

"Siapa Keyra? Dan apa tadi dia bilang? Nyonya? Kapan aku menikah? Bahkan tunanganku saat ini malah menikahi adik tiriku itu" ucap nya sambil mengepalkan tangannya.

Tak lama ribuan ingatan asing pun menerobos masuk ke dalam kepalanya, berputar-putar bagaikan sebuah film. Dia mendesah saat merasakan kepalanya begitu sakit, namun tetap tak mengeluarkan suaranya.

"Sepertinya aku telah mati dan jiwaku telah memasuki tubuh gadis malang ini. Aah.. Bukan gadis, dia seorang ibu muda yang teraniaya. Baiklah Jianheeng mulai hari ini namamu adalah Keyra" ucapnya pelan.

Dia yang di masa lalu merupakan seorang putri mahkota dari sebuah kekaisaran dan merupakan ujung tombak dari kegagahan seorang panglima perang wanita namun mati di tangan adik tiri dan juga tunangannya. Menganggap bahwa hidup keduanya adalah berkah. Dia pun bertekad untuk melindungi putri dari pemilik tubuh sebelumnya dan menjaganya dengan sepenuh hati.

"Baiklah Keyra.. Tenanglah kau disana, aku akan menjaga dan melindungi putrimu sebaik aku menjaga putriku sendiri. Aku berjanji bahkan akan kubuat dunia pun bertekuk lutut pada putri kita" ucap nya dengan penuh tekad.

Seorang pria masuk ke dalam ruangan Keyra dengan memakai jas warna putih, Jianheeng atau saat ini kita sebut saja Keyra melihatnya dengan dingin.

"Nyonya Keyra, saya akan memeriksa keadaan anda" ucapnya sambil mengeluarkan stetoskop nya.

Keyra hanya diam saat dokter itu memeriksanya, seolah mengerti arti tatapan pasiennya, dokter itu pun berucap

"Keadaan anda sudah membaik, tidak ada yang perlu di risaukan, anda sudah bisa pulang hari ini" sambil menata kembali semua alat nya, Keyra hanya mengangguk.

Seorang suster kemudian membantu Keyra untuk berganti pakaian, setelah semua urusan di rumah sakit selesai, Keyra pun bergegas kembali ke rumah keluarga Wiguna sambil menggendong putrinya yang baru saja berusia satu hari.

"Ooh.. Rupanya gadis j****g itu sudah kembali" cibir Tiara sambil bangkit dari duduknya, David dan Adrian masih tenang di kursi nya masing-masing.

"Karena kau sudah melahirkan, hari ini aku menceraikan mu sesuai perjanjian kita dulu. Kau boleh pergi sekarang juga dari rumah ini" ucap Adrian tanpa melirik sedikit pun.

Keyra hanya tersenyum kecut kemudian berjalan masuk "Aku akan mengambil semua barang ku" ucapnya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar pembantu untuk mengemas pakaiannya. Setelah selesai dia pun segera keluar dari sana dan berjalan kembali menuju ruang tamu.

"Kau datang ke rumah ini tanpa membawa apa pun dan kau juga keluar dari rumah ini tanpa membawa apapun" ujar David sambil membongkar semua barang yang dibawa Keyra, hanya tumpukan baju usang dan sebuah dompet kecil berisi uang Rp. 200.000

"Kau boleh keluar sekarang, dan aku peringatkan kembali padamu. Jangan pernah mengaku sebagai istriku, dan anak yang kau bawa itu.. Sampai kapan pun aku tak akan pernah mengakuinya sebagai anakku. Ingat itu" Ancam Adrian sambil melipat tangannya di depan dada.

"Kau tak perlu khawatir, aku tak akan pernah melakukan apa yang kau katakan dan satu lagi. Dengan senang hati aku keluar dari neraka ini, dan sampai mati pun, putriku tak akan pernah mengakui mu sebagai ayah nya" teriak Keyra sambil kembali memunguti seluruh pakaiannya dan bergegas pergi dari rumah keluarga Wiguna.

Deg...

Deg..

Entah kenapa dada Adrian terasa sakit, berdenyut dan sangat sesak. Meskipun dia tak mengakui anaknya tapi entah kenapa hatinya terasa menghangat saat melihat bayi mungil yang tak berdosa itu ada dalam gendongan Keyra.

Keyra menggeret kopernya, namun saat tangannya hendak membuka pintu, dia pun kembali menoleh

"Aku tak pernah menganggap mu sebagai musuhku, meskipun kau berulang kali berusaha melenyapkan ku, aku masih menyanyangimu sebagai sahabat maupun sebagai saudara. Aku hanya ingin mendoakanmu, semoga kau tak akan mengalami nasib yang tragis sepertiku" ucap Keyra langsung membuka pintu kemudian keluar dari sana.

Deg...

Deg...

Jantung Tiara berdegup kencang. Matanya terlihat berkaca-kaca, entah kenapa perkataan Keyra hari ini seakan telah memukulnya telak.

Tapi cepat-cepat dia pun mengalihkan pandangannya, hati nya terasa kosong seakan setengah jiwa nya telah pergi meninggalkan raga.

Dua jam kemudian, Maya pun datang dengan berbagai perlengkapan bayi di tangannya, dia melangkah begitu ringan memasuki rumah besar nya dan segera mencari keberadaan Keyra.

"Key... Key... Kamu dimana?" teriak Maya sambil terus mencari, hingga saat dia membuka pintu kamar Keyra, dia pun melihat lemari yang kosong.

Dengan langkah lebar, Maya pun segera menghampiri anak dan juga suaminya.

"Dimana Keyra?" tanya Maya sambil menatap ketiga orang yang tengah duduk santai sambil memainkan ponsel.

"Bukankah dari awal sudah pernah ku katakan? Setelah anak nya lahir, aku akan segera menceraikan gadis liar itu?" ucap Adrian sambil mendelik tajam

"Apa kau juga mengusirnya?" tanya Maya tak melepaskan pandangannya dari wajah Adrian.

"Tentu saja, untuk apa menahan gadis j****g itu di rumah ini?" ucap Adrian sambil melipat tangannya di depan dada.

"Jika dia memang gadis j****g lalu kau apa? Laki-laki brengsek yang telah menodai kesucian seorang gadis hingga hamil lalu menolak untuk bertanggung jawab. Kau bahkan terus menyiksanya" ucap Maya dengan berang.

"Cukup May, sampai kapan kau akan membela gadis itu terus?" teriak Adrian dengan suara meninggi

"Sampai kau sadar dengan perbuatanmu itu" ucap Maya sambil melemparkan kertas hasil test DNA Adrian dan Anak Keyra.

"Aku menggunting rambutmu dan membawanya ke dokter untuk tes DNA dan hasilnya anak itu 99,9% anak kandung mu" ucap Maya. Sedangkan Adrian langsung mematung mendengar penuturan Maya

"Itu tidak mungkin.." ucap Adrian sambil menggelengkan kepalanya saat melihat hasil test yang ada di tangannya.

"Haruskah ku putar rekaman cctv di rumah ini? Oh atau lebih tepatnya dikamar tidur kita? Dan menunjukkannya padamu bagaimana gila nya kamu yang pulang jam 2 malam dalam kondisi mabuk berat dan langsung menyeret Keyra ke kamar kita untuk melampiaskan hasrat bejat mu itu?" tanya Maya semakin emosi.

Sementara Adrian, Tiara dan juga David saat ini ketiganya merasakan seluruh sendi kakinya melemas dan langsung luruh ke lantai.

"Katakan jika apa yang mama bilang itu bohong ma!" teriak Tiara dengan mata yang berkaca-kaca

"Bohong katamu? Jika bukan karena melihat bukti kejahatan ayahmu dari cctv itu, mungkinkah aku memaksanya untuk bertanggung jawab?" tanya Maya semakin keras.

"Aku sudah gagal menjadi seorang istri karena tak bisa menghentikan kekejaman suamiku, aku juga gagal menjadi ibu karena tak bisa mendidik anak-anak ku, aku gagal jadi seorang kakak karena aku tak bisa melindungi adik ku, aku benar-benar manusia gagal" teriak Maya Frustasi sambil menunjukkan rekaman cctv itu pada Adrian dan langsung berlari ke kamar nya dan mengunci diri.

Terpopuler

Comments

aphrodite

aphrodite

semoga kau mendapat nasib lebih buruk dari Key Tiara

2024-12-10

1

momi

momi

awal yg menarik mata tuk terus lanjut baca,,

2024-10-11

2

Neneng Zakiyah

Neneng Zakiyah

kenapa baru sekarang...ahhh baru 😬nyesel...

2024-01-14

5

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!