Part 18

Kedatangan keluarga besar Damian tentu saja mengejutkan Aldo yang saat itu tengah memimpin rapat, dengan terburu-buru Aldo pun membubarkan rapat dan segera menyambar kunci mobil nya untuk menjemput sang kakek yang baru saja tiba dari negara B.

Aldo Tak tahu saja jika sebenarnya saat ini yang ada di bandara itu bukan cuma kakek nya melainkan juga kedua orang tuanya.

Aldo memacu mobil sport miliknya dengan sangat cepat, hingga tak butuh waktu lama, akhirnya Aldo pun sampai di bandara.

Setelah saling berpelukan untuk melepaskan rindu, tuan Alexander pun memicingkan matanya, dia sangat penasaran kenapa calon cucu menantunya itu tak ikut menjemput mereka di bandara?

Karena tingkat kepo nya yang sudah mencapai ambang batas, akhirnya tuan Alexander pun bertanya pada Aldo.

"Dimana calon cucu menantuku?" tanya nya sambil menatap tajam pada Aldo.

"Calon cucu menantu? Maksud kakek siapa?" tanya Aldo yang masih saja belum ngeh dengan pembicaraan kakek nya.

"Tentu saja calon istri mu! Bukan nya kau akan segera menikah?" tanya tuan Alexander

"Menikah? Kakek dengar gosip itu dari mana?" tanya Aldo

"Tentu saja dari asistenmu si Antony itu, kemarin dia menelepon kakek dan mengatakan jika kau telah memiliki calon istri" ujar tuan Alexander

"Sialan si Antony itu..! Berani-berani nya dia mengadu yang tidak-tidak pada kakek, lihat saja nanti akan ku potong gajinya 80% biar dia tak main-main lagi denganku" umpat Aldo dalam hati.

"Masalah ini kita bicarakan di rumah saja ya kek, kakek pasti capek" ucap Aldo mengalihkan pembicaraan dan segera membawa seluruh keluarga nya untuk segera masuk ke dalam mobil.

Mobil Aldo melesat dengan sangat cepat di jalanan, hingga akhirnya mereka pun sampai di mension milik Aldo hanya dalam waktu 30 menit.

Setelah mengajak keluarga nya untuk masuk, Aldo segera menyuruh para pelayan di rumah nya untuk menyiapkan minuman dan juga kue kecil untuk menemani mereka berempat mengobrol.

Tuan Alexander sebenarnya sangat penasaran pada calon cucu menantunya itu, tapi dia tak ingin merusak keharuan anggota keluarga nya yang saat ini masih saling melepas rindu.

Tak... Tak... Tak...

Terdengar langkah seseorang memasuki rumah Aldo, seorang bocah berusia 5 tahun berjalan dengan kaki mungil nya sambil membawa bungkusan makanan di tangannya.

"Papiiii... Ara datang" teriak bocah itu sambil berlari ke arah Aldo dan langsung memeluknya tanpa melirik sedikit pun pada orang-orang yang saat ini tengah berkumpul di ruang tamu.

"Hai baby.. Kenapa berteriak seperti itu hmm?" tanya Aldo sambil menangkap tubuh Kyara dan mengangkat nya.

Semua orang di buat melongo melihat tingkah Aldo bersama bocah itu, tak terkecuali tuan Alexander yang sangat dekat dengan cucunya.

Siapa yang tak kenal dengan Aldo? Seorang pemuda dingin yang sangat anti perempuan dan tak suka jika tubuh nya berinteraksi dengan orang lain.

Tapi kini yang ada di depan mereka sungguh jauh dari Aldo yang sebelumnya, dia bahkan tak segan mengangkat tubuh bocah itu dan memutarnya, hingga suara cekikikan bocah itu pun terdengar di telinga semua orang.

"Duduklah baby, kenalkan ini mama dan papa nya papi, dan yang itu kakek nya papi" ucap Aldo.

Kyara berjalan perlahan mendekati orang tua dan juga kakek nya Aldo, bocah itu pun mengulurkan tangannya dan segera melakukan sungkem.

Sungguh tata krama yang sangat baik untuk bocah berusia 5 tahun, bahkan Kyara menunjukkan bungkusan makanan yang di bawa nya di depan semua orang.

"Papi.. Momy tadi masak banyak, karena Ara tahu papi sangat suka masakan momy, jadi Ara membawakan nya kesini, Ara akan mengambilkan piring untuk papi" ucap Kyara sambil berjalan menuju dapur rumah Aldo.

Di ruang tamu saat ini, keheningan pun terjadi. Nyonya Stella nampak sangat emosi, matanya menatap tajam pada putra tunggalnya itu.

"Jangan bilang kalau calon menantu mama itu seorang janda dan sudah memiliki anak" ucap nyonya Stella sambil melotot

"Ma, tenang ma" tuan Demitri mencoba untuk menenangkan istrinya, namun di balas pelototan tajam dari nyonya Stella.

"Jawab Aldo! Kenapa kau diam?" nyonya Stella terlihat semakin emosi karena Aldo belum juga membuka suaranya.

"Mama tak akan merestui kamu untuk menikahi seorang janda. Ingat itu Aldo! di dalam keluarga Damian tidak ada yang menikahi janda, apalagi janda yang tak jelas asal usul nya" teriak nyonya Stella.

Prang...

Suara piring yang terjatuh, Kyara begitu kaget mendengar ucapan yang di lontarkan oleh nyonya Stella, dirinya saat ini benar-benar marah karena merasa bahwa nyonya Stella tengah menghina momy nya.

Memang nya apa yang salah dengan status janda? Memang nya siapa yang mau jadi janda? Semua wanita di dunia ini ingin memiliki pernikahan yang bahagia dan juga langgeng, tapi jika takdir telah menentukan lain, lalu siapa yang harus di salah kan? Momy nya bahkan begitu menderita saat menjadi istri dari Adrian.

Kyara segera berjalan dengan langkah yang gontai, bahkan kakinya yang terluka karena menginjak pecahan piring pun tak lagi di hiraukannya, saat ini yang terpenting untuk Kyara adalah momy nya.

Kyara merasa sangat bersalah karena telah memanggil Aldo sebagai papi nya, apa lagi dengan hinaan yang terucap dari mulut nyonya Stella mampu membakar kemarahan dalam hati Kyara.

"Ara pulang dulu ya om" ucap Kyara tak lagi memanggil Aldo papi.

Aldo tentu terkejut dengan panggilan itu, tanpa sengaja Aldo juga melihat kaki Kyara yang terluka dan mengeluarkan banyak darah.

"Tunggu baby, kakimu terluka.. Biar papi obatin ya" ucap Aldo dengan lembut sambil melangkah menuju Kyara.

"Cukup Aldo, biarkan saja anak itu pergi! Untuk apa kamu pedulikan dia?" teriak nyonya Stella sambil menarik pergelangan tangan Aldo.

Kyara hanya tersenyum kecut melihat kejadian itu, bibir mungilnya pun bergerak dengan cepat untuk menjawab ucapan Aldo.

"Tak perlu om, Ara bisa pulang sendiri. Oh ya, kerja sama perusahaan om dengan momy di batalkan, Ara akan bayar semua kerugian om lengkap dengan bunga nya" ucap Kyara sambil menyunggingkan senyuman sinis dan segera keluar dari rumah Aldo.

Sesampainya di rumah, Ara segera menghubungi orang kepercayaan momy nya dan menyuruhnya untuk membatalkan kerja sama dengan perusahaan Aldo.

Ara juga menyuruh Kia untuk mengantarkan uang sebesar 5 Milyar ke rumah Aldo untuk membayar ganti rugi termasuk juga membayar mulut mamanya Aldo yang sudah menghina Keyra.

Dengan cepat jemari gadis itu berselancar di atas laptop nya, kali ini dia ingin menghapus Aldo dari scan gerbang rumah nya, dengan begitu Aldo tak akan memiliki kesempatan untuk berkunjung kembali di lain waktu.

Tok... Tok... Tok...

Terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah Aldo, setelah di persilakan masuk, Kia segera menemui Aldo dan juga keluarganya yang saat ini masih berdebat di ruang tamu.

"Selamat siang pak Aldo, perkenalkan nama saya Kia, saya di utus nona muda Kyara untuk membatalkan kerja sama anda dengan perusahaan milik bu Keyra. Dan ini kompensasi sebesar lima milyar sebagai jaminan untuk anda" ucap Kia sambil membuka koper yang di bawanya dan menyobek berkas kerja sama perusahaan Aldo dengan Keyra.

"Tugas saya sudah selesai, saya pamit. Selamat siang" ucap Kia sambil berjalan menjauh dan segera keluar dari rumah Aldo.

"Cukup ma! Mama tahu? Mama sudah menghancurkan karir Aldo, mama juga sudah menghancurkan masa depan dan juga kebahagiaan Aldo. Aldo tak akan pernah mau menikah jika bukan dengan Keyra."ucap Aldo sambil berbalik meninggalkan seluruh anggota keluarga nya dan membanting pintu kamar nya dengan sangat keras.

Braak...

Terpopuler

Comments

Karunia Disha

Karunia Disha

huuhhh,,,mama stella ada" aj

2024-08-28

2

玫瑰

玫瑰

apa salah nya jadi janda?

2024-05-04

3

Shai'er

Shai'er

jedddeeeeerrrrrrrrr

2023-08-19

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!