Bima dan juga Wulan tak menyadari jika saat ini ada seseorang yang tengah mengawasi keduanya dan juga menguping pembicaraan mereka, mereka terus saja larut dalam kesedihan dan saling memeluk untuk memberi semangat dan juga kekuatan pada pasangan nya.
Sedangkan orang yang mengintip itu kini tengah berjalan dengan cepat tanpa meninggalkan suara, dan langsung memasuki kamar nya.
"Sial.. Sepertinya aku kurang waspada, kakek Bima dan Nenek Wulan itu adalah orang tua dari pria bajingan yang telah menyakiti momy" ucap Kyara sambil mendudukkan dirinya di atas tempat tidur.
Tangan bocah itu terulur membuka laci meja rias nya dan mengambil laptop nya.
Dengan lincah, tangan Kyara kembali memasukan kode-kode rumit dan tak bisa di pahami sembarang orang, kali ini misinya adalah meretas cctv di rumah Bima dan Wulan.
"Mari kita lihat, rencana apalagi yang akan di perbuat oleh keluarga terkutuk itu, aku benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan bajingan itu yang ingin kembali pada momy.. Kau pasti akan menyesal pria brengsek" ucap Kyara sambil terus memasukan kode-kode itu kembali, hingga akhirnya setelah hampir 20 menit, Kyara pun berhasil membobol keamanan dan juga meretas cctv rumah kakek dan neneknya.
"Huft.. Akhirnya" ucap Kyara sambil menutup kembali laptop nya dan membaringkan tubuh mungil nya.
Keyra yang saat ini telah terbangun dari tidurnya segera melangkahkan kakinya menuju balkon.
Jam dinding menunjukan telah pukul 23:00 namun Keyra dengan santai menyambar minuman dingin yang ada di lemari pendingin kamarnya.
Krieeet...
Pintu menuju balkon pun terbuka, dari kejauhan, mata Keyra tanpa sengaja melihat beberapa orang berpakaian hitam tengah memanjat rumah mewah milik Aldo.
Keyra yang memang baru mengenal Aldo selama dua hari ini cukup terkesima melihat Penampakan di depan matanya.
"Nampaknya mereka bukan orang biasa, melihat langkah mereka yang begitu ringan saat memanjat dinding itu, harusnya mereka adalah orang-orang yang terlatih.." ucap Keyra pelan sambil terus memperhatikan hal itu.
Keyra pun tersenyum menyeringai sambil melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk mengetes senjata baruku" ucapnya sambil membuka lemari pakaian nya dan memencet beberapa tombol hingga akhirnya sebuah pintu pun terbuka dan menunjukkan beberapa senjata tajam dan juga senjata api.
Keyra mengambil sebuah Shotgun atau senjata gentel dan segera mencari tempat yang tepat untuk membidik.
Gagang Shotgun itu ia senderkan ke bahunya agar tidak tidak bergerak, karena termasuk senjata berat.
Selongsong peluru berbentuk silinder pun siap untuk di muntahkan.
Shotgun otomatis dengan magasin atau alat penyimpanan dan pengisian 32 putaran, hingga Keyra bisa menembakkan secara beruntun 12 putaran sekaligus.
Keyra mulai memfokuskan pandangannya menuju dinding rumah Aldo.
Dor...
Dor...
Dor...
12 peluru meluncur dari Shotgun yang di tembakkan oleh Keyra dari jarak jauh dengan hentakkan ringan, sang putri mahkota dari kerajaan masa lalu itu kini membidik dengan menggunakan senjata api, dan bukan lagi panah.
Bruk...
Bruk...
Bruk...
12 orang berpakaian itu pun jatuh dari ketinggian dan mengeluarkan suara yang nyaring, hingga beberapa orang penjaga dan body guard yang di tempatkan di rumah Aldo pun segera berdatangan.
Ke dua belas orang itu mati dengan kepala berlubang dan juga dada yang berlubang.
Keyra sukses melakukan manuver pertamanya sebagai seorang pembunuh di dunia modern dengan senjata canggih.
Aldo yang mendengar keributan itu pun segera terbangun dan membuka laci di samping tempat tidur nya, kemudian mengambil pistol dan memeriksa pelurunya. Dengan hati-hati, aldo pun mulai berjalan menuju pintu.
Braakk..
Pintu kamar Aldo di tendang dari luar, sementara aldo kini tengah bersembunyi di sebalik pintu itu dengan dua buah pistol di tangan kiri dan kanannya.
"Sial.. Sepertinya dia telah melarikan diri, cepat cari dan bunuh dia" perintah salah satu orang berpakaian hitam itu pada anggotanya.
Anggota yang berjumlah sepuluh orang itu pun segera mengacak-acak kamar Aldo dan berusaha mencari nya.
"Bos.. Sepertinya dia sudah melarikan diri" ucap seorang berbaju hitam itu pada ketuanya.
"Sial.. Ayo kita pergi dari sini" ucap ketua dari sepuluh orang berbaju hitam.
Namun baru saja mereka melangkahkan kakinya, sebuah suara mengagetkan mereka dari belakang hingga membuat mereka berbalik.
"Apa kalian pikir bisa keluar dari rumah ini dengan mudah?" ucap nya sambil menarik pelatuk pistolnya.
Dor...
Dor...
Dor...
Dor...
Brak...
Brak...
Brak...
Tujuh orang berbaju hitam pun terjatuh dengan dada yang berlubang, Aldo menembak ke tujuh orang itu dengan santai.
Tak lama terdengar begitu banyak derap langkah menuju ke arah kamar Aldo
Drap...
Drap...
Drap...
Keempat orang pria berbaju hitam yang tersisa pun berusaha untuk melarikan diri, namun baru saja mereka melangkah...
Dor...
Dor...
Dor...
Timah panas kembali di luncurkan oleh Aldo, kali ini sasarannya adalah betis dan juga paha mereka hingga keempat nya pun terjatuh.
"Tuan muda.. Anda baik-baik saja?" tanya Antony yang baru saja datang.
"Cari tahu siapa cecunguk yang menyuruh mereka untuk membunuhku, setelah itu kirimkan jasad mereka semua pada pemilik nya" ucap Aldo dengan dingin.
"Baik tuan muda..." beberapa orang body guard segera datang dan menyeret keempat orang yang kini tersungkur di lantai, tak lupa mereka juga membersihkan kekacauan yang terjadi di rumah itu.
"Masukan semua mayat itu ke dalam satu peti, setelah kalian selesai mengintrogasi mereka, pastikan peti itu di kirim kembali pada pemilik nya" ucap Antony
Segera para bodyguard itu pun menyeret satu persatu mayat yang tergeletak di lantai, mereka hanya menarik salah satu kaki nya, kemudian menyeret nya hingga ke lantai satu. Dan mengumpulkannya di sebuah peti.
"Sepertinya ada seseorang yang telah membantu kita" ucap Antony
"Apa maksudmu?" tanya Aldo sambil menatap orang kepercayaannya itu dengan penuh tanya.
"Di luar di temukan 12 orang pria berbaju hitam dalam keadaan mati dengan dada dan kepala yang berlubang, tapi kami belum bisa memastikan siapa yang telah membantai mereka" ucap Antony.
Aldo berjalan keluar dari kamar nya dan membuka balkon, tatapan nya tertuju pada seorang gadis yang terlihat sedang duduk manis di balkon kamarnya dengan menggenggam minuman bersoda.
Antony menyodorkan gelas wine yang telah diisi dan langsung di terima oleh Aldo, sebelum meminum wine itu, tangan aldo di angkat keatas seperti tengah mengajak seseorang untuk bersulang.
Antony mengalihkan pandangannya, mengikuti arah mata Aldo memandang, jauh di depan sana seorang gadis tengah mengangkat tangannya dengan sebuah minuman kaleng yang di pegang nya sambil tersenyum.
"Bu Keyra..?" Antony hampir saja meloncat karena kaget, apalagi dia melihat penampakan sesuatu di samping kursi yang di duduki gadis itu.
"Shotgun?" hampir saja Antony pingsan di buatnya saat menyadari jika kedua belas orang yang mati tadi adalah perbuatan Keyra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
aphrodite
ini baru pasangan cocok..lagian kamu Jianheeng bukan Keyra yg udah mati..jadi suka2 kamu milih pasangan jangan ngikutin perkataan Keyra bodoh
2024-12-10
1
L A
hahaha hahaha ....shock banget
2024-04-29
3
Shai'er
shock😱😱😱
2023-08-19
3