"Hai gadis manja... Kenapa kau tiduran terus hah? Apa kau ingin pipimu itu semakin bulat seperti bakpau? Cepat bangun.. Ayo bersihkan wajahmu, aku sudah memasak nasi goreng kesukaanmu di bawah. Ayooo..." sambil menyeret gadis yang sedang tidur di atas pembaringannya.
"Astaga Key.. Suaramu itu benar-benar mirip dengan ibu-ibu kompleks.. Ini hari minggu, biarkan aku tidur lebih lama" jawab gadis itu
"Aku tak peduli.. Cepat bangun Tiara... Ini sudah jam 9 lebih. Apa kau lupa kalau hari ini kita ada janji untuk pergi reuni" ucap Keyra kembali.
"Baiklah Momy Keyra, putrimu yang cantik dan patuh ini akan segera bangun" ucap nya sambil menggeliatkan badan.
"Berhenti memanggilku momy, Tiara. Kau ini sudah besar.. Astaga.. Lama-lama aku bisa dianggap pelakor jika kau terus memanggilku seperti itu. Sudahlah cepat pergi mandi, aku akan membereskan tempat tidurmu. Dan ingat.. Pakai baju yang aku pilihkan. Oke?" ucap Keyra lagi sambil mendorong tubuh sahabatnya pelan ke dalam kamar mandi.
"Ambil ini, kau selalu saja lupa membawa handuk setiap kali masuk kamar mandi" ucap nya sambil melemparkan sebuah handuk berwarna pink.
Tiara pun langsung menangkapnya. Selesai mandi, Tiara masuk kembali ke dalam kamar nya, kamar itu terlihat rapi, bahkan Keyra sudah mengganti sprei nya.
Tatapan Tiara melirik ke meja rias, 1 set baju beserta tas, sepatu dan juga assesoris telah lengkap di situ.
Tiara pun memeriksa tasnya. Dompet, kunci mobil, tissue bahkan bedak dan juga liptint pun ada.
Tiara pun tersenyum puas melihat semua kesiapannya telah selesai dan segera memakai pakaiannya.
Saat Tiara turun ke ruang makan, tampak sepiring nasi goreng seafood telah terhidang di atas meja, Keyra memang sangat pandai memasak mau pun mengerjakan pekerjaan rumah, dan Tiara sangat menyukai masakan sahabatnya yang lezat itu.
"Cepat habiskan sarapanmu, ini jus untuk mu, tanpa gula dan juga tanpa es." ucap Keyra sambil menyodorkan segelas jus.
"Baiklah momy Key, aku akan segera menghabiskan sarapannya. Oke? Jangan cerewet lagi.. Suaramu itu benar-benar mengalahkan toa mesjid saja" ucap Tiara sambil terkekeh.
Bi Darmi yang melihat nona muda nya begitu dekat dengan Keyra pun sangat senang, karena nona nya yang memang kurang perhatian dan juga kasih sayang orang tua nya. Memiliki sahabat yang bisa mengurusnya dengan baik, bahkan tidak seperti sahabat biasa melainkan seperti ibu dan anak.
"Baiklah.. Berikan kunci mobilmu, aku akan memanaskannya terlebih dahulu sekalian mengecek bensinnya" ucap Keyra sambil menengadahkan tangannya.
Tiara hanya menggeser tas nya dan membiarkan sahabatnya itu mengambilnya sendiri.
"Selesai makan langsung periksa notif hp mu, tadi aku mengambil uang 300.000 untuk bekal perjalanan kita" ucap Keyra
"Astaga Key.. Kau mengambil uang 300.000 saja pun harus melapor padaku? Apa aku terlihat semiskin itu?" tanya Tiara sambil melotot.
"Kondisikan matamu itu Tiara.. Kita memang sahabat, tapi masalah uang itu sensitif. Jadi jangan pernah terlalu percaya pada siapa pun jika itu tentang uang. Mengerti?" ucap Keyra
"Ya sudah, terserah kau saja" ucap Tiara sambil meneruskan sarapannya.
Keyra langsung beranjak keluar sambil menenteng kunci mobil nya.
"Non.. Non Tiara.. Non.. Bangun non.."
"Astaga Key, kenapa ribut sekali. Biarkan aku tidur sebentar lagi, oke? Aku masih ngantuk" jawab Tiara sambil menarik selimutnya hingga menutupi kepala nya.
"Non.. Bangun non, Mama non masuk rumah sakit" bi Darmi kembali membangunkan Tiara
Gubrak...
Tiara langsung terjatuh dari tempat tidurnya dan menepuk bokong nya sambil meringis.
"Bi Darmi? Loh.. Keyra mana? Bukannya tadi Keyra kesini ya bangunin aku?" tanya Tiara sambil celingak-celinguk.
"Non, nak Keyra sudah pergi sejak kemarin. Mungkin non cuma mimpi. Dari tadi bibi disini bangunin non" jawab bi Darmi kembali.
"Ada apa bi?" tanya Tiara
"I.. Itu non, nyonya dibawa ke rumah sakit tadi. Bibi sama bi Ros menemukan Nyonya tergeletak di lantai, jadi langsung minta Pa Amin buat ngantar ke rumah sakit" ucap bi Darmi
"Apa? Terus papa sama David mana bi?" tanya Tiara
"Tuan tak pulang sejak semalam non dan den David pergi naik gunung pagi-pagi sekali" ucap bi Darmi
"Ya sudah, tolong bibi kemas pakaian mama, aku mau mandi dulu nanti baru pergi ke rumah sakit" ucap Tiara sambil berjalan menuju kamar mandi.
Adrian saat ini berada di apartemen miliknya, dia sengaja mematikan ponselnya sejak semalam, mata Adrian terlihat sembab, rambutnya pun terlihat acak-acakan.
Setelah melihat hasil test DNA dan juga rekaman cctv semalam, Adrian bergegas menelpon orang-orang nya untuk mencari keberadaan Keyra, dia sangat menyesal telah memperlakukan gadis malang itu dengan buruk selama ini.
Malam itu, saat Adrian mabuk. Adrian berpikir jika wanita yang di bawa paksa olehnya ke kamar tidur nya itu adalah Maya, bahkan saat melihat noda darah di atas sprei nya, Adrian pun tak berpikir banyak dan menganggap itu hal yang wajar.
Dia tak pernah tahu dan juga tak pernah menyangka jika malam itu dia telah merusak kesucian seorang gadis kecil. Gadis yang seusia putrinya bahkan sahabat putrinya sendiri.
Adrian bahkan menjadikan Keyra sebagai pelampiasan amarahnya jika ada masalah di kantor atau pun ada masalah dengan Maya.
Bahkan tak jarang Adrian pun memukuli gadis itu dengan ikat pinggangnya.
Adrian juga yang menyuruh Keyra tidur di kamar pembantu dan mengurus semua keperluan rumah, bahkan Adria dengan tega hanya memperbolehkan Keyra makan nasi putih saja itu pun satu hari sekali.
Entah bagaimana keadaan istri muda beserta putri bungsunya itu kini, Adrian yang terpuruk setelah mengetahui semua kebenarannya pun merasa sangat buruk hingga buru-buru pergi mencari Keyra.
Bahkan mengerahkan semua orang-orang nya untuk mencari Keyra dan anak nya.
Adrian sering kali memberikan pekerjaan berat pada Keyra dan berharap jika anak yang di kandungnya itu segera keguguran, dengan begitu dia pun bisa dengan cepat menceraikan Keyra.
Namun ternyata tuhan bertindak adil, bayi Keyra tetap kuat meski tubuh Keyra terlihat lemah karena kelelahan dan juga kurangnya asupan makanan.
Keyra bahkan tak pernah memeriksakan kandungannya ke dokter mau pun ke bidan, dan tentu saja itu pun atas perintah Adrian.
"Key.. Dimana kamu Key? Kembalilah.. Maafkan aku. Aku salah Key.." ucap Adrian sambil memeluk lututnya.
Tak lama terdengar ketukan di pintu apartemen Adrian, dengan gontai Adrian pun langsung berjalan dan membuka nya.
"Pak Amin?" tanya Adrian
"Maafkan saya mengganggu tuan, itu tuan sebenarnya Nyonya Maya masuk rumah sakit tadi pagi, Bi Darmi dan bi Ros menemukan nyonya tergeletak di lantai dan sekarang masih di rawat di ruang ICU" ucap Pak Amin ragu-ragu
"Apa? Maya masuk rumah sakit? Ya sudah tunggu sebentar disini, saya cuci muka dulu" ucap Adrian sambil bergegas masuk dan mencuci muka nya di westafel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Amnesia ya Pak uda cerai ya ingat tu🤭
2025-03-23
0
aphrodite
najis
2024-12-10
1
aphrodite
najis gak ada maaf
2024-12-10
1