Sementara itu Keyra yang saat ini telah keluar dari kediaman Wiguna segera berjalan untuk mencari taxi, untung saja ruang dimensinya ikut terbawa saat perpindahan jiwanya, sehingga dia tak takut akan miskin atau pun kelaparan.
"Pak.. Antar saya ke tempat penjualan emas batangan" ucap Keyra pada sopir taxi
"Ingin pergi ke pegadaian atau ke toko perhiasan?" tanya sopir itu kembali
"Toko perhiasan saja. Oh ya pak, jika saya ingin bapak antarkan ke kota C kira-kira berapa yang harus saya bayar?" tanya Keyra kembali
"Nona yakin tidak ingin menggunakan pesawat?" tanya sopir itu seakan tak percaya mendengar ucapan Keyra.
"Saya ingin menikmati perjalanan, menaiki pesawat hanya akan membuat saya jenuh karena bisa sampai dengan cepat" ucap Keyra
"Mungkin butuh waktu tiga hari tiga malam jika menggunakan taxi ke kota C, nona mau saya gunakan argo atau bagaimana?" sopir itu kembali bertanya.
"Terserah bapak saja, yang terpenting saya dan putri saya bisa sampai di kota C dengan aman" ucap Keyra.
Sopir itu pun mengangguk dan menyetujui keinginan dari penumpang nya dengan senang hati. Dia berfikir dengan perjalanan yang jauh setidaknya dia akan mendapatkan sedikit uang tips dari penumpang nya itu.
"Kita sudah sampai di toko perhiasan nona, mau kesana sendiri atau mau saya antar?" sopir itu pun kembali bertanya dengan sopan.
"Baiklah.. Tolong antar saya kesana" ucap Keyra. Sopir itu pun mengangguk dan membawa Keyra ke sebuah toko perhiasan yang sangat besar dan juga mewah.
Sesampainya disana, mereka pun langsung di sambut dengan ramah oleh para pelayan disana, meskipun Keyra menggunakan pakaian yang terlihat murahan, tapi karena dia datang di antar oleh seorang sopir taxi yang terlihat begitu menghormatinya, mereka pun berfikir jika Keyra bukanlah orang biasa.
"Selamat datang nona, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu dengan sopan.
"Saya ingin bertemu dengan pemilik toko ini" jawab Keyra dengan santai.
Pelayan itu pun mengajak Keyra masuk ke sebuah ruangan dan berjalan terus hingga ke lantai 2.
Dihadapan Keyra saat ini, sebuah pintu yang lebar dan kokoh berdiri, merupakan ruangan pemilik toko perhiasan itu.
Tok.. Tok.. Tok..
Pelayan itu pun mengetuk pintu atasannya.
"Masuk.." terdengar suara barithon dari dalam menandakan jika pemilik toko ini merupakan seorang pria dewasa.
Pelayan itu pun langsung membuka pintu dan mengajak Keyra untuk masuk.
"Siang pak, saya mengantarkan seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ucap pelayan itu dengan sopan.
"Baiklah.. Silahkan duduk nona" ucap pria itu sambil beralih menatap Keyra.
"Ada yang bisa saya bantu? Sebelumnya perkenalkan nama saya Dharma, pemilik tempat ini" ucap pria paruh baya yang bernama Dharma itu.
"Saya Keyra, saya datang kesini karena ingin menjual beberapa barang" ucap Keyra dengan santai, tangannya merogoh tas nya dan mengeluarkan beberapa batang emas dan juga berlian.
Pak Dharma terlihat kaget menatap wajah Keyra saat mengeluarkan semua barang berharga itu dari sebuah tas lusuh.
Mengerti dengan keheranan pemilik toko, Keyra segera saja menjelaskan
"Saya sengaja berpenampilan seperti gembel agar tak diikuti oleh penjahat dan tak jadi sasaran dari orang-orang yang serakah" ucap Keyra.
Pelayan yang berada disamping nya pun kaget mendengar alasan yang di kemukakan oleh Keyra. Namun sedetik kemudian dia pun segera keluar dari ruangan bos nya itu dan mempersiapkan hidangan kecil beserta secangkir teh agar tamu bos nya itu nyaman.
Keyra di jamu dengan baik oleh pemilik maupun pelayan toko itu, sedangkan pak Dharma saat ini sedang memeriksa keaslian barang yang di bawa oleh Keyra.
"Saya mengajukan harga dua milyar untuk semua barang ini" ucap pak Dharma sambil berkeringat saat mengetahui jika berlian yang di bawa Keyra merupakan yang terbaik dan sedikit langka.
"Tidak buruk, saya setuju" ucap Keyra. Pak Dharma pun tersenyum lega.
"Oh tunggu sebentar, tolong berikan 20 juta cash untuk saya, sisanya saya bisa membawanya dalam bentuk kartu" ucap Keyra lagi
"Baiklah.. Sesuai keinginan anda nona" pak Dharma pun segera mempersiapkan permintaan Keyra.
Saat transaksi sudah selesai, Keyra memberikan sepuluh juta itu untuk pelayan dan di sambut dengan tatapan tak percaya dari pelayan itu melihat kedermawanan Keyra.
"Ambilah.. Itu tips untukmu karena melayaniku dengan baik" ucap Keyra memaksa pelayan itu.
Akhirnya pelayan itu pun menerima nya dan berterima kasih kepada Keyra.
Setelah keluar dari toko perhiasan itu, Keyra segera menemui sopir taxi yang tadi membawanya ke sana, dan langsung mengajaknya melanjutkan perjalanan.
Tak lupa Keyra pun memberikan uang sepuluh juta yang tersisa sebagai pembayaran untuk sopir itu yang bersedia mengantarkannya ke kota C.
Sopir itu pun hampir menangis melihat setumpuk uang yang diberikan Keyra sebagai upah untuk nya mengantar ke kota C. Setelah berterima kasih, sopir itu pun segera melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kota C.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di sebuah rumah sakit besar di kota A. Adrian baru saja sampai dan melihat putrinya sedang menangis di kursi ruang tunggu.
Adrian melangkahkan kakinya dengan cepat, dan menghampiri putri kesayangannya itu.
"Bagaimana keadaan mamamu?" tanya Adrian pada Tiara.
Tiara hanya menggelengkan kepalanya, dia pun belum tahu apa yang terjadi karena dokter yang menangani mamanya belum juga keluar dari sana. Segera Tiara berhambur kepelukan Adrian sambil terus menangis.
"Pa.. Tiara takut" ucap Tiara sambil terus terisak.
"Tenanglah.. Papa disini.. Papa yakin mamamu itu orang yang sangat kuat" ucap Adrian sambil membelai rambut Tiara.
Sebenarnya bukan hanya Tiara yang takut, Adrian juga sangat takut saat ini. Namun melihat putrinya yang rapuh, Adrian pun tak bisa menunjukan kelemahan dirinya di depan Tiara.
Satu masalah belum selesai, sekarang masalah lain pun datang.
Adrian sungguh Frustasi saat ini, namun apa lagi yang bisa di lakukan adrian selain menenangkan putrinya? Dia juga belum mendapatkan kabar dari orang-orang yang di suruhnya untuk mencari Keyra dari semalam. Dan sekarang istri yang paling di cintainya dan telah dinikahinya selama 19 tahun itu berada di ruang ICU dan itu semua tak lepas dari kesalahan Adrian.
Lampu di ruangan ICU pun mati pertanda dokter telah selesai melakukan tindakan pada Maya.
Adrian dan Tiara berdiri di depan pintu itu dengan cemas, tak lama dokter pun keluar dan menemui mereka.
"Pak Adrian.." panggil dokter Leo
"Dokter, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Adrian.
"Kami sudah berusaha untuk menyelamatkan bu Maya pak, tapi ternyata tuhan jauh lebih menyayanginya" ucap dokter Leo
"Apa maksudmu dokter? Jangan bilang kalau mama.." Tiara pun tak sanggup meneruskan ucapannya
"Saya turut berduka cita.." dokter Leo pun berjalan meninggalkan kedua ayah dan anak itu.
"Apaaa? Tidaaaak.." Adrian pun berteriak dengan histeris sambil berlari menuju ruang ICU tempat Maya menghembuskan nafas terakhir nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
wah ni yg seru ada ruang demensi🤭
2025-03-23
0
aphrodite
pintar
2024-12-10
1
aphrodite
Cirebon
2024-12-10
1