"Astaga.. Pantas saja tuan muda begitu tertarik pada bu Keyra, ternyata mereka berdua memiliki hobi yang sama. Hhmmm.. Sepertinya aku harus menyiapkan jantungku agar tak cepat lepas dari tempat nya, bu Keyra bukan orang biasa, apa lagi mengingat putri nya yang masih berusia 5 tahun itu juga sudah bisa membanting dan membunuh orang" gumam Antony dalam hati sambil bergidik ngeri.
Bos nya yang dingin dan kejam memang pantas di sandingkan dengan Keyra yang cantik namun mematikan, apalagi di tambah Kyara yang imut dan brutal. Sungguh komposisi keluarga yang patut di acungi jempol.
Aldo memandang takjub pada gadis yang secara perlahan telah menempati hatinya, apa lagi mengingat kelihaian nya dalam menggunakan Shotgun yang sangat berat, membuat dia semakin mengagumi Keyra.
Sedangkan Keyra masa bodoh, dirinya tak begitu memperhatikan Aldo, baginya kebahagiaan putrinya Kyara adalah yang utama, tidak tahu saja dia jika Kyara itu iblis kecil yang berbahaya, bahkan Kyara lah yang terus melindungi Keyra dari kejauhan.
Usaha yang di rintis Keyra berhasil membuat nya menjadi seorang wanita karier yang sangat sukses, tapi bukan itu poin penting nya. Kyara lah yang menyingkirkan satu persatu saingan momy nya tanpa sepengetahuan Keyra.
Bahkan Kyara juga melindungi perusahaan yang di bangun Keyra dari tangan-tangan jahil saingannya. Kemampuan nya dalam meretas data patut di acungi jempol, bocah berusia 5 tahun itu bahkan sering membobol data para pesaing momy nya dan mengirim virus ke komputer mereka. Sungguh putri yang sangat berbakti.
"Sepertinya aku harus semakin gencar mendekati Ara, tunggu saja suatu hari nanti aku pasti bisa menjadikan mu pasangan hidup ku" ucap Aldo sambil memutar-mutar gelas Wine di tangannya.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Bima dan Wulan berpamitan untuk kembali ke rumah mereka, Keyra dan Kyara pun mengantar mereka hingga ke depan.
Aldo yang saat itu hendak menaiki mobilnya untuk berangkat kerja, segera menghentikan langkah nya, dia pun berbalik menuju ke arah Keyra dan juga Kyara.
Penjaga gerbang pun memberikan izin untuk Aldo dengan mudah, mereka sudah mengetahui kedekatan Aldo dengan nona muda mereka.
"Om tampan.." teriak Kyara sambil berlari menyambut kedatangan Aldo.
Aldo pun berjongkok dan segera merentangkan kedua tangannya agar Kyara bisa memeluk nya, dengan cepat bocah itu pun berhambur kepelukan Aldo.
"Hai baby.. Kangen sama om Aldo?" tanya Aldo sambil mencubit hidung Kyara, sedangkan Keyra hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kyara.
"Ara.. Ajak om nya untuk sarapan bersama.." ucap Keyra sambil melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam rumah.
Keyra dengan riang segera menarik tangan Aldo dan mengajaknya untuk masuk, Aldo pun terlihat tak keberatan dan langsung mengikuti bocah itu ke dalam rumah nya.
"Om suka gak makanannya? Salad ini di buat momy untuk Ara.. Ara paling suka masakan momy" ucap Kyara setelah melihat Aldo memakan Mix salad buatan Keyra.
"Benarkah? Om juga suka Mix Salad nya, ini benar-benar enak" ucap Aldo memuji sambil mengangkat jempol nya.
Kyara terlihat berbinar mendengar ucapan Aldo, niat untuk menjahili momy nya dan Aldo pun terlintas hingga akhirnya bocah itu membuat Aldo dan Keyra hampir tersedak.
"Kalau om suka, kenapa om tak jadi papinya Ara aja biar di masakin tiap hari sama momy?"
Uhuk... Uhuk...
Uhuk... Uhuk...
Keyra dan Aldo pun terbatuk secara bersamaan, selintas keduanya saling bertatapan kemudian kembali melihat Kyara.
"Ara.. Jangan bicara seperti itu pada om Aldo" ucap Keyra
Kyara hanya menunduk melihat respon momy nya, niat nya sudah bulat untuk mendekatkan Aldo dan Keyra agar Adrian tak lagi memiliki kesempatan untuk mendekati momy nya.
"Maafkan sikap Ara ya.." ucap Keyra sambil melirik Aldo.
Aldo hanya tersenyum menanggapi ucapan Keyra, matanya nya kembali melirik ke arah Kyara yang masih menunduk.
"Kalau Ara mau, Ara boleh kok manggil om Aldo dengan sebutan papi.. Tapi Ara harus minta izin dulu sama momy Ara" ucap Aldo sambil mengelus rambut Kyara.
Mendengar jawaban Aldo, Kyara pun mendongak sambil menatap Keyra dengan pandangan memohon.
Melihat mata putri kesayangan nya membuat Keyra tak berdaya, akhirnya dia pun menganggukkan kepalanya sambil menarik nafas panjang.
Kyara segera melompat dari kursinya dan memeluk Aldo, bocah itu terus berjingkrak meluapkan kebahagiaan nya.
"Horeee.. Ara punya papi. Hahahaha" kyara terlihat begitu bersemangat, Aldo pun segera mengangkat bocah itu dan memutarnya.
Pemandangan itu sontak membuat Keyra terdiam, mungkin benar, Kyara membutuhkan seorang ayah..
Tanpa terasa, Keyra pun menitikan air mata nya, entah kenapa hatinya terasa begitu sakit saat ini.
"Momy kenapa nangis? Apa ada yang sakit? Dimana yang sakit? Bilang sama Ara" ucap Kyara memberondong pertanyaan pada Keyra sambil berlari kecil ke arah momy nya dan langsung memeluknya dengan erat.
Keyra hanya menggeleng, sambil melirik Aldo.
"Terima kasih" ucap nya singkat sambil kembali menatap putrinya.
Kyara mengusap pipi Keyra yang basah dengan tangan mungilnya, dendam di hatinya kembali mencuat melihat air mata itu.
"Momy tenang saja, Ara pasti akan membalaskan dendam momy pada pria bajingan Adrian dan anak-anak nya itu, tapi sebelum itu Ara harus memastikan momy memiliki pendamping untuk mendukung dan juga melindungi momy" gumam Kyara dalam hati.
Aldo mendekati Keyra dan langsung memeluknya, entah keberanian dari mana dia bisa melakukan hal itu, padahal selama ini dia enggan berdekatan dengan wanita, bahkan ibunya saja tak pernah Aldo peluk.
Setelah sadar, Aldo pun segera melepaskan pelukannya dari Keyra.
"Maaf.." ucap Aldo lirih, Keyra hanya mengangguk.
"Apakah anak papi mau ikut ke kantor? Hari ini papi akan mengajak Ara jalan-jalan, tapi sebelum itu papi harus menyelesaikan sedikit pekerjaan yang tersisa" ucap Aldo segera mengalihkan pembicaraan.
Kyara melompat ke pelukan Aldo sambil menatap nya dengan binar bahagia "Bolehkah?"
"Tentu saja boleh.. Untuk anak kesayangan papi, apa pun boleh" ucap Aldo sambil mencium pipi kiri Kyara.
Kyara berbalik menatap Keyra meminta persetujuan, Keyra yang paham keinginan putri kesayangan nya itu pun langsung mengangguk setuju.
"Yey yey yey... Ara ikut papi ke kantor" teriak bocah itu senang, para pembantu di rumah Keyra pun terkikik melihat tingkah nona muda mereka yang mengemaskan.
"Tapi ingat, Ara jangan mengganggu pekerjaan om Aldo. Mengerti?" ucap Keyra sambil menaikan jari kelingking nya.
Kyara pun menautkan jari kelingking nya ke jari Keyra sambil tersenyum manis.
"Ara dengar ucapan momy" ucap nya sambil bergegas menarik tangan Aldo untuk segera berangkat ke kantor.
Suasana tempat kerja Aldo begitu sepi, para karyawan yang sudah terlebih dahulu datang pun langsung duduk di tempat nya masing-masing.
Kedatangan Aldo tentu saja membuat mereka segera menyambutnya, mereka berdiri dan berjajar dengan sangat rapi sambil menunduk.
Tap...
Tap...
Tap...
Langkah kaki Aldo terdengar semakin mendekat, mereka segera bersiap untuk menyapa.
"Selamat pagi bos.." ucap mereka serentak sambil menundukkan kepala.
"Ruangan papi dimana?"
Mendengar sura bocah, semua orang pun mengangkat wajah nya dan melihat seorang bocah perempuan berusia 5 tahun dalam gendongan bos nya.
"What? Dia bilang papi? Kapan si bos menikah?" pikir salah satu karyawan nya
"Astaga.. Bocah itu.." pikir karyawan yang lain sambil mengerutkan dahinya.
"Kembali ke tempat kerja kalian masing-masing dan kerjakan tugas kalian dengan baik, atau gaji kalian saya potong 80% bulan ini" ucap Aldo dengan datar sambil menatap dingin karyawannya.
Segera mereka pun berlarian menuju meja mereka masing-masing, dan Aldo membawa Kyara memasuki Lift khusus petinggi perusahaan menuju ruang kerjanya di lantai tujuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
aphrodite
aku dukung Kyara 100%
2024-12-10
2
Karunia Disha
pepet trs jgn kasih kendor,,jgn smpe adrian punya ksmptn dketin keyra lg
2024-08-28
2
Seven8
deketin anak dulu baru mamanya. 👍👍
2023-12-31
4