Kyara mendudukkan dirinya di salah satu bangku kosong di temani Lina yang merupakan baby sitter nya.
Tangan bocah itu terangkat meminta sesuatu pada Lina
"Mbak, susu Ara mana?" tanya Kyara.
Lina pun merogoh tas nya dan mengambil satu kotak susu strawberry, setelah menusuk kotak itu dengan sedotan, Lina pun segera memberikan nya pada Kyara.
Kyara menikmati susu kotak itu sambil duduk bersandar di kursi, kedua kaki mungil bocah itu terayun ke depan dan ke belakang membuat nya telihat imut dan menggemaskan.
"Bocah yang menarik.." Gumam seorang pemuda yang memakai jas hitam, tangannya memegang kaca mata hitam dan langsung memakainya.
"Namanya Kyara, biasa di panggil Ara. Tetangga baru anda tuan, rumahnya tepat berada di depan rumah anda" ujar Antony sang kaki tangan
"Sepertinya aku tak pernah melihat dia?" tanya Aldo sang bos.
"Semenjak pindah ke daerah sini, sepertinya tuan kurang bersosialisasi, makanya tetangga depan rumah pun tak tahu" gumam antony yang masih terdengar di telinga aldo.
Hingga membuat pemuda tampan berusia 24 tahun itu pun memandang nya tajam.
"Gajimu bulan ini di potong 50%" ucap Aldo sambil berlalu meninggalkan Antony
"Jangan di potong dong tuan, kasihan nanti anak istri saya mau makan apa?" rengek Antony
"Dasar jomblo akut.. Lebay.. Kapan kamu nikah dan punya anak? Sekali lagi kamu protes, gajimu dipotong 30% lagi" ucap Aldo sambil membuka pintu mobil nya dan segera masuk, diikuti oleh Antony.
Sementara Bima dan Wulan masih memperhatikan Kyara yang masih sibuk dengan susu kotaknya, pasangan yang sudah meng-klaim Kyara sebagai cucu nya itu tak mau kehilangan jejak bocah itu dan segera mendekat.
"Hai cantik.. Nama kamu siapa?" tanya Bima pada Kyara
"Namaku Ara.. Kakek sendiri siapa?" tanya Kyara.
"Nama kakek Bima Sanjaya, dan ini istri kakek, namanya nenek Wulandari.. Terima kasih untuk bantuan Ara tadi yang sudah mau menolong istri kakek" ujar Bima
Kyara hanya mengangguk sambil merentangkan tangannya pada Lina.
"Mbak.. Gendong, Ara ngantuk" ucap Kyara.
Lina yang hendak menggendong Kyara pun di hentikan oleh Bima.
"Biar kakek yang gendong Ara ya" ucap nya dan langsung di angguki Kyara.
Akhirnya Bima pun menggendong Kyara dan mengantarnya hingga rumah nya yang berada di salah satu kawasan elit di kota c.
Saat mobil Bima sampai di depan gerbang kediaman Kyara, ada sebuah sensor gerak yang memindai satu persatu orang yang berada di dalam mobil itu sebelum akhirnya gerbang mendeteksi wajah Kyara dan langsung terbuka.
Bima dan Wulan pada awalnya terkejut melihat adanya titik merah yang mengarah pada satu persatu orang yang ada di mobilnya, namun mereka tak mengatakan apapun dan hanya diam, sebelum akhirnya sensor itu kembali bergerak dan berhenti pada Kyara.
Bima cukup terkesan dengan teknologi yang di gunakan di rumah Kyara, namun keterkejutannya tak sampai di situ, saat mobil mereka telah sampai di depan rumah, 300 orang body guard beserta 100 orang palayan wanita langsung berdiri dan membungkuk.
"Ternyata penjagaan rumah ini bukan hanya dengan teknologi yang canggih tapi juga dengan deretan body guard yang gagah dan kuat" gumam Bima sekali lagi dalam hati.
Kyara langsung bangun dan segera keluar dari mobil, langsung di sambut para pelayan yang menyodorkan handuk kecil, cemilan, air minum maupun sandal.
Bima tercengang melihat tindakan semua pelayan itu, Kyara nampak seperti seorang ratu di antara kerumunan rakyat nya.
"Ayo masuk kek.. Ini rumah Ara" ajak Kyara sambil menggandeng Wulan dan juga Bima.
Memasuki ruang utama kediaman ini, mereka di sambut dengan suasana nyaman dan juga sejuk, berbagai purniture mahal dan juga mewah menghiasi kediaman.
Mata Bima terlihat begitu tertarik dengan sebuah photo yang tergantung di dinding.
Photo Keyra yang sedang menggendong Kyara sambil tersenyum manis dengan latar belakang pegunungan.
Di photo itu terlihat Keyra begitu bahagia seolah tanpa beban apa pun, membuat wajah cantiknya kian bersinar indah.
"Ini mama nya ara ya?" tanya Wulan sambil menunjuk photo Keyra. Kyara hanya mengangguk membenarkan.
"Papa nya Ara mana? Kok nenek tak melihat photo nya?" tanya Wulan kembali.
"Ara tak punya papa.. Orang jahat itu tidak menginginkan Ara dan juga momy.. Tapi Ara senang, dengan begitu orang jahat itu tidak akan menyakiti momy dan Ara lagi" ucap Kyara santai sambil memakan kue kecil yang ada di meja.
Deg...
Deg...
Jantung Bima dan juga Wulan terasa sesak, mereka dapat melihat kilatan kebencian dari mata Kyara, bocah berusia 5 tahun itu seolah telah mengetahui apa yang terjadi dengan kedua orangtuanya.
"Memang Ara tak mau punya papa?" tanya Bima
"Suatu hari nanti momy pasti bisa menemukan pria yang baik untuk jadi papi nya Ara.. Yang terpenting momy bahagia, meskipun Ara tak memiliki papi.. Ara tetap bahagia. Asal momy jangan kembali pada orang jahat itu saja, jika tidak.. Ara pasti akan membunuhnya" ucap Kyara sambil mengepalkan tangannya, mata bocah itu memancarkan kebencian yang besar dan aura membunuh nya pun keluar membuat Bima dan Wulan bergidik ngeri.
"Ara mau gak jadi cucunya kakek?" tanya Bima
"Eh.." Kyara nampak terkejut mendengar ucapan Bima kemudian bocah itu pun tertawa.
"Jangan pikir kakek bisa menjodohkan anak kakek dengan momy nya Ara ya, kalau tidak.." Kyara pun mulai merenggangkan otot-otot di tubuhnya dan menarik serta membunyikan jari-jari tangan nya.
Uhuk.. Uhuk..
Pasangan suami istri itu pun terbatuk mendengar ucapan Kyara.
"Kakek tidak berniat untuk menjodohkan anak kakek dengan Momy kamu Ara.. Kakek cuma mau kamu dan momy kamu jadi keluarga kami" ucap Bima kemudian
Drrrt...
Drrrt...
Ponsel Bima pun berbunyi, tak lama Bima pun mengangkat panggilan itu sambil menjauh dari Wulan dan juga Kyara.
"Nenek boleh gak minta photo Ara sama momy Ara 1 untuk kenang-kenangan?" tanya Wulan. Kyara langsung memberikan photonya bersama sang ibu pada Wulan hingga membuat senyum Wulan mengembang.
Tak lama Bima pun kembali dan mengajak Wulan untuk datang.
"Ma, kita harus pulang.. Putra kita sudah sampai di bandara" ucap Bima. Wulan hanya mengangguk dan langsung berpamitan.
Sesampainya di rumah, Bima segera saja menyidang anak dan juga cucunya itu, mereka meminta penjelasan tentang semua video yang tersebar di dunia maya.
Adrian beserta kedua anaknya pun tak menutupi, mereka mengakui perbuatan mereka secara gamblang dan jujur.
"Aku sudah mencari Keyra selama 5 tahun ini pa.. Tapi belum juga menemukan keberadaan mereka hingga saat ini" ucap Adrian.
Wulan pun merogoh tas nya dan memberikan selembar photo pada Adrian.
"Ini..?" mata Adrian terlihat berkaca-kaca hingga tanpa sadar dia pun menangis sambil memeluk photo yang di berikan Wulan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
玫瑰
hahaha
2024-05-04
2
Shai'er
lha.... kok 🤧🤧🤧
2023-08-19
2
Shai'er
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-08-19
2