Setelah Antony membawa Vena keluar dari ruangannya, Aldo segera melirik Kyara yang saat itu sedang tersenyum manis sambil menepuk tangan.
Dahi Aldo sejenak berkerut melihat tindakan bocah yang ada di hadapan nya itu, bukankah tadi telapak tangan nya merah dan dia kesakitan? Lalu apa sekarang? Bocah itu bertepuk tangan dengan santai sambil terus memutar-mutar kursi Aldo.
"Apa kau sudah puas bermainnya baby?" tanya Aldo setelah menyadari jika bocah yang ada di hadapan nya itu hanya pura-pura sakit.
Kyara turun dari kursinya sambil melangkahkan kaki mendekati Aldo.
"Apa papi tak bisa memilih sekertaris yang baik dan pintar? Kenapa harus membawa J****g seperti itu ke kantor ini, lihatlah pakaian nya itu, sungguh benar-benar buruk" ucap Kyara sambil menggelengkan kepalanya
"Apakah putri papi ini cemburu pada perempuan tadi?" tanya Aldo sambil menaik-turunkan alisnya.
"Cemburu? No... Ara tak level kalau harus cemburu dengan perempuan seperti itu, lagi pula dia itu cuma pion dari seseorang untuk memata-matai papi dan mencuri informasi penting di kantor ini" ucap Kyara sambil mendudukkan dirinya di sofa di samping Aldo.
"Apa maksud mu Ara?" tanya Aldo
Kyara hanya mengedikkan kedua bahunya dan segera mengambil laptop milik Aldo.
Tangan bocah itu kembali berseluncur memencet satu persatu keypad di laptop Aldo, dia pun mengetikan banyak kode yang tak bisa di mengerti oleh Aldo, hingga akhirnya Aldo melihat hal yang selama ini tengah dia curigai.
"Itu adalah bukti persekongkolan sekertaris gila itu dengan pria buncit tua, hihihi... Astaga perutnya seperti gentong saja, bulat. Mungkin isinya banyak air" ucap Kyara sambil menunjukkan rekaman cctv saat Vena bertemu dengan salah satu rival bisnis Aldo.
"Dari mana kamu menemukan semua bukti-bukti ini Ara?" tanya Aldo yang kini di penuhi rasa penasaran
"Apakah papi ingin menyerang perusahaan pria buncit itu?" bukannya menjawab, Kyara malah mengajukan pertanyaan baru.
Aldo pun mengangguk, Kyara kembali memasukan banyak sekali kode rahasia ke dalam laptop milik Aldo, tujuannya hanya satu mengirim banyak sekali virus untuk membocorkan seluruh data perusahaan mereka.
Aldo begitu terkesima melihat betapa lincah dan terampilnya bocah itu membobol sistem keamanan perusahaan lain, bahkan bocah itu juga mengirim berbagai macam virus ke komputer lawannya.
Kyara tersenyum menyeringai saat tak sengaja sudut matanya menemukan sesuatu yang sangat menyenangkan, tak lama dia pun mulai kembali membuat permainan yang sangat menghebohkan.
Dia mengunggah bukti-bukti perselingkuhan dan juga berbagai macam video tak senonoh milik pria buncit yang berusaha menghancurkan perusahaan papi nya itu dengan santai.
Hingga akhirnya, setelah lima menit terdengar ponsel milik Aldo berbunyi.
Tring....
Tring...
Tring...
Bunyi pesan masuk di ponsel Aldo, dengan segera Aldo pun mulai melihat semua pesan yang di kirim ke ponselnya.
Mata Aldo melotot saat melihat bukti-bukti kejahatan milik rival bisnis nya dan juga perbuatan asusila yang di lakukan pria itu.
Mata Aldo melirik ke arah Kyara yang sedang tersenyum dengan santai sambil jemari tangannya terus menerus berkutat dengan laptop, tak lama senyuman iblis tersungging dari bibir bocah itu.
Kyara telah berhasil menjatuhkan Brama Suseno dan sukses membuat saham perusahaan BS company merosot drastis, bocah itu pun mengambil ponsel milik nya dan menelpon seseorang.
Tuuut... Tuuut...
Bunyi panggilan dari ponsel Kyara terdengar di telinga Aldo
📱"Selamat pagi nona muda" sapa suara seseorang dari seberang telpon.
📱"Pagi paman, aku ingin paman mengakuisisi saham milik BS company" ucap Kyara
📱"Sesuai keinginan anda nona muda" jawab suara di seberang telpon.
Tut... Kyara mematikan sambungan telpon itu secara sepihak dan langsung berselonjor di atas sofa ruang kerja Aldo.
"Papi.. Ara lapar lagi" ucap nya sambil menatap Aldo yang sejak tadi terus memandang nya dengan dahi yang berkerut dan mulut menganga.
"Astaga papi.. Ada apa? Kenapa terbengong seperti itu? Apa papi kerasukan iblis sexy lagi?" ujar Kyara sambil melambai-lambaikan tangannya di depan Aldo.
Aldo pun tersentak dari lamunannya dan segera merubah kembali raut wajah nya seperti semula.
"Ara lapar.." cicit bocah itu sambil mengelus perut kecil nya dengan pandangan memelas menatap Aldo.
Aldo segera bangkit dan menyambar telpon di atas meja nya untuk menghubungi Antony.
"📞Ya bos" jawab Antony begitu panggilan telpon itu terhubung.
"📞Belikan roti dan juga banyak cemilan, jangan lupa buah, jus dan juga susu, segera" ucap Aldo sambil menutup panggilan secara sepihak.
Antony bergegas keluar dari ruangannya dan membelikan beberapa bungkus roti, buah-buahan, cemilan begitu juga dengan jus dan susu.
Meski pikiran nya saat ini di penuhi tanda tanya dengan permintaan bos nya, tak urung Antony pun menjalankan perintah bos nya itu dengan sangat cepat.
15 menit kemudian Antony telah sampai di depan pintu ruangan Aldo.
Tok... Tok.. Tok...
Antony mengetuk pintu ruangan bos nya itu dengan sedikit tenaga.
"Masuk.." terdengar suara sahutan dari Aldo di dalam ruangan itu.
Krieeet...
Pintu pun di buka, Antony bergegas membawakan kantong belanjaannya itu pada bos nya yang saat ini sedang duduk di kursinya sambil meneliti beberapa berkas.
"Ini belanjaannya bos" ucap Antony sambil menyerahkan kantong berisi makanan itu pada Aldo.
"Berikan padanya" ucap Aldo sambil menunjuk dengan dagu nya.
Antony mengikuti arah dagu Aldo, hingga akhir nya saat ini dia sadar ada seorang bocah yang sedang berselonjor di sofa ruang kerja bos nya sambil mengelus perut.
Bocah yang tak lain adalah Kyara, putri dari tetangga rumah bos nya yang sangat cantik.
Segera Antony pun mengeluarkan semua belanjaan nya tadi di meja dan menyuruh Kyara untuk memakannya, dengan rakus bocah itu pun mengambil 3 bungkus roti dan juga dua susu kotak rasa coklat dan menyimpannya di atas pangkuannya.
"Papi mau?" tawar Kyara yang di jawab gelengan kepala oleh Aldo.
Sedangkan Antony berdiri tegak dengan mulut menganga dan juga mata yang melotot, hampir saja dia mengalami serangan jantung saat mendengar panggilan Kyara pada Aldo.
"Astaga.. Mungkinkah si bos sudah memutuskan untuk menikah dengan bu Keyra? Ini berita bagus.. Akhirnya aku akan segera mendapatkan bonus dan juga tiket liburan ke madrid. Hahaha... Aku harus segera memberi tahu tuan besar" gumam Antony dalam hati sambil melangkahkan kaki nya keluar dari ruang kerja Aldo dan kembali ke ruang kerjanya.
Antony segera menyambar ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja dan langsung menelpon seseorang.
Tuut... Tut...
Suara telpon tersambung dan klik, terdengar suara panggilan di terima
📱"Hallo" ucap suara di seberang
📱"Hallo tuan besar! Hahaha... Sepertinya anda harus segera menyiapkan bonus dan juga tiket liburan saya" ucap Antony sambil tertawa
📱"Apa maksud mu Antony?" tanya orang itu kembali
📱"Selamat tuan besar, tuan muda telah menemukan calon nyonya muda Damian" ucap Antony
📱"Hahaha... Bagus, aku akan segera datang kesana" ucap pria tua di seberang dengan penuh semangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
NOiR🥀
wah vacation time Anton☺️
2023-10-20
4
Shai'er
harus itu 🤣🤣🤣🤣🤣
2023-08-19
2
Shai'er
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-08-19
2