Akhirnya mereka pun sampai di ruangan kerja Aldo, segera Aldo pun membawa Kyara dan mendudukannya di kursi milik nya.
Kyara melihat-lihat sekeliling ruangan Aldo, mata nya terlihat begitu berbinar kagum melihat semua perabotan serba mahal terpasang dengan apik.
Tak lama sekretaris Aldo pun masuk ke ruangan kerja Aldo dengan menggunakan pakaian yang begitu terbuka, dengan kemeja transparan berwarna pink pucat dan kancing yang sengaja di buat terbuka di area dadanya, membuat dua tonjolan di wilayah dadanya terlihat begitu menggoda, apalagi di tambah rok span pendek nya yang hanya berjarak satu jengkal dari pusat membuat penampilannya semakin sexy.
Kaki jenjang nya di balut stocking warna hitam, dengan high heels warna hitam setinggi 11 cm, Kyara yang melihat penampilan sekretaris itu pun terbengong, namun tak lama dia pun terkikik.
Aldo melirik ke arah Kyara sambil mengerutkan kening nya, setelah dia melihat arah pandang Kyara dan mengikuti nya akhirnya dia pun mengerti apa yang jadi bahan tertawaan bocah itu.
Sekertaris Aldo yang bernama Vena melangkah dengan sangat anggun bak model sambil memperlihatkan lekuk tubuh nya yang menggoda, dia pun menyodorkan map yang harus di tanda tangani Aldo sambil tersenyum manis.
"Selamat pagi pak Aldo, ini berkas yang harus anda tanda tangani hari ini" ucap Vena dengan tatapan nakalnya.
Kyara hampir saja terjatuh dari kursinya melihat tingkah centil Vena yang terkesan tak tahu malu itu.
"Bibi.. Bisakah mengambilkan air putih untuk ku? Aku haus" ucap Kyara dengan wajah polos nya sengaja mengacaukan konsentrasi Vena agar tak terus memandangi calon papi barunya. Ingat ya, Kyara sudah mengklaim Aldo sebagai calon papi baru nya.
"Siapa yang kau sebut bibi anak kecil? Apa kau tak melihat penampilanku? Aku ini Sekertaris nya pak Aldo, bukan office boy. Jadi kalau kau haus, pergilah ke dapur dan buat sendiri" ucap Vena yang masih belum menyadari jika saat ini Kyara tengah duduk di kursi bos nya.
"Papii.." panggil Kyara dengan mata yang berkaca-kaca.
Aldo pun segera menyimpan berkas yang belum di tanda tangani nya itu di atas meja kerjanya dan langsung mendekati Kyara.
"Kau haus baby?" tanya Aldo yang langsung di jawab anggukan kepala Keyra.
"Apa kau tak mendengar perintah putriku? Cepat ambilkan air putih untuk nya, jika kau tak kembali dalam lima menit, aku pastikan gajimu di potong 60% bulan ini!" teriak Aldo sambil menunjuk wajah Vena yang masih terbengong di tempat nya saat mendengar panggilan dari bocah yang ada di depannya itu kepada Aldo.
Vena pun segera berlari keluar dari ruangan Aldo menunju Pantry, dia akan menyiapkan apa yang di minta oleh bos nya itu dengan cepat agar tak mendapat teguran kembali, apalagi mengingat bos nya yang mengancam akan memotong 60% dari gajinya membuat Vena bergidik.
Bagaimana dia bisa membayar cicilan mobil dan juga apartemen nya jika gajinya di potong hingga 60%? Belum lagi jika berondong yang kini tinggal di apartemen nya itu minta di belikan ini dan itu! Sungguh sial dia bertemu dengan Kyara dan membantah permintaan bocah itu, Aldo sukses marah dan langsung menunjuk wajahnya.
Tap...
Tap...
Tap...
Krieeet...
Terdengar suara langkah kaki dan juga deritan pintu ruangan Aldo yang terbuka, dengan cepat Vena menyodorkan segelas air putih itu pada Kyara.
Prang...
Suara gelas terjatuh dari tangan Kyara, bocah itu meringis dan mendapati telapak tangan nya yang memerah.
Aldo kembali naik pitam melihat kecerobohan sekretaris pribadinya itu dan langsung mendekati Kyara, setelah memperhatikan telapak tangan Kyara yang memerah, suara Aldo pun terdengar nyaring hingga keluar ruangan karena saat itu pintu ruangan Aldo sedikit terbuka.
"Apa kau tak bisa bekerja dengan baik Vena? Kau sengaja ingin menyakiti putriku? Jika kau sudah bosan bekerja di kantor ini, silahkan kemasi seluruh barang-barang mu dan tinggalkan kantor ini. Kau di pecat" teriak Aldo membuat gendang telinga yang mendengarnya serasa pecah.
Tubuh Vena bergetar hebat saat mendengar suara nyaring Aldo yang langsung memecatnya hanya karena satu kesalahan kecil, bukankah ini hanya karena air putih? Kenapa harus sampai memecat dirinya? Vena bahkan siap melepas High heels nya dan berlari ke pantry hanya untuk membuat air putih yang pas untuk putri bos nya.
Tak terasa air mata Vena pun meluncur dengan deras dari matanya, dia merasa tak terima atas keputusan bos nya itu, ini hanya gara-gara air putih, ya hanya itu dan juga iblis kecil yang saat ini tengah duduk di atas kursi kebesaran Aldo sambil bertumpang kaki.
Kedua tangan Kyara di lipat di depan dada, sambil menunjukkan seringaian kejam nya, namun sesaat kemudian, mata Kyara memancarkan kepolosan.
"Sial.. Ini semua gara-gara bocah sialan itu, lihat saja nanti, aku akan melenyapkan bocah itu agar tak mengganggu rencanaku lagi" ucap Vena dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.
Rencananya untuk mendekati dan juga menggoda Aldo dengan kemulusan tubuh nya dan kecantikan wajahnya jadi gagal total, dan siapa lagi biang kerok nya jika bukan bocah iblis yang kini tersenyum penuh kemenangan di hadapannya itu.
Krieeet..
Pintu terbuka, muncul sosok Antony ke dalam ruangan dengan beberapa dokumen di tangannya.
Melihat wajah marah bos nya dan juga Vena yang tertunduk, Antony yakin jika saat ini bos nya itu sedang marah besar, dia pun segera menyimpan semua dokumen itu di atas meja kerja Aldo.
"Antony.. Perintahkan security untuk menyeret wanita ini keluar dari kantor ku, dan jangan biarkan dia masuk kembali ke kantor ini, dia hampir saja mencelakai putriku" ucap Aldo dengan nada yang terdengar kesal.
"Baik bos" ucap Antony sambil memegang pergelangan tangan Vena dan membawanya keluar dari ruangan Aldo.
"Tunggu... Si bos bilang tadi mencelakai put.. Putrinya? Astaga.. Sepertinya si bos sudah mulai gila dan menganggap dirinya telah memiliki anak, aku harus segera memberi tahu tuan besar agar segera datang dan mengecek keadaan otak si bos" gumam Antony dalam hati sambil terus menarik tangan Vena.
"Cukup Antony.. Hentikan! Apa kau pikir aku ini kerbau yang bisa kau seret seperti itu?" teriak Vena sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Antony.
Mendengar teriakan Vena, Antony pun segera melepaskan cekalan tangannya dan berbaik melihat wajah Vena yang berderai air mata.
"Apa kau tahu kesalahan mu Vena?" tanya Antony sambil menatap tajam wajah Vena.
"Tentu saja, ini semua gara-gara iblis kecil yang ada di ruangan pak Aldo itu, benar-benar membuat ku kesal, setelah aku berlari hingga ke pantry dan membuatkan air minum untuk nya, dia dengan sengaja menjatuhkan gelas air itu agar pak Aldo memecat ku, benar-benar bocah sialan" ucap Vena sambil mengeram marah.
"Iblis kecil?" Antony pun mulai membayangkan bentuk iblis kecil yang di sebut Vena itu, kepala botak, tinggi 60 cm, kulit pucat, hanya memakai koteka, tak pakai sandal dan memakan permen.
"Astaga.. Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku malah memikirkan makhluk aneh seperti itu?" pikir Antony sambil bergidik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
aphrodite
hadeuh masih punya cicilan kok pelihara berondong
2024-12-10
1
gun ting tang
aku suka cara antoni membayangkan iblis 😂
2024-10-09
4
Karunia Disha
antony,,,antony,,🤣🤣
2024-08-28
2