Part 11

Keyra pun melangkahkan kakinya menuju kediamannya, sesekali mata Keyra pun melirik ke arah belakang dan menyadari jika saat ini ada seseorang yang mengawasi nya dari kejauhan, namun Keyra tetap acuh.

Selama orang itu tidak berbuat sesuatu yang akan melukai putri kecilnya, Keyra pun tak mau ambil pusing. Lagi pula keberadaan 300 orang body guard nya pun cukup untuk membuat Keyra sedikit lebih tenang.

Setelah menidurkan Kyara di kamarnya, Keyra pun segera keluar dan menuju kamar pribadinya, kamar yang di tempati Keyra memang kamar utama sekaligus yang paling besar di rumah itu.

Keyra bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri, kemudian mengganti pakaiannya dengan baju tidur polos kesukaan nya dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang empuk.

Tak sampai sepuluh menit, Keyra pun sudah tertidur dengan sangat lelap, hingga saat tengah malam tiba, terlihat tubuh Keyra sedikit menegang dan mengeluarkan banyak keringat. Nafas nya pun terlihat begitu ngos-ngosan seolah habis di kejar hantu.

Tapi tak lama kemudian, Keyra pun kembali tidur dengan tenang.

Saat ini Keyra sedang bermimpi, dalam mimpi itu Keyra bertemu dengan Keyra yang asli yang terlihat tersenyum begitu lembut padanya.

"Jianheeng" panggil Keyra

Jianheeng atau Keyra baru pun melirik dan melihat seorang gadis yang begitu mirip dengan tubuh yang kini jadi wadah untuk jiwa nya.

"Keyra?" Jianheeng menyipitkan matanya saat melihat Keyra yang saat ini sedang menggendong anak perempuan berusia 5 tahun dengan wajah dan juga perawakan yang sama dengan putrinya Kyara.

"Dia putrimu?" tanya Jianheeng

Keyra pun menganggukkan kepalanya dan langsung menceritakan semua yang terjadi pada dirinya dan juga putrinya.

Jianheeng pun terhenyak saat Keyra mengatakan jika putri yang kini bersama dirinya juga jiwa lain yang menempati raga milik putrinya Keyra.

Jianheeng sedikit mengernyit, namun kemudian dia pun menganggukkan kepalanya, putri kecilnya itu memang sedikit berbeda dengan anak lain yang seusia nya, selain kecerdasan otak nya juga kemampuan bela dirinya yang tinggi membuat Jianheeng pun akhirnya mengerti dan tak bertanya lagi.

Jianheeng berpikir akan menanyakan masalah itu pada Kyara nanti.

"Bolehkah aku minta tolong padamu?" tanya Keyra.

Jianheeng pun mengangguk "Jika aku bisa, aku akan melakukannya" ucap Jianheeng meyakinkan.

"Aku ingin kau memaafkan pak Adrian.. Bagaimana pun juga dia tak bersalah sepenuhnya atas apa yang aku dan putriku alami" ucap Keyra

"Apa kau begitu mencintai nya sehingga meminta hal bodoh seperti itu padaku?" tanya Jianheeng sambil menatap Keyra dengan tajam

"Saat itu dia sedang mabuk dan tak sadar dengan perbuatannya padaku, bahkan setelah kami menikah, semua bukti kesalahan pak Adrian juga ada di tangan bu Maya, dalam hal ini dia tak seharusnya menerima hukuman yang terlalu berat. Lagipula dia juga sangat menyesal dan telah berusaha untuk mencarimu dan juga putrimu untuk minta maaf" ucap Keyra

Jianheeng mencoba untuk mencerna kata-kata Keyra.

"Aku tak yakin bisa memaafkannya, lagi pula dia juga bukan orang yang baik" ucap Jianheeng

"Dia orang yang baik, hanya saja dia lupa untuk mencari kebenaran sebelum menyakitiku. Jianheeng.. Dia sangat mencintaimu dan begitu terpuruk setelah tak bisa menemukan mu selama 5 tahun ini" ucap Keyra

"Mungkin saja, tapi yang dia cintai itu kamu, bukan aku. Jadi dia tak ada hubungannya dengan ku" ucap Jianheeng

"Dia mencintaimu Jianheeng, dia mencintai kepribadian mu yang tegas dan juga anggun, aku mohon kembali padanya dan beri dia satu kesempatan untuk menebus kesalahan nya" ucap Keyra dengan mata yang berkaca-kaca

"Aku tak tahu bisa atau pun tidak mengikuti semua keinginanmu Keyra, karena aku sama sekali tak tertarik pada Adrian itu" ucap Jianheeng

"Apakah kau ingin aku membalas perbuatan kedua anak tirimu itu?" tanya Jianheeng

Keyra hanya menggelengkan kepalanya, dia sama sekali tak ingin menyakiti Tiara mau pun David.

"Aku tak bisa berlama-lama Jianheeng, aku harus segera kembali ke tempat ku" ucap Keyra.

Tak lama tubuh Keyra pun semakin memudar dan juga transparan dan klik...

Akhirnya Keyra pun menghilang, Jianheeng tertegun seorang diri dalam mimpinya hingga akhirnya suara ketukan pintu membuatnya terbangun dari tidur nya.

Tok.. Tok.. Tok...

"Mom.. Momy belum bangun ya?" teriak Kyara dari luar, Keyra pun segera melangkahkan kakinya dan langsung membuka pintu.

"Momy kenapa?" tanya Kyara saat melihat penampilan momy nya yang acak-acakan, bocah itu pun langsung melangkahkan kaki pendek nya dan duduk di ujung tempat tidur momy nya.

Keyra pun segera memanggil pelayan nya dan meminta di bawakan sarapan ke kamarnya, entah kenapa hari ini Keyra benar-benar malas dan tak ingin keluar dari kamarnya.

Permintaan Keyra yang asli terus saja terngiang di kepala nya hingga membuat telinga Keyra terasa panas dan berdengung.

"Momy sakit?" tanya Kyara sambil menyentuh dahi Keyra.

Tubuh Keyra terasa panas, mungkin karena terlalu lelah dan juga kebanyakan berpikir, keyra pun jadi demam.

Kyara segera memanggil pelayan untuk menghubungi dokter pribadi mereka, dan juga mengambilkan kompres untuk Keyra.

Sepuluh menit kemudian, dokter yang dipanggil pun datang dan segera memeriksa Keyra dengan teliti.

"Syukurlah... Momy Ara baik-baik saja, dia hanya kelelahan dan butuh istirahat" ucap dokter itu sambil memberikan resep obat yang harus di tebus.

Kring.. Kring...

Suara telpon rumah pun berdering, bi Marni yang saat itu sedang membersihkan ruang tamu pun langsung mengangkatnya, tak lama dia pun memanggil Kyara.

"Non Ara, ada telpon dari bu Wulan" ucap bi Marni

Dengan kaki kecilnya, Kyara pun segera berjalan dan menyambar telpon dari tangan bi Marni

📞"Hallo nek.." sapa Kyara

📞"Hallo Ara, Ara ada di rumahkan? Nenek main kesana ya sekalian nganterin kue untuk Ara, tadi nenek minta bi Inah buatkan" ucap Wulan dari sebrang telpon.

Kyara yang melihat Pak karim lewat pun langsung memanggilnya sambil menyerahkan resep obat yang tadi di berikan oleh dokter dan juga beberapa lembar uang kertas.

"Pak Karim, tolong pergi ke apotik dan tebus obat ini untuk momy ya" ucap Kyara dan ucapan nya itu terdengar sampai di ujung telpon.

Wulan yang mendengar Keyra sakit pun langsung panik. Dan bergegas pergi menuju rumah Kyara.

"Pa, mama pergi ke rumah Ara dulu ya, Key sakit" teriak Wulan.

Bima yang saat itu sedang sarapan pun menghentikan makannya, begitu juga dengan Adrian, Alvin, Tiara dan juga David

"Papa ikut.." ucap Bima sambil bergegas berlari ke arah Wulan.

Tadinya yang lain pun ingin ikut, tapi di cegah oleh Wulan karena takut jika Keyra Syok melihat keberadaan mereka.

Terpopuler

Comments

aphrodite

aphrodite

ogaaaahhh..cari suami baru aja yg muda yg kaya yg tampan yg baik..ngapain balikan..gak usah muncul kamu Kayra kalo nyuruh balikan

2024-12-10

1

Wahyu Suroso

Wahyu Suroso

cihh mlz baca .....hrznya critanya ....lepaskan andrian cari yang baru ....baru yang baca seru ....

2024-10-19

3

Karunia Disha

Karunia Disha

eh,,eh,,eh,,,,sbnrnya ap sie yg ada di otak polos keyra asli,,udh ko'it y ko'it aj gk ush sruh org balikan,,,enk aj😤 pkk nya jgn mw blikan thor

2024-08-28

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!