Suasana di dalam mobil BMW hitam menjadi sunyi dan tenang seperti semula. Tangan Emma dan Chris masih saling bergenggaman satu sama lain.
Emma tidak melepaskan tangannya sehingga Chris membiarkannya. Walaupun tidak ada Dylan di sana, yang mengharuskan mereka berdua berakting.
"Emma!" panggil Chris dengan suara lembut.
"Iya," jawab Emma dan menatap wajah Chris.
"Kamu yakin mau menikah denganku, pria asing yang baru kamu kenal semalam?" tanya Chris.
"Aku yakin! Besok kita akan menikah!" jawab Emma dengan pasti.
"Bagaimana pernikahanmu dengan William Pattinson?" tanya Chris tanpa basa-basi.
"Kamu sudah tahu semuanya?" Emma bertanya balik ke Chris.
"Pernikahan bisnis dua keluarga besar, Watson dan Pattinson sudah menyebar di berbagai media. Tidak sulit bagiku untuk mendapatkan informasi itu," jawab Chris jujur.
"Pernikahan bisnis tanpa ada ikatan cinta dan sudah dipersiapkan dengan matang sejak enam bulan yang lalu. Aku menerima lamaran dari Keluarga Pattinson saat itu karena Will memang kandidat terbaik untuk menjadi calon suamiku," jawab Emma jujur.
"Lalu sekarang dia bukan suami yang tepat untukmu?" tanya Chris.
Pertanyaan Chris bukan sekadar tebakan, melainkan pria muda itu sudah yakin akan jawabannya.
"Benar! Semalam aku menangkap basah Will berselingkuh dengan wanita murahan. Jadi kamu harus menggantikannya sebagai pengantin pria ku di pesta pernikahan besok," jawab Emma sambil tersenyum.
Chris menatap intens sepasang mata Emma yang bening. Terlihat jelas tidak ada kekecewaan ataupun kesedihan saat Emma menceritakan perselingkuhan William semalam.
Chris merasa lega di dalam hati kecilnya karena yakin Emma tidak pernah menyukai maupun mencintai William.
"Kamu tidak menyesal membatalkan pernikahan dengan dia?" tanya Chris.
"Aku lebih senang mengetahui perselingkuhannya sebelum menikah. Jika tidak, entah penyakit menular apa yang akan menggerogoti tubuhku dan berasal dari wanita murahan itu," jawab Emma.
"Bukankah calon suamimu itu juga sudah sering berhubungan mesra dengan wanita lain?" tanya Chris.
Tentu saja Chris mengetahui dari laporan Rio bahwa William sering gonta ganti pasangan sebelum bertunangan dengan Emma, enam bulan yang lalu.
"Itulah hebatnya pernikahan bisnis. Bukan hanya aku dan Will yang terlibat di dalamnya. Keluarga Watson dan Pattinson pun ikut ambil alih," jawab Emma.
Chris terdiam dan menatap Emma dengan tenang. Pria muda itu sabar menunggu Emma bercerita, sedangkan Emma sendiri pun berkata jujur apa adanya karena tidak merasa ada yang perlu disembunyikannya dari Chris.
"Aku dan Will sudah melakukan medical check up pranikah lengkap, enam bulan yang lalu.
Jadi bisa dikatakan Will menjadi kotor lagi karena berselingkuh semalam," ucap Emma.
"Keputusanmu sangat tepat," ujar Chris.
"Jadi kamu setuju menikah denganku?" tanya Emma dengan semangat.
"Mungkin aku tidak sebaik yang kamu lihat sekarang. Kamu bisa menyesal nantinya," jawab Chris.
Chris tidak bermaksud menakuti Emma. Dirinya tidak tahu kapan masa lalunya yang kelam akan datang menghantuinya.
Perkataan Chris membuat Emma menatapnya intens dari atas kepala hingga ujung kaki. Emma memikirkan dengan serius arti ucapan Chris.
"Kamu playboy?" tanya Emma dengan wajah serius.
Hal yang paling tidak diinginkan Emma adalah mendapatkan pria yang lebih breng*ek dari William.
"Bukan! Tetapi aku sudah menikah," jawab Chris.
"Apa?" teriak Emma spontan.
Emma menarik kedua tangan Chris dan memeriksa jari tangan pria muda itu satu persatu. Tidak ada cincin kawin yang melingkar di sana.
Chris bisa menebak apa isi pikiran Emma dan tidak berinisiatif menjelaskan apa pun. Mungkin ini cara yang tepat agar Emma membatalkan rencana menikah dengannya.
Walaupun tidak ada cincin kawin di jari Chris, Emma percaya dengan ucapan pria muda itu.
"Berarti aku menjadi orang ketiga dalam pernikahanmu?" tanya Emma.
"Istriku sudah meninggal," jawab Chris.
"Syukurlah! Maksudku syukur karena aku tidak menjadi pelakor, bukan karena kematian istrimu," jelas Emma dengan cepat.
Chris tertawa kecil melihat sikap polos Emma. Chris akui gadis muda di sampingnya penuh dengan kejutan dan bisa membuat kehidupannya penuh dengan warna.
"Apa aku terima saja paksaan pernikahan ini?" batin Chris.
"Istriku memang sudah meninggal, tetapi aku memiliki seorang putra di Australia," ucap Chris.
Untuk sementara hanya dua hal mengenai masa lalunya yang bisa Chris kasih tahu Emma.
"Tidak apa-apa. Aku tidak masalah menjadi ibu tiri," kata Emma.
"Jadi kamu masih bertekad menikah denganku?" tanya Chris.
"Iya, tetapi kamu harus menerima satu syarat dariku!" jawab Emma.
"Aku yang dipaksa menikahinya. Aku juga yang harus mengabulkan permintaanya," batin Chris.
"Apa syaratnya?" tanya Chris.
"Kamu harus melakukan medical check up pranikah lengkap," jawab Emma.
"Dia pasti khawatir aku terkena penyakit menular seperti mantan tunangannya," batin Chris.
Sikap diam Chris membuat Emma mengajukan kesepakatan lagi. Emma memberikan penawaran yang menarik agar Chris setuju.
"Aku bersedia mengabulkan semua permintaanmu asalkan kamu bersedia menikah denganku. Papa dan Kak Dylan akan membantu perusahaanmu berkembang pesat di Bali!" ucap Emma.
***
Halo readers tercinta. Jangan lupa memberi vote untuk novel ini ya 🥰
Apa syarat yang akan diajukan Chris?
Terima kasih semua dukungannya baik berupa vote, favorit, like, tipa iklan, hadiah, dan komentar positif 🤗🙏
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
lily
Chris in CEO, presdir, atau apa
2024-06-28
0
Imam Sutoto Suro
buseeet mantap dah thor lanjut
2023-04-12
0
AbC Home
next, thor
2022-10-25
2