***Kamar hotel tempat Chris menginap***
Dylan berjalan menuju sofa dan melirik sekilas botol anggur serta dua gelas kosong di atas meja. Dylan menduga Emma mabuk sehingga melakukan hubungan one night stand dengan Chris.
Sementara Chris turun dari tempat tidur dan membuka kopernya untuk mengambil satu set pakaian baru, lalu menoleh ke arah Emma.
"Emma. Aku mandi dulu," kata Chris dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Emma dan Dylan.
Chris tahu sekarang bukan saatnya berargumen dengan Dylan mengenai pernikahan dadakan yang dipaksa oleh Dylan, yang tentu saja dikarenakan jebakan dari Emma.
Chris yakin Emma mempunyai alasan khusus menjebaknya sehingga ingin menanyakannya secara baik-baik ke gadis muda itu nantinya, di saat mereka berduaan.
"Chris tenang sekali," batin Emma.
Emma kagum dengan sifat sabar dan tenang Chris. Gadis muda itu semakin yakin suami sejati pilihannya sangat tepat.
Jika pria lain yang dijebak, Emma bisa memastikan pria itu pasti akan membantah paksaan pernikahan dari Dylan dan berakhir dengan keadaan yang tidak menyenangkan.
"Nona Emma. Aku ambil baju ganti nona di mobil sekarang," ucap Rocky.
"Pergilah!" jawab Emma.
Emma turun dari tempat tidur dan merapikan gaun hitamnya sebelum berjalan menghampiri Dylan di sofa.
"Kak Dylan," panggil Emma sambil merangkul lengan Dylan.
"Adik nakal," ujar Dylan dan menyentil kening Emma.
Emma tersenyum kecil menanggapi kemarahan Dylan. "Kak Dylan mau aku menikah sama hidung belang dan hidup dalam lingkaran pernikahan yang penuh dengan perselingkuhan?" tanya Emma.
"Tentu saja tidak! Will breng*ek tidak sepadan denganmu. Papa pasti akan membatalkan pernikahan bisnis ini. Terserah kerugian sebesar apa, aku dan Papa tidak peduli!" jawab Dylan.
"Papa dan Kak Dylan pria di dunia ini yang paling menyayangiku. Oh iya, Kak Liam juga," ucap Emma sambil tertawa kecil.
"Kalau sudah tahu, kenapa bisa sampai mabuk dan bersama pria asing," tukas Dylan.
Dylan sangat menyayangkan masa depan Emma yang harus dijalankan dengan Chris, pria yang tidak diketahui jelas asal usulnya.
"Chris pria baik, kak. Aku percaya dengan penilaianku sendiri," jawab Emma.
"Kakak dukung keinginanmu sepenuhnya. Jika gak cocok, cerai saja," kata Dylan.
Dylan tidak akan membiarkan Emma berada dalam pernikahan yang buruk.
"Oke kak Dylan," jawab Emma dengan cepat.
Emma mengiyakan semua perkataan Dylan agar kakak kesayangannya merasa tenang. Walaupun di dalam hati kecilnya, Emma belum kepikiran untuk bercerai dengan Chris nantinya.
Sikap lembut dan sabar Chris membuat Emma yakin Chris bukanlah pria breng*ek. Atau setidaknya tidak sebreng*ek William. 😅
Buktinya Chris bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya semalam. Padahal Emma yakin gejolak darah muda Chris sudah terpancing saat mereka berciuman di sofa.
Dylan menatap ke sepasang sandal hotel di kaki Emma. Sandal hotel itu bukanlah sandal Hotel W, tempat Emma menginap sekarang.
"Emma! Kenapa kamu pakai sandal hotel lain?" tanya Dylan dengan nada menyelidiki.
"Semalam kakiku terkilir sewaktu di pesta topeng," jawab Emma jujur.
"Terkilir? Kita ke rumah sakit Medical Health terlebih dahulu. Kakimu harus di rontgen," ucap Dylan dengan wajah khawatir.
"Tidak perlu, kak Dylan. Kakiku sudah sembuh. Tidak sakit lagi," kata Emma.
"Nanti aku telepon Liam, minta resep obat gel terbaik untuk kaki terkilir," kata Dylan.
Sikap posesif Dylan membuat Emma tersenyum lagi. Emma satu-satunya wanita di dalam Keluarga Watson sehingga mendapatkan kasih sayang berlimpah dari Tom, Dylan, dan Liam.
Emma bagaikan cinderella yang dilindungi oleh tiga kesatria Watson.
Beberapa saat kemudian, Rocky berjalan masuk ke dalam kamar hotel sambil membawakan satu gaun kasual berwarna putih dan sepasang sepatu high heels warna hitam.
Beberapa gaun dan sepatu high heels Emma memang senantiasa tersedia di dalam mobil agar gadis muda itu bisa menggantinya setiap waktu jika pakaian yang dipakai Emma kotor ataupun rusak. Bahkan di mobil Tom, Dylan, dan Liam juga tersedia pakaian dan sepatu baru yang cocok dengan ukuran tubuh serta kaki Emma.
***
Pintu kamar mandi terbuka. Chris berjalan keluar sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk. Chris sudah mengenakan kemeja putih dipadu celana panjang hitam.
"Kak Dylan. Aku mandi dulu ya," ucap Emma dan masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Chris serta Dylan.
Chris duduk di tepi tempat tidur dan menatap ke arah Dylan, yang masih duduk di sofa dengan posisi menyilangkan kaki kanan diatas lutut kaki kiri.
Chris ingin tahu apa yang akan dilakukan Dylan terhadapnya saat Emma masih berada di dalam kamar mandi.
Dari percakapan singkat tadi antara Emma dan Dylan saat Dylan menerobos masuk ke dalam kamar, Chris menebak Dylan adalah kakak laki-laki Emma serta sangat menyayangi Emma.
Dylan berdiri dari sofa dan berjalan menghampiri Chris. Chris masih bersikap tenang serta tidak terintimidasi oleh Dylan.
"Aku tunggu kalian di lobi hotel," ucap Dylan, lalu berjalan meninggalkan kamar diikuti oleh Rocky.
Beberapa saat kemudian, Chris pun berdiri dari tepi tempat tidur dan menelepon seseorang dengan handphone miliknya.
"Selamat pagi tuan Chris!" sapa seorang pria dari seberang sambungan telepon.
"Rio! 30 menit lagi aku mau semua informasi mengenai seorang gadis bernama Emma serta kakak laki-laki bernama Dylan. Aku duga Dylan salah satu pengusaha kaya di Bali!" perintah Chris.
"Baik Tuan Chris!" jawab Rio dengan patuh.
Sementara itu, Dylan dan Rocky sudah berada di dalam lift menuju lobi hotel.
"Rocky. Selidiki asal usul Christian Alexander dan tujuannya ke Bali!" perintah Dylan.
"Baik Tuan muda Dylan!" jawab Rocky.
***
Terima kasih semua dukungannya readers tercinta.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
lily
semngat Rocky hahaha
2024-06-28
0
Rini Shop
Napa aku baru nemukan cerita se bagus ini ya,,
2024-06-16
0
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ceritanya bagus keren bangt
2024-03-16
0