***Balkon kamar Hotel S tempat Chris dan Emma menginap***
Chris menatap intens sepasang mata jernih Emma yang menyiratkan banyak pertanyaan.
"Satu bulan lagi aku akan kembali ke Bali. Rumah baru kita sudah selesai di renovasi saat itu. Seminggu sekali aku akan pulang menemuimu di hari sabtu pagi dan kembali ke Sydney minggu malam," jawab Chris panjang lebar.
Chris sudah memikirkan semuanya secara matang. Chris tidak mungkin meninggalkan Emma terlalu lama di Bali sendirian, tetapi dirinya juga tidak bisa memaksa membawa Emma ke Sydney.
Chris sangat yakin Keluarga Watson tidak akan membiarkannya membawa Emma pergi sehingga dirinya mengurungkan niat untuk mengajukan permintaan itu ke Tom.
Tidak masalah bagi Chris harus pulang pergi Bali-Sydney agar bisa bertemu dengan Emma. Itu adalah cara terbaik yang bisa dipikirkan Chris saat ini.
Mungkin saja di kemudian hari saat hubungannya dengan Emma semakin erat dan dekat serta Emma sudah mencintainya, Chris bersedia memindahkan perusahaannya ke Bali demi Emma.
"Aku ikut kamu ke Sydney. Kita honeymoon sebulan di sana," ucap Emma.
"Benarkah kamu mau ikut aku ke Sydney?" tanya Chris dengan antusias.
"Tentu saja! Kecuali…kamu ada wanita lain di rumahmu sehingga tidak mau membawaku ke sana," jawab Emma sambil memberikan tatapan curiga.
Chris tertawa kecil karena perkataan Emma. "Aku tidak sabar melihatmu memeriksa seluruh isi rumahku," ucap Chris.
"Besok kita makan siang bersama Papa di Mansion. Sekalian aku mengemasi perlengkapan ku untuk pergi ke Sydney," kata Emma.
"Thank you Emma. Kamu istri terbaik di dunia," puji Chris sambil mengecup kening Emma bertubi-tubi hingga Emma tertawa kecil.
"Sampai sekarang, aku sangat percaya diri dengan suami sejati pilihanku," ucap Emma.
"Kalau begitu, kita rayakan dengan bersulang anggur merah," kata Chris.
Chris memeluk erat pinggang Emma, lalu menggeser posisi duduknya agar lebih mendekat ke meja. Chris enggan melepaskan Emma dari pangkuannya.
Mereka berdua mengambil gelas anggur merah dari atas meja dan bersulang.
"Cheers!" ucap Emma dan Chris bersamaan.
Dalam waktu singkat, anggur merah di dalam kedua gelas itu kosong. Chris menatap intens wajah Emma saat mereka sudah meletakkan gelas ke atas meja.
"Ada apa Chris?" tanya Emma.
"Emma. Berjanjilah padaku! Setiap kali kamu minum anggur merah, harus ada aku di sisimu," jawab Chris dengan serius.
"Kenapa?" tanya Emma penasaran.
"Kamu semakin cantik dan memesona saat minum anggur merah. Aku harus mengusir kumbang jantan yang berani mendekatimu," jawab Chris.
Emma tersenyum lebar dan sengaja menggunakan ibu jari tangan kanannya menyentuh bibir Chris. "Kenapa ucapan mu terdengar manis? Apakah bibir ini sudah diolesi dengan madu?" tanya Emma.
"Coba saja," jawab Chris.
Chris memberikan ciuman yang dalam ke bibir Emma. Tangan kirinya menekan bagian belakang kepala Emma dengan lembut sehingga bibir dan lidahnya bisa mencicipi setiap sudut bibir Emma dengan leluasa.
Pada akhirnya Chris menghentikan ciumanan ketika suara napas mereka berdua sudah semakin tidak beraturan. Chris tidak mau melanggar janjinya terhadap Emma semalam.
Walaupun Chris tahu Emma sudah mulai menyukainya, tetapi dirinya tidak mau terburu-buru. Chris yakin rasa suka Emma terhadapnya akan semakin dalam dan bertambah hingga menjadi rasa cinta.
"Ayo kita tidur sekarang," ucap Chris sambil menggendong Emma masuk ke dalam kamar hotel.
Chris membaringkan tubuh Emma di atas tempat tidur dengan perlahan, sebelum dirinya berbaring di samping Emma.
"Good night honey," kata Chris.
"Good night Chris," balas Emma.
Mereka berdua berpelukan seperti semalam dan memejamkan rapat kedua mata bersamaan. Sepuluh menit kemudian, Chris membuka kedua matanya dan menatap intens wajah Emma.
Emma sudah tertidur pulas. Kehangatan dan aroma tubuh maskulin Chris membuat Emma merasa tenang dan nyaman.
"My angel. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku," gumam Chris dan memberikan kecupan singkat di puncak kepala Emma.
Emma bagaikan seberkas cahaya terang yang menyinari dan memberikan kehangatan untuk Chris.
Selama ini Chris selalu menutup rapat hatinya terhadap wanita manapun yang ingin mendekatinya, tetapi pertemuan dengan Emma di pesta topeng membuat Chris tertarik dan ingin mengenal lebih dekat gadis muda itu.
"Jordan! Tidak kusangka jodohku sama sepertimu. Bertemu di pesta topeng," batin Chris.
Ingatan Chris tentang Jordan, adik laki-lakinya yang sudah meninggal membuat wajah pria muda itu menjadi sendu.
"Chris!"
Panggilan dari Emma membuat Chris mengusap sudut matanya yang mulai berair dengan cepat. "Iya, Emma!" jawab Chris sambil menatap intens wajah istrinya.
Chris tertawa kecil saat menyadari Emma masih tertidur pulas dan panggilan itu merupakan igauan Emma.
"Ternyata kelinci kecilku sedang memimpikanku," kata Chris. Satu ciuman mendarat di pipi Emma.
"See you in sweet dream, honey!" lanjut Chris, sebelum menutup rapat kedua matanya menyusul Emma ke dunia mimpi.
***Mansion Watson***
Tom sangat senang menyambut kedatangan Emma dan Chris untuk makan siang bersama di Mansion Watson.
Beraneka ragam hidangan kesukaan Emma tersaji di atas meja makan berukuran persegi panjang.
Emma dan Chris duduk berdampingan, sedangkan Tom duduk di hadapan mereka berdua.
Tom mengambilkan banyak lauk makanan untuk Emma. Sementara Chris mengamati secara diam-diam jenis makanan apa saja yang paling banyak masuk ke dalam mulut Emma.
Pelayan mansion menghidangkan potongan buah segar sebagai penutup hidangan makan siang hari ini. Emma dan Tom mengobrol ringan sambil menikmati potongan buah yang manis, sedangkan Chris menjadi pendengar yang baik.
"Papa! Nanti malam aku dan Chris honeymoon ke Sydney satu bulan," kata Emma.
"Honeymoon satu bulan?" ucap Tom sambil memberikan tatapan menyelidik ke Chris.
"Iya, Pa. Aku kan pengantin baru. Papa mau aku digosipin ditinggal suami selama satu bulan di Bali?" tanya Emma.
"Tentu saja tidak! Tetapi kan gak perlu begitu lama. Dylan dan Liam bisa sedih dan rindu dalam waktu lama," kata Tom.
Emma tertawa kecil dalam hatinya karena Tom menggunakan kedua kakak laki-lakinya sebagai alasan. Emma tahu Tom sendiri yang merasa sedih dan rindu dengannya.
Padahal selama ini setiap beberapa bulan sekali, Emma suka jalan-jalan ke luar negeri bersama teman-temannya. Terkadang Dylan maupun Liam akan meluangkan waktu untuk menemani Emma juga.
Emma tahu Tom keberatan dirinya pergi Ke Sydney dikarenakan ingin menemani Chris, menantu asing yang baru dikenal Tom dalam hitungan waktu yang singkat. Emma yakin Tom pasi mengkhawatirkan keadaannya di Sydney nanti.
"Kalau begitu sabtu pagi aku pulang ke Bali, minggu malamnya balik lagi ke Sydney," usul Emma.
Emma mengambil usul Chris semalam untuk membujuk Tom.
"Jangan! Kasihan kamu bolak balik naik pesawat," tolak Tom.
"Okay deh! Berarti papa sudah setuju aku ke Sydney kan?" tanya Emma dengan antusias.
"Iya. Bawalah Rocky bersamamu. Rocky bisa menjaga dan melindungimu disana," ucap Tom.
"Baik, Pa!" Chris yang sedari tadi diam, akhirnya buka mulut mewakili Emma menjawab.
Tom tersenyum puas mendengar jawaban Chris. Tom menoleh ke belakang, tepatnya ke arah Pak Gusti, kepala pelayan Mansion Watson.
"Pak Gusti! Tolong info Rocky untuk bersiap-siap berangkat bersama Emma dan Chris ke Sydney nanti malam!" perintah Tom.
"Baik, Tuan besar!" jawab Pak Gusti.
"Pa! Aku ke kamar packing koper dulu ya," ucap Emma sambil berdiri dan merangkul tangan Chris dengan mesra.
"Pa! Aku ikut Emma ke kamar," ucap Chris dengan sopan.
"Iya. Pergilah!" jawab Tom sambil mengibaskan tangannya ke arah pasangan pengantin baru itu.
***
Selamat malam readers. Sedikir demi sedikit clue masa lalu Chris akan muncul dalam cerita ya🤗
Sampai jumpa di bab besok 🥰
Mampir yuk di novel author Nirwana Asri : Dikira Melarat Ternyata Konglomerat 😍😍😍
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
lily
papa mertua gk mau ngobrol dlu gtu sama menantu
2024-06-28
0
Imam Sutoto Suro
beneran super duper novel lanjutkan thor
2023-04-13
0
Windy Veriyanti
Chris...
satu per satu hal tentang dirimu dan juga keluargamu mulai terlihat...
Kehadiran Emma mencerahkan hari-harimu ya, Chris 😍
2022-11-05
2