BAB 2. Perselingkuhan

Pertunjukkan air mancur buatan berlangsung selama dua puluh menit. Emma mengeluarkan handphone untuk merekamnya, sedangkan Chris duduk tenang di samping Emma.

"Aku yakin pertunjukkan air mancur di The Grand Masked Ball of Kamel Ouali lebih menarik," gumam Emma.

"Emma! Kamu tahu tempat pesta topeng di Perancis?" tanya Chris secara tiba-tiba.

Emma menoleh ke samping sehingga saling bertatapan dengan Chris. Gadis muda itu tidak menyangka Chris mendengar perkataannya.

"Iya. Aku menghadiri pesta topeng ini sebagai pengganti karena tidak bisa ke Perancis," jawab Emma jujur.

"Banyak pertunjukkan menarik di The Grand Masked Ball of Kamel Ouali. Ada penampilan akrobatik dan juga penampilan live music," kata Chris.

"Chris! Kamu pernah ke sana?" tanya Emma antusias.

"Iya. Aku pergi bersama adikku," jawab Chris.

"Apakah kamu dan adikmu akan ke sana tahun depan? Mungkin kita bisa bertemu di sana," kata Emma.

Pertolongan Chris tadi membuat Emma sudah menganggap pria itu sebagai temannya.

"Adikku sudah meninggal. Aku tidak akan pergi ke sana lagi," jawab Chris.

"Maaf Chris. Aku tidak bermaksud membuatmu teringat kenangan menyakitkan," ucap Emma.

"Tidak apa-apa Emma," jawab Chris.

Pelayan hotel datang menghampiri Chris sambil menyerahkan sepasang sandal kamar hotel yang baru.

"Terima kasih," ucap Chris dan memberikan tips untuk pelayan hotel.

"Emma. Ini pengganti sepatu high heels mu yang rusak," kata Chris.

Emma menatap sol sepatu high heels sebelah kanan yang patah dan tidak bisa dipergunakan lagi.

"Untung aku bertemu denganmu. Jika tidak, aku akan pulang dengan kaki lecet dan terpincang-pincang," ucap Emma.

Chris tersenyum tipis mendengar pujian Emma, sedangkan gadis muda itu semakin kagum dengan kecekatan Chris menyelesaikan masalah.

Suara handphone Chris berbunyi sehingga Chris mengeluarkannya dari kantong jas dan melihat nama panggilan yang muncul di layar handphone.

"Emma. Aku terima panggilan telepon sebentar!" kata Chris.

Emma menjawab dengan anggukkan kepala. Chris berdiri dari tempat duduk dan berjalan menjauh dari keramaian untuk menerima panggilan telepon.

Emma mengedarkan pandangan ke sekeliling. Para tamu undangan mulai meninggalkan tempat itu karena pertunjukkan air mancur sudah selesai.

Emma memicingkan matanya saat melihat sepasang pria dan wanita berjalan melewatinya sambil bergandengan mesra. Bahkan wanita itu meraba-raba bagian dada pria dengan agresif, sedangkan pria itu berusaha menahan tangan nakal pasangannya.

Walaupun keduanya masih mengenakan topeng wajah, Emma merasa jijik melihat perilaku wanita itu yang terkesan murahan.

Mata Emma membulat besar saat melihat jelas jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan pria itu. Jam tangan couple limited edition yang sangat familiar di matanya karena di meja riasnya ada satu jam tangan yang sama.

"Will?" batin Emma.

Emma mengeluarkan handphone dari tas pesta kecil yang menggantung di pergelangan tangannya dan menelepon seseorang.

"Halo Nona Emma. Mobil sudah parkir di depan ballroom hotel," ucap Rocky saat menjawab telepon Emma.

"Rocky! Ikuti pria berjas hitam dan wanita bergaun merah pendek secara diam-diam. Pria itu William!" perintah Emma.

"Baik, nona Emma. Aku akan mengirim mobil lain untuk menjemput nona sekarang," ucap Rocky.

"Tidak perlu! Aku akan menghubungimu nanti!" tolak Emma.

"Baik nona Emma. Hati-hati di jalan," jawab Rocky.

Apa pun perintah Emma selalu dilakukan oleh Rocky tanpa banyak bertanya. Rocky sudah menjadi bodyguard kepercayaan Emma selama tiga tahun sehingga bodyguard itu sangat mengetahui kepintaran dan kecerdikan Emma dalam menyelesaikan masalah.

Lagi pula handphone Emma terpasang sinyal pelacak sehingga Rocky bisa mengetahui lokasi Emma setiap saat.

Rocky menjalankan perintah Emma dan meminta Pak Heri mengikuti mobil William secara diam-diam setelah melihat pria itu keluar dari dalam hotel.

Rocky berhasil memotret foto William bersama wanita murahan itu saat mereka berdua keluar dalam keadaan tanpa topeng, sebelum masuk ke dalam mobil. Rocky mengirimkan foto itu ke handphone Emma.

***

Emma tersenyum sinis melihat foto yang dikirim oleh Rocky. "Saatnya menangkap pasangan selingkuh," batin Emma.

Tepat saat itu Chris sedang berjalan ke arah Emma karena sudah selesai berbicara di telepon.

"Chris! Bisakah kamu mengantarku?" tanya Emma tanpa basa-basi.

"Bisa!" jawab Chris.

Chris bisa merasakan perubahan sikap Emma secara tiba-tiba. Gadis muda di hadapannya berubah menjadi serius. Entah apa yang telah terjadi saat dirinya menerima telepon dalam waktu singkat.

"Terima kasih," ucap Emma.

Emma melepaskan sepatu high heels sebelah kiri dengan cepat dan memakai sandal hotel yang telah dipersiapkan oleh Chris tadi, lalu berdiri dari kursinya.

"Emma. Rangkul lenganku agar kakimu lebih leluasa berjalan," ucap Chris.

Emma menganggukkan kepala dan merangkul lengan Chris. Mereka berdua berjalan berdampingan. Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah tiba di depan ballroom hotel.

Chris membawa Emma menuju mobil BMW berwarna hitam. Sopir mobil membungkukkan badannya sedikit untuk memberi hormat.

"Tuan Chris!" sapa sopir sambil membuka pintu belakang mobil.

Chris mempersilakan Emma masuk duluan, sebelum dirinya duduk di samping Emma. Sopir segera ikut masuk ke dalam mobil bagian kemudi.

Chris dan Emma melepaskan topeng dari wajah mereka bersamaan. Sementara sopir mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, keluar dari hotel.

"Pak Chris. Kita ke mana sekarang?" tanya sopir dengan sopan sambil fokus menyetir mobil.

Chris menoleh ke arah Emma. Gadis muda itu sedang menundukkan wajahnya sambil mengetik sms di handphone. Chris terkagum melihat bulu mata lentik dan hidung mancung Emma dari samping.

"Emma. Di mana alamat rumahmu?" tanya Chris.

"Hotel W. Tolong antar aku ke Hotel W," jawab Emma setelah membaca sms balasan dari Rocky.

"Hotel W," kata Chris ke sopir.

"Baik Pak Chris," jawab sopir dengan patuh.

Entah secara kebetulan atau tidak, tempat tujuan Emma merupakan hotel tempat Chris menginap sehingga sopir mengira Emma sengaja mendekati Chris di dalam acara pesta topeng dan sekarang ingin mengikuti pria itu pulang ke hotel.

Sementara di dalam pikiran Chris, tidak tercetus pikiran negatif yang sama dengan sopir.

Walaupun dirinya baru saja bertemu dengan Emma dalam waktu singkat, Chris bisa menilai Emma bukanlah wanita murahan.

Lagi pula di dalam pesta topeng, Chris yang berinisiatif menolong Emma karena dirinya tidak sengaja mendengar rencana jahat dari beberapa wanita yang ingin mencelakai Emma di sana.

Sepanjang perjalanan menuju Hotel W, Chris mengamati saksama ekspresi wajah Emma. Gadis muda itu diam seribu bahasa dan terlihat sedang berpikir keras. Chris penasaran apa yang sedang dipikirkan oleh Emma.

Pada saat mobil BMW hitam berhenti di depan lobi Hotel W, Emma segera membuka seat belt mobil. "Terima kasih tumpangannya, Chris!" ucap Emma.

"Sama-sama," jawab Chris.

Emma membuka pintu mobil dengan cepat dan berjalan masuk ke Hotel W. Chris ikut turun dari mobil dan mengikuti Emma dari belakang.

Rocky yang menunggu di lobi segera berlari kecil menghampiri Emma.

"Nona Emma," sapa Rocky sambil menyerahkan kunci kamar hotel ke Emma.

Emma tidak perlu menanyakan dari mana Rocky mendapatkan kunci hotel itu karena kehebatan bodyguard kepercayaannya tidak diragukan lagi.

"Lantai berapa?" tanya Emma.

"Lantai lima," jawab Rocky.

Emma berjalan menuju lift, diikuti oleh Rocky. Mereka berdua masuk ke dalam lift, tanpa menyadari Chris masih berdiri tidak jauh dari mereka.

Chris menekan tombol lift yang satunya lagi. Walaupun kamar Chris juga berada di lantai 5, tetapi dirinya berfirasat Emma sedang mengurus masalah yang serius sehingga dirinya tidak ikut masuk ke dalam lift yang sama.

***Lantai lima Hotel W***

Emma membuka pintu kamar hotel dengan tenang, lalu memberi isyarat mata ke Rocky.

Rocky melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar terlebih dahulu dan langsung menuju tempat tidur. Suara menjijikkan dari sana berubah menjadi suara teriakan wanita dan umpatan amarah dari pria.

Sementara Emma sengaja menutup pintu kamar hotel dengan keras dan berjalan menuju sofa yang berada di sudut kamar serta duduk di sana.

Beberapa saat kemudian, Rocky berjalan menghampiri Emma. "Nona Emma. Semuanya sudah direkam dan difoto dengan jelas," lapor Rocky sambil menyimpan handphone ke dalam saku celananya.

Rocky sengaja berbicara dengan suara keras agar sepasang pria dan wanita tidak tahu malu itu mendengarnya dengan jelas.

***

Selamat sore readers. Terima kasih dukungannya. Yeay...dapat dua vote nih 🥰🥰🥰

Ayuk follow author LYTIE Di noveltoon dan akun media sosial lainnya ya 🤗

IG: lytie777

FB: Lytie

tiktok: lytie777

SALAM SAYANG

AUTHOR : LYTIE

Terpopuler

Comments

lily

lily

aku suka Rocky hahaha

2024-06-28

0

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

good luck thor lanjutkan

2023-04-12

1

lina

lina

lanjut

2022-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Pesta Topeng
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Pernikahan bisnis
4 BAB 4. Jebakan
5 BAB 5. Saling menyelidiki
6 BAB 6. Mesra
7 BAB 7. Penawaran dari Emma
8 BAB 8. Tiga permintaan
9 BAB 9. Pernikahan bisnis batal
10 BAB 10. Pilihan untuk Emma
11 BAB 11. Kecurigaan Dylan
12 BAB 12. Perintah dari Hans
13 BAB 13. Keinginan Chris
14 BAB 14. Kemarahan William
15 BAB 15. Rencana William
16 BAB 16. Honeymoon hari pertama
17 BAB 17. We time
18 BAB 18. Honeymoon sebulan
19 BAB 19. Hadiah
20 BAB 20. Sydney
21 BAB 21. Masakan Chris
22 BAB 22. Rencana William
23 BAB 23. I miss you
24 BAB 24. Chris VS Owen
25 BAB 25. Pengganggu kecil
26 BAB 26. Keputusan Chris
27 BAB 27. Akuisisi Perusahaan
28 BAB 28. Menginap di Mansion Watson
29 BAB 29. Are you ready?
30 BAB 30. Air jahe
31 Bab 31. Perhatian & ciuman mesra
32 BAB 32. Bertemu Jack
33 BAB 33. Foto
34 BAB 34. Owen VS Will
35 BAB 35. Hadiah dari Will
36 BAB 36. Nyamuk
37 BAB 37. Golongan darah
38 BAB 38. Masa lalu Chris
39 BAB 39. Kekhawatiran Emma
40 BAB 40. Undangan
41 BAB 41. Alana&Jack
42 BAB 42. Chris dan Jack
43 BAB 43. Keluarga kecil
44 BAB 44. Perusahaan Christian
45 BAB 45. Rencana William
46 BAB 46. Rahasia Emma
47 BAB 47. Kedatangan William
48 BAB 48. Dua kali lipat
49 BAB 49. Chris VS Will
50 BAB 50. Taruhan
51 BAB 51. Alibi Will
52 BAB 52. Lelang online
53 BAB 53.Jebakan
54 BAB 54. Wanita penggoda
55 BAB 55. Obat spesial
56 BAB 56. Firasat buruk
57 BAB 57. Dedek baby girl
58 BAB 58. Foto
59 BAB 59. Menelepon Jack
60 BAB 60. Petualangan fantasi
61 PROMO NOVEL ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF
62 Promo novel Reinkarnasi : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
63 BAB 61. Kamera dan handphone
64 BAB 62. Rencana baru
65 BAB 63. Hukuman untuk Lily
66 BAB 64. Video yang tersebar
67 BAB 65. Petualangan fantasi part 2
68 BAB 66. Kecurigaan Dylan
69 BAB 67. Kartu nama
70 BAB 68. Pemegang saham baru
71 BAB 69. Tamparan
72 BAB 70. Jimmy Alexander
73 BAB 71. Dua minggu
74 BAB 72. Sekutu?
75 BAB 73. Tujuan Jimmy
76 BAB 74. Kejutan dari Emma
77 BAB 75. Keluarga kecilku
78 BAB 76. Makan malam
79 BAB 77. Penasaran
80 BAB 78. Gagal
81 BAB 79. Kebenaran
82 BAB 80. Hilang
83 BAB 81. Kemarahan Chris
84 BAB 82. Menemukan Owen
85 BAB 83. Daddy
86 BAB 84. Airport
87 BAB 85. Jebakan dari Chris
88 BAB 86. Hasil tes DNA
89 BAB 87. Kebenaran dari kecelakaan mobil
90 Pengumuman
91 Bonus Chapter : Bodyguard baru
Episodes

Updated 91 Episodes

1
BAB 1. Pesta Topeng
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Pernikahan bisnis
4
BAB 4. Jebakan
5
BAB 5. Saling menyelidiki
6
BAB 6. Mesra
7
BAB 7. Penawaran dari Emma
8
BAB 8. Tiga permintaan
9
BAB 9. Pernikahan bisnis batal
10
BAB 10. Pilihan untuk Emma
11
BAB 11. Kecurigaan Dylan
12
BAB 12. Perintah dari Hans
13
BAB 13. Keinginan Chris
14
BAB 14. Kemarahan William
15
BAB 15. Rencana William
16
BAB 16. Honeymoon hari pertama
17
BAB 17. We time
18
BAB 18. Honeymoon sebulan
19
BAB 19. Hadiah
20
BAB 20. Sydney
21
BAB 21. Masakan Chris
22
BAB 22. Rencana William
23
BAB 23. I miss you
24
BAB 24. Chris VS Owen
25
BAB 25. Pengganggu kecil
26
BAB 26. Keputusan Chris
27
BAB 27. Akuisisi Perusahaan
28
BAB 28. Menginap di Mansion Watson
29
BAB 29. Are you ready?
30
BAB 30. Air jahe
31
Bab 31. Perhatian & ciuman mesra
32
BAB 32. Bertemu Jack
33
BAB 33. Foto
34
BAB 34. Owen VS Will
35
BAB 35. Hadiah dari Will
36
BAB 36. Nyamuk
37
BAB 37. Golongan darah
38
BAB 38. Masa lalu Chris
39
BAB 39. Kekhawatiran Emma
40
BAB 40. Undangan
41
BAB 41. Alana&Jack
42
BAB 42. Chris dan Jack
43
BAB 43. Keluarga kecil
44
BAB 44. Perusahaan Christian
45
BAB 45. Rencana William
46
BAB 46. Rahasia Emma
47
BAB 47. Kedatangan William
48
BAB 48. Dua kali lipat
49
BAB 49. Chris VS Will
50
BAB 50. Taruhan
51
BAB 51. Alibi Will
52
BAB 52. Lelang online
53
BAB 53.Jebakan
54
BAB 54. Wanita penggoda
55
BAB 55. Obat spesial
56
BAB 56. Firasat buruk
57
BAB 57. Dedek baby girl
58
BAB 58. Foto
59
BAB 59. Menelepon Jack
60
BAB 60. Petualangan fantasi
61
PROMO NOVEL ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF
62
Promo novel Reinkarnasi : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
63
BAB 61. Kamera dan handphone
64
BAB 62. Rencana baru
65
BAB 63. Hukuman untuk Lily
66
BAB 64. Video yang tersebar
67
BAB 65. Petualangan fantasi part 2
68
BAB 66. Kecurigaan Dylan
69
BAB 67. Kartu nama
70
BAB 68. Pemegang saham baru
71
BAB 69. Tamparan
72
BAB 70. Jimmy Alexander
73
BAB 71. Dua minggu
74
BAB 72. Sekutu?
75
BAB 73. Tujuan Jimmy
76
BAB 74. Kejutan dari Emma
77
BAB 75. Keluarga kecilku
78
BAB 76. Makan malam
79
BAB 77. Penasaran
80
BAB 78. Gagal
81
BAB 79. Kebenaran
82
BAB 80. Hilang
83
BAB 81. Kemarahan Chris
84
BAB 82. Menemukan Owen
85
BAB 83. Daddy
86
BAB 84. Airport
87
BAB 85. Jebakan dari Chris
88
BAB 86. Hasil tes DNA
89
BAB 87. Kebenaran dari kecelakaan mobil
90
Pengumuman
91
Bonus Chapter : Bodyguard baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!