BAB 20. Sydney

***Lounge Airport Ngurah Rai***

Setengah jam kemudian, Chris datang menghampiri Emma, Dylan, dan Liam yang masih mengobrol. Kedua kakak posesif itu sedang memberikan ceramah panjang lebar agar Emma bisa menjaga diri dengan baik di Sydney dan jangan dibutakan oleh cinta terhadap Chris, yang memang berpenampilan sempurna.

Dylan dan Liam meminta Emma menelepon mereka setiap hari untuk mengabarkan keadaan Emma selama tinggal bersama Chris. Bahkan Dylan akan berkunjung ke Sydney minggu depan, dengan alasan bertemu rekan bisnis. Tentu saja tujuan utama Dylan adalah memeriksa keadaan Emma di sana.

"Emma. Sudah waktunya kita ke boarding lounge," ucap Chris.

Dylan, Liam, dan Emma melihat jam tangan di pergelangan tangan mereka secara bersamaan saat mendengar ucapan Chris. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam lebih.

Biasanya boarding time dilakukan sekitar 20-30 menit sebelum waktu keberangkatan sehingga sudah saatnya bagi rombongan Chris menuju boarding lounge dan menunggu pesawat mereka.

Emma, Dylan, dan Liam berdiri dari tempat duduk mereka. Rocky dan Rio pun sudah menghampiri tempat duduk Emma. Mereka berdua berdiri di belakang Chris.

"Bye Kak Dylan, Kak Liam!" kata Emma sambil membuka lebar kedua tangannya ke arah kedua kakak kesayangannya.

Dylan dan Liam memeluk Emma bersamaan. Mereka saling berpelukan bertiga hingga beberapa detik.

Chris yang berdiri di samping Emma tersenyum tipis melihat keakraban mereka bertiga. Hubungan persaudaraan yang erat dan saling menyayangi satu sama lain membuat Chris mengingat Jordan lagi.

Entah mengapa, sejak Chris bertemu Emma, ingatan kebersamaannya dengan Jordan selalu terbayang di pikiran maupun di pelupuk matanya.

Kemungkinan besar dikarenakan kehadiran Emma membuat Chris merasakan lagi kebahagiaan dan kekeluargaan seperti yang selama ini didapatkannya dari Jordan, satu-satu anggota keluarga yang peduli padanya, meskipun ibu kandung mereka berbeda.

Beberapa saat kemudian, Emma melepaskan pelukannya. Dylan dan Liam menatap intens ke arah Chris.

"Chris! Jaga Emma baik-baik! Aku akan membawanya pulang jika kamu membuatnya menangis!" ucap Dylan dengan tegas.

Chris merangkul pundak Emma dengan lembut. "Aku tidak akan pernah membuat istriku menangis!" ucap Chris dengan pasti.

"Chris! Hasil medical check up mu sangat bagus. Papa sudah tidak sabar menunggu kehadiran cucu," kata Liam dengan wajah tanpa ekspresi.

"Kak Liam!"

"Liam!"

Teriak Emma dan Dylan bersamaan. Pipi Emma sudah merona merah seperti kepiting rebus. Sementara Liam menoleh ke arah Dylan. "Aku hanya menyampaikan pesan Papa!" jawab Liam tanpa merasa bersalah.

"Baik Kak Liam! Aku dan Emma akan berusaha keras," jawab Chris tanpa beban.

"Safe flight!" ucap Dylan dan Liam bersamaan.

"Thank you Kak Dylan, Kak Liam!" kata Emma.

Rombongan Chris pun meninggalkan Dylan dan Liam menuju boarding lounge.

***

Dua puluh menit kemudian, Chris dan Emma sudah berada di dalam pesawat. Chris memeriksa dan memastikan sabuk safety belt pesawat sudah terpasang sempurna di pinggang Emma.

"Emma! Kamu dingin gak?" tanya Chris sambil mengatur besar kecilnya suhu AC pesawat, yang berada di bagian atas kepala Emma.

"Aku gak kedinginan," jawab Emma.

Walaupun Emma tidak merasa kedinginan saat ini, tetapi Chris tetap meminta satu buah selimut dari pramugari pesawat.

Beberapa saat kemudian, pesawat pun terbang meninggalkan Airport Ngurah Rai.

"Emma. Kamu bisa tidur nyenyak sekarang," ucap Chris.

"Iya," jawab Emma.

Emma merangkul lengan Chris dan menyandarkan kepalanya di pundak Chris, lalu memejamkan rapat kedua matanya.

Chris menutupi tubuh Emma dengan selimut. Setelah memastikan semuanya nyaman dan Emma sudah tertidur pulas, Chris pun menyusul Emma ke dalam dunia mimpi.

***Sydney, Australia***

Sebuah mobil Toyota Land Cruiser warna hitam dengan kecepatan sedang melaju keluar dari Bandar Udara Kingsford-Smith (Bandar Udara Sydney) menuju Kediaman Chris.

Rocky duduk di samping sopir pribadi Chris yang menjemput mereka di bandar udara Kingsford-Smith tadi, sedangkan Rio berada di mobil Toyota Camry hitam, yang mengikuti mobil Toyota Land Cruiser dari belakang.

"Nyonya muda sangat cantik dan serasi dengan Tuan Chris," batin Pak Endy, sopir pribadi Chris.

Suasana di dalam mobil sangat tenang dan hanya terdengar alunan music box yang dinyalakan oleh Pak Endy atas perintah Chris.

Semua dikarenakan Emma tertidur pulas di dalam rangkulan pelukan Chris.

Sebenarnya saat pesawat mendarat di Bandar Udara Kingsford-Smith, Emma sudah bangun. Akan tetapi, Emma melanjutkan tidurnya setelah dirinya berada di dalam mobil karena masih mengantuk.

Sesekali Chris menepuk punggung Emma dengan lembut agar Emma tidur lebih nyenyak. Chris juga merapikan rambut-rambut kecil Emma yang berantakan sedikit dan menutupi pipi Emma.

Tatapan mata lembut Chris tidak pernah terlepas dari wajah polos sang istri. Chris merasa dirinya terkena sihir dan hipnotis dari Emma karena seolah sudah menjadi candu baginya untuk selalu berada di sisi Emma.

Chris bersyukur Emma bersedia mengikutinya ke Sydney. Jika tidak, Chris bisa bayangkan hari-harinya akan terasa hampa tanpa keberadaan Emma di sisinya.

Empat puluh menit kemudian, mobil Toyota Land Cruiser berhenti di sebuah rumah besar bertingkat dua.

Pak Endy turun dari mobil dengan cepat dan membukakan pintu mobil bagian penumpang.

"Emma! Kita sudah tiba di rumah," ucap Chris sambil membelai wajah Emma dengan lembut.

Emma merangkul leher Chris dan terlihat jelas gadis muda itu masih mengantuk berat. Kedua matanya masih tertutup rapat.

Chris tersenyum tipis dan menggendong Emma turun dari mobil secara perlahan. Chris melangkahkan kakinya dengan santai masuk ke rumah besar, sedangkan Rocky mengikutinya dari belakang.

Seorang pria paruh baya dan lima pelayan wanita berbaris rapi menyambut kedatangan Chris.

"Welcome home, Tuan Chris!" sapa Pak Panca, pria paruh baya yang merupakan kepala pelayan.

"Semua sudah dipersiapkan?" tanya Chris.

"Sudah, Tuan Chris! Semua sudah dipersiapkan untuk nyonya muda sesuai perintah Tuan Chris!" jawab Pak Panca dengan yakin.

"Thank you Pak Panca!" ucap Chris dan menggendong Emma naik ke lantai dua menuju kamar tidur mereka.

Sementara Pak Panca menunjukkan kamar tamu yang sudah dipersiapkan sebelumnya ke Rocky.

***Kamar tidur Emma dan Chris***

Chris membaringkan tubuh Emma di atas tempat tidur yang empuk, lalu membantu membuka sepasang sepatu high heels dari kaki Emma.

"Tidur yang nyenyak, honey!" ucap Chris sambil mengecup kening Emma dan menarik selimut menutupi tubuh Emma sebelum keluar dari kamar tidur.

Chris menuju ruang kerjanya. Rio sudah menunggu di depan pintu ruang kerja. Banyak pekerjaan kantor yang harus di follow up oleh Chris karena menunda kepulangannya beberapa hari disebabkan pernikahan dadakan dengan Emma.

Sementara Rocky berkeliling di dalam rumah besar Chris untuk memeriksa keadaan sekitarnya. Pak Panca dan para pelayan bersikap ramah terhadap Rocky.

Sebenarnya Chris yang sudah memberi perintah kepada Pak Panca untuk membiarkan Rocky bertindak bebas di rumah besar karena Chris yakin tujuan Rocky hanyalah untuk melindungi dan menjaga keselamatan Emma.

Rocky menelepon Dylan untuk melaporkan keberadaannya dan Emma setelah selesai berpatroli keliling rumah Chris.

Kekhawatiran Dylan berkurang sedikit karena laporan Rocky, tetapi Dylan memberi pesan kepada Rocky untuk selalu bersikap waspada.

Jika Emma tidak betah di rumah besar Chris, Rocky harus membawa Emma meninggalkan tempat itu.

***

Rocky berjaga di depan pintu kamar Emma dan Chris setelah selesai berbicara di telepon dengan Dylan.

Rocky tahu saat ini Chris sedang sibuk di ruang kerja bersama Rio. Ruang kerja Chris juga berada di lantai dua dan letaknya tidak jauh dari kamar tidur.

Satu jam kemudian, Chris dan Rio keluar dari ruang kerja. Rio berangkat ke Perusahaan Christian dengan membawa beberapa dokumen penting yang sudah ditandatangani oleh Chris, sedangkan Chris berjalan menghampiri Rocky.

"Tuan Chris!" sapa Rocky dengan sopan.

"Emma belum bangun?" tanya Chris.

"Belum, Tuan Chris! Biasanya Nona Emma akan bangun saat merasa lapar," jawab Rocky.

Rocky yang sudah menjadi pengawal pribadi Emma selama bertahun-tahun, sangat mengetahui kebiasaan nona muda nya.

"Nanti aku akan membangunkan Emma saat makan siang," ucap Chris.

"Baik, Tuan Chris!" jawab Rocky.

Chris melangkahkan kakinya menuruni tangga menuju lantai satu. Ada hal penting yang harus dilakukannya sebelum membangunkan Emma untuk makan siang bersama.

***

Selamat malam readers tercinta. Jangan lupa besok hari senin. Ditunggu vote nya ya 🥰🥰

Apa hal penting yang harus dilakukan Chris?

Apakah Emma bisa membiasakan diri dengan lingkungan tempat tinggal Chris?

TERIMA KASIH

SALAM SAYANG

AUTHOR : LYTIE

Terpopuler

Comments

Imam Sutoto Suro

Imam Sutoto Suro

excellent story'thor lanjutkan

2023-04-13

0

PeQueena

PeQueena

tenang saja tuan. rocky selalu tanggap akan hal semacam itu.
penciuman dan pengelihatan rocky sangat tajam...(penciuman tajam,dikata Herder x aah 🤭🤭)

2022-11-08

3

Black Moon

Black Moon

Pas jam makan siang, kirim makanan ke rumah aku juga ya. Sebelum jam makan siang juga boleh ko 😁

2022-11-07

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Pesta Topeng
2 BAB 2. Perselingkuhan
3 BAB 3. Pernikahan bisnis
4 BAB 4. Jebakan
5 BAB 5. Saling menyelidiki
6 BAB 6. Mesra
7 BAB 7. Penawaran dari Emma
8 BAB 8. Tiga permintaan
9 BAB 9. Pernikahan bisnis batal
10 BAB 10. Pilihan untuk Emma
11 BAB 11. Kecurigaan Dylan
12 BAB 12. Perintah dari Hans
13 BAB 13. Keinginan Chris
14 BAB 14. Kemarahan William
15 BAB 15. Rencana William
16 BAB 16. Honeymoon hari pertama
17 BAB 17. We time
18 BAB 18. Honeymoon sebulan
19 BAB 19. Hadiah
20 BAB 20. Sydney
21 BAB 21. Masakan Chris
22 BAB 22. Rencana William
23 BAB 23. I miss you
24 BAB 24. Chris VS Owen
25 BAB 25. Pengganggu kecil
26 BAB 26. Keputusan Chris
27 BAB 27. Akuisisi Perusahaan
28 BAB 28. Menginap di Mansion Watson
29 BAB 29. Are you ready?
30 BAB 30. Air jahe
31 Bab 31. Perhatian & ciuman mesra
32 BAB 32. Bertemu Jack
33 BAB 33. Foto
34 BAB 34. Owen VS Will
35 BAB 35. Hadiah dari Will
36 BAB 36. Nyamuk
37 BAB 37. Golongan darah
38 BAB 38. Masa lalu Chris
39 BAB 39. Kekhawatiran Emma
40 BAB 40. Undangan
41 BAB 41. Alana&Jack
42 BAB 42. Chris dan Jack
43 BAB 43. Keluarga kecil
44 BAB 44. Perusahaan Christian
45 BAB 45. Rencana William
46 BAB 46. Rahasia Emma
47 BAB 47. Kedatangan William
48 BAB 48. Dua kali lipat
49 BAB 49. Chris VS Will
50 BAB 50. Taruhan
51 BAB 51. Alibi Will
52 BAB 52. Lelang online
53 BAB 53.Jebakan
54 BAB 54. Wanita penggoda
55 BAB 55. Obat spesial
56 BAB 56. Firasat buruk
57 BAB 57. Dedek baby girl
58 BAB 58. Foto
59 BAB 59. Menelepon Jack
60 BAB 60. Petualangan fantasi
61 PROMO NOVEL ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF
62 Promo novel Reinkarnasi : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
63 BAB 61. Kamera dan handphone
64 BAB 62. Rencana baru
65 BAB 63. Hukuman untuk Lily
66 BAB 64. Video yang tersebar
67 BAB 65. Petualangan fantasi part 2
68 BAB 66. Kecurigaan Dylan
69 BAB 67. Kartu nama
70 BAB 68. Pemegang saham baru
71 BAB 69. Tamparan
72 BAB 70. Jimmy Alexander
73 BAB 71. Dua minggu
74 BAB 72. Sekutu?
75 BAB 73. Tujuan Jimmy
76 BAB 74. Kejutan dari Emma
77 BAB 75. Keluarga kecilku
78 BAB 76. Makan malam
79 BAB 77. Penasaran
80 BAB 78. Gagal
81 BAB 79. Kebenaran
82 BAB 80. Hilang
83 BAB 81. Kemarahan Chris
84 BAB 82. Menemukan Owen
85 BAB 83. Daddy
86 BAB 84. Airport
87 BAB 85. Jebakan dari Chris
88 BAB 86. Hasil tes DNA
89 BAB 87. Kebenaran dari kecelakaan mobil
90 Pengumuman
91 Bonus Chapter : Bodyguard baru
Episodes

Updated 91 Episodes

1
BAB 1. Pesta Topeng
2
BAB 2. Perselingkuhan
3
BAB 3. Pernikahan bisnis
4
BAB 4. Jebakan
5
BAB 5. Saling menyelidiki
6
BAB 6. Mesra
7
BAB 7. Penawaran dari Emma
8
BAB 8. Tiga permintaan
9
BAB 9. Pernikahan bisnis batal
10
BAB 10. Pilihan untuk Emma
11
BAB 11. Kecurigaan Dylan
12
BAB 12. Perintah dari Hans
13
BAB 13. Keinginan Chris
14
BAB 14. Kemarahan William
15
BAB 15. Rencana William
16
BAB 16. Honeymoon hari pertama
17
BAB 17. We time
18
BAB 18. Honeymoon sebulan
19
BAB 19. Hadiah
20
BAB 20. Sydney
21
BAB 21. Masakan Chris
22
BAB 22. Rencana William
23
BAB 23. I miss you
24
BAB 24. Chris VS Owen
25
BAB 25. Pengganggu kecil
26
BAB 26. Keputusan Chris
27
BAB 27. Akuisisi Perusahaan
28
BAB 28. Menginap di Mansion Watson
29
BAB 29. Are you ready?
30
BAB 30. Air jahe
31
Bab 31. Perhatian & ciuman mesra
32
BAB 32. Bertemu Jack
33
BAB 33. Foto
34
BAB 34. Owen VS Will
35
BAB 35. Hadiah dari Will
36
BAB 36. Nyamuk
37
BAB 37. Golongan darah
38
BAB 38. Masa lalu Chris
39
BAB 39. Kekhawatiran Emma
40
BAB 40. Undangan
41
BAB 41. Alana&Jack
42
BAB 42. Chris dan Jack
43
BAB 43. Keluarga kecil
44
BAB 44. Perusahaan Christian
45
BAB 45. Rencana William
46
BAB 46. Rahasia Emma
47
BAB 47. Kedatangan William
48
BAB 48. Dua kali lipat
49
BAB 49. Chris VS Will
50
BAB 50. Taruhan
51
BAB 51. Alibi Will
52
BAB 52. Lelang online
53
BAB 53.Jebakan
54
BAB 54. Wanita penggoda
55
BAB 55. Obat spesial
56
BAB 56. Firasat buruk
57
BAB 57. Dedek baby girl
58
BAB 58. Foto
59
BAB 59. Menelepon Jack
60
BAB 60. Petualangan fantasi
61
PROMO NOVEL ANAK GENIUS : CEO & HIS PRIVATE CHEF
62
Promo novel Reinkarnasi : TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH
63
BAB 61. Kamera dan handphone
64
BAB 62. Rencana baru
65
BAB 63. Hukuman untuk Lily
66
BAB 64. Video yang tersebar
67
BAB 65. Petualangan fantasi part 2
68
BAB 66. Kecurigaan Dylan
69
BAB 67. Kartu nama
70
BAB 68. Pemegang saham baru
71
BAB 69. Tamparan
72
BAB 70. Jimmy Alexander
73
BAB 71. Dua minggu
74
BAB 72. Sekutu?
75
BAB 73. Tujuan Jimmy
76
BAB 74. Kejutan dari Emma
77
BAB 75. Keluarga kecilku
78
BAB 76. Makan malam
79
BAB 77. Penasaran
80
BAB 78. Gagal
81
BAB 79. Kebenaran
82
BAB 80. Hilang
83
BAB 81. Kemarahan Chris
84
BAB 82. Menemukan Owen
85
BAB 83. Daddy
86
BAB 84. Airport
87
BAB 85. Jebakan dari Chris
88
BAB 86. Hasil tes DNA
89
BAB 87. Kebenaran dari kecelakaan mobil
90
Pengumuman
91
Bonus Chapter : Bodyguard baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!