***Kamar Hotel W***
Emma tersenyum puas mendengar laporan Rocky. "Kerja bagus, Rocky!" puji Emma.
Emma mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru dari tempat tidur menuju ke arahnya.
William ingin mendorong tubuh Rocky yang berdiri tegak sehingga menghalangi pandangannya ke sofa, tetapi insting Rocky yang kuat membuat bodyguard itu melangkahkan kaki satu langkah ke samping dengan spontan.
"Emma!" panggil William dengan raut wajah terkejut saat melihat Emma yang dipanggil oleh Rocky adalah Emma calon istrinya, tetapi dengan cepat pria itu berhasil menguasai rasa terkejutnya.
Emma melirik sekilas William dari atas kepala hingga ujung kaki. Pria itu memakai kemeja yang belum terkancing sehingga memperlihatkan tubuhnya yang penuh dengan gigitan cinta. Sementara resleting celana panjangnya belum terpasang sempurna.
"Will! Apakah aku mengganggu waktu senangmu?" tanya Emma dengan santai.
"Jangan salah paham Emma. Aku hanya main-main saja dengannya. Acara pernikahan kita lusa nanti pasti tetap dilaksanakan," jawab William.
"Kamu yakin aku masih mau menikah denganmu?" tanya Emma.
William tertegun sebentar dan memicingkan matanya menatap saksama ekspresi wajah Emma. Tidak ada kemarahan di wajah gadis muda itu sehingga William menarik napas lega.
William duduk di samping Emma dan ingin memegang tangan gadis muda itu, tetapi Emma menghindar dengan cepat.
"Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu!" ujar Emma.
"Emma. Aku mengaku bersalah. Apa pun kompensasi yang kamu inginkan, pasti aku penuhi. Perhiasan, tas branded, mobil mewah dan lainnya asalkan kamu mau memaafkanku," kata William.
Emma terdiam dan tidak memberikan jawaban apa pun. Gadis muda itu ingin tahu sejauh mana William akan bertindak setelah tertangkap basah berselingkuh.
"Emma! Aku berjanji akan setia hanya padamu seorang setelah kita menikah nanti. Pernikahan bisnis kita merupakan penyatuan dua perusahaan besar. Perusahaan Pattison dan Perusahaan Watson akan menjadi perusahaan terkuat dan terbesar. Kamu adalah nyonya Pattison satu-satunya. Tidak akan ada orang yang bisa menggantikan kedudukanmu, begitu juga dengan kedudukanku sebagai suami yang paling tepat untukmu," bujuk William panjang lebar.
William sangat percaya diri bahwa Emma sepemikiran dengannya. Alasan utama Emma menerima lamaran William dikarenakan Keluarga Pattison satu-satunya keluarga yang sepadan dengan Keluarga Watson.
William dan Emma berasal dari keluarga kaya. Mereka berdua juga juga mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri. Dari sudut pandang mana pun, kedua keluarga besar mereka paling cocok dan tepat untuk melakukan pernikahan bisnis.
Jika pernikahan dibatalkan, akan merugikan kedua belah pihak sehingga William yakin Emma pasti tidak menginginkan perusahaan ayahnya terlibat masalah.
Emma tersenyum samar dengan sikap tidak tahu malu William. Gadis muda itu sudah menyusun rencana di dalam hati kecilnya untuk membalas William.
Sementara William menduga salah arti dari senyuman di sudut bibir Emma dan menganggapnya sebagai sinyal bahwa Emma sudah memaafkan perselingkuhannya.
"Maaf Emma! Aku yang menggoda William. Pernikahan kalian jangan dibatalkan karena aku."
Lily alias si wanita murahan berlari kecil mendekati Emma, dengan hanya menggunakan selimut tempat tidur menutup tubuh depannya, sedangkan tubuh belakang dibiarkan dalam keadaan polos tidak tertutup sehelai benang pun.
Emma tahu Lily sengaja akting di hadapannya, untuk membuatnya marah dan cemburu karena berhasil membuat William berselingkuh dengannya.
Selama ini citra Lily sebagai wanita penggoda sudah diketahui oleh banyak orang. Bahkan kedua kakak laki-laki Emma pernah menjadi incaran Lily, tetapi mereka berdua berhasil mengelak dari jebakan wanita murahan itu.
Kebodohan William masuk ke dalam perangkap Lily sudah membuat Emma mencoretnya dari daftar suami pilihannya.
Plak!
Terdengar suara tamparan disertai tubuh Lily terjerembab jatuh ke lantai karena tamparan itu.
Emma tersenyum kecil melihat Rocky berinisiatif menampar Lily sebelum wanita murahan itu berhasil mendekatinya.
Emma yakin Rocky menggunakan tenaga yang cukup keras untuk menampar Lily sehingga sudut bibir wanita murahan itu berdarah.
"Will!" panggil Lily dengan suara memelas sambil menitikkan air mata.
Emma melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap tajam William.
"Lily! Keluar dari kamar ini sekarang juga!" perintah William.
"Will! Pakaianku sudah robek. Tidak mungkin aku keluar dalam keadaan begini," kata Lily sambil menangis tersedu-sedu.
"Aku yang keluar saja," ucap Emma dengan tenang.
Emma berdiri dari sofa dan berjalan meninggalkan kamar hotel diikuti oleh Rocky. Lily tertawa penuh kemenangan di dalam hatinya karena berhasil merusak pernikahan Emma dan William.
"Emma! Tunggu aku!" teriak William sambil menyambar semua sisa pakaiannya dari atas lantai dan berlari mengejar Emma.
"Sialan!" batin Lily.
***
"Emma! Aku antar kamu pulang ya," bujuk William saat berhasil menyusul Emma. Emma dan Rocky berdiri di depan lift.
"Tidak perlu! Kamu sangat kotor!" tolak Emma dengan tegas.
William tidak tersinggung dengan perkataan Emma. Sifat Emma yang suka apa adanya tanpa takut menyinggung siapa pun dikagumi oleh William. Wanita dengan pendirian kuat seperti Emma lah yang pantas menjadi pasangannya.
Saat ini William menyesali kebodohannya termakan bujuk rayu dari Lily untuk melakukan hubungan one night stand sebelum menikah dengan Emma.
"Lebih baik Tuan William pulang sekarang. Kemarahan Nona Emma tidak akan mereda jika melihat Tuan William," ujar Rocky dengan wajah tanpa ekspresi.
Sebagai bodyguard kepercayaan Emma, Rocky pun merasa jijik terhadap William. Pria brengsek di hadapannya tidaklah pantas menjadi pendamping hidup Emma yang sempurna.
"Baiklah. Aku akan mengirim banyak hadiah untukmu sebagai kompensasi kejadian malam ini. Aku bersumpah akan setia selamanya padamu saat kita menikah lusa nanti!" kata William dengan sungguh-sungguh.
"Silakan Tuan William!" kata Rocky saat pintu lift terbuka.
William masuk ke dalam lift sambil melambaikan tangan ke Emma.
***
"Nona Emma ingin membatalkan pernikahan?" tanya Rocky saat berada di dalam lift lainnya, yang sedang bergerak turun menuju lobi hotel.
"Iya. Aku akan menikah dengan pria lain," jawab Emma.
"Menikahi pria lain? Nona Emma jangan bertindak gegabah. Tuan besar pasti akan mendukung semua keputusan nona untuk membatalkan pernikahan dengan pria brengsek itu," kata Rocky.
Pintu lift terbuka sehingga Emma berjalan keluar diikuti oleh Rocky. "Aku serius!" ucap Emma dengan yakin.
Tiba-tiba Emma menghentikan langkah kakinya saat melihat Chris berada di depan meja resepsionis.
"Chris tinggal di hotel ini?" batin Emma.
Saat ini Emma baru mengingat Chris ikut turun dari mobil tadi, tetapi karena dirinya fokus untuk melabrak perselingkuhan William membuatnya melupakan keberadaan Chris.
"Rocky. Ada pekerjaan baru untukmu," kata Emma dan berbisik di telinga Rocky. Wajah Rocky menjadi tegang dan menoleh ke arah Chris beberapa kali. Emma menganggukkan kepalanya dengan yakin sehingga Rocky pun meninggalkan hotel untuk melakukan pekerjaan yang diperintahkan oleh Emma.
***
Emma berjalan menghampiri Chris. "Chris!" sapa Emma sambil memberikan senyuman termanis.
"Emma!" balas Chris.
"Kamu tinggal di sini?" tanya Emma sambil melirik ke arah koper yang berada di samping Chris.
"Iya. Kamar mandinya bermasalah. Jadi aku ganti kamar sekarang," jawab Chris jujur.
Emma menganggukkan kepalanya dan berdiri tenang di samping Chris. Chris melanjutkan pembicaraannya dengan resepsionis hotel.
Beberapa saat kemudian, resepsionis hotel menyerahkan satu kunci kamar baru ke Chris.
"Ini kunci kamar 505 untuk Tuan Chris. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Hotel akan memberikan complimentary satu botol anggur dan satu keranjang buah segar. Bellboy akan mengantarkan ke kamar Tuan Chris," ucap resepsionis hotel.
"Terima kasih," jawab Chris dengan singkat.
Chris menarik kopernya dan menoleh ke arah Emma."Emma. Kamu menginap di sini?" tanya Chris.
Chris mengingat jelas Emma memiliki kunci kamar hotel di lantai 5. "Tidak! Tadi aku ke kamar teman, tetapi dia sudah pergi. Boleh gak aku inspeksi kamarmu? Jika bagus, aku mau menginap juga," jawab Emma dengan santai.
"Baiklah," ucap Chris.
Mereka berdua pun masuk ke dalam lift menuju kamar Chris. Secara kebetulan ternyata kamar hotel Chris yang baru, berada tepat di seberang kamar yang digunakan oleh William untuk berselingkuh tadi.
***
Selamat malam readers tercinta. Terima kasih dukungannya baik berupa favorit, vote, like, tips iklan, hadiah, dan komentar positifnya🙏
Xi xi. Apa rencana Nona muda Emma terhadap Chris?
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
lily
biasanya nih cwo tu gak peka tpi gk berlaku buat Rocky ,,, OMG kamu sudah mewakili nonamu untuk menampar si jalang hrusnya di tendang jga
2024-06-28
0
Imam Sutoto Suro
wooow keren banget lanjutkan thor
2023-04-12
0
Windy Veriyanti
wakakaka...kok aku suka ya si lily kena bogem nya rocky 😆
2022-10-26
1