***Airport Ngurah Rai***
Emma dan Chris sedang duduk di lounge airport Ngurah Rai sambil menunggu kedatangan pesawat yang akan membawa mereka ke Sydney, sedangkan Rocky dan Rio duduk di tempat duduk lain sambil mengawasi sepasang pengantin baru itu.
Mereka berdua bersiap-siap menjalankan semua perintah dari tuan dan nyonya yang mereka hormati. Semua prosedur check in dan bagasi sudah diurus sepenuhnya oleh Rio.
Perjalanan Bali ke Sydney memerlukan waktu sekitar enam jam dengan pesawat sehingga Chris memesan tiket jam 12 malam karena ingin memberi waktu yang cukup untuk Emma menemani Tom di Mansion Watson.
Chris dan Emma makan malam bersama Tom terlebih dahulu di Mansion Watson sebelum berangkat ke airport. Mereka sengaja tiba di airport lebih cepat dan bersantai di lounge airport.
Saat ini Emma dan Chris sedang mengobrol sambil bergandengan tangan. Emma serius mendengarkan Chris bercerita tentang pekerjaan, putranya, dan juga tempat tinggal Chris di Sydney.
"Owen sangat tampan dan mirip denganmu," kata Emma saat Chris memperlihatkan foto Owen yang tersimpan di dalam dompetnya.
Owen Alexander. Putra Chris yang berusia tujuh tahun lebih, mempunyai rambut coklat seperti Chris, tetapi sepasang matanya berwarna biru.
Emma menduga mungkin dari silsilah keturunan keluarga Chris ada anggota keluarga yang bermata biru sehingga Owen mewarisinya.
"Aku harap kamu bisa sabar dengan sikap bandelnya," ucap Chris sambil menyimpan kembali foto Owen ke dalam dompetnya.
Emma tertawa kecil mendengar perkataan Chris. Sepasang mata Emma yang bening menatap intens dompet Chris. Emma merasa lega karena tidak melihat foto istri pertama Chris tersimpan di sana.
Senyum lebar mengembang di sudut bibir Emma saat melihat foto pernikahan mereka juga tersimpan di dalam dompet Chris.
Padahal Emma sendiri belum menyimpan foto pernikahan mereka di dompetnya sendiri. Hanya ada foto mereka bersama sunset di tepi pantai yang menjadi wallpaper handphone miliknya. Foto itu juga menjadi wallpaper handphone Chris.
"Emma! Chris!" Suara panggilan dari dua pria membuat Emma dan Chris menoleh ke sumber suara.
"Kak Dylan! Kak Liam!" ucap Emma kegirangan.
"Kak Dylan! Kak Liam!" sapa Chris dengan sopan.
Emma dan Chris sengaja memilih lounge yang berada di area Security Check Point 1 (SCP 1), yang memang diperbolehkan untuk pengantar bisa masuk dan berbelanja hingga di area itu.
Mereka berdua tahu kedua kakak laki-laki Emma yang posesif pasti akan menyusul ke airport. Dylan dengan pakaian kerja resmi andalannya, sedangkan Liam mengenakan kemeja dan celana panjang karena jas putih dokter andalannya berada di ruang praktiknya.
Dylan dan Liam duduk di hadapan Emma. Mereka berdua menatap sekilas ke arah tangan sepasang pengantin baru itu yang berpegangan erat.
"Emma! Aku ke toilet sebentar!" kata Chris sambil menepuk punggung tangan Emma dengan lembut sebelum melepaskan tangan Emma.
"Permisi Kak Dylan, Kak Liam!" ucap Chris sambil menganggukkan kepala.
Kedua kakak posesif Emma pun membalas anggukan kepala Chris. Mereka berdua tahu Chris sengaja memberi waktu pribadi untuk mereka berbincang dengan Emma.
***
"Emma! Ini kunci apartemen baru di Sydney. Rocky tahu alamatnya. Jika rumah Chris tidak nyaman, kamu bisa tinggal di sana," kata Dylan sambil menyerahkan satu kunci ke Emma.
"Thank you Kak Dylan," jawab Emma dan menyimpan kunci apartemen itu ke dalam tas tangan.
Emma menatap ke arah Liam dan mengulurkan telapak tangan kanannya ke kakak keduanya yang kaku dan pendiam itu.
"Kak Liam mau kasih aku apa?" tanya Emma tanpa basa basi dan tersenyum jahil.
Liam mengambil dompet dari saku celana dan mengeluarkan satu kartu kredit berwarna hitam.
"Ini untuk kamu belanja di Sydney," ucap Liam.
"Thank you Kak Liam," jawab Emma.
"Kamu sebulan di sana. Kakak tambahkan kartu belanja untukmu," ucap Dylan dan memberikan kartu kredit berwarna hitam yang sama seperti kartu kredit Liam.
"Thank you Kak Dylan," jawab Emma.
Emma mengambil dompet kartu dari tas dan menyimpan kedua kartu kredit itu. Dylan dan Liam tersenyum kecil melihat ada satu kartu kredit hitam yang sama, sudah tersimpan rapi di sana. Mereka yakin kartu kredit itu dari Tom.
***
Selamat malam readers. Maaf up nya malam karena sibuk urus anak 😅😅😅.
Jangan lupa baca kelanjutan cerita besok 🤗🙏
Apakah pertemuan Emma dan Owen berjalan lancar?
Apa reaksi William saat mengetahui Emma bulan madu ke Sydney?
HAPPY WEEKEND READERS
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
excellent story'thor lanjutkan seruuuu banget ceritanya
2023-04-13
0
Sita Redjeki
senengny jdi emma
2023-04-08
0
YuWie
hidupmu makmur men Em..manis2 dulu yaaa
2023-01-22
1