***Kamar hotel tempat Chris menginap***
Empat puluh menit kemudian, Emma keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan rapi. Emma mengeringkan rambutnya di dalam kamar mandi terlebih dahulu.
Jika bukan karena harus mengunjungi toko pengantin bersama Dylan dan chris, bisa dipastikan Emma berada di dalam kamar mandi selama satu jam lebih.
Biasanya Emma suka berendam di dalam bathtub air hangat, yang penuh dengan gelembung sabun dari bath bombs merek perawatan kulit terkenal.
Keluarga besar Watson sudah mengetahui kebiasaan Emma sehingga Dylan berinisiatif menunggu di lobi hotel, dari pada berada di dalam kamar dengan kondisi canggung bersama Chris.
Emma menatap Chris yang sedang duduk di sofa sambil mengetik keyboard laptop dengan serius.
Botol anggur merah dan dua gelas kotor di atas meja sudah dibersihkan oleh Chris.
Emma berjalan menghampiri Chris dan mengambil tas tangannya dari atas meja, dekat laptop Chris. Chris pun mengalihkan perhatiannya dari layar laptop dan menatap Emma.
"Chris tidak memeriksa isi tasku!" batin Emma.
Ketika Emma berbincang dengan Dylan di sofa, Emma sengaja meletakkan tas tangannya dari sofa ke meja dalam posisi tertentu agar dirinya bisa menyadari langsung apakah Chris memeriksa isi tas tangannya secara diam-diam.
Emma merasa lega karena penilaiannya terhadap Chris tidak salah. Emma senang Chris menghargai privacy-nya.
"Chris! Di mana Kak Dylan?" tanya Emma.
"Menunggu di lobi hotel," jawab Chris dengan nada datar.
Chris mengarahkan kursor laptop ke tulisan shut down sehingga laptop nya non aktif dalam waktu singkat.
Chris berdiri dari sofa dan merapikan baju kemejanya sebentar.
"Emma. Kamu sudah siap?" tanya Chris.
"Iya. Ayo kita ke lobi," jawab Emma.
Chris menganggukkan kepala. Mereka berdua berjalan berdampingan keluar dari kamar hotel menuju lift.
***
Sewaktu berada di dalam lift, tidak ada yang memulai pembicaraan di antara mereka berdua. Chris dan Emma terhanyut dalam pikiran masing-masing.
Emma memikirkan gaun pengantin style apa yang harus dipilihnya nanti. Pastinya gaun pengantin yang akan dipakai untuk pernikahan bersama William, sudah dicoret dari list pilihan Emma.
Sementara Chris memikirkan laporan dari Rio mengenai hasil penyelidikan identitas Emma.
Emma Watson. Putri bungsu dari Keluarga Watson yang terkenal. Putri yang terlahir untuk menikmati semua kekayaan dan kasih sayang yang melimpah.
Putri yang cantik, berpendidikan tinggi, dan sempurna.
Chris tidak tahu apa alasan Emma menjebaknya semalam. Padahal besok adalah hari pernikahan spektakuler antara Keluarga Watson dan Pattinson.
Chris tahu pernikahan kedua keluarga kaya itu merupakan pernikahan bisnis yang bisa membuat kedua keluarga menjadi lebih besar dan kuat.
Jadi lebih banyak keuntungan dibandingkan kerugian jika pernikahan bisnis terjalin lancar.
Tepat saat pintu lift terbuka, tangan kiri Emma menggenggam tangan kanan Chris. Sementara tangan kanan gadis muda itu memegang lengan kanan Chris.
Mereka berdua terlihat sangat serasi dan mesra. Chris membalas dengan menggenggam erat tangan Emma. Pria muda itu tahu Emma ingin berakting di hadapan Dylan.
***
"Emma. Kita ke toko baju pengantin Tiffany," kata Dylan saat melihat Emma dan Chris sudah berdiri di hadapannya. Mata tajam Dylan melirik sekilas ke tangan Emma dan Chris yang bergandengan mesra.
"Oke kak Dylan," jawab Emma.
Mereka bertiga berjalan beriringan ke depan lobi Hotel W. Sebuah mobil Ferrari hitam dan BMW hitam sudah parkir di sana.
Kedua sopir mobil membukakan pintu mobil bagian penumpang.
Emma mengenali wajah sopir Chris semalam, yang mengantarnya ke Hotel W.
"Kak Dylan. Aku naik mobil Chris saja," kata Emma.
Dylan tertegun sejenak setelah mendengar perkataan Emma. Sepasang mata tajam Dylan menoleh ke belakang, tepatnya menatap Rocky.
"Nona Emma. Aku…"
"Rocky ikut mobil kak Dylan saja. Ayo kita masuk ke mobil, Chris!"
Emma menyela perkataan Rocky dan mempercepat langkah kakinya serta masuk ke dalam mobil BMW hitam.
"Selamat pagi Tuan Chris, Nona!" sapa sopir dengan sopan sebelum menutup pintu mobil.
Dylan hanya bisa menarik napas panjang dan memberi isyarat mata ke Rocky agar masuk ke dalam mobil Ferrari hitam bersamanya. Rocky duduk di samping sopir.
***
"Ikuti mobil Ferrari hitam dari belakang. Kita ke toko baju pengantin Tiffany!" perintah Chris ke sopir.
"Baik Tuan Chris!" jawab sopir dengan sopan.
"Toko baju pengantin? Tuan Chris mau menikah?" batin sopir.
Kedua mobil mewah itu beriringan keluar dari Hotel W menuju toko baju pengantin Tiffany. Sementara Rocky menelepon seseorang dan memberi perintah dengan wajah serius.
Beberapa saat kemudian, sebuah mobil Range Rover mengikuti mobil BMW hitam Chris dari belakang.
Wajah sopir Chris menjadi pucat seketika saat melihat mobil Range Rover mengikuti mereka dari jarak dekat.
"Maaf Tuan Chris. Sepertinya mobil Range Rover hitam sudah mengikuti kita sejak keluar dari hotel," lapor sopir sambil tetap konsentrasi memegang setir mobil.
Chris dan Emma menoleh ke belakang bersamaan. "Tidak apa-apa, Chris. Itu mobil bodyguard kak Dylan," kata Emma.
Chris menganggukkan kepala. Mereka berdua duduk menghadap ke depan lagi, sedangkan sopir menarik napas lega serta mengemudikan mobil dengan hati yang lebih tenang.
***
Selamat malam readers tercinta. Besok hari senin, waktunya vote. Jika berkenan, vote novel ini ya 🤗🥰
Apakah semuanya berjalan lancar di toko baju pengantin? Jawabannya di bab besok 🤗
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
lily
pekerjaannya mereka masih samar
2024-06-28
0
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ini ceritanya orang kaya semua gila bener
2024-03-16
0
Ugi Sugiyarsi
gila ceritanya keren banget,kemana saja saya baru ketemu novel sebagus ini
2024-02-17
0