***Kamar hotel tempat Chris menginap***
Emma duduk di sofa kamar hotel sambil mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling. Kamar ini jauh lebih besar dan luas dibandingkan kamar tempat William berselingkuh bersama Lily tadi.
Emma menduga pihak hotel upgrade tipe kamar untuk Chris sebagai tanda permintaan maaf.
"Emma! Kamu mau minum apa?" tanya Chris sambil membuka kulkas kecil yang berada di dalam kamar hotel.
Suara bel dari luar kamar membuat Chris menutup kembali pintu kulkas.
"Sebentar ya, Emma!" ucap Chris dan berjalan menuju pintu kamar. Emma menjawab dengan anggukkan kepala.
Ketika Chris membuka pintu kamar hotel, seorang bellboy hotel berdiri di sana.
"Selamat malam Tuan Chris. Saya mengantarkan anggur merah dan buah segar, complimentary dari hotel," kata bellboy sambil tersenyum ramah.
Bellboy berjalan masuk ke dalam kamar setelah mendapat izin dari Chris. Bellboy meletakkan satu botol anggur merah dan satu keranjang buah segar di atas meja yang berada di hadapan Emma.
"Aku permisi dulu, Tuan Chris!" ucap bellboy dengan sopan, sebelum keluar meninggalkan kamar.
***
"Chris! Aku minum anggur ini saja. Boleh?" tanya Emma.
"Tentu saja," jawab Chris.
Chris mengingat jelas Emma sangat menikmati anggur merah saat berada di pesta topeng sehingga menebak Emma menyukai anggur merah.
Chris mengambil dua gelas kosong dan duduk di samping Emma. Pria muda itu menuangkan anggur merah ke dalam gelas. Mereka berdua saling bersulang sebelum meneguk habis anggur merah di dalam gelas.
Emma menyodorkan gelas kosong ke arah Chris. Chris tersenyum kecil dan menuangkan anggur lagi ke dalam gelas Emma.
Emma pun meneguknya habis dengan cepat. "Emma. Kamu suka sekali anggur merah," kata Chris.
"Lumayan. Kalau ada teman minum, lebih bagus," kata Emma sambil menatap gelas kosong milik Chris.
Chris tertawa kecil dan menuangkan anggur merah ke dalam gelasnya sendiri, lalu meneguknya habis.
Chris sama sekali tidak akan menyangka Emma sedang merencanakan sesuatu terhadapnya. Mereka berdua pun menikmati anggur merah hingga tetesan terakhir.
Wajah Emma sudah bersemu merah karena pengaruh alkohol. Begitupun juga dengan Chris, tetapi pria itu masih bisa berpikir jernih.
"Ini saatnya!" batin Emma.
Emma berpura-pura pusing dan jatuh ke dalam pelukan Chris. Gadis muda itu mengalungkan tangannya ke leher Chris dan menatap intens wajah pria itu. Wajah mereka berdua sangat dekat dan hampir menempel satu sama lain.
"Emma. Kamu sudah mabuk," ucap Chris sambil menepuk punggung Emma dengan lembut.
Emma memajukan wajahnya lagi dan bibirnya mencium bibir Chris dengan agresif. Chris terkejut dan ingin menolak, tetapi Emma semakin mempererat rangkulan di leher Chris. Bahkan Emma mendorong tubuh Chris hingga berbaring di sofa, dengan posisi Emma di atas tubuh Chris.
Ciuman Emma di bibir Chris tidak terlepas. Lama kelamaan Chris pun membalas ciuman yang terasa sangat manis dan beraroma alkohol anggur merah yang memabukkan hatinya.
"Gila! Dia pintar banget berciuman!" batin Emma.
Emma berencana menjebak Chris dan memaksa pria muda itu untuk menikah dengannya, menggantikan William yang brengsek.
Emma mengikhlaskan ciuman pertamanya ke Chris. Gadis muda itu yakin Chris akan menjadi suami sejati pilihannya yang paling sempurna.
Ketika memergoki perselingkuhan William, Emma sudah bertekad membatalkan pernikahan bisnis itu dan membalas William dengan menikahi pria lain di hari pernikahan yang sudah terjadwal.
Emma berencana meminta Rocky mencari pria yang bisa dikontrol olehnya dengan pernikahan kontrak, tetapi saat Emma melihat Chris di lobi hotel, gadis muda itu langsung menetapkan pilihannya ke Chris.
***
Lama kelamaan ciuman semakin memanas dan membuat sepasang sejoli itu merasakan degup jantung yang berdetak sangat cepat. Emma menghentikan ciuman agresifnya dan berpura-pura tertidur di atas tubuh Chris.
"Emma! Emma!" panggil Chris dengan suara lembut dan menepuk punggung Emma, tetapi gadis muda itu tidak menjawabnya.
Emma bisa mendengar suara tertawa kecil Chris, lalu tubuhnya terasa ringan karena Chris bangun dari sofa sambil menggendongnya.
"Macho banget!" puji Emma dalam hati.
Emma bisa merasakan Chris membaringkan tubuhnya dengan perlahan di atas tempat tidur dan saat Chris ingin melepaskan tangannya dari tubuh Emma, Emma bergerak lebih cepat.
Emma sengaja menarik tangan Chris dengan keras sehingga pria muda itu pun terjatuh ke atas tempat tidur. Emma memeluk erat pinggang Chris dan tidak membiarkan pria itu menjauh darinya, untuk mendukung rencana jebakannya terhadap Chris.
Chris menatap bingung wajah Emma yang tertidur pulas di sampingnya. Ada sebersit kecurigaan muncul di dalam pikiran Chris bahwa Emma pura-pura mabuk dan tertidur, tetapi wajah polos tanpa dosa Emma membuat Chris menghilangkan pikiran itu.
"Aku juga mengantuk. Tidak apa-apa tidur seranjang dengannya," batin Chris.
Chris pun memejamkan kedua matanya dan memeluk tubuh Emma dengan santai. Kehangatan tubuh gadis muda itu membuat hati Chris terasa hangat dan nyaman.
Chris tidak mengingkari hati kecilnya bahwa dirinya tertarik dengan Emma. Padahal selama ini banyak wanita muda yang mencoba mendekatinya, tetapi Chris tidak tertarik kepada mereka semua.
***
Keesokan harinya pintu kamar hotel Chris dibuka dari luar. Suara langkah kaki yang keras menuju ke arah tempat tidur.
"Emma! Apa yang kamu lakukan?" teriak Dylan Watson, sedangkan Rocky yang datang bersama Dylan berdiri lebih jauh dari tempat tidur karena dirinya tidak yakin sejauh mana Emma akan bertindak untuk menjebak Chris. Oleh karena itu, Rocky menjaga jarak dengan tempat tidur.
Semalam Dylan, kakak laki-laki Emma mendapatkan laporan dari Rocky bahwa adik kesayangannya memergoki William berselingkuh dan tidak pulang semalaman sehingga Dylan datang ke Hotel W untuk mencari Emma.
Dari rekaman cctv, Dylan tahu Emma masuk ke dalam kamar seorang pria bernama Chris dan tidak keluar dari sana hingga pagi.
Dylan terkejut melihat Emma seperti anak koala memeluk erat tubuh pria muda asing yang bernama Chris.
Sementara Emma dan Chris terbangun oleh suara teriakan Dylan.
"Kak Dylan!" panggil Emma dengan raut wajah pura-pura terkejut.
"Apa yang kamu lakukan terhadap adikku?" tanya Dylan sambil menatap tajam Chris.
"Kita…"
"Aku sudah tidur dengannya. Chris akan bertanggung jawab menikahiku!" sela Emma dengan cepat.
"Menikah?" tanya Chris sambil menatap Emma.
"Iya. Aku percaya kamu akan bertanggung jawab," ucap Emma sambil tersenyum ke Chris.
"Baguslah dia mau bertanggung jawab. Kalian harus menikah besok. Sekarang bersiap-siaplah. Kakak antar kalian ke toko pakaian pengantin!" ucap Dylan, tanpa mau dibantah oleh Chris dan Emma.
Tatapan mata Chris tidak terlepas dari senyuman di wajah Emma. Saat ini Chris menyadari Emma sengaja menjebaknya agar tertangkap basah oleh Dylan sehingga harus menikah dengan Emma.
***
Jebakan Nona Muda Emma berhasil 😂. Apa tindakan Chris selanjutnya ya?
Ditunggu dukungan readers tercinta dengan menekan tombol favorut, vote, hadiah, tips iklan, maupun komentar positif.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
lily
penasaran sama profil Chris
2024-06-28
0
Imam Sutoto Suro
buseeet mantap dah thor lanjutkan
2023-04-12
0
Nirwana Asri
aku kasih tips iklan buat kakak
2022-11-03
1